<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: USA Butuh Blogger Indonesia</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 11:48:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: neilhoja</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1989</link>
		<dc:creator>neilhoja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 08:50:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1989</guid>
		<description>wah... om blontank... jurnalisme warga, kena isu pembajakan intelektual warga politikana tuh.......................

silakan cek di sini: http://politikana.com/baca/2010/01/01/keluarga-politikana-dibajak.html

ck ck ck .... cuma hasil copas, dan ga menyebutkan sumbernya. ujung2nya cari iklaaaaaaaaaaan. -_-&quot;


&lt;em&gt;terima kasih. sebaiknya, tak usah terlalu emosional menyikapinya. beberapa kali, Ahmad Kosasih menghubungi saya, meminta ijin menampilkan tulisanku di situsnya. saya tak masalah. bahwa kemudian ternyata tidak menyebutkan sumbernya, biarlah itu menjadi pelajaran berharga untuk dia. biarkan dia berproses alamiah, sebab seseorang kian matang ketika berhadapan dan berhasil mengatasi masalah...

/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230; om blontank&#8230; jurnalisme warga, kena isu pembajakan intelektual warga politikana tuh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>silakan cek di sini: <a href="http://politikana.com/baca/2010/01/01/keluarga-politikana-dibajak.html" rel="nofollow">http://politikana.com/baca/2010/01/01/keluarga-politikana-dibajak.html</a></p>
<p>ck ck ck &#8230;. cuma hasil copas, dan ga menyebutkan sumbernya. ujung2nya cari iklaaaaaaaaaaan. -_-&#8221;</p>
<p><em>terima kasih. sebaiknya, tak usah terlalu emosional menyikapinya. beberapa kali, Ahmad Kosasih menghubungi saya, meminta ijin menampilkan tulisanku di situsnya. saya tak masalah. bahwa kemudian ternyata tidak menyebutkan sumbernya, biarlah itu menjadi pelajaran berharga untuk dia. biarkan dia berproses alamiah, sebab seseorang kian matang ketika berhadapan dan berhasil mengatasi masalah&#8230;</p>
<p>/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad Kosasih</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1835</link>
		<dc:creator>Ahmad Kosasih</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 03:04:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1835</guid>
		<description>Om Blontak terima kasih telah menyebut Jurnalismewarga.com sebagai salah satu situs citizen journalisme di tulisan anda. Ini paragraf awal tulisan anda ----------&gt;(Kita tahu, jurnalisme warga kian menjamur di Indonesia, baik melalui situs resmi seperti Publikana, Wikimu, Politikana atau JurnalismeWarga)&lt;----
sebagai orang biasa yang tidak banyak bergelut dengan kawan2 aktivis, jurnalis dan komponen lainnya, penyebutan ini sangat membesarkan hati saya Om.

Salam hangat,
Ahmad Kosasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om Blontak terima kasih telah menyebut Jurnalismewarga.com sebagai salah satu situs citizen journalisme di tulisan anda. Ini paragraf awal tulisan anda &#8212;&#8212;&#8212;-&gt;(Kita tahu, jurnalisme warga kian menjamur di Indonesia, baik melalui situs resmi seperti Publikana, Wikimu, Politikana atau JurnalismeWarga)&lt;&#8212;-<br />
sebagai orang biasa yang tidak banyak bergelut dengan kawan2 aktivis, jurnalis dan komponen lainnya, penyebutan ini sangat membesarkan hati saya Om.</p>
<p>Salam hangat,<br />
Ahmad Kosasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JOHN MANJUR</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1706</link>
		<dc:creator>JOHN MANJUR</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 06:37:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1706</guid>
		<description>arikel2nya bagus.... saya suka.....

john  http://obatmanjurku.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>arikel2nya bagus&#8230;. saya suka&#8230;..</p>
<p>john  <a href="http://obatmanjurku.blogspot.com" rel="nofollow">http://obatmanjurku.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jual &#38; Service Gondola, Konsultan Gondola, Kontraktor Gondola, Gondola &#62;&#62; 081585181961</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1661</link>
		<dc:creator>Jual &#38; Service Gondola, Konsultan Gondola, Kontraktor Gondola, Gondola &#62;&#62; 081585181961</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 17:00:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1661</guid>
		<description>salam kenal...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gajah_pesing</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1602</link>
		<dc:creator>gajah_pesing</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 07:55:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1602</guid>
		<description>*saia mencoba untuk memanfaatkan internet melalui blog, bagaimana caranya agar saia dapat mengeruk sedikit dollar mereka masuk ke kantong pribadi saia melalui program paid review. semua tak lepas dari kepentingan pribadi masing-masing, bagaimana caranya kita bertindak dalam menghadapi suasana seperti ini? ujung-ujungnya pasti duit dan kekuasaan, kita liat freeport, apakah kita sudah lupa? saia berharap jangan pernah melupakan ekploitasi kekayaan alam di tanah saudara kita Papua*


&lt;em&gt;sepakat, Jah...
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*saia mencoba untuk memanfaatkan internet melalui blog, bagaimana caranya agar saia dapat mengeruk sedikit dollar mereka masuk ke kantong pribadi saia melalui program paid review. semua tak lepas dari kepentingan pribadi masing-masing, bagaimana caranya kita bertindak dalam menghadapi suasana seperti ini? ujung-ujungnya pasti duit dan kekuasaan, kita liat freeport, apakah kita sudah lupa? saia berharap jangan pernah melupakan ekploitasi kekayaan alam di tanah saudara kita Papua*</p>
<p><em>sepakat, Jah&#8230;<br />
/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maztrie</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1595</link>
		<dc:creator>maztrie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 21:19:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1595</guid>
		<description>&lt;b&gt;Pengangkatan Endang Sebagai Menteri Bak Kolonel Jadi Panglima TNI&lt;/b&gt;

Endang Rahayu Sedyaningsih tercatat sebagai pegawai negeri Depkes eselon II. Pengangkatannya sebagai Menteri Kesehatan ibarat seorang kolonel diangkat menjadi panglima TNI yang memimpin para jenderal.

&quot;Ibarat diangkatnya seorang kolonel tak berprestasi menjadi panglima TNI. Lalu tak adakah jenderal yang lebih cakap?&quot; kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Sabtu (24/10/2009).

Menurut Tjahjo, pengangkatan Endang itu pun dinilai telah menciderai sistem karir kepegawaian di Indonesia. Dalam usia menjelang pensiun, Endang masih berstatus eselon II. Itu menunjukkan Endang bukan pegawai yang berprestasi. 

Secara tiba-tiba, Endang harus memimpin struktur departemen yang sangat besar dan membawahi ratusan pejabat eselon I. &quot;Ini aneh dan patut dipertanyakan. Apa sebenarnya motif SBY mengangkat dia? Kecuali dia orang luar atau mungkin seorang politikus,&quot; kata Tjahjo.
&lt;em&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/10/24/171248/1227759/10/&lt;/em&gt;


&lt;em&gt;Mas Tjahjo lupa, itu kan politik. sebenarnya malah bagus begitu, wong jadi ketahuan Pak Presiden maunya apa...
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>Pengangkatan Endang Sebagai Menteri Bak Kolonel Jadi Panglima TNI</b></p>
<p>Endang Rahayu Sedyaningsih tercatat sebagai pegawai negeri Depkes eselon II. Pengangkatannya sebagai Menteri Kesehatan ibarat seorang kolonel diangkat menjadi panglima TNI yang memimpin para jenderal.</p>
<p>&#8220;Ibarat diangkatnya seorang kolonel tak berprestasi menjadi panglima TNI. Lalu tak adakah jenderal yang lebih cakap?&#8221; kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Sabtu (24/10/2009).</p>
<p>Menurut Tjahjo, pengangkatan Endang itu pun dinilai telah menciderai sistem karir kepegawaian di Indonesia. Dalam usia menjelang pensiun, Endang masih berstatus eselon II. Itu menunjukkan Endang bukan pegawai yang berprestasi. </p>
<p>Secara tiba-tiba, Endang harus memimpin struktur departemen yang sangat besar dan membawahi ratusan pejabat eselon I. &#8220;Ini aneh dan patut dipertanyakan. Apa sebenarnya motif SBY mengangkat dia? Kecuali dia orang luar atau mungkin seorang politikus,&#8221; kata Tjahjo.<br />
<em><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/10/24/171248/1227759/10/" rel="nofollow">http://www.detiknews.com/read/2009/10/24/171248/1227759/10/</a></em></p>
<p><em>Mas Tjahjo lupa, itu kan politik. sebenarnya malah bagus begitu, wong jadi ketahuan Pak Presiden maunya apa&#8230;<br />
/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Antyo Rentjoko</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1589</link>
		<dc:creator>Antyo Rentjoko</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 15:28:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1589</guid>
		<description>Kalo pendapat saya gini.
1. Amerika butuh perbaikan citra
2. Kebetulan diplomat mereka di Jakarta emang sadar PR
3. Cara &quot;murah&quot; dan &quot;praktis&quot; ya manfaatin bloggers, supaya ada gambaran bhw Amrik itu friendly
4. Panitia juga butuh dukungan dana dari kanan kiri tanpa titipan macem-macem yang berlebihan
5. So far buat saya oke-oke saja. Toh duitnya bukan buat pribadi-pribadi panitia.

Soal one soul one nation? Ya itu yang harus kita perjuangkan bareng. Langkah pertama ya menerima dan mengakui perbedaan pendapat. Antara lain melalui blog dan semua layanan media sosial.


&lt;em&gt;setuju sepenuhnya, Paman... saya melihatnya dari sisi Amerika-nya kok.&lt;/em&gt; punapa tulisan kula kados ban sing kudune 25 psi disebul ngantos 33 psi, nggih? padahal kula mboten bermaksud kados makaten, niku.....

&lt;em&gt;atas pendapat nomor 4 dan nomor 5, saya malah bingung nanggapinya. saya ucapkan selamat untuk kesuksesan penyelenggaraannya. mohon maaf cuma bisa datang meramaikan acara yang di Yogyakarta.....
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo pendapat saya gini.<br />
1. Amerika butuh perbaikan citra<br />
2. Kebetulan diplomat mereka di Jakarta emang sadar PR<br />
3. Cara &#8220;murah&#8221; dan &#8220;praktis&#8221; ya manfaatin bloggers, supaya ada gambaran bhw Amrik itu friendly<br />
4. Panitia juga butuh dukungan dana dari kanan kiri tanpa titipan macem-macem yang berlebihan<br />
5. So far buat saya oke-oke saja. Toh duitnya bukan buat pribadi-pribadi panitia.</p>
<p>Soal one soul one nation? Ya itu yang harus kita perjuangkan bareng. Langkah pertama ya menerima dan mengakui perbedaan pendapat. Antara lain melalui blog dan semua layanan media sosial.</p>
<p><em>setuju sepenuhnya, Paman&#8230; saya melihatnya dari sisi Amerika-nya kok.</em> punapa tulisan kula kados ban sing kudune 25 psi disebul ngantos 33 psi, nggih? padahal kula mboten bermaksud kados makaten, niku&#8230;..</p>
<p><em>atas pendapat nomor 4 dan nomor 5, saya malah bingung nanggapinya. saya ucapkan selamat untuk kesuksesan penyelenggaraannya. mohon maaf cuma bisa datang meramaikan acara yang di Yogyakarta&#8230;..<br />
/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: maztrie</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1588</link>
		<dc:creator>maztrie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 12:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1588</guid>
		<description>Sip Pakdhe...
kedepannya nanti semoga pakdhe juga membahas tentang Menteri Kesehatan yang Notabene lulusan Namru kae lho.... Aqu pingin reti apa opini sing nang penggalihe Pakdhe Blontank je....
Makasih....

&lt;b&gt;Go to hell America, with your aid! &lt;/b&gt; too

&lt;em&gt;ora duwe bahan, je... durung wani komentar. sing genah, aku mesakake calon menteri kesehatan sing wurung dipilih...
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sip Pakdhe&#8230;<br />
kedepannya nanti semoga pakdhe juga membahas tentang Menteri Kesehatan yang Notabene lulusan Namru kae lho&#8230;. Aqu pingin reti apa opini sing nang penggalihe Pakdhe Blontank je&#8230;.<br />
Makasih&#8230;.</p>
<p><b>Go to hell America, with your aid! </b> too</p>
<p><em>ora duwe bahan, je&#8230; durung wani komentar. sing genah, aku mesakake calon menteri kesehatan sing wurung dipilih&#8230;<br />
/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ahmad kosasih</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1585</link>
		<dc:creator>ahmad kosasih</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 06:11:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1585</guid>
		<description>Om Blontank..mohon izin ada kawan yang posting tulisannya di http://www.jurnalismewarga.com dan menyebutkan sumber kutipannya. terima kasih

&lt;em&gt;silakan. kehormatan bagi saya, postingan saya dianggap berguna...
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Om Blontank..mohon izin ada kawan yang posting tulisannya di <a href="http://www.jurnalismewarga.com" rel="nofollow">http://www.jurnalismewarga.com</a> dan menyebutkan sumber kutipannya. terima kasih</p>
<p><em>silakan. kehormatan bagi saya, postingan saya dianggap berguna&#8230;<br />
/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: novi cuk lanang</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/comment-page-1/#comment-1584</link>
		<dc:creator>novi cuk lanang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 05:56:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924#comment-1584</guid>
		<description>Amerika.. doh. sbrnya aku sangat apatis dengan segala aktivitas amrik (terutama dalam pendekatannya). sampai2 aku gak niat datang ke acara ini. tapi gimana, kita gak boleh berprasangka buruk. perutku pun udah telanjur dicekoki dengan segala jamuan makan saat di konjen sby. doorprize juga aku terima saat launching fesbuk surabaya. 
terkikis juga komitmen itu, lebih2 teman memberikan tiket gratis. maka berangkatlah. :)

membaca postingan Pak B spt ini bisa menyadari titik lemah yg harus dipahami. Kebebasan berpendapat sangat diperjuangkan oleh amerika ke sini, tmsk dg sponsor2nya yg sangat wah, sesuatu yg mau tak mau kudu dibanggakan oleh penyelenggara, juga peserta.
tp, jika itu sudah tercapai (bagi amerika)...... terjadilah apa yg saya alami. apalagi kultur di indonesia melekat rasa sungkan, pakewuh, dll :-)
Bagaimanapun, dalam kondisi status kebebasan yg berimbang, amerika tetaplah memilkiki mainstream yg lebih kuat. yg bisa mencaplok indonesia!.

sama halnya, betapapun kita selalu diajarkan demokrasi, persamaan hak, dll.  toh sampai saat ini presiden amerika tak pernah perempuan spt di indonesia, karena demokrasi itu bukanlah tujuan dari amerika. tapi (salah satu) jalan untuk.... 

makanya, sepakat dgn tulisan diatas, Pak Karno saja sampe ngomong go to Hell ..

&lt;em&gt;jangan sampai membenci Amerika, juga siapapun. justru di situlah kearifan kita diuji. mungkin memang Gusti Allah menghadirkan Amerika dan sekutunya untuk menguji kita semua. kita masih bisa berharap atas kehadiran Obama, yang sedikit banyak sudah meruntuhkan &#039;rumus baku&#039; penguasa Amerika, sebuah potret betapa rakyat Amerika juga dinamis, menginginkan perubahan, tidak lagi primordial.

kita ingat WASP, White-Anglo Saxon-Protestant sudah ditumbangkan oleh Obama yang semiBLACK. itu menarik. persentuhannya dengan (kultur) Islam pada masa kanak-kanaknya juga memberi &#039;pencerahan&#039;, betapa primordialisme itu sudah usang.

kita tak boleh benci dan anti terhadap Amerika. yang saya tolak hanya sikap hegemoniknya, ambisinya menjadi polisi dunia dan penentu merah-hitam jagad raya.

&lt;strong&gt;cerita sedikit&lt;/strong&gt;: pernah suatu ketika (sekitar 2004-2005), saya diajak seorang teman untuk melakukan penelitian mengenai konflik di Indonesia. pendanaannya lumayan, hampir semilyar rupiah untuk masa penelitian enam bulan. 

seorang kiai lantas mengingatkan saya, dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan pernyataan, seperti: 
- kamu pingin uang itu? 
- duit itu besar buatmu, tapi kecil bagi mereka...
- dengan menyajikan data lapangan, termasuk peta dan akar konflik, tak bisa dihindari kamu akan menyodorkan banyak data.
- tahukah kamu, dari duit ribuan dolar saja, mereka bisa membeli informasi kita, lalu bisa diolah, dikapitalisasi sehingga berguna untuk penentuan strategi internasional mereka, yang bisa jadi menghasilkan keuntungan beratus-ratus kali lipatnya.
- KAMU DAPAT APA? BANGSA INI BAKAL DIBUAT APA?

hmmm..... asyik, kan? itulah hebatnya orang Amerika. mereka pintar, tanpa gembar-gembor sebagai peminum jamu tolak angin segala...

ingat kata Kennedy saja, right or wrong, my country.. selesai!
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amerika.. doh. sbrnya aku sangat apatis dengan segala aktivitas amrik (terutama dalam pendekatannya). sampai2 aku gak niat datang ke acara ini. tapi gimana, kita gak boleh berprasangka buruk. perutku pun udah telanjur dicekoki dengan segala jamuan makan saat di konjen sby. doorprize juga aku terima saat launching fesbuk surabaya.<br />
terkikis juga komitmen itu, lebih2 teman memberikan tiket gratis. maka berangkatlah. <img src='http://blontankpoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>membaca postingan Pak B spt ini bisa menyadari titik lemah yg harus dipahami. Kebebasan berpendapat sangat diperjuangkan oleh amerika ke sini, tmsk dg sponsor2nya yg sangat wah, sesuatu yg mau tak mau kudu dibanggakan oleh penyelenggara, juga peserta.<br />
tp, jika itu sudah tercapai (bagi amerika)&#8230;&#8230; terjadilah apa yg saya alami. apalagi kultur di indonesia melekat rasa sungkan, pakewuh, dll <img src='http://blontankpoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Bagaimanapun, dalam kondisi status kebebasan yg berimbang, amerika tetaplah memilkiki mainstream yg lebih kuat. yg bisa mencaplok indonesia!.</p>
<p>sama halnya, betapapun kita selalu diajarkan demokrasi, persamaan hak, dll.  toh sampai saat ini presiden amerika tak pernah perempuan spt di indonesia, karena demokrasi itu bukanlah tujuan dari amerika. tapi (salah satu) jalan untuk&#8230;. </p>
<p>makanya, sepakat dgn tulisan diatas, Pak Karno saja sampe ngomong go to Hell ..</p>
<p><em>jangan sampai membenci Amerika, juga siapapun. justru di situlah kearifan kita diuji. mungkin memang Gusti Allah menghadirkan Amerika dan sekutunya untuk menguji kita semua. kita masih bisa berharap atas kehadiran Obama, yang sedikit banyak sudah meruntuhkan &#8216;rumus baku&#8217; penguasa Amerika, sebuah potret betapa rakyat Amerika juga dinamis, menginginkan perubahan, tidak lagi primordial.</p>
<p>kita ingat WASP, White-Anglo Saxon-Protestant sudah ditumbangkan oleh Obama yang semiBLACK. itu menarik. persentuhannya dengan (kultur) Islam pada masa kanak-kanaknya juga memberi &#8216;pencerahan&#8217;, betapa primordialisme itu sudah usang.</p>
<p>kita tak boleh benci dan anti terhadap Amerika. yang saya tolak hanya sikap hegemoniknya, ambisinya menjadi polisi dunia dan penentu merah-hitam jagad raya.</p>
<p><strong>cerita sedikit</strong>: pernah suatu ketika (sekitar 2004-2005), saya diajak seorang teman untuk melakukan penelitian mengenai konflik di Indonesia. pendanaannya lumayan, hampir semilyar rupiah untuk masa penelitian enam bulan. </p>
<p>seorang kiai lantas mengingatkan saya, dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan pernyataan, seperti:<br />
- kamu pingin uang itu?<br />
- duit itu besar buatmu, tapi kecil bagi mereka&#8230;<br />
- dengan menyajikan data lapangan, termasuk peta dan akar konflik, tak bisa dihindari kamu akan menyodorkan banyak data.<br />
- tahukah kamu, dari duit ribuan dolar saja, mereka bisa membeli informasi kita, lalu bisa diolah, dikapitalisasi sehingga berguna untuk penentuan strategi internasional mereka, yang bisa jadi menghasilkan keuntungan beratus-ratus kali lipatnya.<br />
- KAMU DAPAT APA? BANGSA INI BAKAL DIBUAT APA?</p>
<p>hmmm&#8230;.. asyik, kan? itulah hebatnya orang Amerika. mereka pintar, tanpa gembar-gembor sebagai peminum jamu tolak angin segala&#8230;</p>
<p>ingat kata Kennedy saja, right or wrong, my country.. selesai!<br />
/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

