Perjamuan Terakhir untuk Muslim

Jumat (28/8) rupanya menjadi ‘Perjamuan Terakhir’ bagi umat muslim dan rohaniwan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan. Tukang becak dan kaum miskin yang biasa memperoleh menu buka puasa seharga Rp 500, harus gigit jari sejak aparat Kepolisian Kota Besar Surakarta melarang program buka puasa murah itu.

Adalah Kepala Satuan Intelkam Komisaris Jaka Wibawa dan staf yang mendatangi gereja pada Kamis (27/8). Intinya, kepolisian melarang kegiatan sosial yang sudah berlangsung 13 tahun itu dengan alasan ada sebagian umat Islam yang keberatan. Konon, polisi tak menyebut nama dan organisasi yang mengatasnamakan umat Islam itu.

“Polisi tak bisa diajak dialog,” ujar Pdt. Ratna Ratih. Bahkan, polisi tak meluluskan permintaan gereja agar polisi mengeluarkan surat larangan sebagai pegangan dan dasar penghentian kegiatan mulia itu.

Ratna mengaku sedih. “Indonesia mau dibawa kemana kalau polisi saja tunduk pada tekanan sebagian warganya sendiri dengan mengorbankan sebagian besar yang lain?” ujar Ratna.

Begitulah Surakarta atau Solo. Kota yang masyarakatnya dilabeli ‘bersumbu pendek’ secara politik itu memang menjadi ujian bagi siapapun, terutama penjaga ketertiban umum. Yang jadi masalah, pemahaman pluralitas yang segelintir pejabat kepolisian yang dangkallah yang justru memunculkan masalah.

Kecurigaan pada Kristenisasi? Sebagai muslim, saya sungguh tak percaya. Tak semudah dan semurah itu seseorang mudah berganti akidah. Di sisi lain, para pendeta dan rohaniwan GKJ juga tak akan gegabah bertindak demikian.

Bagi saya, ini menunjukkan wajah polisi yang sebenarnya. Berdalih ingin menjaga ketentraman, justru dengan cara memunculkan persoalan. Sebagai orang yang pernah didaulat pendeta, pastur dan kiai menjadi ketua forum antar-iman (meski kemudian mundur karena merasa tak sanggup), saya merasakan betul bagaimana peristiwa kerusuhan Mei 1998 telah membuka ruang kesadaran perlunya menjada kebersamaan, dialog antarkelompok masyarakat untuk mencapai mutual understanding massal, bagaimana merawat kebhinekaan dan ketentraman bersama.

Pondok pesantren yang tak berwajah keras, bahkan menjadi pusat penyelamatan etnis Tionghoa ketika rumah dan tokonya dibakar dan dijarah. Ketika teror terhadap gereja datang bertubi-tubi pasca 1998, santri dan pemuda gerejalah yang bahu-membahu, dengan berpakain preman menjaga dan mengawasi gereja, terutama pada saat dilangsungkan peribadatan.

Kaum Kristiani paham, mana umat Islam yang membawa agama sebagai pemicu sengketa, dan mana umat Islam lain yang bisa bersama-sama menjaga ketentraman, hidup berdampingan, tanpa membedakan latar belakang agama dan etnisitas.

Hari ini adalah malam penuh duka bagi saya. Yang mengingatkan kembali peristiwa semasa krisis, dimana beras bantuan dari gereja diharamkan, lalu sejumlah kiai berusaha melakukan pendekatan dan memberi penjelasan, bahwa beras itu tidak beragama, dan halal adanya untuk dikonsumsi.

Polisi, sungguh kalian kembali meretas ironi. Ketika kalian gagal memburu teroris dan sedang dipojokkan kekuatan-kekuatan lama yang ingin menggeser peran kalian, justru dengan arogan kalian menghancurkannya kembali. Lihatlah masa depan Indonesia dengan nurani. Bacalah kembali buku Ilusi Negara Islam yang setidaknya memberi petunjuk ke arah mana gerakan-gerakan sebagian umat Islam bermuara.

Polisi, bekerjalah dengan nurani. Kubur itu yang bernama arogansi! Coba ingat, dengan membeli menu buka puasa murah di gereja itu, berapa uang yang bisa disisihkan 500 pengemudi becak dan kaum miskin pada lebaran nanti? Saya tahu, duit segitu sangat tak berarti bagi polisi…..

Updated: Satu hal menarik yang terlewat saya tuliskan, adalah fakta bahwa di GKJ Manahan, biasa menghadirkan ulama untuk memberikan semacam siraman rohani bagi warga yang sedang menikmati buka puasa di sana. Sebuah nyata, dimana kerukunan dan kebersamaan menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar, demi kerukunan dan kemaslahatan sebuah inisiatif mulia rohaniwan gereja.

“Ramadhan kali ini belum sempat kami hadirkan ulama kemari. Entah kenapa, kemarin-kemarin ada perasaan aneh. Dan ternyata, itu seperti menjadi firasat akan datangnya kejadian seperti sekarang,” ujar Pdt. Ratna.

Saya jadi teringat peristiwa 1998, ketika pertama kali saya (tentu atas dukungan banyak pihak, termasuk Masyarakat Dialog Antar Agama/MADIA, serta JARING, komunitas lintas iman dan etnis) dan sejumlah agamawan di Solo menginisiasi masuknya ulama ke gereja. Alhamdulillah, sukses.

Semula (karena ragu dan kuatir ada ekses), seorang kiai muda berceramah di depan anak-anak muda dan remaja gereja. Rupanya, orang tua mereka juga tertarik sehingga selang beberapa hari, sang dai tampil di mimbar, berceramah di depan jemaat gereja seusai kebaktian. Alangkah indahnya suasana ketika itu, dan ternyata bisa sejuk pada waktu-waktu sesudahnya, hingga datangnya MALAPETAKA MANAHAN.

GKJ Manahan dilarang berbagi, bersosialisasi, dan ber-ukhuwah dengan komunitas muslim, oleh ‘penguasa’ : aparat Poltabes Surakarta yang bermarkas di Manahan pula. Hmmm… Pak Polisi, kalau Anda muslim, ingatlah prinsip demokrasi sebagaimana diwahyukan melalui surat Al Kafirun: bagimu agamamu, bagiku agamaku.

Masing-masing, mengurus kewajiban masing-masing. Seperti polisi yang mengurus ketertiban, jangan masuk ranah tabi’at mereka yang lebih suka berbuat keributan. Polisi adalah organisasi negara, bukan laskar bentukan nafsu menang-menangan.

CATATAN: Kerelaan Anda meninggalkan catatan di bawah tulisan ini, saya yakin akan bermanfaat untuk kebhinekaan di Indonesia. Spirit yang dilakukan gereja itu sama dengan spirit rahmatan lil alamin dalam Islam. Merawat kebersamaan, mewujudkan perdamaian dan keadilan. Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran. Intel pasti membaca pernyataan dan aspirasi kita semua. Dan, semakin banyak reaksi, insya Allah jadi doa yang dikabulkan Allah ta’ala. Biarkan Tuhan menggunakan hak prerogatifNYA, menyadarkan polisi atau melaknatnya.

KHUSUS POLISI/INTEL: Sebaiknya baca juga komentar-komentar pembaca atas tulisan yang sama, yang saya crossposting di Politikana. Malah, di sana sudah ada juga karikaturnya

Updated: Setelah ‘libur’ selama empat hari, kegiatan penyediaan menu buka puasa murah ‘diijinkan’ kembali oleh Poltabes Surakarta. selengkapnya, baca di sini

Related posts:

  1. Larangan Buka Puasa Gereja Dicabut
  2. Muslim Penjaga ‘Makam’ Yesus
  3. Untuk Apa LSM Kesenian?
  4. Koin untuk Mr. X
  5. 17 Jam di Temanggung
Tags: , , , , , ,

136 Komentar
Beri Komentar »

  1. Sangat memprihatinkan memang. Polisi mestinya lebih mampu bersikap tegas saat ini, karena dari sisi kekuatan, peralatan dan kemampuan sudah jauh berbeda dengan semasa masih di bawah ABRI. Semoga para aktivis GKJ Manahan dapat memahami dan memaafkan kekerdilan itu, dan tidak patah arang berbuat kebaikan terhadap sesama.

  2. sungguh mahal harga keberagaman yang harus dibayarkan demi sebuah “kondusivitas”.
    ramadhan masih 21 hari, tak bisa terbayangkan bagaimana nantinya meraka kaum duafa yang selama ini menggantungkan buka puasa dari gereja itu.

  3. Wah, aku baru tau kalo makanan murah itu udah berlangsung lama.. Boleh2 aja menghentikan kegiatan itu, tapi bisa gak aparat dkk itu bikin kegiatan serupa sebagai ganti?? Kalo tidak ya semoga cepat2 mereka ikut merasakan jadi orang susah yang bingung cari makan..

  4. sebenarnya orang yang melarang itu saya curiga malah mendukung kristenisasi, karena kebodohannya sendiri..

  5. HIDUPLAH INDONESIA RAYA!!!

  6. Nderek prihatin dab. Perkawis meniko sampun dados kasungkawaning kula sak rencang lan sakulowargo in Yojow. Mugi sedoyo enggal kaparingan pepadhanging penggalih. Lan kahanan ingkang ndadosaken pinggeting manah meniko saged wangsul kados wingi wuni. Eh, nek empun pingget nopo saged wangsul? Suwun.

  7. sangat di sesalkan sekali tindakan aparat penegak hukum yang terasa gegabah tanpa memperhitungkn aspek aspek kedmaian yang tercipta karena plurlis bukankah sebenarnya itu satu contoh bahwa di bwah solo masih tercipta kedamaian antar umat yang memiliki perbedan yang dialogis .
    Yang lebih menggelikan lagi apakah polisi sudh kekurangan kerjaan hingga menciptakan perpecahan yang tidak masuk akal dan apakah tak pernah membaca proses perjamuan yang sangat panjang yang jikala dengan akal sehat di cerna merupakan sebuah kedamaian dan rasa saling menghormati
    Sungguh bermata sebelah
    salam hormat dari gunungkelir

  8. Tuhan kasihani kami…

  9. bicara kerukunan masih jauh api dari panggangnya …

  10. Barusan berbincang dengan seorang bintara Polri yang menyodorkan alasan klise: nanti kalau gereja diserbu, siapa yang tanggung jawab? Aku jawab: Polisi, sesuai dengan tulisan yang kalian pasang di pintu mobil itu kan MELAYANI dan MELINDUNGI. Esensi dari hukum adalah memagari hak-hak warga negara supaya tidak berbenturan dengan hak warga negara lainnya. Dan kalian adalah PENEGAK HUKUM!! Lalu aku membayangkan pangkat mirip huruf M di bahunya, lah … sudah 20 tahun lebih jadi polisi kok gak tahu itu ya?

  11. Permasalahan SARA memang akan memicu banyak sekali tanggapan, namun tidaklah bijak bila oleh karena segelintir orang menjadikan aparat secara semena-mena membenarkan apapun alasan segelintir orang tersebut untuk menghentikan kegiatan mulia itu.
    Bagi kaum muslimin dan muslimat, semoga tergugah hatinya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh gereja tersebut.

  12. Tuhan mewajibkan setiap manusia berbuat baik kepada sesamanya, koq malah manusia melarang manusia lain untuk berbuat kebaikan demi kemanusiaan…???

  13. Mas, aku berduka tenan…sudah 11 tahun dan berjalan dengan damai… kenapa tiba2 ada masalah?
    tak link untuk menunjukkan kebodohan aparat ataupun kesombongan sekelompok orang dibalik itu, supaya seluruh dunia mengutuk mereka! *marah*

    minta ijin aku link tulisan ini yaaa

  14. sy link tulisan ini di fesbuk saya..

  15. 1. adalah kerdil, bila orang Kristen berpikir ada umat bukan Kristen mau dibaptis karena nasi murah.
    2. adalah picik, bila ada orang bukan Kristen mau dibaptis hanya karena nasi murah.
    3. adalah gegabah, bila orang berpikir ada kristenisasi pakai nasi dan ada orang jadi Kristen karena nasi itu.
    4. adalah kerdil, picik dan gegabah (juga) apabila menuruti kemauan orang gegabah.

  16. Keterlaluan ya… saya rasa ini ulah sekelompok oknum yg gak suka ada toleransi keagamaan…
    pikir aja zaman skrg, sapa yg bisa beli nasi bungkus seharga 500 perak!
    emangnya polisi mau membuat dapur umum bagi para tukang beca dan keluarga tidak mampu??? keterlaluan!!!

  17. Kepada saudara-saudaraku yang seiman (maksudnya adalah iman kepada kebaikan dan kemaslahatan), saya ucapkan terima kasih atas tanggapan-tanggapannya. Mari, jangan pernah berhenti menyuarakan kebenaran.

    Selama dilatari niat tulus demi menciptakan ketenteraman di muka bumi, saya yakin, ini juga bagian dari ibadah kita, menjalahkan perintah Tuhan untuk tidak berbuat kerusakan. Insya Allah, kita juga masuk kategori MUJAHID, sebab kita berjuang, berupaya menciptakan kedamaian di bumi.

    Salam untuk semuanya, simpati dan duka saya untuk sahabat-sahabat di GKJ Manahan, juga umat Kristiani dimana saja, yang telah bersama-sama dengan umat beragama lainnya, mengupayakan kebaikan di dunia. Semoga amal ibadah kita dicatat oleh-NYA, dan menjadi kunci pembuka pintu surga, nantinya. Amin.

  18. Ikut sedih Mas Blontank,
    Saya warga baru di Solo dan baru tahu ada tradisi semacam itu di GKL Manahan. Indah sekali.. Indaaaaaaah sekali. Belum sempat saya merasakannya, sudah hilang???
    Sial!!!

  19. Duh kok Polisi bersikap seperti itu, kayak Satpol PP aja :(
    To Protect and To Serve sudah masuk dalam UU Kepolisian, harusnya stick with it, MELINDUNGI dan MELAYANI.

  20. Sekaligus ini bisa menjadi tamparan bagi orang muslim, lha wong yang beda agama saja begitu peduli, yang seagama kok malah acuh. Ayo, banyakin fardhu kifayah!

  21. Wah menurutku yang sedang berpuasa ini, larangan untuk berprasangka buruk itu tidak hanya berlaku di saat berpuasa saja, tapi juga saat tidak berpuasa.

    Membubarkan segala sesuatu atas dasar prasangka buruk atau atas permintaan orang yang berprasangka buruk, menampakkan kurang professionalnya si pelaku pembubaran.

    Mengadukan prasangka buruk kepada otoritas penegak hukum, jelas-jelas melakukan fitnah yang keji.

    … dan hendaklah kamu berlaku adil …
    … kendalikan nafsumu dan takutlah hanya pada Allah …

  22. Saya rasa tindakan polisi sama sekali jauh dari bijaksana. Seharusnya bukan tindakan sepihak yang dilakukan polisi, tapi justru dorongan untuk mempertemukan pihak yang keberatan dengan pihak Gereja dan pihak ‘ulama yang netral yang akan menjamin bahwa isu-isu murahan macam Kristenisasi (atau Islamisasi di daerah-daerah yang mayoritas Nasrani) sudah saatnya ditinggalkan.

  23. Bung Arikrist menulis pada August 29th, 2009 12:15 am: “Barusan berbincang dengan seorang bintara Polri yang menyodorkan alasan klise: nanti kalau gereja diserbu, siapa yang tanggung jawab? Aku jawab: Polisi, sesuai dengan tulisan yang kalian pasang di pintu mobil itu kan MELAYANI dan MELINDUNGI.”
    Pada dasarnya polisi dibentuk untuk menjaga keamanan dan menjaga undang-undang agar tidak dilanggar. Kita negara demokrasi, menjual makanan murah tidak dilarang, gereja yang menyelenggarakan penjualan ini juga tidak melanggar undang-undang. Nah…kalau ada yang menyerang gereja karena itu, maka yang menyerang jelas melanggar undang-undang, itulah tugas polisi. Tindakan preventif bahwa “agar tidak diserang lebih baik dihentikan” tidak tepat. Yang harus dilakukan polisi adalah menjaga gereja itu kalau memang ada yang dicurigai akan menyerang, atau yang dicurigai akan menyerang itu yang diawasi.

  24. Jumat sore kemarin sbelum mandi aku terima sms dr wartawan Tempo “Bu the Last Supper di GKJ Manahan” tak balas “maksude opo pak? setauku buka bersama di GKJ Manahan ki sampai akhir ramadhan”..Ompiq wartawan Tempo membalas lagi sms ku “biasa bu ada orang-orang yang ngakunya Islam tersinggung dengan kegiatan tsb” >Mak DEG…jantungku rasane langsung terhenti…dan ga terasa air mata jatuh satu satu…dalam bayanganku hny satu…GKJ Manahan hny ingin memberi bantuan pd kaum duafa…sementara itu ada segelintir oknum yang ingin menghancurkan HAK KAUM DUAFA atau orang miskin (walau saya jg tdk prnah mrs kaya scr materi, tetapi smg sy bisa kaya scr iman)…buka bersama di GKJ Manahan mempunyai 1 makna bagi saya bagaimana orang-orang Solo begitu mesranya menjalin hubungan…koyo konco lawas (dan memang bgt adanya)…saya sampe lupa klo Solo ada peristiwa 98 bila ingat tiap ramadhan GKJ Manahan sll membuka nasi murah…byk indikator utk melihat kondusifnya suatu kota…salah satunya GKJ Manahan sudah melakukannya selama belasan tahun ini.

  25. Sebaiknya jangan merasa paling benar dengan hanya membagikan nasi bungkus kepada umat yang berlaianan agama.Indonesia butuh adanya rasa pengertian, bukan nasi bungkus atau sembako…*pissssssss*

  26. aku wis mampir ….

    katanya (saudara muslimku) segala sesuatu itu yang penting “nawaitu”nya…
    namun saat ada (saudara non muslim) yang ber”nawaitu” penghormatan dan berbagi kasih untuk “saudara muslim”nya yang berkekurangan, kok ada juga saudara muslim (“oknum-yang belum sadar”) menolak dan ironisnya “kaum penjaga keamanan” partisipasi dari kaum ahli kitab ini…..
    opo tumon…
    speechless….

    salam TJB

  27. aku wis mampir ….

    katanya (saudara muslimku) segala sesuatu itu yang penting “nawaitu”nya…
    namun saat ada (saudara non muslim) yang ber”nawaitu” penghormatan dan berbagi kasih untuk “saudara muslim”nya yang berkekurangan, kok ada juga saudara muslim (”oknum-yang belum sadar”) menolak (—-dan ironisnya “kaum penjaga keamanan” ikut-ikutan menghambat —–) partisipasi dari kaum ahli kitab ini…..
    opo tumon…
    speechless….

    salam TJB

  28. Pulisi kok jadi centeng… Harusnya yang dilarang tu hal2 yang merugikan orang lain… Lah ini kegiatan yang membantu, menolong, menjunjung tinggi toleransi, kok malah dilarang demi permintaan segelintir orang (yang mungkin nyeseli amplop kandel)….

  29. Saat kebenaran dan persaudaraan diberangus, apa lagi yang tersisa di negeri ini… nilai-nilai yang mempersatukan diganti dg paksa oleh nilai2 kebencian dan permusuhan…

  30. Biasa mas,

    Dulu kita kenal WASKAT “wajib setor keatas’ – moment begini, dimanfaatkan para ‘punggawa’ kesasar…cari nama atau sensasi yang tidak populis alias melanggengkan jabartan. Yang dilindungi dan dilayani bukan rakyat tapi “masyarakat sorodadu”. Weelleh–weleh kapan negoroku tentrem!! Wahai pengayom rakyat……ciptakanlah rasa aman bukan ‘mengamankan’ kepentingan anda !!!!!

  31. Pihak yang menekan polisi menutup kegiatan itu, mendapat angin segar dan legitimasi untuk menekan dan melakukan tindakan ilegal berikutnya demi sebuah tujuan terselubung. Dan akhir dari semua itu adalah terpecahnya Indonesia!! (hik. . . .hik . . . .hiks…)

  32. Saya yakin dan percaya, kehendak baik itu kayak rumput yang menjalar. Semakin dia dibabat, semakin dia merambat. Saya selaku aktifis di gereja Katolik sangat bangga melihat tindakan Pak Poer yang amat berani, mengingat situasi hukum di negara kita yang kurang jelas. Mengatakan/ berbuat yang benar, kalau tidak punya duit dan kuasa, bisa dipenjara. Sebaliknya, mau melakukan/ berbuat apapun, sepanjang punya kuasa dan pengaruh, serta uang tunai, akan lancar saja bahkan diperlancar. Apalagi situasi sekarang dimana institusi kepolisian yang semakin memprihatinkan.

    Mohon ijin nge-link di blog multiply saya yah pak.
    Saya sudah link disini:
    http://franstheconductor.multiply.com/journal/item/59/Sampai_kapankah_Indonesia_akan_begini

    ahh mudah-mudahan berterima, saya berdoa sama Yesus supaya bapak, saudara-saudara yang menderita dan tertindas diberkati oleh Allah Yang Esa.

  33. Apa ini artinya negara memecah belah warganya sendiri berdasarkan SARA? Kok masih feodal gini ….

  34. Ini adalah ironi dan saya hanya bisa bertanya kemana logika dan nurani perwira/petinggi kepolisian saat menyampaikan larangan itu. Apakah ini yang dinamakan “rahmatan lil alamin” atau hanya “rahmatan untuk segelintir orang islam”?

  35. Memang Yesus Kristus itu luar biasa…….. bagi sebagian orang dengan menyebut nama Yesus dia mendapat ketenangan/berkat…….. tapi bagi sebagian orang nama Yesus adalah sumber kebencian.
    Kejadian ini sudah sejak awal……. jangan berharap pada negara tapi berharap pada yang punya nama yaitu Yesus Kristus.

    Mari kita uji!
    Saat kita menyebut Allah atau Tuhan YME respons orang lain masih adem ayem, tapi saat kita sebut Yesus Kristus maka reaksi kebencian akan segera muncul………
    Tuhan Yesus Memberkati

  36. tak bikin link-nya yo pak’e…

  37. ketika petugas keamanan negara membuat peta konflik antar umat beragama, jalan satu-satunya adalah manusia harus lebih mempunyai tingkat kesadaran yang lebih tinggi dalam menjalani hidup di berbagai aspek. Kembali mengingat sejarah, dengan menjunjung tinggi semboyan negara untuk mempertahankan identitas bangsa, dengan bersama berjuang, tanpa melihat suku, agama.

  38. Melu prihatin Tank,
    dogol tenan polisine,
    tak link nang facebookku

  39. kaget bgt ada pemberitaan bhwbuka puasa murah di GKJ di tiadakan….secara rumahku di belakang gereja itu….hrsnya umat muslim bangga dan bertrimakasih krn ini namanya toleransi umat beragama.gw ngga akan liat lagi tukang becak,orang yg ekonominya kurang nunggu buka puasa dng wajah sumringah krn hanya dng duit 500 perak bs makan enak.Coba Bayangin wahai aparat POLISI seandainya kalian bernasib sama seperi tukang becak itu….pasti km akan kehilangan moment buka puasa kayak gitu….Katanya orang yg menegakkan keadilan…..mana jiwa sosial km?Kita itu dilahirkan sama..saya mualaf yg taun ini ingin beribadah,kalo kejadianya begini jadi ILFELL!

  40. sebenarnya ketidaksepakatan sebagian orang Islam itu wajar. merka boleh tak setuju. tapi caranya harusnya bukan dengan meminta polisi melarang acara itu. caranya dg dialog yang wajar. kalo banyak umat Islam cari buka puasa di gereja, bukan berarti mereka telah menggadaikan agama mereka kan? isu ini sangat sensitif di bulan ramadhan. harus ada dialog. jangan sampai polisi, apalagi FPi, yang turun tangan.

  41. Aparatnya bodoh. Orang bodoh gampang ditekan…

  42. ketika agama diagung-agungkan.. kemanusiwiaan hakiki ditelantarkan bahkan diberangus.. ikut prihatin dan mengajak para saudara semua untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama atau bahkan yang tak beragama. salam damai..! Kang Blontankpoer, mohon ijin untuk link di facebook ya!

  43. Ironis. Mengurusi fakir miskin itu tugas negara. Ketika negara tidak mampu melakukannya dan ada anggota masyarakat yang bersolidaritas malah dihentikan oleh aparatnya sendiri. Kata Iwan Fals dalam sebuah lagunya, kalau negara nggak mampu memberikan kesejahteraan ya dibubarkan saja. Kalau negara nggak mampu menciptakan keamanan bagi warganya ya dibubarkan saja. Apa mesti begitu? Sinting! Solidaritas adalah bahasa kemanusiaan, lintas agama dan keyakinan. Kalian telah membungkamnya!

  44. Kinerja kepolisian yang akhir2 ini mendapatkan pujian…akan ternoda dengan sikap kepolisian yang terjadi di Manahan…sebagai aparat ternyata tidak berani mengeluarkan surat pelarangan akan tetapi bertindak melarang tanpa sendi2 hukum…kita sebagai negara berdaulat dan berdasarkan Pancasila tentunya memiliki hak yang sama dengan siapapun warga negara di Indonesia dalam membina kebersamaan, dengan memberikan bantuan pada yang lemah tanpa pamrih apapun…ketakutan pengkristenan terhadap tindakan makan bersama bukan suatu alasan yang masuk akal…kalu memang demikian halnya marilah kita berlomba berbuat kebaikan untuk sesama kita, bukan hanya pandai larang melarang…Hidup Indonesia Raya, Merdeka

  45. hmmm…merawat situasi damai, toleran, peduli itu lebih susah daripada menciptakannya. hmm,pada dasarnya orang itu punya sifat homo homini lupus seperti kata pakde Thomas Hobbes. Ada ketakutan terhadap liyan atau the others yang bukan termasuk dalam kelompoknya. kalau kelompok itu diubah menjadi kelompok manusia yang masih mempunyai sifat kemanusiaan, apakah orang-orang itu masih takut?tidak ada istilah’kelompok tertentu’ dalam melakukan aktivitas humanisme. ah, kenapa aparat kok ya mau2 saja melarang, wong kegiatan itu tidak ada tendensi apa2 kok, selain menumbuhkan toleransi…

  46. Organisasi yg tidak terima ?
    Suruh Organisasi itu bikin semacam itu, baru bicara hentikan.

  47. Mau berbuat baik aja kok sulit ya… atau mungkin jauh lebih mudah berbuat jahat.. hmmm….

  48. Nggak percaya kalo ada organisasi Islam yang menekan polisi. Itu gawe-gawe polisinya sajah! Kalo bisa ditekan, buat apa jadi polisi? Kalopun benar ditekan oleh ormas Islam, ormas yang mana? suruh dia bikin acara serupa baru boleh ngelarang orang? Mana NU? Mana Muhammadiyah? Mana HT? Mana PKS? Mana PKB? Mana MUI? Mana? Mana? Mana? Mana menteri kesejahteraan sosial? Diam saja semua…

  49. Ngakunya berbicara atas nama ayat-ayat suci dari Yang Maha Dalang (mengutip Slamet Gundono), tetapi kalau dipikir-pikir tak lebih dari gaya berpikir NEOLIBERAL. Masak orang bagi-bagi makanan gratis dinilai KRISTENISASI. Hanya orang neoliberal yang selalu berpikir bahwa setiap tindakan itu pasti ada maksud-maksud tertentu, transaksional.

  50. biasa menekan, e…tiba-tiba ditekan, nah, kehilangan tekanan dech…
    ‘’salah satu tanda orang baik adalah, tidak pernah menjadi penghalang bagi seseorang berbuat baik”

  51. adakah media mainstream mengangkat soal ini? kalau media yang konon kritis, independen dan penyambung lidah kaum tak bersuara saja takut sama yang ada di belakang polisi, ya bgm lagi? coba deh dibuka, siapa yg bermain ini.

    ada beberapa “fakta”
    - Tahun ini, liputan media terhadap acara ini sangat luas (mungkin paling luas daripada 12 tahun sebelumnya). Kebetulan, di depan GKJ, juga ada pemberian takjil gratis (gratis malah), tp ndak ada liputan media heheheh.

    - sebelum polisi bergerak, konon MUI sudah begerak dahuluan. Dia menggunakan “jaringannya”, berkirim surat ke walikota dan ditindaklanjuti dengan menggelar rakor muspida. Entah apa yang terjadi di sana, kalau benar, berarti bukan hanya polisi yang setuju dengan pembubaran nasi murah peduli kasih itu.

    - ada seorang “tokoh” yang sok islam, yang mendorong2 MUI berbuat sesuatu terhadap gereja ini. (“tokoh” ini ketika ditanya berbalik, hanya menjalankan seruan MUI)

  52. Astaga, saya ga habis pikir kenapa aparat berbuat seperti itu :(
    Sungguh saya hampir nangis liat berita ini, mungkin saya ketinggalan jaman karena jujur saja saya taunya juga baru saja, tapi sungguh saya ga habis pikir. Kenapa kegiatan bermanfaat dan sangat membantu ini harus dihentikan? Saya setuju, kegiatan ini BUKAN ajang untuk mengKRISTENkan mereka yang membutuhkan, namun samata-mata hanya untuk MENOLONG mereka yang kekurangan. Apakah itu salah? Apakah itu salah hahhhhhhh?
    Seharusnya aparat tidak langsung menyetujui pembubaran itu, namun mengusut terlebih dahulu. Dan masyarakat, tolong jangan berpikir dangkal, sungguh dangkal. Jangan mudah terpancing emosi hanya dengan hal seperti ini.
    We want SERENITY in Solo, our beloved city!! Pembedaan semacam ini harusnya dihilangkan! Kita semua umat beragama, kaaan? Seharusnya tau mana yang baik dan yang buruk, mana yang dilarang dan mana yang dibolehkan.
    GOD BLESS YOU ALL!

  53. kalo memang yng mendesak polisi untuk menghentikan kegiatanitu adalah orang Islam , seharusnya mereka ingat….bahwa membantu hewan anjing yang tengah kesakitan pun ada balasan dari Allah, kebaikan sekecil debu pun akan mendapat balasan setimpal…bayangkan balasan apa yang akan didapat dengan menghalangi kebaikan yang datang pada sesama muslim..astaghfirllah

  54. kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. artinya : cari tempat lain untuk buka puasa bersama ( selain di gereja ) agar tidak terkesan ‘kristenisasi” .

  55. ak g ngerti, semua melupakan AD/ART negara kita dalam pembukaan UUD’45, tindakan Polisi menunjukkan Negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah….MENURUT PESANAN!!!
    Tampaknya mulai kabur antara siapa yang harus dilindungi dan siapa yang harus di hukum (baca : dilarang), Tindakan membantu sesama bukanlah pelanggaran hukum, bukan pula tindakan yang merugikan kepntingan umum. Bahkan apa yang dilakukan GKJ Manahan adalah bentuk toleransi dan menunjukkan kematangan sikap Gereja dalam posisinya sebagai bagian dari bangsa yang besar dan berbhineka, selaras dengan himbauan pemerintah demi “penguatan persatuan dan kesatuan”…
    Sudah lupakah para penegak hukum pada asas legalitas??? (tiada pidana/larangan tanpa kesalahan),kalau pelarangan itu demi alasan kepentingan umum, kepentingan umum yang mana???
    Inikah Indonesia dalam kekinian-nya , carut marut dan semakin buram tanpa bentuk.
    Pertanyaan besar dan pesan satir dari peristiwa ini :
    ” HANYA DI INDONESIA SAJA, ORANG DILARANG UNTUK BERBUAT BAIK DAN BERTOLERANSI” dan “BERTOLERANSI ADALAH TINDAKAN MELANGGAR HUKUM”
    Turut prihatin, dan bagi para penegak hukum yang baca saya sampaikan: Saya prihatin dan kecewa atas sikap kalian, SEGERA CABUT LARANGAN DAN BERTINDAKLAH LEBIH PROFESIONAL SESUAI KEWENANGAN YANG DIAMANATKAN KEPADA KALIAN, KALAU TIDAK MAMPU SILAHKAN MENGUNDURKAN DIRI SAJA!!!!!

  56. kalau pihak yang berwenang mengerti hukum lakukanlah sesuai dengan hukum yang berlaku. kalau ada kecurigaan bahwa kegiatan buka puasa murah tersebut adalah kegiatan kristenisasi yang terselubung, buktikan! sejak kegiatan ini berlangsung (13 tahun) apakah ada kaum duafa tersebut yang pindah agama? saya yakin umat muslim Indonesia yang yakin akan agamanya tidak akan sebodoh itu menjual kepercayaannya dengan buka puasa murah. jangan harap mendapat jawaban yang bijak dari seorang bintara polisi akan kejadian ini, setiap hari mereka didoktrin oleh institusi mereka bahwa mereka lebih pintar dari kebanyakan orang terutama orang sipil. mari bersama kita perangi terus segala tindakan bodoh pihak berwenang yang tidak sadar hukum dan pemuka-pemuka agama yang tidak yakin dengan imannya sendiri, dengan cara yang cerdas dan bijak.

    mohon ijin untuk menyebarkan berita duka ini

    salam

  57. Sangat memprihatinkan. Polisi kayak kurang kerjaan aja ngurusin begituan.

    Jika benar memang ada kelompok umat islam yang menentang kegiatan itu mestinya mereka malu. Kenapa bukan mereka yang bisa menyediakan buka puasa murah bagi orang2 muslim yang berkekurangan? Dan kalau memang mereka tidak bisa melakukan kegiatan serupa, kenapa mesti menghalangi orang lain melakukannya?

  58. aaah, sangat disayangkan tindakan aparat yang tidak punya visi “bhinekka tunggal ika” ini. Yang tunduk pada suara keras sekelompok kecil orang dan memilih untuk memalingkan muka dari kaum miskin…. dangkal sekali tindakan ini….saya berharap kecurigaan2 antar agama ini satu saat bisa makin luntur di bumi pertiwi …..

  59. turut prihatin kalau kerukunan antar umat beragama seperti yang dilakukan oleh GKJ Manahan harus berakhir oleh tekanan aparat. duh!

    minta izin untuk menyalin tautan ini untuk diberitahukan kepada rekan-rekan saya di milis.

  60. Ini sangat menyedihkan sekali. Apakah kecurigaan mesti selalu menghantui kehidupan keberagamaan kita?

  61. Sedih sekali,,, bener2 sedih . Bagaimana nasib orang-orang yang akan berbuka tapi tidak memiliki cukup rupiah? Mungkin saat ini masih ada yang belum berbuka. Mungkin saat ini masih ada yang kelaparan. Semoga ada saudara2 yang lain yang mau membuka pintu rumahnya dan memberikan makanan kepada mereka yang lapar. Dan untuk para polisi yang terhormat,,mohon dipikirkan juga mereka2 yang lapar ini,,berpikir lebih bijaksana untuk negeri kita tercinta ini. Apakah memberikan nasi murah kepada yang lapar adalah perbuatan yang merugikan kepentingan dan ketertiban umum? Untuk GKJ Manahan jangan patah arang,,teruslah menjadi garam dan terang bagi dunia.

  62. soyo do pekok yo kang.. jane opo to karepe…

  63. Sangat disayangkan masih saja terjadi. Moga2 polisi diberi pikiran dan hati yang jernih utk menilai suatu perbuatan yang baik dan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu.

  64. mas blontang,

    terima kasih berbagi berita ini. sungguh memprihatinkan aparat kita yang seharusnya cerdas dan tanggap. akan selalu ada pihak-pihak picik seperti kelompok kecil yang menekan kepolisian itu, tetapi itulah justru mengapa kita perlu penegak hukum karena ini bukan negara dengan hukum rimba.

    ada baiknya dibuat surat terbuka kepada kepolisian solo dan kalau perlu ditembuskan ke kapolri mengenai hal ini. dan selain dikirim ke kepolisian solo dikirim juga ke media. buka bersama ini kan sudah pernah masuk kompas. jadi sekalian ditembuskan ke sana.

    salam,
    y

  65. turut prihatin,,,tapi saya yakin masih banyak manusia indonesia yang menjunjung tinggi semboyan bangsanya..BHINEKA TUNGGAL IKA…

  66. Salut buat Pak Polisi yang telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya mohon ditelusuri asal dananya………..

  67. Saudara-saudaraku yang seiman (maksudnya adalah iman kepada kebaikan dan kemaslahatan),
    mari kita genapkan upaya kita mewujudkan perdamaian dan kebersamaan berdasarkan kesetaraan, dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Semoga, apa yang telah disampaikan saudara-saudara kita lewat komentar-komentar atas postingan ini menjadi cambuk bagi penerima mandat menjaga ketertiban dan penegakan hukum di bumi tercinta, Indonesia.

    Kita doakan, semoga kasus buka puasa GKJ Manahan menjadi yang terakhir di republik ini, tak perlu gereja lain, kelenteng, candi, pura juga masjid dan surau-surau menjadi korban tirani mayoritas MELALUI lembaga apapun di Indonesia.

    Mari, jangan pernah berhenti menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

    Pak Polisi, apa yang Anda lakukan kami catat dalam batin kami, kami ingat dalam memori kami. Sulit melupakan kesemena-menaan Anda. Jadikan peristiwa kemarin sebagai pengingat, perlunya Anda hati-hati menjaga negeri. Pak Kapolri, ingat baik-baik pesan kami, catat dengan baik rasa sakit hati kami, yang saya yakin, ini bukan persoalan kecil. Dalam hal-hal begini, kami tahu, akan sangat sulit bagi Anda -meski hanya untuk- sekadar memaklumi, apalagi mengerti….. Sepertinya takdir kita memang beda, apalagi menyangkut kadar kepekaan nurani.

  68. jadi nangis mas baca tulisanmu, hal ini ga boleh dibiarkan harus diperjungkan mas agar situasi lintas agama di solo tetep seperti dulu, secara hukum itu kan tidak kuat karena tak ada surat perintah resminya, jadi aparat hukum malah melanggar hukum dung. Kalo benar ada yang keberatan atau apapun harus ada pernyataan resmi yang bisa dipertanggungjawabkan. Ini kan negara hukum seharusnya mereka kasi contoh prosedur hukum yang bener dung.

  69. asslamualaikum mas, minta kontaknya (email, telp) Pdt. Ratna dong, saya pengen niru kegiatan buka puasa murah ini…

    salam hormat utk teman2 di GKJ Manahan.. Saya yakin, teman2 GKJ Manahan pasti akan segera mencari jalan untuk dapat terus berbagi kebajikan.. Jgn kwtir, jauh lebih banyak muslim yg mendukung kebaikan daripd yg penuh kecurigaan.. maju terus ! :-)

  70. sungguh indah bila kita hidup rukun antar umat beragama. Seperti semboyan hidup bangsa Indonesia. Bhineka Tunggal Ika. Dan juga azas negara kita yang sangat mengagungkan gotong royong. Majulah Indonesiaku! You are the best! We Love U!

  71. sungguh indah bila kita hidup rukun antar umat beragama. Seperti semboyan hidup bangsa Indonesia. Bhineka Tunggal Ika. Dan juga azas negara kita yang sangat mengagungkan gotong royong. Majulah Indonesiaku! You are the best! We Love U! Indonesiaaa bersatulah….

  72. sungguh memprihatinkan, rasanya saya sudah muak dengan kejadian2 seperti ini. jangan salahkan mereka2 yang punya pandangan negatif ttg Islam krn memang kelakuan umatnya sendiri (walau gak semuanya) yang bikin orang jadi punya pandangan seperti itu. Saya pikir praktek Islam di Indonesia masih kurang cerdas, semuanya masih dogmatis, cenderung ekstrim.
    Orang2 itu lupa bahwa pada hakekatnya KITA SEMUA ADALAH MAKHLUK CIPTAAN TUHAN, TERLEPAS DARI APAPUN AGAMANYA….

    Bikin petisi aja Mas…..minta dukungan masyarakat biar kegiatan indah seperti ini bisa tetep berlangsung…karena toh jelas2 lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya.

    Salam sejahtera buat Anda semua….apapun agamanya…

  73. Oh ya lupa…minta ijin untuk aku share di facebook aku yaa….matur nuwun ;)

  74. POLISI ( polpole yo ngapusi ) Tidak sadar ,bahwa oknum yg menekan satuan Polisi itu adalah bibit-bibit pemecah persatuan dan kesatuan Bangsa ini,Kerukunan umat ber agama kok dikalahkan oleh oknum yg tidak cettto dan ironisnya Penegak kedilan hanya jadi centeng ( Herder ) yg hanya manggut2 nurut tanpa berpikir (mungkin gak biasa berpikir ) yg rasional. BAGI SIAPAPUN YANG INGIN MEMBAGI KASIH,MEMBANTU YG LEMAH DI KOTAKU TERCINTA INI AYO SILAHKAN LANJUTKAN ( Kata SBY ) JANGAN RAGU ,JANGAN TAKUT DENGAN SEGALA ALASAN KAMPUNGAN APARAT YG KAMPUNGAN JIKA KITA LILLAHITA`ALLA MAJU TERUS KAMI WARGA SOLO ( WARGA LINTAS AGAMA ) AKAN MENDUKUNG.
    Jadikan kota solo ,kota yg kondusif dengan mengedepankan etika,realita ,kebersamaan,kerukunan dan saling menghormati.
    ( jangan-jangan yg melapor ke POLISI itu orang MALINGSIA yang memang sengaja merusak tatanan Bangsa kita, WASPADALAH,WASPADALAH ……..PAK POLISI )

  75. ngunu kok gak isin ngaku dadi wong Islam… Indonesia..akan tetap Raya…

  76. Yah, pak polisi kok mau dijajah sama orang-orang picik dan sok agamis……. sedangkan Nabi sendiri memerintahkan agar melindungi orang tidak mampu dan minoritas. Iman itu harus dijalani sesuai hakikat, bukat cuman syariat doang tapi kosong ga ada isinya……….. kapan kehidupan yang damai aman sejahtera seperti yang dilambangkan dengan Pancasila akan bisa terwujud?

  77. minta ijin nge-link di fsebuk saya pak dhe

  78. Kalau seseorang membeli nasi bungkus seharga 500 rupiah dari orang lain , itu artinya telah terjadi kesepakatan antara si pembeli dan si penjual. Dalam hal terjadi nya jual beli antara kedua belah pihak , dimana kebutuhan dan permintaan bertemu maka yang terjadi adalah kesepakatan atas harga. Kalau hal seperti ini dilarang untuk seterusnya tutup saja yang namany pasar yaitu tempat dimana penjual bertemu dengan pembeli. Selanjutnya negara lah yang mengurus semua kebutuhan rakyat.

  79. Be happy, be at peace with your neighbour, be ready in helping each other in need, be a good person, be honest,…koq malah dilarang…. that’s beyond comprehension!!!

  80. ya ampun….
    jujur saia ngga ngerti sama orang yang masih sempet mengotak2an agama…
    secara pikiran manusia (atau malah pikiran saia) setiap agama sama-sama punya tuhan dan mencari tuhan dan dalam panca sila pun sudah tertuang yaitu “ketuhanan yang maha ESA”. Yah kan, jadi TUHAN itu SATU cuma kita aja manusia yang menyebut dan mencarinya dengan cara yang berbeda-beda.
    jujur saia
    salut untuk kawan2pengurus gereja manahan dan segenap donaturnya yang berbaik hari berderma untuk kawan2 muslim. Semoga apa yang telah kalian berikan selama ini akan menjadi sentilan bagi kawan2 muslim yang berniat menghentikan langkan baik kalian.
    untuk kawan2 yang menyangsikan acara buka-puasa tersebut, dari pada kalian membuabrkan acara bakti tersebut mending bergabung aja jadi ngga ada prasangka!otre!

    GBU

  81. Kalau tidak salah ada ayat di alkitab yang menyebutkan “apa yang diberi tangan kirimu tidak perlu diketahui tangan kananmu”.
    Kalau gereja ingin terus berbagi seperti yang sudah dilakukan selama 13 tahun, dan tetap terus dapat berlasung, carilah tempat yang netral untuk melakukan hal tserebut.
    Si pembeli nasi murah tentu sebagian akan tetap mengenali siapa si penjual nasi murah tersebut.
    Apakah gereja akan lebih memilih acara yang sudah 13 tahun berjalan ini berhenti karena tidak diijinkan dilakukan oleh polisi, saya yakin masih ada cara lain untuk tetap melakukan hal tersebut. Gereja tetap dapat berbagi dengan yang kurang mampu dengan berbagai cara.
    Saya tidak tahu apakah ada korelasi yang benar antara ayat diatas dengan penjualan nasi murah ini yang dihentikan polisi

  82. sangat menyayangkan pola pikir yg picik seperti ini dari pihak aparat yg seharusnya bisa lebih bijak memandang sebuah keberagamanan dan bukannya hanya menerima pandangan dari pihak lain hanya karena mau cari amannya saja. sungguh memprihatinkan! semoga hal ini tidak mengendurkan semangat teman-teman di GKJ Manahan juga rekan-rekan di forum antar iman / MADIA untuk terus memelihara kebersamaan..

    mas, minta ijin untuk nge-link catatan ini di lamanku ya, matur nuwun!

    silakan saja kalau mau nge-link, Mbak. tak perlu ijin, sebenarnya. ini media terbuka. semakin banyak link, semakin banyak orang membaca. jadi, semakin banyak orang mengetahui duduk persoalan. dengan demikian, kita harapkan menjadi advokasi bersama. salam
    /blt/

  83. pak polisinya wkt jwb klo gereja dirusak siapa yg tanggungjawab kok ga merasa ya gajinya ituu dibayar juga oleh seluruh bangsa Indonesia apapun keyakinan dan jalan hidup yg ditempuh dg nama PAJAK. Ga malu banget sih. Mulai dari bintara sampai Kapolrinya itu kan digaji rakyat. pliss deh.. jadi cuma mau uangnya aja gitu? kasian amat.

  84. ironis memang,, pemikiran yang salah kaprah sudah masuk ke ranah pemerintahan, bahkan aparat yang notabene pelindung, pengayom masyarakat malah merusak persatuan antar-umat dan menjadi racun bagi persatuan negara Indonesia.

    Jangan mau dipecah belah wahai saudaraku sebangsa – setanah air.

    kepada seluruh jajaran kepolisian,, saya yakin yang berbuat itu hanya segelintir kepala polisi yang dungu( dalam arti tidak tahu makna bhineka tunggal ika), tidak semua seperti itu.

    Kalo perlu seluruh jajaran kepolisian pas direkrut harus hafal dan mengerti UUD’45, pancasila, dan arti Bhineka Tunggal Ika….biar tidak ada lagi polisi gendut gara2 korupsi.

    kepada umat muslim dan GKJ manahan surakarta,, Bangkitlah saudaraku,, lawan kezoliman ini atau kalian hanya Tunduk dan terinjak – injak oleh kebodohan oknum2 tertentu yang ingin memecah belah persatuan dan kedamaian di bumi yang kalian pijak.

    Tuhan Allah beserta kalian….Amen!!

  85. numpang link ke sini pak. God Bless …

    silakan. God Bless Us
    /blt/

  86. polisiiiiiiiiiiiiii….kamu tegaaaaaaa…kejam….dan gegabah…..

  87. Kasihan! Ormas Islam di belakang keputusan Islam itulah yang belum teruji keislamannya. Mereka hanya punya mental kere. Hanya minta dukungan tapi tak bisa memberi harapan yang faktual. Kasihan para kere di kurungan ormas Islam itu!

  88. Miris bacanya, rupanya kerukunan beragama di Indonesia bisa jadi hanya simbol belaka dan sebenarnya rasa curiga dan buruk sangka sebenarnya selalu ada tapi selalu di tutupi dengan baik.
    Gimana caranya bisa menjalin ukhuwah/hubungan yang baik dengan tetangga yang berbeda agama kalau hubungan tersebut selalu dilandasi dengan rasa curiga? dan tanpa dialog semua kecurigaan tersebut hanya akan menumpuk dan berpotensi menjadi konflik.
    Harusnya polisi bisa berperan lebih bijak dan keluar dari ruang lingkupnya sebagi aparat, coba pertemukan “ormas Islam” yang merasa keberatan dengan pihak gereja Manahan, bikin acara buka puasa bersama ini sebagai event hasil kolaborasi ke-2 belah pihak ini dengan polisi sebagi mediator.
    Kalau memang ormas Islam yang bersangkutan menolak segala bentuk dialog, harusnya polisi harus curiga kepada ormas Islam tersebut, karena ini sudah jauh dari urusan akidah, ini sebenarnya masalah politik pengaruh.

    Mudah-mudahan, masih ada akal sehat di negara ini.

  89. Polisi mah dimana-mana sucks. Maklum lah namanya juga anjing penjaga

  90. mas SAMBODDO, mungkin juga yang jadi dalangnya ini adalah orang MALINGSIA yang suka mencuri Lagu org lain, tarian org lain, wliayah org lain hehehe….btw, ada kutipan dari pemazmur:
    Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
    Semoga Bangsa Indonesia bisa Hidup dengan Rukun dan Damai tanpa ada sekat maupun jurang pemisah di antara anak bangsa.

  91. Polisi itu seharusnya MELAYANI dan MELINDUNGI sesuai dengan slogan mereka yg digembar-gemborkan…bukannya MELARANG dan MEMBUBARKAN…suck..!! manusia tak akan berubah keyakinan hanya oleh sesuap nasi tetapi oleh hati…dangkal sekali pikiran para polisi tsb..buat aktivis GKJ Manahan..TETAP SEMANGAT..buat umat muslim saudaraku..SALAM DAMAI..Tuhan memberkati kalian..

  92. Sangat disayangkan polisi melakukan pelarangan tanpa ada dasar hukum konstitusionalnya sama sekali. Hal ini hanya menunjukkan bahwa hukum rimba masih berlaku di negeri ini.
    Sebenarnya sudah harga mati, bahwa Indonesia akan maju apabila Nationhood yang dikedepankan bukan lain-lainnya seperti religionhood, etnishood, etc. Karena hanya nationhood yang dapat menaungi dan mensinergikan keberanekaragaman di Indonesia. Kalau state of mind ini masih belum terpatri dan diamini oleh masing-masing individu yang mendiami Indonesia, jangan harap negara ini akan maju, jangan harap negara ini akan tentram, apalagi kalau aparat negara yang notabene adalah garda yang seharusnya menyuburkan state of mind tsb tidak mampu menjaganya, malahan merusaknya.., maka indonesia tidak akan pernah menjadi negara yang kuat, selalu terpecah-belah, hanya terus menjadi satelit bagi bangsa-bangsa lain. Alhasil, kita menjadi asing terhadap negeri sendiri.
    Mungkin nationhood ini masih sulit tertanam pada benak sebagian individu yang mendiami Indonesia, tapi seharusnya untuk level lembaga negara seperti Kepolisian, nationhood ini sudah harus dijadikan acuan dalam bertindak.

  93. Mas Polisi,
    tentunya saat ini sampean manggut manggut dan tertawa-tawa melihat luasnya peliputan perkara ini,
    Monggo silahkan tindakan sampean yang sangat semena-mena ini diteruskan, semoga “barokah” mas-mas polisi datang tidak lama.

  94. Dasarrr….Polisi nggak tau diri…..!!!!
    Nggak sekolah tuh dulunya, masuknya pake uang….makanya nggak ngerti mana yg baik – mana yang buruk….!!!!

  95. begini yang namanya urusan privat dicampur sama publik. ini kan sebenarnya simpel, ada kelompok mau bantu kelompok lain dalam hal makanan. mau silakan, tidak juga tidak masalah. kenapa dikaitkan dengan usaha konversi? masing-masing individu kan punya hubungan privat dengan zat tuhan yang tidak bisa seorang pun mencampuri. saya sendiri tidak percaya konversi berasal dari luar diri, melainkan dari dalam. dari hubungan privat tadi. jadi buat apa pusing-pusing.

  96. weleh..yen ngono kuwi sih ra kaget…wong paling pulisine njaluk jatah buka puasa gratis..ngerti dewe tho mlebu pulisi wae nyogok…

  97. Kalau mau berbuat baik bisa dilakukan kapan saja dan tidak usah / harus dlm bulan puasa. Tidak perlu disebutkan dari siapa kepada siapa bila ingin disebut ikhlas seikhlas-ikhlasnya. Tindakan polisi memang sudah profesional dan semestinya begitu untuk mengantisipasi gejolak yang lebih besar. Untuk itu saya angkat topi setingi-tingginya kepada Polri.

  98. mas-mas, mbak-mbak, nggak usah menghujat. kebaikan tidak akan berakhir hanya karena dihentikan secara arogan semacam itu. mari kita wujudkan cinta kasih kita dalam bentuk lain. misal baksos nggak lagi pakai lokasi gereja, misal di alun-alun. atau dalam bentuk lainnya. yang penting maksud moral baik kita sampai kan.

  99. dasar polisi g tau diri..
    bubarkan ja polisi..

  100. @ Si Doel: apa maksud anda dengan katakan ‘bisa dilakukan kapan saja’ dengan menyertakan ‘dan tidak usah/harus dlm bulan puasa’. mengandung kontradiksi di dalam dirinya. sigh.

  101. Kalau gak bisa ngadain acara di Gereja, ya adain di masjid mereka…

  102. Sangat disayangkan memang, niat yang baik kok malah dicuriagai macam-macam. Padahal kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia yang beraneka ragam tapi tetap satu ( Bhineka Tunggal Ika ) menjadi teladan bangsa-bangsa lain karena kedamaian & kerukunan umat beragama yang tercipta. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amien.

  103. Mari kita berkaca dari kejadian itu, polisi hanya menjalankan tugas dari atasan, pihak gerejapun bisa melakukan bakti sosial ditempat netral kalau memang ikhlas, orang muslim jg harus tahu diri bahwa masih banyak saudara saudara yang masih kekurangan, disini semua harus merenung dan bisa mengambil kesimpulan yang bijak yang akan ditapak ke masa depan! . Semoga “Perdamaian Lintas Agama” Akan Semakin Membaik dari yang sebelumnya.

  104. Sejak dulu aku dan banyak orang ingin mencari kesalahan Yesus untuk kemudian menyalibkanNya.
    Kini aku baru tahu, ‘kesalahan’ Yesus yang utama adalah bahwa Dia selalu bangkit.
    Yesus bangkit dan pantang menyerah untuk selalu mengasihi umatNya.
    Demikian pula aku membenci umatNya, karena mereka juga pantang menyerah untuk mengasihi sesama mereka manusia.
    Yang ada di hati dan kepalaku hanyalah: benci, benci, dan benci.

  105. [...] itu mulai Selasa (1/9). Kali ini, tidak di kompleks gereja, namun di trotoar jalan depan gereja. Perjamuan Terakhir untuk Muslim, semoga tinggal kenangan, menjadi pengingat kita semua akan perlunya [...]

  106. ketika sebuah institusi ‘dibeli’
    maka terciptalah sebuah ironi..
    kalau saja semua orang hidup damai di negeri,,
    maka tak akan ada rasa iri dan benci..
    karenanya,, aku berharap ini bukan sekedar mimpi..
    karena hidup sangat berarti jika kita saling memiliki…

  107. Selama sejahtera selalu …semoga bumi pertiwi selalu dalam damai.
    Saya berkomentar disini tidak untuk mewakili siapa2 akan tetapi sedikit memberikan pandangan yang sekiranya dapat kita maklumi bersama demi menjaga ukhuwah diantara kita.

    Amin

    Saya secara tegas menolak kebaikan-kebaikan pihak gereja dengan mengatas namakan ukhuwah. Bukan saya curiga terhadap niat baik sodara pihak gereja. Bagaimanapun juga gereja ataupun masjid setidaknya menjadi tempat yang secara simbolis jelas membawa keyakinan masing2. Walaupun tidak kami pungkiri banyak juga persamaan diantara keyakinaan kita. Saya setuju dengan tindakan aparat kepolisian dengan alasan menjaga tentu mereka memiliki pertimbangan tersendiri melebihi jawabanya yang singkat itu.

    menurut hemat saya, berbeda pandangan itu rahmat, kalau kita bisa menyikapinya dengan benar. soal simbol-simbol, mungkin kita berbeda pandangan dan sikap. tak apa. itu wajar kok.

    yang jadi persoalan adalah menyeret institusi kepolisian (negara) dalam wilayah keyakinan. ini yang menurut saya menjadi preseden buruk bagi kebersamaan, toleransi dan persaudaraan dalam bingkai kebangsaan. kalau memang tindakan GKJ Manahan itu salah, kenapa polisi tak menerbitkan surat pelarangan sekalian?

    sungguh keliru kalau perbedaan itu kita sikapi sebagai pijakan untuk memulai bermusuhan, dan niat baik dijadikan sebagai bibit prasangka

    Perlu diketahui oleh pihak-pihak gereja bahwasanya umat muslim telah memilih jalan yang kami yakini kebenaranya. Boleh saja anda memandang umat muslim dalam keadaan serba kekurangan, tetapi kekurangan materi tidak semena2 membuat kami merasa susah. Telah Tuhan cukupkan nikmat kami dengan yang sedikit ini. Dalam iman kami bahwasanya pada akhir kehidupan ini segala sesuatu ada pertanggung jawabanya, dimana kami mendapatkan nafkah dimana kami membelanjakanya. Dan kami yakin betul hidup didunia ini hanya sementara saja. Kami punya rasa takut dengan yang banyak itu kami tidak bisa mempertanggung jawabkan dihadapan Allah. Rosul kami Nabi Muhammad telah mencotohkan kepada kami kesederhanaan-kesederhanaan dimana beliu sangat mencintai kemiskinan.

    Mencintai disini bukan berarti umat muslim harus miskin, akan tetapi ini semua sebuah kesadaran bahwasanya tipu daya dunia dengan kenikmatan yang fana dan tidaklah sampai dibawa mati, akan tetapi lebih banyak mengakibatkan kelalaian bagi kami. Cinta tidak harus memiliki bukan? Disitulah alasan kami menolak segala bentuk kebaikan yang dilatar belakangi oleh simbol2 keagamaan. Silakan saja misalnya dalam hubungan tetangga ataupun tempat lain diluar tempat ibadah atau sejenisnya, pintu kami selalu terbuka. Kami adalah umat yang toleran dibelahan dunia manapun.

    dholim bagi kita sesama umat Islam kalau membiarkan saudara seiman kita dalam keadaan miskin. zakat, sedekah juga kurban adalah bentuk bagaimana kita berupaya berbagi kegembiraan dengan ’si miskin’. rasanya, apa yang dilakukan GKJ Manahan juga tidak membawa simbol-simbol agama kecuali itu sebagai inisiatif gereja untuk membantu sesama.

    kalau GKJ Manahan saja menghadirkan ulama untuk memberi siraman rohani bagi umat Islam yang baru selesai buka bersama di kompleks gereja, bagaimana kita harus memaknainya? apakah si ulama sudah menggadaikan akidah hanya karena berceramah di gedung serbaguna milik gereja? tak ada salahnya kita merenungkannya bersama-sama. semoga kedamaian tercipta, selamanya. dan, tanpa dibumbui prasangka. amin.

    /blt/

    Catatan: tulisan dicetak miring/italic adalah tanggapan saya sebagai penulis

  108. @ Nurdin. Walaupun Anda katakan sikap Anda tidak mewakili siapa-siapa, saya setuju dengan apa yang Anda ungkapkan. Saya juga berpendapat bahwa esensi uraian Anda sangat mewakili aspirasi umat Islam. Dari segi kuantitas, apalah artinya nilai makanan seharga Rp 500,- untuk berbuka puasa yang harus dibeli di komplek GKJ Manahan dibandingkan dengan nilai hidangan takjil yang disediakan di setiap Masjid di seluruh Indonesia? Saya justeru khawatir dengan siraman rohani oleh para ulama bagi umat Islam yang baru selesai buka bersama di kompleks gereja. Kalau hal seperti itu dibiarkan, bagaimana kalau seluruh gereja di Indonesia melakukan hal yang sama? Rupanya pihak Kepolisian sangat tanggap terhadap situasi seperti ini dan segera menghentikan kegiatan ini. Atas tindakannya itu, sampai saat ini pihak aparat Kepolisian tetap sabar dalam menghadapi fitnah-fitnah berupa hujatan, cacian dan umpatan tanpa bukti-bukti. Saya berikan salut yang setinggi-tingginya kepada aparat Kepolisian yang telah bertindak secara profesional untuk melayani dan mengayomi masyarakat Indonesia yang majemuk ini.

  109. @ Doel: polisi sabar dalam menghadapi fitnah-fitnah berupa hujatan, cacian dan umpatan tanpa bukti. TANPA BUKTI GIMANA? udah jelas ada buktinya. Justru polisi bertindak TANPA DASAR HUKUM yang jelas. coba cariin mana pasal di undang-undang yang melarang orang berbagi? cariin pasal mana di undang-undang yang melarang ulama untuk memberikan siraman rohani di gereja? DIJAMIN ANDA NGGAK BISA NUNJUKIN!!!!!
    Polisi bertindak profesional? DI MANA PROFESIONALNYA KALO NGGAK ADA DASAR HUKUMNYA??????

    Kalau ada pendeta/pastor masuk mesjid dan memberikan siraman rohani di mesjid dan dituduh kristenisasi saya masih bisa mengerti. Lah ini ada ULAMA memberikan siraman rohani di GEREJA, kok malah dituduh KRISTENISASI????? Jelas banget nggak kelas logika berpikirnya.

    Kalau menerima pemberian atau sumbangan dari umat Non muslim dianggap haram oleh kelompok muslim ini, lah anda kira sumbangan itu asalnya dari mana? Semua rejeki manusia (apapun agamanya) diatur sama Tuhan dan berasal dari Tuhan. Artinya kalau sumbangan orang kristen dianggap Haram artinya Rejeki yang datang dari TUHAN dianggap HARAM. padahal Tuhannya cuma satu. Tuhannya orang Islam ya sama dengan Tuhannya orang Kristen.

    Nggak heran kalau membunuh orang (dengan alasan jihad) dianggap kebaikan, kalau melarang orang berbagi aja juga dianggap kebaikan.

  110. Ya sudahlah saudara saudaraku semua,
    Terimalah itu semua dengan ikhlas, saya kira pak polisi tidak berpihak kok. Mereka cuma khawatir ada apa apa atau timbul masalah SARA di Solo. Maklum Solo ini juga punya masyarakat yang “unpredictable”. Penuh humor, seneng nglaras, seneng jajan, bersahabat tapi juga bisa “ganas” banget. Contohnya waktu G 30 S PKI dan peristiwa yang timbul mengikuti geger Mei 1997 di Jakarta.
    Nasi murah memang sangat didambakan oleh golongan yang miskin dan terpinggirkan, namun aksi ini tentunya sangat tidak disukai oleh (segelintir kecil) Muslim yang berpunya dan mampu membeli makan 3x sehari.
    Adalah mungkin saja dilain sisi, kegiatan yang bersifat masal itu dipandang terlalu “demonstratif” dan “sok”. Meskipun agak naif bila mengkhawatirkan kegiatan itu membuat seseorang berpindah “keyakinan”. Rasanya tidak masuk akal seseorang menukarkan keyakinannya karena sebungkus nasi murah. Lebih mungkin ada rasa tidak “nyaman” dikalangan muslim sendiri, karena kegiatan itu terlihat seperti orang Kristen yang kaya2 membagi bagi makanan untuk kaum Islam yang pada melarat.
    Nah saudaraku jemaat GKJ Manahan, adalah terlebih bagus bila kalian menerima ini dengan tulus tanpa rasa marah atau menyesal. Bisa saja toh, satu atau dua orang yang tidak menyukai kehadiran anda melakukan tindakan yang destruktif atas GKJ Manahan dengan mengatas namakan Allah dan kaumnya. Bukannya “Panglima” Laskar Jihad dan juga motivator teror ulungnya ada di Solo ?
    GKJ Manahan, cobalah alihkan kegiatan diakonia anda ke program diakonia yang “low profile” dan tidak menyolok. Tidak perlu mencakup masa yang besar, karena satu jiwapun sangat berharga di mata Tuhan, Amien.

  111. Terserah lah ini blog yg mengelola anda, silakan edit seuka anda.
    bagi yg merasa muslim bisa comment di facebook saya.

    Buat pihak gereja untuk dan atas nama ukhuwah sesama kita, saya sebagai sorang muslim menolak dengan tegas segala bentuk bantuan apalagi ditempat peribadatan, dimana gereja ataupun tempat peribadatan lain merupakan tempat dimana seharusnya bersih dari kegiatan yang berhubungan dengan peribadatan agama kami apalagi puasa merupakan salah satu rukun Islam, dan berbuka merupakan salah satu rangkain didalamnya. Karena jelas tempat2 tersebut adalah salah satu identitas dari masing2 agama. Kalau ditempat lain semisal hubungan tetangga atau sejenisnya mungkin bisa kami toleransi. Bagi kami muslim mengenal betul kandungan surat Al-Kafirun. dan bagi sodara saya seiman mohon dicek kembali mungkin saja saya terlalu cetek memahaminya.
    Bukan kami curiga dengan niat baik saudara gereja. Namun saya punya pandangan tersendiri mengenai kebaikan yang telah Islam gariskan, yang mana kebaikan tidak boleh dilihat dari kacamata sosial saja, bahwasanya apa yang kami pandang baik belum tentu baik menurut Tuhan kami. Kami yakin betul Allah maha Tahu akan mahluknya maka Dia gariskan aturan-aturan yang harus kami taati dalam Islam. Saya tidak mau ibarat susu satu ember yang telah terkena setetes tinta kami minum. Itu akan meracuni kami dalam jangka tertentu.
    Boleh saja saudara gereja memandang kami dalam keadaan serba kekurangan, namun telah Tuhan kami cukupkan bagi kami tanpa mengahalangi kami untuk memperoleh kebahagiaan dunia dengan yang sedikit ini, karena dari yang sedikit ini kami juga memahami bahwasanya diakhirat nanti segala sesuatu yang kami peroleh dan kami belanjakan ada pertanggung jawabanya. Kami takut dengan yang banyak itu kami tidak bisa mempertanggung jawabkanya, yang mana Rosul kami Nabi Muhammad telah memberikan contoh kepada kami dengan kecintaanya pada kemiskinan. Kemiskinan bukanlah momok buat kami, bukan juga kami dilarang untuk kaya, akan tetapi hal ini merupakan bentuk kesadaran bahwasanya segala kenikmatan dunia itu lebih banyak memperdaya kami. Cinta tidak harus memiliki bukan?
    Kami sudah terlatih untuk menerima apa2 pemberiaNya. Kami diajarkan ikhlas, sabar, dan senantiasa dalam penjagaanNya. Kami percaya pada apa yang telah Tuhan kami janjian diakhirat kelak. Bagi kami tidak ada dosa warisan maupun pembebasan masal melainkan ditanggung pribadi masing2. Kami takut akan siksa yang pedih… kami takut kalau kami adalah termasuk orang kaya… tetapi pada pandangan Tuhan kami adalah org yang lebih jahat dari maling kelas kakap sekalipun atau dari penjahat yang keji sekalipun. Biarlah dengan yang sedikit ini kami mendapat giliran pertama masuk sorga tanpa menunggu ratusan bahkan ribuan tahun dalam sekala yang kami yakini.
    Kami belajar matematik makanya kami bisa membuat perbandingan antara hidup didunia yang maksimal jika dirata-rata 70 tahun di dunia ini dengan kehidupan yg kekal.
    Sungguh kami tidak tertarik dengan nikmat yang sedikit itu… terima kasih atas niat baik sodara.

    Salam

  112. diantara sekian banyak comment cuma comment saya yg disusupi kalimat yg saya tidak mengetiknya. Mohon indepensi anda dalam mengelola blog. buat apa mengelola blog kalau hanya menampung pendapat yg sependapat dengan anda.

    mas nurdin, saya kira forum ini bukan untuk bermusuhan. soal independensi, bagian mana yang Anda pertanyakan? penulisan dengan cetak miring/italic untuk menunjukkan itu tulisan saya sebagai tanggapan kepada pendapat/komentar yang saya rasa perlu untuk ditanggapi.

    btw, silakan Anda marah atau protes kepada saya. itu hak panjenengan. spirit saya, di sini tak hendak mencari musuh

    Saya tau sejarah… ada alasan tersendiri yang saya tidak bisa katakan disini. semoga maklum itu yg saya harapkan. “Demi ukhuwah” jika itu yg saudara mau, mohon dengarkan aspirasi saya.

    saya berpedoman pada ungkapan Jawa yang sederhana: tumindak becik, ana ngendi eleke? tumindak elek, ana ngendi becike? berbuat baik dimana jeleknya, berbuat jelek diana baiknya?

    salam,
    /blt/

  113. @100.trinanti sulamit @ Si Doel: apa maksud anda dengan katakan ‘bisa dilakukan kapan saja’ dengan menyertakan ‘dan tidak usah/harus dlm bulan puasa’. mengandung kontradiksi di dalam dirinya. sigh.
    Saya tidak mengerti ada kritisi semacam ini, dengan bahasa yg jelas seperti itu. Ini forum komunikasi bukan alkitab, bahasa lisan jika pesanya jelas walau salah ketik apa gak bisa dimaklumi. :)

  114. @si Doel Kampret… Mohon hati2 hati ketika bicara logika. Diatas langit masih ada langit. Bagi kami apapun yg saudara keluarkan adalah cermin diri saudara. Malulah…. karena malu adalah bagian daripada iman.

  115. @ Nurdin. Kata-kata dlm tanda petik ini “katakan ‘bisa dilakukan kapan saja’ dengan menyertakan ‘dan tidak usah/harus dlm bulan puasa’. mengandung kontradiksi di dalam dirinya. sigh” adalah bukan kata-kata saya.

    Kata-kata saya adalah “Kalau mau berbuat baik bisa dilakukan kapan saja dan tidak usah / harus dlm bulan puasa. Tidak perlu disebutkan dari siapa kepada siapa bila ingin disebut ikhlas seikhlas-ikhlasnya”. Maknanya sudah jelas dan tidak perlu klarifikasi lagi. Apalagi kalau orang yang minta klarifikasi tidak biasa berdiskusi dengan ciri-ciri penggunaan kata-kata kasar dan caci-maki.

  116. @Nurdin. Mohon dicermati bahwa “Si Doel” dengan “Si Doel Kampret” bukan orang yang sama.

  117. @ Si Doel saya tau doel…..
    wahai sodaraku jika kita sama-sama mencari kebenaran, hendaknya tanggalkan segala prasangka (intiusi) selami dulu maksud si penulis, salah kalimat tetapi tujuan dan arahnya jelas. Kita bisa simpulkan kemana arah pembicaraan itu. Semoga saudara2 termasuk orang yang diberi pentunjuk… amien

  118. @ Si Doel Kampret :
    “Nggak heran kalau membunuh orang (dengan alasan jihad) dianggap kebaikan, kalau melarang orang berbagi aja juga dianggap kebaikan.”
    Dari kalimat ini, sungguh saya melihat kebencian pada diri anda, saya maklumi betul kondisi anda. Tapi jika jauh kita telusuri banyak teori konspirasi disana. Pertanyakan pada diri anda jika anda benar2 mencari kebenaran. Tempatkanlah diri anda sebagai seorang pencari, tanggalkan segala prasangka. Ketahuilah mata dan telinga tidaklah punya pengetahuan. Jika tidak Anda sama saja membiarkan diri menjadi orang yg mudah terprofokasi.
    Kami memang gaptek tidak menguasai IT tidak punya media yang bisa mempengaruhi dunia. Tapi kita punya Tuhan yang senantiasa membisikan kebenaran-kebenaran, tentu bagi para pencarinya.
    Janganlah kita hanya melihat permukaan-permukaannya saja. Ibarat laut cuma melihat ombak, kita sama-sama berlayar jika tidak mengenal karakteristik laut niscaya kita termasuk org yang terombang-ambing.
    Apapun yang kita tangkap dari pengamatan kita, kemudian disimpulkan oleh otak lalu bermuara ke hati. Dari hati ini pula apa yg kita bicarakan apa yg kita lakukan tercermin pada diri kita. Berhati-hatilah segala sesuatu ada pertanggung jawabannya….. salam

  119. “JIHAD”… memang kalimat ini sangat menakutkan, padahal jihad yang paling utama bagi kami adalah memerangi hawa nafsu, yaitu bagian daripada menaklukan diri sepenuhnya pada kehendak yang Kuasa.
    Kami muslim ibarat lebah ia hinggap pada tempat yg baik-baik
    memakan yang baik-baik dan mengeluarkan yg baik-baik pula.
    Tai jangan sekali-kali mengusik, lebah akan mencari kemanapun musuh berada, masuk kalipun ditungguin.

  120. @ admin : Saya mohon maaf masalah “independensi” mungkin saya yang tidak terbiasa dengan dunia blog.
    “saya berpedoman pada ungkapan Jawa yang sederhana: tumindak becik, ana ngendi eleke? tumindak elek, ana ngendi becike? berbuat baik dimana jeleknya, berbuat jelek diana baiknya?”

    Saya sangat setuju dengan ungkapan ini, dan saya pribadi mengakui kedalaman2 Istilah jawa itu karena saya sendiri orang jawa. Sekali lagi saya tegaskan masalah becik bagi saya bukan hanya dari ukuran sosial saja, becik karena rame2 ngakuin kalau itu hal becik, gak ada bedanya sama voting. Tak perlu mikirpun kita bisa dibilang becik asal rame2 ngakuin kalau itu becik kata kasarnya kurang lebih seperti itu.

    Kami yang mungkin tinggal segelintir org saja yang memahami kaidah-kaidah kebaikan itu sendiri. Itu perlu penelusuran yang jauh… sejauh mungkin kita menguasainya akan lebih baik. Tengoklah sejarah jika perlu dari zaman Adam sampai sekarang dari sumber2 yang bisa diyakini kebenaranya. Tempatkanlah pada pribadi masing2 jangan mau naik kereta yang salah.

    Pada dasarnya keingkaran manusia itu selalu sama dari zaman ke zaman, hanya bentuknya saja yang berbeda-beda. Itu jelas dimata saya.

    Salam

    Mas Nurdin Yang Terhormat,
    nuwun sewu, saya tak paham yang Anda maksudkan.
    tapi begini saja: saya minta maaf kalau ada kata-kata atau kalimat yang tidak pas, atau kurang berkenan bagi Anda. biarlah itu saya tanggung sebagai kekurangan saya. saya yakin, Tuhan ta’ala pasti tahu niat saya, dan semoga kekhilafan saya dimaklumi oleh-NYA.

    sebaiknya kita hentikan di sini perdebatan kita, karena toh pada akhirnya sayalah yang akan menanggung segala konsekwensi atas pesan yang saya posting di blog saya. lillahi ta’ala, saya minta maaf kepada Anda.

    salam damai dari saya,
    blontank poer

  121. Saudara-saudara sekalian,
    ijinkanlah saya menyampaikan semacam pengumuman di sini, bahwa sejatinya saya tak ingin membatasi atau melakukan sensor terhadap penanggap atas posting-posting saya. prinsipnya: beda pendapat itu rahmat dan menarik dibudayakan.

    jadi, saya minta maaf seandainya akan melakukan blocking atau pemblokiran, atau menghapus pesan atas komentar yang saya anggap tak relevan atau bertendensi menunjukkan rasa permusuhan atau kebencian. khusus yang ditujukan kepada saya, kritik atau cercaan sepedas apapun, sepanjang masih etis dan bisa diterima dengan akal sehat, maka akan saya biarkan.

    namun, dalam hal pernyataan yang mengandung misi penyerangan atau permusuhan kepada pihak lain, maka dengan sangat berat hati, saya akan menghapusnya, dan insya Allah akan saya sampaikan secara terbuka bahwa saya telah melakukan penghapusan atas sebuah pesan.

    bila terdapat keberatan atau masukan, saya harap Anda berkenan melayangkannya ke info@blontankpoer.com

    salam damai penuh kasih dan persaudaraan,
    -blontank poer-

  122. Saudara-saudara sekalian,
    ijinkanlah saya menyampaikan semacam pengumuman di sini, bahwa sejatinya saya tak ingin membatasi atau melakukan sensor terhadap penanggap atas posting-posting saya. prinsipnya: beda pendapat itu rahmat dan menarik dibudayakan.

    jadi, saya minta maaf seandainya akan melakukan blocking atau pemblokiran, atau menghapus pesan atas komentar yang saya anggap tak relevan atau bertendensi menunjukkan rasa permusuhan atau kebencian. khusus yang ditujukan kepada saya, kritik atau cercaan sepedas apapun, sepanjang masih etis dan bisa diterima dengan akal sehat, maka akan saya biarkan.

    namun, dalam hal pernyataan yang mengandung misi penyerangan atau permusuhan kepada pihak lain, maka dengan sangat berat hati, saya akan menghapusnya, dan insya Allah akan saya sampaikan secara terbuka bahwa saya telah melakukan penghapusan atas sebuah pesan.

    salam damai penuh kasih dan persaudaraan,
    -blontank poer-

  123. @admin saya terima permintaan maaf anda, walaupun saya sedikitpun tidak melihat suatu kesalahan. Ini negara demokrasi dan Indonesia semakin dewasa untuk hal-hal semacam ini.
    Justru saya yang seharusnya minta maaf karena permasalah jadi melebar, memang disitulah susahnya segala persoalan kait-mengait.
    Dengan segala kerendahan hati mohon dibukakan pintu maaf.
    Wasalam

    sama-sama, Mas… saya paham dan terima kasih atas kesediaan Anda berpendapat di sini. matur nuwun
    /blt/

  124. Duuuh….kok jadi ribet gini ya urusannya ?
    Coba kita tanyakan saja sama mereka yang makan nasi murah itu, merasa terbantu gak ??
    Kalo menurut saya sih… bila agama telah menjadikan kita kehilangan sisi2 kemanusiaan itu sama saja dengan tidak beragama.

  125. aduh…gw ksian melihat kejadian ini…knp org2 itu(polisi n pnghasutnya) suka bgt cari masalah?ini justru yg bisa bikin perang saudara kaya d poso…tolonglah niat baik itu d tanggapi dgn hati yg bersih…buang rasa curiga..yg akan menilai itu Tuhan apakah ini tulus atau tidak….bukan kalian2…kasian saya melihat saudara2 kita yg krg mampu tersebut…apalagi tau kalau di tiap bubernya d datangkan ulama setempat,tp msh curiga…kasian saya sama org2 itu(yg menghentikan kegiatan ini scara paksa)….semoga kalian bisa berpikir lbh dewasa dan bijak…HIDUP INDONESIAKU SELALU…jgn kacaukan negara yg sudah susah2 d perjuangkan oleh Ir.Soekarno dkk d msa lampau hanya karena perbuatan tdk bertanggung jwb oleh segelintir org…THX

  126. Salam sejahtera.. saya sangat prihatin dengan berita ini.. saya mengetahui betul bagaimana sulitnya Gereja untuk mendapatkan dan membangun kepercayaan dari masyarakat sekitar atas keberadaan komunitas kristen tanpa embel2 prasangka negatif, terutama isu Kristenisasi.. Sangat tidak masuk akal apabila ada orang kristen yang berpikir umat agama lain akan pindah agama karena sebungkus nasi seharga Rp.500,- yang didapat hanya setahun sekali sepanjang bulan puasa. Kegiatan ini sudah berlangsung 13 tahun.. bila memang kegiatan ini bertujuan untuk mengkristenkan umat muslim.. saya yakin sekarang ini sudah ada ribuan umat muslim yang pindah agama. Dan lebih tidak masuk akal untuk berpikir bahwa ada umat muslim yang bersedia menggadaikan imannya hanya untuk sebungkus nasi murah. Saya sering mengkoordir pelaksanaan pengobatan gratis, sembako murah.. dan jelas semua hal yang ada label gratis atau murah pasti akan dibanjiri oleh masyarakat.. bahkan msh banyak anggota masyarakat yang nekat datang walaupun sudah dilakukan sistem tiket untuk menghindari kekacauan.. jadi sangat tidak mungkin terjadi umat muslim di Solo yang mengikuti kegiatan ini sekali dalam satu tahun mempunyai waktu untuk bertanya2 atau memikirkan tentang pindah agama menjadi kristen pada saat hari pelaksanaan. Saya yakin masyarakat akan datang, ambil, pulang… lantas, apa yang sebenarnya diributkan oleh segelintir masyarakat yang didasari rasa iri karena tidak mampu dan tidak punya hati maupun kasih untuk melakukan kegiatan serupa????

  127. Menyedihkan! 64 tahun merdeka tapi kita semakin tidak merdeka untuk menunjukkan kerukunan yang dulu kita bangga-banggakan….

  128. :) Betul wahai sodara-sodaraku… apapun pendapat anda saya sangat menghargai. Perlu saya kemukakan lebih jauh hal ini bukan semata-mata urusan kasih-mengasih. Kami sangat menghargai kependulian anda… sekecil bentuknya walaupun sekedar niat. Tapi mohon sekali lagi saya memohon untuk tidak mencampuri peribadatan agama kami. Silahkan jika anda betul-betul berniat baik mungkin dilain kesempatan selagi bukan dari bagian Ibadah saya sangat hargai, dan saya mewakili orang muslim sepantasnya untuk malu dalam hal ini. Jika anda melihat suatu kenyataan yang mungkin sebagian dari kami tidak melihatnya atau tidak mempedulikanya.
    Saya acungkan jempol buat anda sekalian… salut dan sepantasnya dari kami bisa meneladani kepedulian anda sekalian.
    Seperti yang kami ketahui yaitu bagian dari ajaran Islam bahwa “Kemiskinan itu lebih dekat dengan kekufuran” jelas sekali dari kalimat maupun maknanya…. semua dari kami mengetahui dan memahami kalimat ini. Dari situlah kami melarang anda untuk mencampuri urusan Agama kami apalagi puasa yang merupakan salah satu pokok dari Ibadah kami. Jadi bukan karena kami curiga ataupun tidak mau saling menjaga ukhuwah karena pada intinya adalah hukum kami yang melarangnya.
    Beginilah sudara sekarang larinya ke hukum…. jadi ujungnya bicara hukum.
    Agama saudara pasti punya hukum yang mesti dipatuhi, begitu juga kami. Jadi atas nama hukum kami inilah… kami melarang saudara. Sekali lagi bukan karena kepedulian anda atau hal lain… bukan sama sekali bukan.

    Terima kasih sekali lagi kepada admin atas izinnya memberikan posting. Saya berharap peristiwa ini tetap menjadi Jamuan yang terakhir. Jika memang anda menghargai hukum agama kami. Merupakan sebuah penghargaan yang tak ternilai bagi kami jika anda mematuhinya. Aamiiin.

    Jika ada diantara saudara saya yang tidak sependapat dengan saya silahkan cari saya artchitex@gmail.com di facebook. Sampai jumpa….. salam.

    I love u full

  129. agama lahir kebumi untuk memanusiakan manusia dari keterbelenguan pemikiran-pemikiran seperti alasan polisi melarang kegiata2 tersebut………….
    saya jadi tidak mengerti???
    polisi ngerti hukum kagak
    atau yang melarangya polisi…yang lulus sogokannnn kali……

  130. Makanya sy g bgitu suka ama polisi…arogansi mereka berlebihan….
    dan sy jg gak suka sama orang islam yang selalu merasa paling benar…
    padahal dengan bersikap kayak gt kan malah memperlihatkan keimanan mereka sampai dimana….sama aja mereka tuh gak melihat bahwa orang itu sama di mata Allah SWT.
    Terus, dengan ditutupnya acara buka ini, orang Islam ada gak yang gantiin buat menampung orang2 muslim lainnya untuk berbuka…saya yakin bakal sedikit banget yang mau bikin acara spt itu setiap hari selama 13 tahun…
    Wallahualam…

    sudah berlangsung lagi kok, Neng… diliburkan polisi untuk istirahat sementara kok.. heheh
    /blt/

  131. turut berduka cita atas matinya toleransi di negara ini.
    benar2 berita yg menyedihkan bagi kehidupan antar umat beragama di Indonesia.

    PS:
    minta ijin untuk membagi link ini.

    soal bagi link, dipersilakan…
    /blt/

  132. Saya salut membaca tulisan dari saudara2 kita yang mendukung kegiatan perduli sesama dari gereja Manahan dan sedih membaca tulisan teman2 yang mengatas namakan Agama dan melarang orang berbuat baik. Sedih sekali. Bagaimana mungkin ketika orang berbicara tentang agamanya tapi kehilangan Tuhan sebagai Allah yang maha pengasih lagi penyayang. Tuhan tidak pernah menginginkan orang miskin, kemiskinan berbicara tentang kemalasan. Tapi Tuhan ingin kita menolong umatnya dengan harta yang kita punya, apalagi dibulan suci ini, setiap orang berhak mendapatkan kemurahan Tuhan yang maha pengasi lagi penyayang lewat orang lain. Dan setiap orang berhak berbuat baik kepada siapa saja yang membutuhkannya. Kalau kita bebuat baik kepada sesama kaum kita, kerabat kita, saudara kita, keluarga kita dan anak-istri kita, apakah “UPAH” kita ???? bahkan orang yang tidak mengenal Tuhan, orang2 jahat sekalipun berbuat yang sama. Karena itu kita biarkan orang yang tidak kita kenal menolong kita, dia berhak mendapat pahalanya. Amin.

    orang-orang tua dulu pernah bilang: Gusti Allah mboten sare, Tuhan tidak tidur. jadi, biarkan saja ada yang bersorak dan berjingkrak, suatu ketika akan tersedak. Tuhan tidak pernah tidur, dan pasti membalas setiap kebaikan, bahkan sejak diniatkan…..
    /blt/

  133. Assalamualaikum… Shaloom… Salam Sejahtera…
    Alhamdulillah… Puji Tuhan… Bulan Ramadhan telah datang, mari kita tingkatkan segala amal ibadah kita demi mencapai LALLAKUM TATTAQUUN. Dengan semangat Ramadhan, mari kita tegakkan KHILAFAH PANCASILA di bumi Allah ini!
    ALLAHU AKBAR, MERDEKA!

    modiyarrr…ketemu kiai tenan, kih………… aaaamiiiinnnnnnnnnnnnnnnnn (bisane mung ngamini, soale makmum pasif)
    /blt/

  134. Weh telat moco kih, perasaan aku sering nyimak blogmu lho pak.

    Iya, Dah pak turut prihatin dengan matinya toleransi ini…
    saya menyukai kata2ne njenengan di

    “Kecurigaan pada Kristenisasi? Sebagai muslim, saya sungguh tak percaya. Tak semudah dan semurah itu seseorang mudah berganti akidah. Di sisi lain, para pendeta dan rohaniwan GKJ juga tak akan gegabah bertindak demikian.”

    “Kaum Kristiani paham, mana umat Islam yang membawa agama sebagai pemicu sengketa, dan mana umat Islam lain yang bisa bersama-sama menjaga ketentraman, hidup berdampingan, tanpa membedakan latar belakang agama dan etnisitas.”

    Pernyataan yg terus terang sangat obyektif, tapi denger2 dipindah ya pak sekarang? di trotoar, sambil dijagain remaja muslim source : http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=42305500&postcount=288

    update infoku sudah ada di http://blontankpoer.com/larangan-buka-puasa-gereja-dicabut/

    btw, subyektifnya di mana, Tiyoe? sepertinya, kita beda sikap dalam menafsir prinsip toleransi yang diajarkan Islam lewat Surat al-Kafirun. gak suka ya wis… gitu aja kok repot….. (padahal, aku juga tak suka tulisan-tulisanku diambil di blog.soloaja.com, tapi aku diam tuh…)

    kepadamu pun, aku menyitir spirit salah satu ayat Surat al-Kafirun: bagimu agamamu, bagiku agamaku. enak, to?
    /blt/

  135. Menu buka puasa Rp 500 itu pernah gw baca di tabloit, gw senang banget walaupun tidak ada di wilayah tersebut tetapi kesan saya bahwa kita sebagai sebangsa dan se-tanah air tanpa membedakan suku, ras, dan agama bisa berbagi di bulan yang suci, tapi kalau ada pihak yang membuat larangan seperti itu, gw jadi prihatin terhadap slogan-slogan yang selama ini didengungkan di negeri ini : “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” bisa jadi akan runtuhlah kebersamaan yg selama ini sdh dibangun. terutama bagi mereka (wong cilik) yang selama ini merasa diringankan dengan adanya menu buka puasa yang amat sangat murah itu

  136. .
    .
    KEPADA UMAT MUSLIM, JIKA ADA UMAT KRISTEN YG DEBAT SOTOY, SAMPAIKAN DULU 2 HAL YG HARUS DIJAWAB MEREKA, YAITU :

    1. UMAT KRISTEN HARUS BERSUMPAH MENGIKUTI TUHANNYA, KARENA UMAT MUSLIM SUDAH BERSUMPAH LEWAT KALIMAT SYAHADAT.

    2. UMAT KRISTEN HARUS TUNJUKKAN DIMANA BISA DOWNLOAD INJIL DIGITAL BERBAHASA INDONESIA, KARENA AL-QUR’AN DIGITAL BERBAHASA INDONESIA SUDAH BANYAK TERSEBAR VERSI DIGITALNYA DI INTERNET. INI UNTUK DASAR MEMBAHAS KITAB MASING2.

    BIASANYA 99% KEDUA HAL ITU PASTI TIDAK DIJAWAB UMAT KRISTEN DENGAN ALASAN YG BERPUTAR-PUTAR:

    1. UMAT KRISTEN TIDAK MAU BERSUMPAH KARENA DILARANG GEREJA (PADAHAL SUMPAH INI UNTUK IKUTI TUHANNYA LOH ! MEREKA KAWIN SAJA PAKAI SUMPAH PERKAWINAN, ANEH KAN ? ).

    2. MEREKA TIDAK MAU TUNJUKKAN INJIL DIGITAL BERBAHASA INDONESIA, MUNGKIN KARENA TAKUT TAHUN DEPAN INJILNYA DIRUBAH GEREJA LAGI !
    INJIL ADA 4 KITAB DAN SURAT2, MAKANYA MEREKA BINGUNG !

    JADI, UMAT ISLAM TIDAK USAH REPOT2 DEBAT DNG UMAT KRISTEN KARENA YESUS ADALAH DAJJAL DAN UMAT KRISTEN ADALAH SALAH SATU BANGSA DAJJAL YG MENYESATKAN DUNIA !!!

    JIKA MASUK MASJID, TINGGALKAN ALAS KAKI ANDA.
    JIKA MASUK GEREJA, TINGGALKAN AKAL & LOGIKA ANDA !!!

    sebagai muslim, saya sedih dengan tanggapan saudara yang mencantumkan nadyameidianti@xxxxx.com ini. saudaraku umat Kristiani, Anda tahu, Islam dan semua agama tak mengajarkan permusuhan..
    /blt/

Leave Comment

CommentLuv Enabled