Sumpah Blogger
Satu: Kami bloggerwan-bloggerwati Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah tumpah keragaman
Dua: Kami bloggerwan-bloggerwati Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa yang menjunjung tinggi kemerdekaan
Tiga: Kami bloggerwan-bloggerwati Indonesia mengaku berbahasa yang satu, bahasa persaudaraan
Indonesia, 27 Oktober 2009

Teks Soempah Pemoeda
Tulisan ini dibuat dalam rangka turut menyemarakkan peringatan tahun ketiga sejak disepakatinya 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional melalui momentum ajang PestaBlogger 2007.
Sejak 2007 pula, tanah air kita mencatat banyak kejadian yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebebasan, terutama dalam mengeluarkan pendapat atau freedom of expression. Pasal penghinaan dan pencemaran nama baik yang di sebagian besar negara di dunia sudah dihapuskan, Indonesia malah memasukkan ‘jebakan’ semacam itu ke dalam UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, seperti ditunjukkan pada pasal 27 ayat (3).
Seorang blogger diperiksa polisi ketika menyiarkan gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sudah diolah menjadi sedemikan rupa; seorang kayawan swasta (kini ibu rumah tangga) masih dalam proses diadili lantaran email yang berisi keluhan atas pelayanan buruk sebuah rumah sakit, beredar luas.
Seorang pengguna Facebook juga diperiksa polisi dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik lantaran status yang dibuatnya di situs jejaring pribadinya dinilai menyinggung dan mencemarkan nama baik salah seorang temannya.
Memang, blog dan bentuk-bentuk media ekspresi online lainnya bukan bagian dari ‘pilar demokrasi’ sebagaimana institusi pers. Namun, karena hakekat ‘pers’ adalah menyuarakan para pihak yang voiceless, tak punya akses menyampaikan pendapatnya (yang dijamin kebebasannya melalui UUD 1945), kiranya publik online bisa menjadi alternatif pemasok informasi dan penyebar ‘suara-suara yang kalah’ itu.
Tentu, blogger dan publik online lainnya tidak perlu berpolitik praktis, apalagi mengorganisir diri mejadi institusi politik. Namun, penghargaan negara (c/q pemerintah) yang sepadan sehingga menempatkan ‘suara rakyat’ sebagai ‘suara Tuhan’ maka kemauan rakyat mengarahkan kapal besar bernama Indonesia inilah yang harus dituruti. Sebab, tak seorang pun warga Indonesia yang menginginkan kehancuran dan ketidaksejahteraan hidup.
Mari kita melakukan kegiatan blogging secara jujur, sehat dan fair. Sebaliknya, tak perlu seseorang atau banyak pihak merasa dirinya paling baik dan benar sehingga ditunjukkan kesalahan/kekhilafannya sedikit saja sampai harus pamer taring, mengancam menggigit.
Mari kita membangun Indonesia, kita wujudkan sejahtera bersama, dengan menjunjung tinggi persamaan hak tanpa memandang keragaman latar belakang individu yang sesungguhnya sunatullah itu.
Selamat memperingati Hari Blogger Nasional, terserah dengan cara apapun sesuai selera Anda. Yang penting damai.
Gambar diambil dari sini, dan referensi terkait, silakan baca Saatnya Blogger Bertindak
Related posts:
- Saatnya Blogger Bertindak
- USA Butuh Blogger Indonesia
- Blogger Press Tour
- Blogger (dan) Daerah
- Workshop untuk Blogger






Saling menjaga sikap dan saling menghargai.. itu yang penting
selamat hari blogger, smoga th ke 3 ini narablog bisa makin bersatu
amiiinn..
/blt/
Harusnya di baca di pb09 kemaren
tidak ada yang bisa mengharuskan, kok…
/blt/
haha..
sugeng sumpah blogger day…
sugeng berekspresi, yang mudah-mudahan lebih nyaman ke depannya
amiinnn…
/blt/
wah, baru tau saya kalo ada Hari Blogger Nasional, dan baru tau juga kalo ada Sumpah Blogger ..
tapi Sumpah Bloggernya apik pak Bhe .. “bloggerwan-bloggerwati” . hhehe ..
itu artinya tidak ada blogger hermaphrodite…
/blt/
mari bersama2 bersaudara di udara dan di daratan
yuk, marreee…
/blt/
Selamat hari blogger bagi yang merayakannya…
Selamat Hari Sumpah Pemuda, semoga Indonesia segera MERDEKA!!!…
amin
/blt/
aeng aeng tenan blogger Indonesia ki ekekkekekekekke!! ngekek wae lah aku nek ono hari blogger ngunu… opo mergo latah groupies yaa??? ekekkekekkeke!!
Ya bagi blogger yang merayakan saya ucapkan met hari blogger mohon maaf lahir dan batin…
kalau aeng beritahu kami, kalau tidak aeng jangan beritahu teman
/blt/
selamat sumpah blogger
hahaha…, pakabar, Neng?
/blt/
pernah ada yang nulis beginian pas pb 2007 kemaren..
cuman isinya beda
selamat hari sumpah pemuda. pastinya sampeyan pernah muda kan? *dikemplang*
aku masih muda. makanya bersumpah… xixixi
/blt/
selamat hari sumpah pemudaaaaa BANGSA INDONESIA!!! sayang, kurang menggigit perayaannya. padahal moment ini sangat penting berharga, menurut saya hehehe
[...] This post was mentioned on Twitter by anakcerdas and Blontank Poer, Blontank Poer. Blontank Poer said: posting baru SUMPAH BLOGGER http://blontankpoer.com/sumpah-blogger/ [...]
wah…blogger juga ada sumpahnya tho…:)
Mari kita melakukan kegiatan blogging secara jujur, sehat dan fair. Sebaliknya, tak perlu seseorang atau banyak pihak merasa dirinya paling baik dan benar sehingga ditunjukkan kesalahan/kekhilafannya sedikit saja sampai harus pamer taring, mengancam menggigit.
Mari kita membangun Indonesia, kita wujudkan sejahtera bersama, dengan menjunjung tinggi persamaan hak tanpa memandang keragaman latar belakang individu yang sesungguhnya sunatullah itu
Yhuk yhak Yuuuuuukkkk….. (*Ngikut mari ya Pakdheeee….! M.E.R.D.E.K.A (Nunggu perbaikan UUi&TE ndhisik ding*)
selamat hari blogger semoga semua tambah sukses amin
Blon, diterjemahke sisan nganggo Boso Jowo. Ben tambah gayeng.
saya sudah berbangsa, berbahasa dan bertanah air satu Indonesia tapi saya belum bisa bernasional satu nasional indonesia (masih menggunakan produk luar negeri, liburan ke luar negeri, berobat ke luar negeri bahkan mencintai budaya luar negeri dari pada budaya indonesia sendiri)
[...] Sumpah Blogger 3.585242 98.675598 Rate this: Share toPrintMoreLintas BeritaEmailLike this:LikeBe the first to like this post. [...]
Ya, bagaimana dengan teman2 kita transgender yg ngeBlog? Kenapa gak blogger Indonesia aja, gak usah pakai wan/wati. Yah, agar ada terasa berkeadilan gender gitu.
Salam.