Tak lama lagi, kita akan menjumpai kereta uap merayap, membelah Kota Solo. Menyusuri jalur protokol Jl. Slamet Riyadi dari Purwosari, di Stasiun Sangkrah kereta itu akan berhenti, lantas berbalik arah. Kembali ke Purwosari. Ujicoba sudah dilakukan, perbaikan rel juga hampir kelar. Tuutt…tuttt…. Siapa hendak turut….?

Kereta Uap bakal membelah Kota Solo (Foto: Anjas W)
Ya, itulah kereta wisata yang bakal dioperasikan Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan PT Kereta Api Daop VI/Yogyakarta. Sesuai namanya, kereta itu digerakkan dengan tenaga uap, yang dihasilkan dari ‘tungku berjalan’ berbahan bakar kayu. Hitam legam lokonya, berbahan kayu gerbongnya.
Sayang, pada liburan lebaran ini, kereta buatan 1896 yang dulunya dioperasikan di Cepu itu belum bisa dinikmati wisatawan tahunan alias pemudik. Setelah sukses ujicoba pertama 13 September lalu, kereta uap akan dijalankan kembali pada Minggu sore, 27 September mendatang. Sekadar meyakinkan, perbaikan rel sudah sempurna, dan aman terhadap pengguna jalan raya.

Perbaikan rel dan penggantian bantalan rel (Foto: Blontank Poer)
Menurut Kepala PT KA Daop VI/Yogyakarta, Rustam Harahap, sekali jalan pergi-pulang memerlukan biaya operasional sekitar Rp 3,2 juta. Dua gerbong dengan kapasitas total 76 orang, berarti harga satu tempat duduk mendekati Rp 50 ribu. Mahal? Tentu masih bisa disebut murah lantaran itu buka kereta reguler, dan tujuannya semata-mata untuk rekreasi yang sifatnya memang untuk bersuka cita. So? Tak asyik menyoal harga tiket.
Sisi menarik berwisata dengan kereta itu, menurut saya, adalah kita akan singgah beberapa saat di beberapa tempat perhentian dalam satu trip pergi-pulang. Di antaranya di sekitar Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, dan Gladak. Foto-foto pasti mengasyikkan, bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan, demi melengkapi cerita menyusur Kota Solo sepanjang 5,6 kilometer itu. Di Pasar Pon, misalnya, Anda bisa mengunjung pasar antik Triwindu yang kini berubah nama mejadi Windu Jenar serta pasar malam Ngarsopura, yang tak lain merupakan ‘reinkarnasi’ Pasar Yaik di masa lalu.
Sejatinya, ada potensi cerita masa lalu, yang bisa disertakan dalam brosur atau dituturkan pemandu wisata. Dulu, kalau tak salah pada akhir abad ke-19, pernah terdapat jalur kereta (api) yang mengitari Kota Solo, yakni rute Purwosari-Jebres-Sangkrah-Purwosari. Sebagai stasiun tua, Jebres bahkan memiliki ruang tunggu khusus untuk keluarga Raja Kasunanan Surakarta.
Gerbong khusus keluarga kerajaan, pun hingga kini masih bisa kita saksikan di alun-alun kidul, meski (jangan kaget) kalau kondisinya tampak kusam tak terawat. Lalu dimana jalur rel yang dulu pernah ada? Argumentasi klasik yang bakal kita dapat, bisa jadi tak bakal lebih dari pernyataan demikian: sudah dijadikan kawasan hunian demi tuntutan perkembangan kota.
Dan mesti dicatat pula, Solo termasuk kota bersejarah dalam urusan perkeretaapian di Indonesia. Adalah penguasa Pura Mangkunegaran, Mangkunegara IV (1811-1881) yang menjadi salah satu pemrakarsa bersama Gubernur Jenderal Belanda L.A.J. Baron Sloet Van De Beele, yang pada 17 Juni 1864 meresmikan pembukaan jalur kereta api Semarang-Solo dan Semarang-Yogyakarta. Pembangunan Stasiun Balapan, pun tak lepas dari peran penguasa yang juga dikenal sebagai sastrawan mumpuni itu.

Melewati rel bengkong, memotong Jl. Slamet Riyadi (Foto: Anjas W)
Sebelum lupa, sekadar catatan saja. Kereta uap yang bakal dioperasikan di Kota Solo itu diperoleh dari museum kereta api Ambarawa. Dan, Solo menjadi kota kedua yang membuat gebrakan wisata dengan mengoperasikan kereta uap setelah Sawahlunto, Sumatra Barat, pada awal 2009. Di museum itulah, kereta-kereta uap tua itu diperbaiki.
Anda tertarik mencoba? Nantikan kabarnya setelah ujicoba terakhir, 27 September mendatang.
Related posts:






Wow kerreen.. mau nyobain naiknya.. bisa ndak yach??
kalau cuma naik sih, bisa saja… tak butuh tangga karena tak terlalu tinggi, kok…..
/blt/
Weks.. aku pertamax tho…
wuih celah gawean ki,
ndaptar tiketbox nek nang ndalem e Pakdhe Poer isa lumayan cedhak taaa, gampang nek meh mesen kamsude….
paham sepenuhnya. butuh gratisan, ta?
/blt/
Bahan bakarnya kok pakai kayu, apa ndak eman2? Dimodif jadi solar bisa ndak? Hehe
usulkan saranmu itu ke Pemkot Surakarta atau PT KA. jangan lupa, argumentasi yang kuat, ya…..
/blt/
pengen nyobain saya pak..kapan tuh dioperasikan lagi..:D
nah, itu yang aku belum tahu, Kang… segera aku update di sini kalau sudah ada info resmi
/blt/
jadi pengen naik nih…
sama, Kang Iqbal. yuk, naiknya sama-sama wae, ya…
/blt/
usaha yg keren untuk memikat wisatawan, saya yg dr madiun terkenal pabrik sepurnya aja blm pernah naik kereta api hahaha
heheh… kapan ana sepur kayak gitu di Batam, ya?
/blt/
sms aku…
aku pengen melu nyoba…
insya Allah. nanti ku-sms awakmu kalau jadi ujicoba. nanti numpak karo aku…
/blt/
he wajah si kereta tua meramaikan dunia pariwisata slm kenal
salam kenal kembali. semoga kereta tua itu menambah khazanah pesona wisata Kota Solo…
/blt/
jadwal dan harga tiket perlu disosialisasikan juga loh!
tunggu info selanjutnya, Zam. kalau sudah ada jadwal fix-nya, segera di-update di sini. mungkin setelah ujicoba 27 September…
/blt/
Ayo kita wisata rame2 pak… Kulo melok nggih…
lha mbok iya… mau minta digendhong apa dipunji?
/blt/
sisan diagendakan acara bengawan ki…wkwkwkwkwk
maju terus soloku tercinta, tunjukkan pada dunia bahwa kamu ada
premier tanggal 27 ntar kita khan juga pas kumpul, sekalian meliput aja pak…
kapan wisata blogger naek sepur uap kie??
kalau awakmu, bisa sewaktu-waktu, Doer… wong tabungan dollar-mu wis meh njamur, kan? :p
/blt/
Pengen numpak aku. Ngengetke aku wayah SD. Balik skolah, saben arep ngangkut tebu kreta lewat omahku, aku nunut. tut…3x!
Mugo2 sepure yo lulus uji emisi….eh, kiro2 marai polusi udara po ra kui….??
tuh kereta jangan dimodif pake solar, ntar malah jadi KRD pandanwangi pye.?
melu tak gawe link ya Pakdhe, sory n nuwuuunnnn…….
http://njowo.multiply.com/links/item/288/
http://www.facebook.com/topic.php?uid=68272891032&topic=10164
http://caturhp.multiply.com/journal/item/239
alhamdulillah wis ngrasakne tur dengan Jaladara. mengasyikkan!
aku meri… durung tau, je………..
/blt/
[...] referensi dari apa yang saya alami, ada juga yang dari BlontankPoer dan banyak dari sumber lainnya, untuk gambar kereta uap (gambar paling bawah) dari [...]
Rekreasi dengan naik kereta api keliling kota sangat mengasyikkan lho..kami pernah melakukannya dulu di Ambarawa, eh..ternyata di Solo ada. kapan – kapan coba juga ah..salam hangat
hah murah bangeeettt 50rb??? kok kemaren 200rb ya???