<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Festival dan Branding Kota</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/2010/07/14/festival-dan-branding-kota/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com/2010/07/14/festival-dan-branding-kota/</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 11:48:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: andry</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/07/14/festival-dan-branding-kota/comment-page-1/#comment-3488</link>
		<dc:creator>andry</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 08:04:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1838#comment-3488</guid>
		<description>Mungkin tulisan yang anda sampaiakan di atas merupakan sudut pandang dari salah seorang panitia/ penonton/ bahkan musisi yang memeriahkan acara tersebut. Bagaimana dengan perlakuan terhadap temen-temen wartawan yang berusaha meliput, namun tidak mendapatkan ruang yang cukup, terutama bagi pewarta foto dan TV. Ketidaknyamanan dalam pengambilan gambar tentu menjadi masalah, padahal mereka hanya ingin menampilkan gambar yang menarik dari sebuah perhelatan International tersebut.
Tidak perlu mengambil contoh yang terlalu jauh, kita liat saja event SIPA yang masih hangat meninggalkan publik Solo beberapa hari yang lalu. 
Panitia sangat faham arti sebuah peliputan media, dengan memberikan sedikit ruang dan diskusi kecil, kejadian yang dilami temen-teman media pada acara SIEM 2010 tidak bakal terulang. 
media diberikan ruang untuk mengapresiasi pertunjukkan dengan nyaman, para pemotret bisa dengan tenang mengabadikan atraksi panggung, tanpa ada rasa risih terhadao teguran panitia, karena masing-masing baik petugas maupun wartawan tulis/ foto dan video serta penggemar fotografi menjalankan aktifitasnya sesuai aturan yang ditetapkan bersama jauh sebelum acara diselenggarakan. Tidak pada waktu perhelatan sudah berlangsung, mengad-ada itu namanya.
Venue yang membuat nyaman penonton, musisi yang tampil namun sangat tidak mengenakkan bagi para wartawan yang ingin mengambil gambar. Padahal dalam pembuatan sebuah panggung pertunjukkan sebuah event berskala international, segala aspek sudut pandang penonton dan pendokumentasian wajib diperhitungkan dan itu sudah menjadi aturan umum, namun kenapa pada SIEM ketiga ini justru lebih terbelakang dibanding padan SIEM sebelumnya.
Masyarakat yang tidak memiliki kesempatan datang ke tempat pertunjukkan karena suatu hal, tentu sangat berharap dapat menyaksikan keindahan perhelatan bertaraf international seperti SIEM yang di gelar di Stadion R Maladi beberapa waktu yang lalu melalui siaran pers baik cetak maupun elektronik pada esok harinya
 Namun mereka kecewa karena tidak mendapatkan suguhan terutama visual yang atraktif sesuai yang diceritakan oleh teman yang sempat menonton secara langsung meskipun hanya pada hari pertama saja. Hanya karena si wartawan tidak bisa meliput dengan baik lantaran memang tidak ada ruang yang bagi mereka.
Mungkin ini sekelumit tanggapan dari saya, yang merasakan secara langsung mengalami betapa repotnya dan sulitnya meliput acara SIEM bebera waktu yang lalu. Semoga bisa menjadi koreksi bagi kita semua. terimakasih.

&lt;em&gt;duh, mas andry muntah-muntah... kalau panitia bikin sebel, ya ditinggal pergi saja, tak usah diliput. beres... tapi satu hak yang menyebalkan juga, ada kecenderungan wartawan maunya difasilitasi. malah, ada yang merasa (karena) dibutuhkan, lalu &lt;/em&gt;ngadi-adi&lt;em&gt;, jual mahal, minta dilayani.

wartawan demikian, tak suka tantangan. dan, bagi wartawan betulan, ia akan bangga ketika bisa menerima tantangan dan berhasil mengatasinya.

namun, dalam beberapa hal, penyelenggaraan SIEM kemarin sejatinya lebih tertata secara pengorganisasian, meski secara isi/penampil, sangat kurang. sebagai sebuah peristiwa untuk mendatangkan keramaian, bolehlah..... soal kwalitas, masih banyak yang harus dibenahi.

/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin tulisan yang anda sampaiakan di atas merupakan sudut pandang dari salah seorang panitia/ penonton/ bahkan musisi yang memeriahkan acara tersebut. Bagaimana dengan perlakuan terhadap temen-temen wartawan yang berusaha meliput, namun tidak mendapatkan ruang yang cukup, terutama bagi pewarta foto dan TV. Ketidaknyamanan dalam pengambilan gambar tentu menjadi masalah, padahal mereka hanya ingin menampilkan gambar yang menarik dari sebuah perhelatan International tersebut.<br />
Tidak perlu mengambil contoh yang terlalu jauh, kita liat saja event SIPA yang masih hangat meninggalkan publik Solo beberapa hari yang lalu.<br />
Panitia sangat faham arti sebuah peliputan media, dengan memberikan sedikit ruang dan diskusi kecil, kejadian yang dilami temen-teman media pada acara SIEM 2010 tidak bakal terulang.<br />
media diberikan ruang untuk mengapresiasi pertunjukkan dengan nyaman, para pemotret bisa dengan tenang mengabadikan atraksi panggung, tanpa ada rasa risih terhadao teguran panitia, karena masing-masing baik petugas maupun wartawan tulis/ foto dan video serta penggemar fotografi menjalankan aktifitasnya sesuai aturan yang ditetapkan bersama jauh sebelum acara diselenggarakan. Tidak pada waktu perhelatan sudah berlangsung, mengad-ada itu namanya.<br />
Venue yang membuat nyaman penonton, musisi yang tampil namun sangat tidak mengenakkan bagi para wartawan yang ingin mengambil gambar. Padahal dalam pembuatan sebuah panggung pertunjukkan sebuah event berskala international, segala aspek sudut pandang penonton dan pendokumentasian wajib diperhitungkan dan itu sudah menjadi aturan umum, namun kenapa pada SIEM ketiga ini justru lebih terbelakang dibanding padan SIEM sebelumnya.<br />
Masyarakat yang tidak memiliki kesempatan datang ke tempat pertunjukkan karena suatu hal, tentu sangat berharap dapat menyaksikan keindahan perhelatan bertaraf international seperti SIEM yang di gelar di Stadion R Maladi beberapa waktu yang lalu melalui siaran pers baik cetak maupun elektronik pada esok harinya<br />
 Namun mereka kecewa karena tidak mendapatkan suguhan terutama visual yang atraktif sesuai yang diceritakan oleh teman yang sempat menonton secara langsung meskipun hanya pada hari pertama saja. Hanya karena si wartawan tidak bisa meliput dengan baik lantaran memang tidak ada ruang yang bagi mereka.<br />
Mungkin ini sekelumit tanggapan dari saya, yang merasakan secara langsung mengalami betapa repotnya dan sulitnya meliput acara SIEM bebera waktu yang lalu. Semoga bisa menjadi koreksi bagi kita semua. terimakasih.</p>
<p><em>duh, mas andry muntah-muntah&#8230; kalau panitia bikin sebel, ya ditinggal pergi saja, tak usah diliput. beres&#8230; tapi satu hak yang menyebalkan juga, ada kecenderungan wartawan maunya difasilitasi. malah, ada yang merasa (karena) dibutuhkan, lalu </em>ngadi-adi<em>, jual mahal, minta dilayani.</p>
<p>wartawan demikian, tak suka tantangan. dan, bagi wartawan betulan, ia akan bangga ketika bisa menerima tantangan dan berhasil mengatasinya.</p>
<p>namun, dalam beberapa hal, penyelenggaraan SIEM kemarin sejatinya lebih tertata secara pengorganisasian, meski secara isi/penampil, sangat kurang. sebagai sebuah peristiwa untuk mendatangkan keramaian, bolehlah&#8230;.. soal kwalitas, masih banyak yang harus dibenahi.</p>
<p>/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sayur asem</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/07/14/festival-dan-branding-kota/comment-page-1/#comment-3470</link>
		<dc:creator>sayur asem</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 08:32:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1838#comment-3470</guid>
		<description>tiga paragraf terakhir kok sepertinya (maaf) kurang begitu gurih ya.. emm.. kaya terkena pembatasan &#039;durasi&#039; dalam penulisannya..
ngapunten lho, ini perspektif bodoh pribadi saya sepenuhnya :mrgreen:
*menjura*
.-= sayur asem´s last blog ..&lt;a href=&quot;http://megonosangit.blogspot.com/2010/05/langit.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Langit&lt;/a&gt; =-.


&lt;em&gt;ndak apa-apa... bisa jadi memang tak terasa pingin cepet-cepet menghentikan agar tulisan tak molor-molor... suwun, kang....
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tiga paragraf terakhir kok sepertinya (maaf) kurang begitu gurih ya.. emm.. kaya terkena pembatasan &#8216;durasi&#8217; dalam penulisannya..<br />
ngapunten lho, ini perspektif bodoh pribadi saya sepenuhnya <img src='http://blontankpoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
*menjura*<br />
<span class="cluv"> sayur asem´s last blog ..<a href="http://megonosangit.blogspot.com/2010/05/langit.html" rel="nofollow">Langit</a> </p>
<p><em>ndak apa-apa&#8230; bisa jadi memang tak terasa pingin cepet-cepet menghentikan agar tulisan tak molor-molor&#8230; suwun, kang&#8230;.<br />
/blt/</em><span class="heart_tip_box"><img class="heart_tip" alt="My ComLuv Profile" border="0" width="16" height="14" src="http://blontankpoer.com/wp-content/plugins/commentluv/images/littleheart.gif"/></span></span></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: didut</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/07/14/festival-dan-branding-kota/comment-page-1/#comment-3466</link>
		<dc:creator>didut</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 23:13:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1838#comment-3466</guid>
		<description>bengawan ngeri toks! :)) ... memang kelihatannya penikmat musik Indonesia belum bisa menikmati  sepenuhnya musik-musik etnik atau karena edukasi mengenai musik ini masih kurang ya pekde. 

terus terang sebegai penikmat musik saya juga belum bisa menikmati musik etnik. di pagelaran Urban Jazz kmrn ada bagian yang menampilkan musik etnik dan kita sebagai penonton msh terheran-heran (ataupun terhenyak) karenanya.  dan sayang sekali media televisi kita lebih menghargai tradisi pop (yg lbh menguntungkan)drpd mengedukasi penontonnya dgn musik musik etnik.

&lt;em&gt;agama televisi kan gak ada. ateis, tak ada relijiusitas... yang ada cuma dagang, bumbunya bernama kosmetik
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bengawan ngeri toks! <img src='http://blontankpoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) &#8230; memang kelihatannya penikmat musik Indonesia belum bisa menikmati  sepenuhnya musik-musik etnik atau karena edukasi mengenai musik ini masih kurang ya pekde. </p>
<p>terus terang sebegai penikmat musik saya juga belum bisa menikmati musik etnik. di pagelaran Urban Jazz kmrn ada bagian yang menampilkan musik etnik dan kita sebagai penonton msh terheran-heran (ataupun terhenyak) karenanya.  dan sayang sekali media televisi kita lebih menghargai tradisi pop (yg lbh menguntungkan)drpd mengedukasi penontonnya dgn musik musik etnik.</p>
<p><em>agama televisi kan gak ada. ateis, tak ada relijiusitas&#8230; yang ada cuma dagang, bumbunya bernama kosmetik<br />
/blt/</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andre</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/07/14/festival-dan-branding-kota/comment-page-1/#comment-3463</link>
		<dc:creator>Andre</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 15:13:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1838#comment-3463</guid>
		<description>Bandanaira sedap euy.. Terutama yang main keyboard.. :D
.-= Andre´s last blog ..&lt;a href=&quot;http://feedproxy.google.com/~r/JustAnotherBloggerBoy/~3/LDRh749EdcI/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Sepakbola Masih Punya Manusia Kok&lt;/a&gt; =-.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;s.u.b.y.e.k.t.i.f.!&lt;/strong&gt;
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bandanaira sedap euy.. Terutama yang main keyboard.. <img src='http://blontankpoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<span class="cluv"> Andre´s last blog ..<a href="http://feedproxy.google.com/~r/JustAnotherBloggerBoy/~3/LDRh749EdcI/" rel="nofollow">Sepakbola Masih Punya Manusia Kok</a> </p>
<p><em><strong>s.u.b.y.e.k.t.i.f.!</strong><br />
/blt/</em><span class="heart_tip_box"><img class="heart_tip" alt="My ComLuv Profile" border="0" width="16" height="14" src="http://blontankpoer.com/wp-content/plugins/commentluv/images/littleheart.gif"/></span></span></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hedi</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/07/14/festival-dan-branding-kota/comment-page-1/#comment-3462</link>
		<dc:creator>hedi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 14:52:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1838#comment-3462</guid>
		<description>aku nonton streaming e lho, kang :D *sopo sing takon?*
.-= hedi´s last blog ..&lt;a href=&quot;http://sekadarblog.com/2010/07/11/catatan-piala-dunia-2010-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Catatan Piala Dunia 2010 2&lt;/a&gt; =-.

&lt;em&gt;matur nuwun, om... apik apa elek? ajarin dong...
/blt/&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku nonton streaming e lho, kang <img src='http://blontankpoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  *sopo sing takon?*<br />
<span class="cluv"> hedi´s last blog ..<a href="http://sekadarblog.com/2010/07/11/catatan-piala-dunia-2010-2/" rel="nofollow">Catatan Piala Dunia 2010 2</a> </p>
<p><em>matur nuwun, om&#8230; apik apa elek? ajarin dong&#8230;<br />
/blt/</em><span class="heart_tip_box"><img class="heart_tip" alt="My ComLuv Profile" border="0" width="16" height="14" src="http://blontankpoer.com/wp-content/plugins/commentluv/images/littleheart.gif"/></span></span></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

