Secara makna, kata pesta itu netral. Tak mengenal kasta, karena itu tiada unsur diskriminasi di dalamnya. Dulu, bangsa Eropa yang kumpul-kumpul dengan kudapan dan minum-minum di Lojiwetan, Solo, disebut sedang berpesta. Tapi, petani pun memiliki forum yang disebut pesta, semisal saat mantu yang biasa digelar usai panen raya.
Di kalangan keturunan Eropa, pesta dimeriahkan dengan dansa. Petani melakukan selebrasi dengan makan besar yang lebih enak dibanding hari-hari biasa, dengan mengundang penari tayub atau menggelar tari Gambyong. Sementara, para bangsawan Kraton Surakarta atau Kadipaten Mangkunegaran menandai ulang tahun naik tahta dengan hiburan tari bedaya.
Tentu, setiap kelompok memiliki pilihan jenis dan cara sendiri dalam melakukan selebrasi, sesuai hajat masing-masing, yang boleh jadi bukan karena atau demi hajat (hidup) orang banyak. Pada kelompok Eropa, pesta bisa digelar kapan saja: ketika ada yang berulang tahun, ada anggota kelompok yang akan kembali ke negara asal, ada yang datang, bahkan untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina, nun jauh di negeri Belanda.
Bisa saja terjadi, lantaran minat, niat dan kecocokan tertentu lantas beberapa beraliansi, walau yang demikian belum tentu dikehendaki oleh keseluruhan. Bagi-bagi proyek, kongsi bisnis atau kolaborasi politik bisa saja terjadi. Tapi, sekali lagi, itu hanya parsial. Bukan wajah komunitas sesungguhnya.
Bahwa kongsi-kongsi kecil itu lantas ‘memperdaya’ yang mayoritas, boleh jadi itu hanya sebatas kesan, walau juga tak menutup kemungkinan memang di dalamnya ada agenda terencana, semacam permainan. Tentu, hanya oleh ‘yang sebagian’.
***
Kini, ketika teknologi dan ilmu pencitraan begitu didewakan, kesenjangan bisa menjadi peluang. Dan, kesenjangan yang dimaksud di sini, bisa meliputi berbagai hal. Ya pengetahuan, informasi, budaya, ekonomi, politik, hukum…. Pokoknya, apa saja!
Ahli pemasaran akan melihat kesenjangan sebagai peluang, sementara ahli komunikasi bisa menjadikannya sebagai bahan riset sebelum akhirnya muncul tawaran solusi. Ahli keuangan akan berhitung nilai investasi dengan acuan potensi keuntungan yang bakal bisa diraup dalam kurun tertentu, dan seterusnya…..
Tapi, itu semua sah-sah saja, bahkan bisa dikesankan sebagai keniscayaan ketika rezim pasar (bebas) dijadikan acuan, lalu di-panglima-kan. Sebab panglima, maka boleh mengatur segalanya. Bahkan, ia menjadi penentu siapa harus berperilaku bagaimana, dan siapa lagi harus dipaksa menjadi apa.
***
Suatu hari, sebuah pesan pendek dikirim oleh seseorang tanpa menyebut nama. Hanya dari kalimatnya, saya tahu ia utusan petinggi sebuah hajatan besar tahunan. Ia bertanya, apakah saya punya waktu untuk berbicara dengannya (mungkin atasannya), yang lantas saya jawab tidak bisa bicara apa-apa kalau menyangkut Pesta Blogger. Namun, seperti lazimnya adat ketimuran, saya berkirim salam kepada ‘atasannya’.
Selang beberapa hari, saya ditelepon seorang teman baik saya, yang tak lain adalah blogger terkemuka di Indonesia. Teman saya mengaku dimintai tolong oleh panitia Pesta Blogger, untuk menanyakan alasan saya tidak mau terlibat atau membantu (suksesnya) pesta tahunan pada setiap penghujung Oktober itu.
Panjang lebar saya cerita, di antaranya dilatari semangat solidaritas kepada teman-teman sesama blogger dari berbagai daerah, yang mengeluh dan mengaku kecewa lantaran adanya ‘kesenjangan’ keramahan, antara di dunia maya dengan di alam nyata. Jauh-jauh datang dengan menyisihkan waktu dan biaya untuk datang ke Jakarta, banyak teman berharap memperoleh kehangatan pertemanan seperti dirasakannya di ranah daring selama ini, namun yang didapat hanya kecewa.
Di ajang pesta, tak diperoleh keramahan seperti diharap. Sekali-dua, yang dialaminya sama saja. Intensitas hubungan tak bertambah dalam, begitu pun dalam jumlah ‘koleksi’ pertemanan. Nyaman pun tidak, biaya sudah telanjur melayang, padahal mereka yakin, jer basuki mawa beya, demi kenyamanan atau kebahagiaan, mesti rela berkorban (materi).
Kepada teman baik itu, pun saya katakan, ketidaksediaan terlibat (pada Pesta Blogger) bukan lantaran solidaritas semata. Lebih dari itu, saya nyatakan kekecewaan saya sebab ternyata pesta itu bukan milik ‘petani’, melainkan kepunyaan segelintir ‘bangsawan’ yang merasa telah berjasa menginisiasi event yang seharusnya menarik dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang itu, tak terbatas hanya manusia-manusia online.
Saya katakan, saya sangat kecewa ketika seorang blogger kenamaan menyebut ‘Pesta Blogger’ itu merupakan brand yang dimiliki sebuah badan usaha, alias bukan milik bloggerwan-bloggerwati Indonesia, yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Artinya, entah blogger Indonesia mau memaknai pesta dengan cara apa saja, namun mereka tak berhak menggunakannya. Konon, sebagai brand, Pesta Blogger sudah didaftarkan hak kepemilikan intelektualnya sehingga dilindungi undang-undang oleh sebuah badan usaha, dan berasal dari luar Indonesia pula.
Ironis? Sepertinya tidak! (Nyatanya, kebanyakan blogger Indonesia diam saja, yang artinya cuek bebek, gak peduli. Ya, sebab memang dianggap tak penting).
Selain itu, penautan website-website resmi komunitas pada mesin agregator situs resmi Pesta Blogger tanpa ijin/pemberitahuan ke administrator masing-masing, merupakan bentuk klaim sepihak, yang dilakukan secara halus. Tindakan itu, tentu berdampak citra, seolah-olah Pesta Blogger di Jakarta merupakan forumnya berbagai komunitas blogger dan telah dirancang secara bersama-sama dengan perwakilan masing-masing komunitas.
Secara pribadi, bukan persoalan besar andai para blogger kita mau ‘merebut’ momentum pesta itu untuk kemaslahatan sebanyak mungkin orang, demi hajat hidup orang banyak. Sebagai peristiwa besar tahunan, rezim siapapun (apalagi yang sekarang) akan happy-happy saja ketika (kesan) mayoritas diam saja terhadap represi sistematis negara terhadap hak-hak warga negara, termasuk kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat yang dijamin konstitusi negara dan deklarasi PBB mengenai hak-hak asasi manusia yang sifatnya universal.
Tentu, bukan semata-mata bertujuan melawan rezim berdasar rasa tidak suka. Lebih dari itu, tanpa kontrol warganya, maka pemerintah akan cenderung teledor dalam mengelola negara dan sumberdayanya demi kemaslahatan rakyatnya, hajat hidup orang sebanyak-banyaknya.
Blogger dan media baru tak harus berposisi vis a vis dengan penguasa. Ngeblog itu suka-suka, meski tak terpuji kalau cuma sesuka hatinya (apalagi dikendalikan oleh segelintir orang saja). Fairness itu prinsip, adil itu cita-cita yang harus diperjuangkan secara wajib.
Kalau saya tak sejalan dengan misi dan visi para founding fathers and mothers Pesta Blogger, silakan (kalau bisa) dimaklumi saja. Saya percaya, di sana terdapat orang-orang hebat, pemikir-pemikir yang memiliki pengaruh sangat besar, yang mestinya bisa memikirkan dan melakukan perbuatan yang bisa bermanfaat bangi sebanyak mungkin orang.
Saya sangat tidak ingin mendengar lagi orang seperti Prita Mulyasari hanya dihadirkan untuk mewarnai sebuah pesta, diposisikan bak selebritis di tengah-tengah pekerja infotainment, tanpa menempatkan pada posisi yang seharusnya, sebagai (maaf) alat untuk memperbaiki keadaan, agar tak ada lagi korban kesewenang-wenangan negara.
Selain Pasal 27 ayat 3 UU ITE, kini kita sedang menghadapi RUU Tipiti, sejumlah pasal yang mengancam kebebasan berekspresi seperti RPM Konten Ilegal dan sebagainya. Mari kita renungkan bersama, apa yang sudah dilakukan para blogger selain meramaikannya di timeline Twitter atau nye-tatus di Facebook dengan ajakan menolak semata tanpa menyebarluaskan apa isi dan ancaman dampaknya?
Saya paham, kalian tak suka diskusi. Selain buang-buang waktu, pasti membosankan. Enakan nge-twit berbayar, bukan?
Sebagai referensi, saya sarankan teman-teman baca juga postingan Kang Iman Brotoseno ini. Mari kita belajar beda pendapat secara dewasa, jangan dengan marah. Suka-tak suka, pro atau kontra itu biasa, tapi dalam bersaudara, harus selalu luar biasa.
Jangan ketinggalan pula menyimak tulisan Pak Ong Hock Chuan, ya… Menarik, kok. Juga komentar-komentarnya.
Untuk Mbah Sangkil dan teman-teman yang masih mempertanyakan ‘kepemilikan’ brand PestaBlogger, ini kutipan jawabannya:
Pada tahun 2009, Maverick mendaftarkan nama Pesta Blogger karena ajang ini sudah mulai menjadi ajang dan ‘brand’ yang dikenal luas dan memiliki reputasi tertentu; baik di kalangan blogger, penggiat dunia online, maupun sponsor. Jika tidak didaftarkan, tidak ada yang bisa menghentikan orang-orang yang dengan alasan komersial maupun non-komersial mengambil keuntungan atau menyalahgunakan nama PB yang sudah dibangun oleh para blogger Panitia PB selama tiga tahun ini. Selengkapnya, ada di sini…
Related posts:







Setelah lewat tengah malam kubaca tulisan ini.
Sebuah ungkapan yang patut kita renungkan bersama untuk bersikap yang lebih arif.
PB 2009 memang sangat mengecewakan, padahal aku sengaja membawa LiLo anak SD yang ingin kukenalkan pada dunia blogger.
PB2010 ini sudah mulai dipanaskan, sementara itu pro kontra terus berlangsung.
Mari kita renungkan lagi, sebaiknya apa yang harus kita lakukan.
Salam Sehati
meluruskan kembali niat, Dab. mau dibawa ke mana, untuk apa, oleh siapa…..
/blt/
baru tau kalau PB itu dipatenkan milik brand tertentu…
pesta blogger kuwi opo too???
aku ngertine gur pesta ulang tahun, pesta kawinan, pesta sunatan…
blogger kok dipestake ki po ra tahu pesta dewe-dewe???
itempoeti´s last blog ..Rumah Aspirasi Atau Rumah Korupsi
wah, situ tidak gaul, Dab… gak update perkembangan.. LOL
/blt/
tinimbang pesta blogger yo aluwung pesta sex wae…
Love4Live´s last blog ..Windows 7 Masih Buatan Microsoft- Lantas
di ranah daring, Anda berhadapan dengan Om @tifsembiring. di ranah garing, Anda mesti siap menghadapi FPI… dan, polisi!
/blt/
Hidup rakyat !! Hidup proletar !!
mungkin orang semarang terlalu santai kali yah hihi~
)
kl saya sih asal kekurangan di tahun sebelumnya tdk dilakukan sudah puas saya, sy coba ikut PB tahun ini pengen ngerasain atmosfernya..kl msh sama ya gak usah lagi wes
semoga berubah. secara prinsip pribadi bagimu agamamu, bagiku agamaku, saya juga berharap semua menjadi baik dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang. saya mengapresiasi tinggi dan salut kepada para pengagasnya. cuma konten dan visi yang perlu diperbarui…
/blt/
sepertinya memang iya, banyak yang kecewa dengan PB tahun lalu.. mungkin karena ya itu sudah mengeluarkan biaya, expectationnya besar, jadi terus kecewa…
mungkin para blogger harus membiasakan diri untuk tidak mau tombok, seperti saya…
saya waktu itu ya ndak mau repot2 ke jakarta.. tapi kalau acara di semarang.. ofkors saya ikut…
dan jangan terlalu mengaharapkan sesuatu yg berlebihan,.. bisa kumpul saja harusnya sudah senang…
apalagi kalau ada makan gratis…
maap jika saran saya agak wagu
nining´s last blog ..Why It’s So Hard to Fall in Love
hehehe….
/blt/
Saat blogger timur tengah bersatu, kelabakan lah mereka.. Kaming sun!
apa kuwi, Sid?
/blt/
… Bahwa kongsi-kongsi kecil itu lantas ‘memperdaya’ yang mayoritas, boleh jadi itu hanya sebatas kesan, walau juga tak menutup kemungkinan memang di dalamnya ada agenda terencana, semacam permainan. Tentu, hanya oleh ‘yang sebagian’….
Tulisan di atas benar2 mengena
Munif´s last blog ..Mari Peduli Keselamatan Bersama
alangkah lebih baik lagi kalo event blogger bernadakan “dari blogger oleh blogger dan untuk blogger”
Joulecar´s last blog ..Solo Batik Carnival 3
Sudah lama tak membaca tulisan seperti ini di ranah blog. Aku seperti menemukan oase baru. Salut untuk sikap berani berbeda dan berekspresi dengan jujur. Perbedaan adalah rahmat bagi kita semua. Salam untuk Mas Purwoko dan teman-teman di Bengawan
duh, pujianmu ora nguwati, Ndor… mosok aku bisa sodorkan oase? emang situ lagi umroh, ya, kok kayak di gurun? hehe… aku sepakat soal rahmat itu, maka aku menulis begini. demi sesuatu yang lebih baik……
/blt/
tulisan yang sangat tajam, mengena. worship untuk tulisan ini.
mbah sangkil´s last blog ..Culoboyo Juniol
seperti yang pernah saia sampaikan di Wonosobo kemarin, “Gak roh aku, emang onok acara opo?”, memang saia ndak tahu motivasinya daripada Pesta Blogger tersebut, arahnya kemana juga ndak tahu, saia cuma tahunya setiap tahun mesti ada dan selalu dikelola oleh instansi tersebut..
mengingat yang digunakan adalah hukum perdagangan, saia pun menggunakan hukum perdagangan, jika terdapati hal yang menguntungkan, pasti akan saia gunakan kesempatan tersebut sebaik-baiknya, saia sendiri fleksibel dalam berbagai events dan kegiatan..
jika bersikap idealis, sebenarnya semua mampu bersikap idealis, namun sayangnya masih banyak yang mengedepankan egoisnya, contohnya seperti saia yang juga bermain monetized (demi keuntungan pribadi), seng sabar wae paklek…
gajah_pesing´s last blog ..Tunggakan Laporan
ini cuma rasan-rasan wae kok, Jah… kapan kita wisata bareng lagi, ya?
/blt/
pesta adalah jembatan, jembatan itu konstruksi, tidak lebih nyaman memang rafting saja …
suryaden´s last blog ..spending my time
rafting ya butuh modal… kecuali numpak gethek :p
/blt/
Dalam sekali nie pesannya, mas. Seteju saya, mustinya blogger harus bebas dari “branding” tertentu. Maksud saya, jika blogger terikat dengan pihak-pihak tertentu, baik pemerintah, penguasa, dll, takutnya hilang tuh sifat kritis yang menjadi modal utama para blogger.
Yah, moga-moga tulisan ini dibaca panita PB yo …
Martianus´s last blog ..Struktur Atom 1
amin.
/blt/
Jadi pengen tahu suasan Pesta Blogger seperti apa..
Tapi kalo mencerna dari tulisan diatas, sisi hedonisme akan merambat ke blogger yang mungkin dulunya berprinsip “masyarakat petani” sepeti diatas. Sependapat dengan Mas Joulecar, “dari blogger oleh blogger untuk blogger”. Daripada pesta dengan super duper mewah, mending yasinan terus pulang bawa “sego besekan”
apakah ini termasuk pesta th ini pak ?
yg mana dipimpin sama orang yg buka itu2 aja ?
oh inikah gerakan nol koma nol itu ya yg mau ngadain pesta tandingan itu
geblek´s last blog ..Lelaki Tua
gerakan apakah itu? emang ada yang bikin tandingan? ngapain repot-repot nandingi segala?
/blt/
sebagai blogger 1/24 waktu, saya ikut share yaa
http://donnybu.com/2010/08/04/hajatan-petani-paruh-waktu/
mudah2an bermanfaat
-dbu-
donnybu´s last blog ..hajatan petani paruh waktu
Menurut saya, sikap ngambek seperti ini yang justru membuat blogger tidak bisa bersatu. Kalau tidak bersatu, ya susah mau melawan UU ITE.
ngambek? aneh lho, Mon… coba ditimbang lagi, dicermati lagi, deh… mari kita lakukan refleksi: siapakah yang tidak bersatu? baru di kopdar-kopdar saja masih ada, kan, yang suka misah, menyendiri, gak bisa membaur dengan yang lain?
itu potret, betapa bergaul pun masih ada yang suka pilih-pilih. kayak dulu, waktu Bengawan bikin kegiatan susur Bengawan Solo saja ada yang nyebut ‘kalau tenggelam gimana?‘, dll. aku yakin Momon ingat itu…
/blt/
wow, pertemanan offline (masyarakat online) sebaiknya sudah dimulai dari online. agak sulit kalau tak pernah berkunjung ke blog a lalu kita jadi berkawan dgn a di offline (kecuali ada persamaan minat)
hedi´s last blog ..Titik Nadir
setuju….
/blt/
menurutku sih, perbedaan pendapat, apalagi kritikan, jgn langsung otomatis dicap mutung atau mbalelo
jaman dulu, menurut sejarah, perseteruan dan perbedaan pendekatan antar pemimpin bangsa sangat kentara. ada yg milih diplomasi, ada yang milih gerilya, dll. tetapi perbedaan tsb, sepanjang tujuannya sama demi rakyat, toh berhasil membuat bangsa ini bersatu.
jadi ini saya liat, cuma beda style dan pendekatan saja. yg suka dengan acara pb2010, silakan diramaikan. yg tidak suka, silakan buat acara alternatif. sepanjang niatnya sama memajukan blogger, persatuan akan terwujud tanpa harus diseragamkan atau disamakan cara memandangnya. kalo persatuan itu diidentikkan dengan harus sama, harus ikut, ndak boleh beda, ndak boleh ngritik, nanti malah kayak jaman babe
-dbu-
donnybu´s last blog ..hajatan petani paruh waktu
cool… cerdas…. (tumben)
/blt/
saya lebih suka merakyat kalau pengen jujur…kalo gitu kan enak,bisa ndelosor sambil ngobrol2 seru-seruan sesama blogger

bom² KDB´s last blog ..Ost Ketika Cinta Bertasbih versi Nasyid
ih tulisannya keren deh ^_^
thanks ya pak blontank, semoga dengan tulisan ini saya bisa tetap berada di jalur idealisme saya.
sayangnya di SOLO kemarin, kita ga sempat ngobrol banyak
keep the spirit!
rara´s last blog ..Travelling to Bangkok 2
terima kasih, Rara. sejujurnya, aku paham betul posisimu. kutulis ini justru karena sayang padamu. hahaha… sepertinya, ini cuma soal waktu dan tempat yang kurang pas buatmu. bekerjalah semaksimal mungkin, profesional. publik sangat bisa menilai secara fair.
kesempurnaan jelas tak ada. tapi upaya meraihnya, harus jadi prinsip utama… Good luck
/blt/
bijak ngga sih 65 tahun Indonesia merdeka masih menggunakan pelabelan Bangsawan dan Petani? soalnya saya sendiri, setidaknya di generasi seumuran saya, ngga begitu mementingkan pelabelan. udah dibuang jauh-jauh dari mindset. kita sama, pede aja. berkarya dan terus berkarya. itu sih yg saya coba tanamkan ke diri sendiri.
bijak-tak bijak itu soal sudut pandang dan keberpihakan. tanpa belajar sejarah, kita tak bisa menyongsong masa depan dengan baik. keledai saja tak bisa dicap bodoh karena tak mau kejeblos belulang kali.
setiap kata punya dua makna: konotatif dan denotatif. membaca teks akan lebih baik kalau menyimak konteks. kenapa? karena kita bukan tentara, yang tahunya komando, hitam-putih, tak merdeka pada (terhadap) tafsir.
labelisasi memang sebaiknya dihindari. tapi?
/blt/
Kritis banget Pak,
.
Semoga semua pihak bisa mengerti kenapa bisa beda pendapat.
saya kurang sregnya PB kenapa dimiliki badan usaha. emangnya PB bisnis? berarti kita dibisniskan dong
saya sukanya PB karena (mungkin) bisa jumpa temen2 blogwalking saya
Bukan karena susah bersatu, hanya perlu saling mengerti saja.
toh saya yakin semua bloger pasti bersahabat, iya ndak Pak hehe.
Masukan yang sangat berharga Mas Poer.
Bagaimanapun saya yakin pelaksanaan Pesta Blogger ini tak akan bisa mencapai ekspektasi yg diinginkan semua pihak. Setidaknya, berusaha lebih optimal walau mungkin tidak ideal penuh seperti apa yang diharapkan berbagai pihak, itu sebuah ikhtiar strategis yg layak diapresiasi. Dan saya yakin PB2010 tahun ini dibawah kepemimpinan Rara bisa jauh lebih baik dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai terobosan yg saya yakin bisa mengakomodir keinginan rekan-rekan blogger semua.
Terimakasih Mas atas pencerahannya lewat posting ini, Mas.
sip. setuju, Daeng… setiap orang pasti punya ekspektasinya sendiri-sendiri, tergantung referensi. memang tak fair kalau menyebut keterlibatan seseorang dalam pesta sebagai dosa. tidak bisa begitu, dan tak boleh demikian.
walau hanya ingin melihat dari kejauhan, tapi saya juga berharap ada sesuatu yang jauh lebih baik, sehingga menggenapkan capaian-capaian yang sudah ditorehkan Enda, Ndoro dan Iman.
selamat bekerja…
/blt/
Jadi keinget label Pribumi dan Non Pribumi pada reformasi 99.. okey lupain diluar konteks
Kl saya mah tetep ah ngurangin labelisasi. Ada momen yang saya suka ketika terakhir beberapa bulan yg lalu ngisi seminar blog di UM Magelang, Waktu itu saya bilang, “Udah deh, lupain istilah saya blogger daerah, diakan blogger seleb. Atau saya orang indonesia dan dia orang luar negeri. Pede aja, orang kita itu hebat-hebat kok!”.
Saya ngeliat itu peserta pada tersenyum! Semoga senyumnya itu senyum yang termotivasi untuk maju berkarya. Setidaknya berbagi lewat blog. Dan saya mendadak bahagia kala itu.. #eeaaa
nicowijaya´s last blog ..Goa Jomblang
Good. seharusnya memang begitu, Nic. egaliter, jelas lebih baik. hanya orang inferior saja yang merasa ‘ada’ ketika nempel-nempel tokoh. orang pede, pasti berani hidup sendirian, tidak minderan. tapi, nyatanya ya masih ada orang-orang yang canggung berteman. entah merasa hebat, beda kasta, dan sebagainya…..
selain minderan yang mesti dilawan, penyakit sok-sokan juga mesti disingkirkan…
eh, tapi ya terserah masing-masing, ding. suka-suka aja…..
/blt/
postingan kritis seperti ini bikin merinding bacanya, salut mas.
saya pernah terfikir “setelah pesta usai, kemudian apa?”
perkenalan didunia nyata, bertukar kartu nama, bertukar url blog masing-masing ataupun akun sosmed lainnya, tapi tak pernah difollow ataupun di-add setelahnya, ya sudah kelanjutannya hilang
bagi “petani” yg terlalu sibuk bertani sehingga tak sempat (atau mungkin tak bisa) bergabung dengan bangsawan, dipesta hanya bisa melihat keriangan dari kejauhan saja, selain minder, perasaan tak pantas juga ada pastinya.
sekali lagi saya salut mas dengan idealisme dan sikap kritisnya,
salam kenal.
salam kenal kembali… semoga rajin ngeblog… :p
eh, A/S/L please….
/blt/
hidup demokrasi!!
berani bersikap, berani bertanggung jawab.
yg penting silaturahmi tetap dijaga ya de
tak boleh ditawar! silaturahmi harus dijaga, supaya kita tak tergolong pada kelompok selemah-lemahnya iman, sehingga tak dijanjikan surga. kita semua harus mewartakan kebenaran (yang diyakini), namun tak boleh memaksakan agar orang lain mengerti (dan mau). ya kan, Meth?
seperti kata Ndoro, perbedaan itu rahmat. justru keseragaman itu laknat, tak bermanfaat, sebab hidup jadi garing, tak berwarna. sudah makan siang, Meth?
/blt/
de ja vu http://tee-za.net/?p=225
hemm… ada perilaku dan karakter tiap2 orang yang berbeda yg orang ngeliatnya juga jadi bermacam-macam. tapi setidaknya, tidak mendeklarasikan pelabelan terhadap sesuatu. imho
nicowijaya´s last blog ..Goa Jomblang
wah…aku bingung tidak ingin memikirnya….
rizal´s last blog ..Marhabban Ya Romadhon
mnrtku wajar pesta blog diembel-embeli sponsor dll..kecuali saya juragan minyak..nah pesta blog tak biayayi.
hm…mnrtku sah2 saja.
Pakde…mari kita berdiskusi,ada acara temu blogger besok tgl 7 agustus di semarang.
ada rara,momon,didut dll.. jadi bisa bertuker info soal mau gimana pesta blog ini.
tdk mencari solusi,tapi..minimal menyamakan getaran saja..
escoret´s last blog ..Seputar Ajaran Samin di Bojonegoro
naif kalau event sebesar itu tak dibiayai sponsor. tak ada orang baik tanpa maksud, bahkan andai saya kaya sekalipun (dan baik) dan sanggup membiayai kegiatan apapun.
rasanya, saya juga tak sedang menyoal sponsorship, sehingga tak relevan membicarakan keabsahan. FPI sekalipun, mereka layak hidup, berorganisasi dan berkegiatan. yang tak dibolehkan adalah saat mereka memaksakan tafsir tunggal kebnaran dan kebaikan. tak ada istilah seseorang harus tunduk pada banyak orang, atau sebaliknya.
terkait pertemuan tanggal 7, silakan saja dilanjutkan. saya percaya terdapat banyak kebaikan di sana, meski saya belum bisa dan sanggup berada di dalamnya. soal getaran, sudah sejak jauh hari…: berbeda. hehehe…. silakan, sumangga……………
/blt/
Hai, Mas Blontank,
Kita memang belum pernah bertemu secara langsung, ya
tetapi saya salut kepada Mas Blontank dan tulisan ini. Kritik yang Mas Blontak berikan ini sangat baik, sangat rasional, dan sesungguhnya menunjukkan ekspektasi yang lebih dari beberapa blogger mengenai ajang PB itu sendiri. Justru kritik semacam ini penting dan perlu, agar juga bisa menjadi refleksi bersama.
PB–sebagai ajang non-profit yang diorganisasi secara pro bono, dengan panitia dari kawan-kawan blogger juga, tahun demi tahun selalu berupaya berbenah dan memperbaiki diri; tentunya dari masukan-masukan rekan-rekan blogger yang diposting di blog masing-masing maupun di blog PB itu sendiri.
Namun sekiranya ekspektasi yang diharapkan oleh beberapa pihak belum dapat tercapai sepenuhnya, secara pribadi saya harap ke depannya akan lahir pula ajang-ajang lainnya; yang juga bisa memenuhi ekspektasi yang beragam dari para blogger itu sendiri. Tentunya ini juga akan memperkaya kita semua dengan pilihan yang beragam, sesuai ketertarikan dan pemikiran kita masing-masing.
Apapun medium yang dipilih, saya harap perbedaan yang ada tidak memecah, tetapi justru memperkaya. Yang terpenting, terlepas dari perbedaan yang ada, semoga para blogger di Indonesia tetap bisa bersahabat dan menjalin silaturahmi satu sama lain, baik di dalam maupun di luar ajang PB itu sendiri.
Salam, Mas Blontank! Saya harap suatu hari bisa bertandang ke Solo dan bertemu langsung untuk berjabat tangan dengan Anda
terima kasih Hanny.
memang, setiap orang punya ekspektasinya sendiri-sendiri, atas atau terhadap apapun. lumrah saja. yang penting, masing-masing bisa membawa diri dengan baik. saya sadar sepenuhnya seperti apa repotnya teman-teman PB mengorganisir kegiatan demikian.
tapi, setiap orang juga punya pilihan. spirit kebersamaan itulah yang sejatinya mesti dipegang dan diperjuangkan, oleh siapapun juga, demi kebaikan, membangun peradaban yang lebih bermartabat.
siapapun kita, tentu harus bertanggung jawab terhadap terhadap masa depan Indonesia. seperti orang yang tak suka lambannya pemerintah menangani banyak persoalan, orang yang muak dengan legislator yang bekerja semaunya, melalui blog, jejaring sosial dan beragam kegiatan (personal/komunal), kita bisa memberi kontribusi pada perubahan.
mari kita merawat Indonesia melalui pertemanan dan kegiatan blogging. silakan teman-teman PB berjalan menurut keyakinannya sendiri, dan saya atau teman-teman lain, juga bisa memberi kontribusi lewat aneka cara dan model. toh, muaranya sama: kegelisahan memajukan dunia blogging kita. prinsip saya sudah jelas, banyak posting saya buat dalam rangka menyumbang gagasan. tentu, menurut idealisasi yang subyektif sifatnya.
salam,
/blt/
Setiap orang pasti beda untuk masalah pergaulan dan kesupelan. Tidak bisa dipukul rata. Kalau ternyata secara “real” dikehidupan nyata si A tidak serame dan sesupel di dunia maya, apa bisa dibuat? Kira-kira gitu aja yang mo ditanggapi.
jujur lugas dan apa adanya
genthokelir´s last blog ..Money Politik Pilkada Purworejo
Tulisan ini menjadi menarik karena memancing pendapat pro dan kontra.
Silahkan kita berbeda pendapat yang penting tetap menjaga kebersamaan dan pertemanan kita.
Jangan sampai gara-gara diskusi disini jadi rusak persaudaraan sesama Blogger.
Bhineka Tunggal Ika masih ampuh untuk merekatkan diskusi ini agar menjadikan hasil keluaran yang bermanfaat bagi para blogger.
Salam Sehati.
eko sutrisno hp´s last blog ..Jurus Pamungkas – WIPE tutorial BB
Pesta Blogger atau Pesta Apapun sebaiknya Dari Kita Untuk Kita atau Dari Kita untuk Semua…..
sepakat dengan Mas Eko.
justru dengan saling mengemukakan pendapat, kepala dingin, bisa melahirkan gagasan-gagasan baru. seperti dalam bertetangga, selera bisa berbeda, namun tetap hidup bersama, toleran, saling menghormati eksistensi masing-masing.
adalah bodoh dan ruginya, jika dalam pertemanan terganggu kehangatannya hanya lantaran perbedaan kecil saja. tentu masih banyak cara dan forum untuk bersama, membangun Indonesia yang lebih baik.
Dirgahayu Indonesia…
nama `muktamar blogger` wis dipatenkan juga kah???
wah, ndak tahu…
/blt/
anu.. selama gratisan saya sih ayuk ayuk aja, contohnya yang roadtrip besok ituh.. AYOK AJAH!!! hahahahaha…
eniwei, sejak pertama kali ada PB saya belom berkesempatan ikutan dateng ke jakarta, mulai dari masalah biaya sampai dengan masalah waktu #klisebangetyah
di PB2009, saya sangat menikmati acara roadshow panitia yang sudi dateng ke kota-kota, we’ve memorable moment
dan untuk PB2010 kali ini juga belum pasti datang ke jakarta, kecuali kalo ada yg nyangoni mbayari tiket pesawat garuda 1st class .. ayok! #pekok!
salam kenal, jarang2 saya blogwalking loh, situ kudu bangga saya blogwalking-in #halah
alhamdulillah. saya sedang kanugrahan, namanya. salam kenal kembali…..
/blt/
saya juga blogger, kok ga dapat undangan pesta blogger??
Wah sampeyan wis ngritik,
diajak ketemuan penake piye kok malah mungsret.
aku ora ngerti karepmu! yen ora mudheng perkarane, apike aja melu-melu… :p
/blt/
Inilah yang saya cemaskan *lebay* IMHO, Pak Blontank… Ini bukan soal dalam/luar Jakarta (saya nggak suka sebutan “daerah”). Selain kesamaan minat seperti kata Hedi, penilaian ramah/tidak sambutan pun cenderung subjektif, tergantung orangnya… Ada bloger yang jarang saling sapa di blogosfer, tapi karena dasarnya ramah, ya bisa saja pas ketemu ngobrol nyambung.. oh iya.. saya juga belum pernah ikutan Pesta Bloger, dan baru tahu itu ada patennya…
duh, jadi malu. sudah lama gak menyapa mpok. apa kabar, nggih? semoga sehat dan sukses selalu…
/blt/
Ohhh, ternyata ada begini hahaha…
Pakde, aku tidak tahu apa itu blogger. Duniaku menulis adalah untuk menyehatkan pikiranku, seperti ketika aku harus donor darah. Menulis di blog adalah kegiatanku untuk memperbaiki sirkulasi pikiran. Bahwa kemudian muncul beberapa hal seperti nama “blogger” itu sendiri, sebuah kewajaran karena berawal dari Blog.
Tapi ada juga benarnya bila melihat yang dipaparkan sama njenengan, tentu tidak semua bisa memenuhi ekspektasi setiap orang. Hanya saja saya rasa, kekecewaan yang muncul itu karena masih banyaknya sifat “merasa lebih” bukan “lebih merasa” dari beberapa kawan yang menyelenggarakan acara itu. Dan juga sifat “memilih” yang diungkap panjenengan, juga masih menjadi acuan bagi kawan-kawan penyelenggara, meski tentu tidaklah pula bisa untuk menyapa semua peserta, namun at least tersenyumlah bila disapa. Beberapa kawan saya lihat, masih sering memposisikan pikirannya dengan memilah “bahwa si anu sudah setaraf denganku, maka aku harus add atau kenal” atau juga “bahwa si anu bukanlah orang yang selevel aku, maka cuekin sajalah”. Sebuah cara pandang yang (seringkali) salah. Karena tidak semua orang yang “proletar” itu tidak berpotensi. Saya yakin, panitianya saja kalau ditanya “apakah semua orang punya potensi?” tentu akan menjawab iya.
Ada seorang teman yang bermain twitter bilang, “akhirnya aku unfollow ndorokakung, amriltg, dan beberapa blogger seleb itu, karena setiap disapa tidak pernah membalas sedikitpun padahal aku pun tidak berharap di followback”. Kemudian saya hanya bisa bilang, “yahh, mungkin karena mereka belum tahu siapa kamu saja, aku yakin kalau mereka tahu kamu, pasti kamu akan didekati oleh mereka bukan kamu yang mendekat”. Dan saya akhirnya menyesal merekomendasikan semua ini pada teman saya. Jiaahhh malah jadi curhat, tapi semoga para panitia itu baca tulisan ini. Karena ini nyata, mungkin sepele buat anda-anda semua, tapi tidak bagi seseorang yang benar-benar ingin menikmati indahnya berkomunitas.
Akhir kata, saya tidak tahu betul esensi dari “kasus” pesta ini. Karena bagi saya, MEMBANTU ADALAH KEBUTUHAN bukan semata karena TUHAN. Maka saya lebih suka membantu orang-orang yang butuh untuk dibantu, bukan onani di atas batu.
Eh tapi ngomong-ngomong Rara itu cantik juga ya Pakde, boleh dong kenalin. Barangkali mau kalau diajak mendirikan tamanbaca ke pelosok Sulawesi dan Kalimantan akhir Oktober ini agar tidak melulu jalan-jalan ke Negeri Orang. Atau mungkin panitia “pesta” ini mau menyisihkan sedikit “makanan sisa pesta” buat perjalanan kesana
.
Rara itu cantik dan asyik. sayang, kini dia harus pusing dengan kita-kita yang berisik. hehehe….. Rara, jangan pedulikan brisik kami, lakukan yang terbaik. saya yakin, kamu sedang berada di tempat yang kurang tepat…
/blt/
lho… Pesta Blogger itu dipatenkan ya??? GPL nggak?
jadi… PB nggak opensource???
*kembali menyimak dengan takzim sambil ngoprek-oprek*
Andy MSE´s last blog ..REDENOMINASI
baiklah pak blontank, saya memang tidak tahu opo perkarane.
yang saya tangkap di sini itu, anda tidak suka dengan pestablogger, tapi ketika pengurus pb sekarang minta bertemu, anda malah menghindar.
dan kenapa saya sampai tidak tahu perkaranya? ya karena dari tulisan anda sepanjang itu dan dari komentar-komentar yang kemudian anda komentari sama sekali tidak ada yang TODEPOIN.
Kelihatannya, hanya saya yang tidak tahu perkaranya di sini.
mungkin tulisan anda diatas semacam “private posting”, kalau begitu saya mohon pamit dulu, semoga anda sukses dengan apa yg menjadi tujuan dari tulisan ini, apapun itu.
matur nuwun, saya ndak akan melu-melu lagi.
tak lupa saya mohon maaf sudah mengganggu diskusi kalian semua.
ya jelas saya menghindar. wong saya tidak setuju. kembalikan nama PestaBlogger jadi miliknya blogger dulu, baru bicara. begitu nalar saya…
/blt/
mumpung banyak bos2 PB disini mau nanya 1 hal yang belum ada jawaban yang pasti selama bertahun-tahun. Selama ini cuma dapat jawaban kasak kusuk gak jelas.
kenapa PB selalu di Jkt, kenapa gak bisa keluar JKT?
thanks sebelumnya
mbah sangkil´s last blog ..Culoboyo Juniol
kulonuwon,
nganu pak dhe…kalau saya website pesta blogger yang tanpa ijin mencatumkan agregat komunitas tanpa ijin kie sama saja maling, wong temen2 kita kalau situsnya di copas orang lain tanpa ijin yo marah2 kog.
memang pesta blogger mungkin juga berasal dari komunitas blogger juga, tetapi harusnya agregatnya juga dari komunitas blogger yang mendukung hal itu saja, kalau sudah ada komunitas yang bersikap tidak ikut yo tolong dihormati. toh ini cuma pesta, dalam benak saya yang namanya pesta kie cuma hura-hura tanpa makna, selain menghamburka sumber daya.
:p
/blt/
istilah pesta itu identik dengan bersenang-senang, aku ngeblog pingin golek konco lan sedulur, nonggo kiwo tengen… rumongso blogger ning ora mudeng masalah PB, mending ngeblog aja terus walau tanpa ‘identitas’, sing arep pesta monggo, sing arep jagongan neng prapatan ayo tak kancani…
maturnuwun Pak Poer, nyuwun pangapunten mbok bilih klentu…
Sukadi Brotoadmojo´s last blog ..Saya Hanya Menulis
mboten wonten klentunipun. mbokmenawi panci kula ingkang keladuk wani kurang duga, banjur muni-muni mboten migunani….
/blt/
baru terpikir jadi panitia Pesta blogger itu berat ya…sama beratnya jadi seorang presiden..yang dipuji disana di hina disana, disindir disana, dikritik disana…tabah dan sabar ya panitia pesta blogger…no body perfect…luruskan niat…kuatkan pegangan…semua pasti bantu(minimal bantu doa)..bahkan kritikan disini pun intine mo bantu..biar semua heppy…walo susah ya menyenangkan hati semua orang…(inget film-nya jim carrey..yg mighty mighty itu)
btw pakde blontang..kapan2 kopdar di klaten yuk..aku kok kepengen makan soto ayam di deket jatinom ato sate kambing jatinom itu ya…
kian´s last blog ..ini- tentang dana tuk masa depan
soal nyoto, ayo saja… kapan? soto gedhek itu juga kusuka…
/blt/
kalau boleh tau info pb dipatenkan dimana sih dapatnya, url please
geblek´s last blog ..Lelaki Tua
mending minta Maverick yang jawab… sesimpel itu, kok
/blt/
@ fatur August 5th, 2010 9:35 am
Sejak kapan RSS yg dipublish harus minta izin dulu kalau mau diagregat?
Kalo sampeyan gak mau diagregat blognya, jangan publish RSS-nya, protek pake kondom eh password.
Kalaupun udah terlanjur diagregat kan bisa kirim email ke agregatornya bilang gak sudi diagregat. Gampang toh.
“… dalam benak saya yang namanya pesta kie cuma hura-hura tanpa makna, selain menghamburka sumber daya.”
Kalau loe nikah gak bikin pesta resepsi yah? Karena cuma hura2..
Bermakna atau tidaknya suatu pesta ya loe2 padalah yg berpesta yg menentukannya.
Kalau ada masalah ya cari solusinya, jangan bikin tambah masalah.
kalau dialog jadi ribut, itu namanya nambah masalah…
/blt/
@Kika August 4th, 2010 11:28 pm
Semoga sukses acara mendirikan taman baca ke pelosok Sulawesi dan Kalimantan akhir Oktober ini.
Untuk di Sulawesi coba aja kontak blogger2 Anging Mamiri (http://www.angingmammiri.org/), sepertinya mereka juga getol bikin acara sosial di sana.
Yah, saya cuma harap tahun ini gak perlu lagi posting seperti ini.
Secara serius, ini catatan dari saya:
1] saya suka komentarnya kika (komen 45) diatas.
2] mengingat Jakarta sudah 3 kali menjadi tempat pesta blogger, rasanya gak adil kalo tahun ini lagi2 di Jakarta. Apa salahnya kalo bergeser sedikit ke timur? Jogja atau Surabaya? Kalo bisa malah Makassar, supaya memberikan kesempatan pada para blogger yang selama ini kejauhan ke Jakarta (tapi lebih dekat ke kota2 tersebut) tuk merasakan pengalaman elit itu, gak cuma kebagian blogshop/roadtrip saja.
3] Tidak semua blogger berasal dari komunitas. Banyak juga yang independen dan anonim. Mereka juga mesti diakui eksistensinya. Tahun lalu (menurut pidato mas Iman?) PB hanya mengagungkan komunitas blogger, semoga tahun ini tidak terulang.
4] Para bangsawan yang jadi panitia, harus lebih serius memperhatikan para petani yang sudah berjuang keras tuk bisa meramaikan dari luar Jakarta/Jawa. Setidaknya akomodasi dan konsumsi. .
5] Kalo memang ngotot selalu di Jawa/Jakarta, tiap tahun sponsorilah setidaknya 10 blogger luar Jawa tuk datang ikut PB.
jensen99´s last blog ..Saya dan Partai Final
tanggapan yang asyik…
/blt/
@jensen99 : bingung saya sama maksudnya. tujuan anda ngeblog sendiri apaan? diakui eksistensinya? atau sarana untuk berbagi pengetahuan? komunitas blogger? ini blogger sebagai brand sebuah perusahaan atau blogger karena memang dia suka ngeblog. contoh deh, saya naek motor, merknya honda. Cuma karena saya tidak ikut komunitas honda, tidak berarti saya ga bisa ikutan pesta, misalnya acara 1.000.000 produksi honda? asal niat saya untuk ikut sudah ada. insha allah saya bakalan ikut meramaikan.
Jadi, menurut pandangan saya sih, komunitas blogger itu sendiri merupakan ‘kumpulan’ orang2 yang doyan ngeblog. baik ngeblog sporadis, maupun ngeblog konsisten. baik yang modal dengan bikin domain sendiri maupun yang nempel di situs penyedia layanan blogging. Otomatis, dengan anda ngeblog, anda secara sadar mengamini bahwa anda adalah komunitas blogger, sebagaimana saya mengamini bahwa saya adalah bagian dari komunitas sepeda motor, tanpa melihat bahwa saya ikut komunitas sepeda motor merk tertentu atau tidak.
Saya tidak tahu ya soal Surabaya/Jogja lebih dekat dengan kota-kota yang anda sebut. Tapi dari pernyataan yang anda buat kok saya merasa ada tendensi keberpihakan ya?
dan kenapa harus ke timur? kenapa harus makassar?
Kenapa ga ke barat? Aceh?
Kenapa ga pontianak aja? katanya itu titik katulistiwa. Pusatkan saja sekalian disana?
kemudian poin selanjutnya, bahwa panitia mengakomodir peserta. Ya, mungkin bisa diakomodasikan. mungkin lho yaa. Tapi mandangnya jangan seperti itu lah. Anda punya kalender kan? bisa dibuletin tuh bulan-bulan dimana pesta blogger biasanya diadakan. sisihkan uang jajan anda. Kalaupun tidak mencukupi, keriaan itu tidak harus dengan datang bukan? anda bisa tempel bahwa saya mendukung acara ini. paling tidak, itu yang saya lakukan.

blogshop dan tema2 lain yang diadakan panitia saya rasa sudah cukup mewakili deh, walaupun menurut saya tidak akan bisa menyenangkan semua pihak
tapi memang sih, ada satu ganjelan di saya. sesudah pesta, lalu apa? hehehe…..
Berpikirlah positif.
Tulisan yang sangat tajam..
Posisi panitia PB memang sulit, di satu sisi mereka mencoba mulai membuka untuk menyerap aspirasi semua komunitas, di sisi lain sudah terlalu banyak blogger yang kecewa dengan penyelenggaraan PB-PB sebelumnya.
Saya dan rekan-rekan dari deBlogger pun punya kekecewaan yang tidak jauh beda. Bahkan mungkin bisa dibilang kami cukup sakit hati karena susah payah kami mempersiapkan segala sesuatu untuk diperkenalkan kepada khalayak di stand komunitas, dibuat percuma karena stand tersebut jauuuh di ujung gedung. Kalau banyak blogger yang mutung karena tidak diapresiasi sebagaimana mestinya, itu menjadi “suara yang sama” dengan kami juga.
Secara fair, saya pribadi mengangkat topi untuk keberanian Rara memegang tongkat estafet yang “banyak lumpurnya” ini. Tidak banyak yang berani memegang amanah seperti ini. Saya teringat ucapan dia bahwa untuk menyelamatkan perahu yang tenggelam, kita harus terjun dan menyeret perahu tersebut ke tepian.
Saya sangat mengapresiasi bagaimana dia mendengarkan masukan/kritikan dari blogger2 Bangkalan di acara SOLO atau di acara Ujicoba LTE Telkomsel kemarin dia dengan sabar mendengarkan keluhan2 kami (baca: deBlogger). Buat saya, dia sudah melakukan step awal yang baik: mendengarkan.
Bagaimana cerita ini akan berakhir? Mari kita lihat. Sebagai pribadi, saya masih tetap berharap event-event blogger (apapun, baik itu Pesta atau Amprokan, Wisata atau Kopdar Akbar) akan tetap bisa menyatukan blogger-blogger di tanah air. Dan jujur saya tidak setuju dengan pengagung-agungan label: selebog, blogger daerah, blogger timur-tengah… baiknya membaur saja. Untuk Indonesia.
IMHO.
dhodie´s last blog ..Your Job is not Your Career
setuju, tanpa reserve. labelling sungguh tak perlu. demi Indonesia, kita ramaikan blogging, kita jalin persaudaraan, lewat berbagai cara…
/blt/
oh jadi demikian to kejadiannya.

saya blogger anyaran nggak ngerti dech yg soal ginian
ciwir´s last blog ..Tahu Drive Thru
anyaran apa pindahan?
/blt/
suatu hari kita blogger2 non ibukota (waktu itu disebut blogger daerah) berinisiatif mengadakan acara untuk bersilaturahmi, tetapi betapa luar biasa respon blogger-blogger ibukota dan (oknum) blogger jokja yang dengan sadar dan sengaja menyebut ‘pesta’ kami tidak lebih dari acara kampung 17 agustusan. hal yang demikian tidak bisa dilupakan. tidak juga untuk dimaafkan.
wah, kalau lebaran nanti diajak bersalaman, bermaaf-maafan apa yang gak bisa, Kang? dosa, lho… :p
/blt/
*nyemak sambil makan kacang*
PERTAMAXXX
gajah_pesing´s last blog ..LOWONGAN FREELANCE
Sudah lah gitu aja ngeluarin basoka..
biarkan perbedaan pendapat tetap ada, asal di dunia nyata tetap bersaudara…
Lakum dinukum waliyadiin…
Saya juga pengen ngerasain ikut pestanya…tpi klo masalah UUD ITE Saya nyimak aja …

b43r´s last blog ..Alasan dan Tujuan ngeblog
sepertinya banyak yg salah kaprah dgn penamaan ‘pesta blogger’. walaupun ada irah-irah ‘pesta’, isinya bukan dansa2, makan-minum sepuasnya (ada sih makan siang, nasi kotak tapinya), segala macem. sama seperti olimpiade atau piala dunia disebut pesta olahraga dan pesta sepak bola, padahal atletnya sendiri tidak berhura-hura. blogger ke pesta blogger untuk saling bertemu, kopdar (dan mungkin sedikit tukar pikiran, sharing); yg tadinya cuma ketemu gravatarnya sekarang bisa tau wujudnya, yg sudah tahu wujudnya sekarang bisa kumpul2 dan sharing lagi. yg susah itu kalau ke pesta blogger tapi belum punya teman, mungkin akan merasa terasing, tapi setidaknya masih bisa ikut rangkaian acara di dalamnya (talkshow, diskusi) dan siapa tau bisa kenalan sama yg di sebelahnya, jadi punya temen kan? mungkin ada yg tidak menikmati pesta blogger (kayanya pernah baca artikel korelasi blogger dan antisosial), tapi banyak juga yg bisa menikmati meskipun ada ketidaknyamanan2, gimana cara menyikapinya saja.
sip… suka…
/blt/
Betul perbedaan itu rahmat..
Ikut bantu2 di 2 PB trakhir tanpa ketemu panitia sekalipun saya sih asik2 aja tuh…
Syukur2 bisa ikut kontribusi sambil berkarya untuk kemajuan Blogger Indonesia dan komunitasnya.
Masukan yg bagus dan sukses terus yo mas Blontank Poer…
Ipul Anwar´s last blog ..Dari Balik Layar Kemeriahan Pesta Blogger 2009
terima kasih. mari kita ramaikan blogosphere Indonesia dengan konten-konten bermutu, tanpa takut UU ITE dan sebangsanya yang represif itu… sukses selalu buat panjenengan…..
/blt/
test test tes….. satu dua tiga …. satu dua tiga …. dicoba dicoba …….. (rofl)
addiehf´s last blog ..Aku Tidak Malu Datang Terlambat
ada peribahasa yang mengatakan “sudah jatuh tertimpa tangga pula” nahh…….. bagi yang sudah merasa jatuh (baca: pernah kecewa pd pb sebelumnya) jangan mau lagi untuk di timpuk tangga. namun bagi yang tetep mau (berulang2 lg) merasakan kekecewaannya yaaa berarti dia belajar dari kesalahan dan maka akhirnya pun akan salah terus (lmao) tp bila ta ingin kecewa dan salah terus ya solusinya seeh simple aja “leave, and forget it”.
daripada pusing dengan ketidakjelasan mendingan kita nyaru aja yukkk ‘;)
katakataku´s last blog ..Jangan Menungguku
Jika para ahli-ahli profesi itu sudah bisa membaca keuntungannya, bagaimana dengan sedulur-sedulur yang belum ahli seperti saya ini ya? Apa keuntungan yang bisa diperoleh… (doh)
kita belajar a la pondok saja: baik-buruk bisa dijadikan cermin. diambil hikmahnya…
/blt/
saya petani.. ^^
unga´s last blog ..Maen ke Pulau Gusung
saya blogger…
/blt/
Wuih… Dari kemarin ikut nyimak pro dan kontra ini. Memang acara PB2009 kemarin tidak membekas dihatiku. Bukan dikarenakan tidak dapat dorrprize, melainkan kurang hangatnya acara yang mempertemukan blogger-blogger ibukota dan non ibu kota (ngutip komentar no. 59).
Mending acara Amprokan Blogger yang dibuat, ada diskusi dan acaranya gak formal.. Santai tapi justru mempererat hubungan antar Blogger secara Offline dan Online..
Kita tunggu gebrakan PB2010 ini. Semoga dengan kepemimpinan Rara yang bijaksana, cantik, ramah, baik, suka menolong dan rajin ini, akan membuat gebrakan baru bahwa PB ini bukan untuk pesta rakyat atas aja, melainkan juga untuk petaninya..
Kang Blontank, kalau ke PB2010 jangan lupa bawa teh, ya.. (halah)…
Salam Kebersamaan,
Irfan
Irfan´s last blog ..Baru… Penyedia Layanan Blog Gratis Indonesia
maaf, Kang. kayaknya gak mungkin kita ketemu di forum itu. soal teh, bisa didapat dengan banyak cara. secara pribadi, saya juga berharap Rara sukses menjalani perannya sekarang.
/blt/
Tulisan ini rada nyelekit, tajam, jelas, tapi perlu, dan terbukti mencerahkan. Suwun. Harus diterima dengan lapang dada.
Yah namanya juga pasamuwan. Banyak kepala, banyak hati, banyak selera.
Satu hal yang membedakan bloggers Indonesia dari beberapa negara adalah… suka kopdar. Mereka, orang negeri lain, heran kenapa bisa blogger beda kota bisa saling kenal secara pribadi.
Jika menyangkut pesta sebagai sebuah perhelatan besar yang diniati nasional maka semuanya terpulang pada niat: sekadar kopdar akbar atau apa. Sulit membayangkan acara akbar akan memberikan perataan peran dan partsipasi, tapi justru di situ tantangannya: bagaimana merancang agenda.
Di sisi lain, agenda yang “partisipatif” pun akan berhadapan dengan kenyataan bahwa sebagai orang-orang merdeka bloggers juga datang untuk ngobrol gayeng dan guyub dengan teman dari komunitas lain. Pilihan ekstremnya dua: ngobrol di tengah sesi atau meninggalkan sesi. PB bukanlah konferensi akbar, dan tentu bukan semacam muktamar partai yang ujung-ujungnya adalah pleno untuk memilih pengurus dengan bonus resolusi.
Saya sendiri, yang baru sekali ikut PB (tahun lalu), belum tahu solusinya. Yaitu solusi agar semua orang, siapapun dia, merasa bukan hanya tamu perhelatan tetapi juga si empunya hajat.
gak ada yang perlu dikomentari, karena pernyataan Paman lebih tepat saya jadikan bahan refleksi. matur nuwun, Man…
/blt/
Perbedaan itu rahmat, jika kita bisa menerima dan menyikapinya secara bijak. Alangkah garingnya jika hidup tak dinamis, identitas harus seragam. Penolakan publik terhadap upaya penyeragaman sistematis telah meruntuhkan bangunan Orde Baru.
Ini yang tak disadari generasi yang lahir pada paruh 1980-an, karena memang tak memiliki referensi memadai. Kepada mereka, tak bisa ditimpakan kesalahan. Justru para pengggiat blogging yang lebih senior, yang mestinya mau dan aktif berbagi.
Ancaman pembatasan kebebasan berekspresi, termasuk konten blog (lewat UU ITE, RPM Konten, dll) oleh rezim, misalnya, masih dimaknai sebagi hal yang lumrah-lumrah saja.
Tentu, tak perlu mengajak blogger-blogger muda untuk berpolitik. Sebab itu pun tak baik. Biarkan mereka asyik dengan minat masing-masing, untuk mengembangkan diri, hingga menemukan eksitensinya sendiri-sendiri.
Pesta Blogger, Amprokan, dan apapun namanya, tetap diperlukan, maka perlu didorong agar lebih dinamis. Kian beragam, kian banyak medium belajar, tentang apa saja. Dan itu baik untuk masa depan Indonesia dan peradaban manusia.
Kata ‘pesta’ sejatinya netral. Semua orang (tak tergantung stratifikasi sosial), memiliki ekspresi pestanya sendiri, dalam arti selebrasi. Perayaan.
Jadi, janganlah pernah menganggap kritik sebagai ekpresi permusuhan. Jangan jadikan perbedaan sebagai senjata untuk menutup ruang komunikasi, tempat meretas persahabatan.
Kok jadi gatel pingin komentar.
Yang namanya banyak kepala, tentu banyak keinginan, banyak pemikiran, banyak selera, dan banyak macam2 lainnya. Jadi pasti suilt memuaskan semuanya.
Kalau memang ada yang merasa “tersisih”, ya mestinya berani mengungkapkan apa yang dirasakan dan kasih usul kongkrit gimana supaya hal itu tidak terjadi lagi. Jangan cuma kritik dan defense.
Ini seperti anak saya yang kalo diajak makan di X gak mau, bilang gak suka, tapi ketika ditanya balik sukanya apa, gak mau jawab, malah jawab terserah. Lha khan susah itu.
Saya yakin kok, panitia PB 2010 dan tahun2 mendatang pasti akan berusaha untuk merangkul lebih banyak blogger, baik yang tergabung dalam komunitas maupun independen. Bahkan PB10 nampaknya sudah dimulai dengan memasukkan onliner non-blogger ke dalam daftar yang bakal diundang.
Pengalaman saya sendiri pas pertama kali datang di PB 08, memang pertama serasa dicuekin. Ya wajarlah, mereka belum tau siapa itu Oom Yahya. Wajar juga kalo saya duluan yang mendatangi dan ngajak kenalan. Biarpun lebih tua ya ndak masalah. Hasilnya, sekarang siapa yang gak kenal Oom Yahya, hehe
wah, repot memang orang seperti saya. hebat tidak, bodoh sudah kelamaan…. tapi kalau disamakan dengan anakmu, ya aku jelas sangat malu. wong Anda tak bisa memahami sikap saya, kok…..
soal usul konkret, misalnya, hanya akan saya berikan kepada pihak-pihak yang saya percaya. kritik melalui posting ini pun, sebenarnya sudah menunjukkan sedikit kepedulian saya terhadap event tersebut.
andai Anda memasukkan saya dalam kategori ‘tersisih’, rasanya keliru besar. tersisih dari apa? saya punya eksistensi saya sendiri, dan saya sangat menikmati itu. ada atau tidak Pesta Blogger, tak berpengaruh bagi saya. saya justru iri dengan ‘gerakan kecil’ tapi berdampak besar seperti program kambing di Bangsari yang diinisiasi teman-teman BHI.
ya, tapi mau apa lagi. pemahaman Anda masih jauh berbeda (maksudnya, jauh di bawah saya) dengan saya dalam memaknai sebuah jejaring dan berkomunitas serta aktivitas blogging. begitu, Bung…
/blt/
mampir lagi cuma mau bilang saya menyukai komentarnya oom yahya [72]
geblek´s last blog ..Lelaki Tua
sip!
/blt/
aneh.
itu yang saya analisa setelah membaca posting ini.
juga beberapa comment-nya.
aneh.
yang salah kabinet lama, yang disalahke kabinet baru yang belum terbentuk.
pakai segala macam kata sindiran bangsawan petani.
keliatan banget ndak berani protes langsung.
cuma berani sindir sana sindir sini.
sudah gitu pakai mutung.
diajak ikut kabinet baru, biar sesuai maunya dia, malah ndak mau.
ya gimana si petani mau jadi bangsawan kalau begini caranya.
jadi petani saja terus wis.
dasar mental petani.
jadi ketahuan seperti gimana mutu si penulis.
pret.
dipikir, mbikin hajatan seperti gitu itu gampang apa?
buat kalian yang cuma bisa protes,
coba buktikan dengan bikin acara yang sama di kota sampeyan masing-masing!
apa kalian yakin bisa nyenengke semua blogger sak endonesa?
pikir!
buktikan!
bisa?
pret.
paling-paling omdo doang.
kalau cuma ngomong doang kayak gitu, saya juga bisa.
nih, komen saya ini buktinya.
so, mutu kalian sama saja kayak saya.
ndak lebih baik.
sama-sama ndak kasih solusi.
sama-sama cuma bisa keluar suara… pret!
cuma bisa keluar kentut dari mulut.
ra mutu!
lha kok sampeyan ya ngentut lumantar tutuk, ta? sangertiku, aku luwih apik tinimbang awakmu. aku wani ndhadhani risiko dipisuhi: emailku cetha, profilku genah, avatar ya duwe. lha sliramu???
mbok ajar kendel, belajar berani menampakkan identitas diri, gak pakai alamat email bodong. aku yakin, sampeyan kenal aku dan aku kenal sampeyan. sampeyan juga dikenal di tlatah blogosphere. hanya karena pengecut, sampeyan sembunyikan semua identitas. ya, kan?
kasihan deh, situ….!
/blt/
sebagai blogger daerah, mari kita buktikan kalau kita bisa bikin hajatan yang sama!
dan hasilnya harus bisa menyenangkan semua blogger sak endonesa!
ayo buktikan kalau kita bisa!
buktikan bahwa masblontank dan rekan-rekan juga punya kemampuan!
selain njeplak….
mbok kalau berani, identitasnya dikenalke ta, Mas… dadi kabeh ngerti, sing nembe njeplak kuwi asmane sapa? istilahe: satria….
/blt/
@ budi (komen 56)
Saya ngeblog karena temen2 blogger saya pengen baca tulisan saya.Apa anda baca link pidato mas Iman yang saya taruh di komen itu? Baca pun mungkin percuma, karena sepertinya anda tidak paham apa itu komunitas blogger. Next.Salah. Ini yang menunjukkan kalo anda tidak mengerti soal komunitas blogger. Coba lihat postingan & peta2 ini, mungkin bisa sedikit membantu. Singkatnya, kalo anda ngeblog, anda masuk ke blogosphere; dunia blog di dunia maya. Tapi komunitas blogger adalah organisasi para blogger di dunia nyata. Misalnya CahAndong, KopdarJakarta atau Palanta. Jangan kecampur.
Jadi kalo kembali ke pidato yang saya kutip; kesan saya adalah panitia PB 09 hanya mengakui para blogger yang bernaung dibawah organisasi, tapi mengabaikan blogger yang ngeblog tanpa bendera.
Punya peta Indonesia mas? Secara geografis Jakarta letaknya sudah di barat Indonesia, makanya ide saya adalah menggesernya ke tengah, dan itu tentu ke arah timur. Meskipun demikian silahkan saja kalo mau digeser ke Aceh, yang penting jangan terus2an di Jakarta.
Katulistiwa memang tengahnya dunia, sayangnya (Pontianak) itu bukan tengahnya Indonesia. Mohon beli peta.
Anda tinggal dimana? Saya tinggal di pinggir negara. Butuh 4 jutaan hanya untuk transportasi pesawat PP ke ibukota sana.
Sementara blogger2 Jakarta tiap tahun bisa “jalan kaki” ke acara.Uang jajan saya tak sebanyak itu, blum lagi tempat nginap dan makan.Kalo komunitas bloggerpun anda tak mengerti, saya paham kalo anda juga susah ngerti kenapa seorang blogger seperti saya merasa perlu kopdar dengan sesama teman dunia maya dalam keriaan (selevel) itu.
Silahkan, saya tidak meributkan atau menentang orang yang mendukung PB 10 maupun PB 10 itu sendiri kok. Dan acaranya sendiri masih 2 bulanan lagi. Masih ada kemungkinan saya mampu hadir tahun ini. Akan tetapi, kecuali anda panitia PB 10, anda sebenarnya tidak punya urusan dengan pendapat maupun uneg-uneg saya. Seperti juga tulisan empu blog ini (yang terang2an menyatakan tidak mau terlibat dalam PB tahun ini), maka perbedaan pendapat itu wajar adanya. Hargailah.
Kembali ngeblog, tentu. Mencari kawan baru di dunia maya tuk ditemui di pesta blogger berikutnya lagi, mungkin…
jensen99´s last blog ..Saya dan Partai Final
L.I.K.E.
/blt/
Walaupun belum pernah ikut pesta Blogger, namun udah kebayang… Keinginan masing-masing, misalkan saya yang akan menghadiri pertemuan tersebut, Sudah terbayangkan ketemu sama mas Eko, misalkan. Namun apa yang terjadi, mas Eko malah sibuk dengan teman-temannya tanpa memberikan kesempatanku untuk menyapa. Pernyataan tersebut itu wajar menurut saya, kita akan kesulitan menemukan kesan ‘Pesta Petani” di tempat yang memang lokasinya di gedung, bukan di Pos Kambling misalnya.
Entahlah… Keramahan orang Indonesia telah perge kemana…? Setelah anak-anak kita tidak bermain petak-umpat lagi sama teman-temannya, setelah anak-anak kita asyik dengan PlayStation-nya, mereke jadi kurang peduli sama lingkungannya. Begitupun dengan kita orang tuanya, bukan…?
RaRa´s last blog ..Memulihkan Citra Buruk MLM
yo rame rek
)
*komen pendek nan supam*
)
nambah komen, biar cepet nyampe seratus…
—
jebul nek dadi blogger kuwi kudu siyap repot…. ngono ya?
*aku yo gek repot, ra arep mangkat*
Andy MSE´s last blog ..Keep Your Hand Moving
makasih, bung…
/blt/
sampai segini panjang ternyata belum ada yang menjawab pertanyaan ku. Berharap ada pihak yang berkompeten membacanya dan mau menjawabnya. Saya akan mencoba mengulangi lagi pertanyaan nya.
kenapa PB selalu di jakarta dan tidak bisa keluar jakarta?
matur suwun sebelumnya.
orang daerah apa sudah mampu, Mbah?
/blt/
yang kusuka hanya Sawung Kampret, yang tak cantumkan URL blog-nya. tapi kalau ada yang mau korespondensi dengan beliau yang baik banget itu, dia cantumkan emailnya: sawung@kampret.com. IP-nya 69.72.202.186
Itulah bangsa kita, pinter sedikit langsung merasa lebih dari yang lain. Nggak perlu pesta-pesta deh, langsung sosialisasi saja ke targetnya. Siapa yang menurut kita paling tepat memanfaatkan Blog itu yang kita kejar.
sepakat…
/blt/
Kawan, setahuku pertemanan itu punya reaksi kimia (chemistry). Maka tentunya susunan lingkaran sebuah pertemanan akan terbentuk dengan sendirinya. Begitu juga dengan komunitas-komunitas. Maka perindahlah perbedaan, saya hanya ingin menambahkan bahwa “TULISAN tidak punya EMOSI, PEMBACA yang memberi EMOSI”. Sangat disayangkan bila setiap komentar ditanggapi dengan tendensius, bahwa yang ini adalah golongan A, yang ini golongan Z. Bahkan seorang teman dekat saya di milis sebuah blog sampai-sampai langsung menganggap bahwa saya golongan “anda”. Entah merujuk kepada siapa.
Sekedar berbagi info, insya Allah setelah lebaran saya akan memulai pembuatan Festival Taman Baca seluruh Indonesia. Dengan konsep dan materi hampir mirip seperti Festival Gapura punyanya sebuah brand ternama. Selama ini, kita seringkali menyediakan diri kita untuk ditunggangi oleh sebuah produk besar (sadar atau tidak sadar) namun kurang bisa memanfaatkannya dengan baik. Hanya dengan senang-senang, dibayari makan dan tidurnya maka selesailah urusan. Sungguh alangkah indahnya bila produk besar itu bisa diarahkan lebih ke pemberdayaan dan pemanfaatan internet dengan sasaran yang lebih spesifik. Misalnya, pembuatan “desa internet” atau pembuatan “rumah blogger” ditiap-tiap kota atau daerah. Dengan tetap mengedepankan aspek manfaat publik yang lebih besar, dengan begitu kita sebagai blogger yang notabene “sudah lebih melek” terhadap teknologi bisa menyebarkan/kampanye kegiatan teknologi informasi melalui pelatihan-pelatihan atau kursus-kursus gratis. Sehingga target digitalisasi informasi bagi pemerintahpun bisa terbantu. Seperti KTP Online dan lain-lainnya.
Senang-senang itu hal mudah, sangat mudah karena serasa gula yang melewati lidah. Namun berbagi manfaat sembari bersenang-senang tentu akan lebih hebat. Dan tentu yang namanya panitia, senang-senangnya lebih terkurangi
.
Yuk ah, jangan biarkan diri kita jadi ladang promosi semata. Ajak pula yang berpromosi itu berbagi benefit yang lebih dengan kita, sehingga profitnya bisa dirasakan semua orang.
*sori pakde melok komentar maneh awakku, padahal ga weruh opo-opo hahaha…
Tampaknya pemilik blog ini sangat emosional sekali. Sekali disentil dengan orang yang anonim (yang adalah, hak orang tersebut untuk anonim), langsung tersinggung.
Bukti tersinggung? Ya itu, sebar-sebar IP address orang yang nyentil tersebut.
Jadi sepertinya penulis blog ini tidak jauh beda dengan orang-orang yang dia tuduhkan dalam klaimnya, walaupun menggunakan bahasa tersirat.
Bahasa tersirat atau sindiran sendiri merupakan tindakan pengecut. Kalau hendak protes, langsung saja, tidak usah sindir-sindir dan menggunakan bahasa tersirat.
mau tanya, pak poer.
waktu diajak bertemu oleh panitia baru untuk diskusi bersama, kenapa menolak untuk datang? lebih enak bukan kalau diskusi dua arah, kebanding misuh satu arah. eh itu kalau saya ya.
dan juga, bukannya teguran itu lebih enak disampaikan secara langsung kepada yang bersangkutan, kebanding lewat forum umum? teguran macam yang terakhir itu sih namanya cari massa aja. sekali lagi, itu kalau saya.
Terima buat penulis blog yg sudah membuka email dan ip saya.
Itu menunjukkan bahwa tulisan saya sangat benar adanya.
wis ra mutu, bodo pisan.
pret.
logikane piye ta iki? lha wong email hoax, link blog juga tipu-tipu gitu, kok… xixixixixixixixixixixiixixxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
/blt/
@naif yang baik, coba deh direnungkan kembali. kalau Anda benar, kenapa harus menyembunyikan identitas? salahkah saya merespon Kampret yang komentar tidak sopan dengan menyamakan mulut dengan (maaf) silit atau dubur? sampai bisa nulis, Anda pasti pernah belajar dan dididik orang.
Saya itu lama hidup di jalan. tak sulit saya nyari sosok Kampret (yang di komentar terakhir, no. 86 dia berganti saluran dengan IP 125. 164.6.76). kalau mau gentle-gentle-an, kan bisa cari lapangan lalu mengundang orang buat tontonan. asyik, menghibur. itu memang tak beradab bagi saya. tapi kalau adab Si Kampret memang demikian, ayo saja. Anda pasti suka kalau dia jadi manusia jantan, kan? Hahaha…
@nita: harap dimengerti, saya tak butuh dilibatkan. pingin terlibat pun tidak. jadi, tak ada hubungan saya mau diundang atau tidak. mari diskusi/dialog tanpa embel-embel. saya bisa berkawan dengan siapa saja, kok. maling dan pelacur saja saya bisa berteman baik apalagi orang-orang yang lebih terhormat profesinya?
INGAT! saya meladeni semua respon pada posting saya karena saya ingin bertanggung jawab. dan saya tunjukkan IP yang dipakai Kampret demi mengajarkan padanya cara bertanggung jawab.
TOLONG TEMAN-TEMAN MEWASPADAI PEMBELOKAN ISU KE ARAH PERBEDAAN PENDAPAT SEMATA. ADA YANG LEBIL PRINSIPIL, BAHWA CARA-CARA TOP-DOWN MODEL PESTABLOGGER HARUS DIREVISI.
wangsulanipun panjenenganipun mas blontank poer punika namung ngatonaken menawi analisa kawulo mboten wonten lepatipun.
*membungkus pisuhan dengan kalimat sopan* (niru panjenengan)
TALK is CHEAP.
ACT, is the one that counts.
panitia PB 2007 2008 2009 sudah act.
dengan sepenuh hati.
dan jiwa.
dan raga.
esuk sore awan mbengi nganti ora turu.
demi bisa berjalannya hajatan.
nyari sponsor sana-sini.
nyari inputan sana-sini.
memastikan hajatan bisa berlangsung.
apapun hasilnya, pasti ada ketidak sempurnaan.
kesempurnaan hanya milik Allah semata.
murka namanya, kalau menuntut panitia untuk bisa sempurna.
panitia pasti sadar akan segala ketidak sempurnaan.
dan panitia pasti juga sadar bahwa ketidak sempurnaan itu ajang dipisuhi.
makanya saya kemarin nantang sama sampeyan dan yang lain.
yang cuma bisa misuhi.
coba ACT!
coba bikin hajatan yang sama.
supaya,
nanti,
saat kalian gagal menyenangkan semua blogger sak endonesa.
kalian bisa kita pisuhi beramai-ramai.
mau?
i don’t think so.
catatan:
soal anonimitas.
lha katanya berbeda pendapat itu boleh.
berbeda pendapat itu rahmat.
lalu kenapa harus memaksakan prinsip soal nama?
rak sampeyan jadi sami mawon sama bangsawan pemaksa kehendak to…
sekalian saja bikin disclaimer:
ndak boleh anonim, because I said so.
(hmm… mengingatkanku pada siapa ya… wahahaha)
lagi pula, kenapa yang diprotes malah hal yang trivial?
mbok ya protes sama isi protes ku gitu….
soal ACT.
berani?
wah, bingung kudu nganggo emoticon apa untuk jawab komen sampeyan…
/blt/
masih menunggu jawaban dari pertanyaan saya, dan saya rasa banyak juga yang berharap jawaban kenapa PB selalu di jakarta.
@pakdhe blontank
sampeyan itu blogger daerah, wes ra sah neko-neko wakakakakakakakakaakkaka
mbah sangkil´s last blog ..Harga Kamera DSLR canon dan kamera saku Canon
Hik hik, Pakde Blontank niate mengajak semua untuk andil dan ben iso mendukung PB kembali ke khittah, kok malah Mas Kampret kuwi langsung nggawe tantangan pisahan koyok talak. Padahal mengkritik itu tanda cinta loh.. Lah terus kapan bersatunya kalau begitu..
Mungkin NdoroKangkung itu bisa kasih jawaban yang pas..
@cak sawung kampret
sepurane sing akeh kang, sampeyan suroboyo ta cak? kalo iyo ayo diskusi wae ambek aku. ngopi2 nang cak mis sambil kene sisan kenalan sopo ngerti iso bisnis bareng golek duit bareng hahahhahhahahahaha
diskusi sing gayeng sing asik sambil kene tukar pendapat bukane tukaran lho cak. capek diskusi weteng luweh kari golek badokan sing enak mbuh kui sego sambel opo bebek kranggan opo liane sembarang.
kalo sampeyan gelem cak emailen aku nang kene yo gandhi7th@gmail.com
mbah sangkil´s last blog ..Harga Kamera DSLR canon dan kamera saku Canon
mas poer…
lha wong sudah jelas anak-anak jakarta itu cuma mampu bikin TOP-DOWN.
ndak mampulah mereka itu bikin BOTTOM-UP.
mbok yao sampeyan yang mulai memprakarsai bikin yang BOTTOM-UP.
biar bisa puas poro konco sakabehe.
sekali-sekali nggawe hajatan nang suroboyo, po’o.
men cak sangkil iku seneng.
rak mung nang Jakartaaaa ae thok.
piye cak?
setuju?
nek nang suroboyo aku yo melok!
@sawung kampret
lha cak poer arek solo mbok jak gawe hajatan nang suroboyo. Kewalik cak kudune awak mu mbek aku sing gawe hajatan nang suroboyo. ra sah hajatan gede2an, hajatan kecil2an ae cangkruk2an sambil ngopi2. Asal ojok hajatan budhal bareng nang ndolly ae wakakakakakaka
“Saya itu lama hidup di jalan. tak sulit saya nyari sosok Kampret (yang di komentar terakhir, no. 86 dia berganti saluran dengan IP 125. 164.6.76).”
lha kok bisa yakin kalau ip itu digunakan sosok Kampret?
berdasarkan apanya?
namanya?
emailnya?
wis ra mutu, bodo pisan.
pret.
kalau bermutu, saya tak mungkin dipisuhi sampeyan, Cak… gak bayangke sampeyan hormat, terus cium tanganku karena cumak dianggep luwih bermutu…
/blt/
wis, ah… aku merasa waras & gak punya dokar, jadi gak usah buang-buang waktu ladeni Kampret. mau mati-matian dukung PB ya silakan, wong yakin bakal masuk surga.
kupikir jantan, ternyata tak bernyali.
silakan habiskan energimu untuk marah-marah, nak… hahahaha……
“sekali-sekali nggawe hajatan nang suroboyo, po’o.
men cak sangkil iku seneng.
rak mung nang Jakartaaaa ae thok.
piye cak?
setuju?
nek nang suroboyo aku yo melok!”
wes onok hajatan gede kok nang suroboyo, temenan ta melok? kalo temenan ayok bareng aku nyuksesno Festival Seni Suroboyo. Kalo sesuk rapat maneh kowe gelem tak jak po ora? Iki yo onok rencana nanam mangrove nang pamurbaya, festival musik kampung sing ngadakno dewan kesenian surabaya.
Piye cak kampret? ra sah mikir sing nasional2 awak ndewes, ra sah ribut maneh, ayok bareng aku nyuksesno hajatan ne suroboyo.
mbah sangkil´s last blog ..Harga Kamera DSLR canon dan kamera saku Canon
aku melok, Cak…
/blt/
kanjutkan…….!!!!!!!!!!!!! bwahahahaaaaa…….
addiehf´s last blog ..Aku Tidak Malu Datang Terlambat
kita lihat pendapat yang punya blog ini, lihat ini http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1279.
dan kalo diskusi, mbok ya don’t shoot the messanger. tetep fokus ditopik, kalo situ bisa wkwkwkwkwk.
jangan bahasa Inggris, ah… aku hanya bisa bahasa Indonesia dan Jawa
/blt/
heran… mengapa jadi rame begini? ini kan cuma kebebasan berekspresi?
yang menarik… ada beberapa komentator siluman.
sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya, anonimous di internet adalah hal yang wajar, lumrah, dan sah… tapi ketika digunakan untuk “menyenggol” orang lain ibaratnya menjadi “wani silit wedi rai”…
@blontank: maaf, saya tidak bisa berkomentar dengan baik soal tulisanmu ini…
@all: maaf, saya tidak ikut pestablogger… (jangan tanya alasannya karena ini juga kebebasan berekspresi)…
salam sukses!
Cah Gembagus´s last blog ..Pemecah Rekor
blogger kok disebut siluman sih? jangan merendahkan martabat orang lain, ah…
/blt/
pas satus… (dance)
blogger pancen aeng aeng! *kudune wis 99 kih*
blogger jelata : cuma nyimak…!
jadi teringat sebuah kalimat…, “Everything is political…”
dalam pengertian luas di seluruh aspek kehidupan selalu saja ada segerombolan orang yang berkonspirasi melakukan klaim kebenaran secara sepihak. dan yang mayoritas kemudian harus tunduk mengikutinya. herannya yang seperti itu terlegitimasi dengan sempurna melalui kemasan-kemasan yang entah itu namanya demokrasi atau bahkan atas nama kucing kurap yang disebut brand ataupun setan belang yang namanya hak kepemilikan intelektual.
tak lagi penting apakah yang mayoritas tahu, sadar, mengerti atau bahkan tidak mau tahu bahwa mereka sudah dieksploitasi dan didagangkan oleh segelintir orang yang “terlegitimasi”. buat yang segelintir orang “terlegitimasi” terlihat lebih capek sedikit ketimbang yang lain tak apa asal yang penting bisa bermandikan popularitas bahkan mungkin menambah angka rekening banknya atas nama yang mayoritas.
lalu kenapa harus jadi ribut???
kalau yang segelintir orang “terlegitimasi” merasa apa yang dilakukan sudah benar, ya lakukan saja…
apalagi jika yang mayoritas juga merasa senang dan bahagia dibodohi, dieksploitasi dan didagangkan, ya monggo saja…
pun ketika ada yang tercerahkan dan melakukan kritik terbuka, juga sah-sah saja…
tak ada guna memaksakan kebenaran yang satu kepada yang lain. toch pada akhirnya setiap orang dengan maqam kesadarannya masing-masing punya pilihan bebas untuk bersetuju ataupun tidak, memilih yang manapun tanpa terkecuali memilih untuk tidak memilih.
tetap saja berlaku aksioma…, “siapa yang menanam, dia pula yang akan memetik hasilnya…”
itempoeti´s last blog ..Rumah Aspirasi Atau Rumah Korupsi
ahhhh.. saya jadi ingat bbrp tahun silam ketika ranah blogger ini diributkan istilah Seleb Blog / Blog Seleb..
ada ada saja… xixixixixi….. selamat pak dhe komennya tembus 100 :p
weleh, apakah perlu dikotomi seleb-nonseleb, sih? blogger ya blogger, wong sama-sama makan nasi, kok…
/blt/
Wah iki gara2 aku cuti 1 bulan dadi blogger ketinggalan banyak hal kie…..
Ya kalau saya sih kang, berharap semoga PB benar2 bisa jadi ajang Sillaturahmi dan persaudaraan yang erat antar blogger, bagi saya apapun ajangnya kalo disana kita bisa bersillaturahmi dan beranjangsana, monggo kerso, aku mung cuma goleh peseduluran mawon…….
PB tahun ini…. pripun panjenengan sedoyo ingkang dados penyelenggara?
silaturahmi itu prinsip…
/blt/
[...] Poer questioned the purpose and the running of the national event for bloggers in a post entitled Its not a question of the party (Bukan Soal [...]
Blogger kok pada berantem sih. Udah sepanjang ini
gak adabelum ada solusi. Coba dilist apa aja kekurangan pesta sebelumnya dan apa yg dinginkan ada pada pesta yad.Atau coba mulai dari msalah yg ditulis di posting ini, yaitu:
1. “Blogger dari berbagai daerah mengeluh dan mengaku kecewa lantaran adanya ‘kesenjangan’ keramahan, antara di dunia maya dengan di alam nyata.”
Solusi: ………
2. “Blogger dari berbagai daerah berharap memperoleh kehangatan pertemanan seperti dirasakannya di ranah daring.”
Solusi: ………
3. “‘Pesta Blogger’ itu merupakan brand yang dimiliki sebuah badan usaha, alias bukan milik bloggerwan-bloggerwati Indonesia.”
Solusi: ………
4. “Penautan website-website resmi komunitas pada mesin agregator situs resmi Pesta Blogger tanpa ijin/pemberitahuan ke administrator masing-masing, merupakan bentuk klaim sepihak, yang dilakukan secara halus.”
Solusi: ………
5. “Blogger ‘merebut’ momentum pesta itu untuk kemaslahatan sebanyak mungkin orang, demi hajat hidup orang banyak.”
Solusi: ………
6. “Orang seperti Prita Mulyasari ditempatkan pada posisi yang seharusnya, sebagai alat untuk memperbaiki keadaan, agar tak ada lagi korban kesewenang-wenangan.”
Solusi: ………
7. (Silakan tambahkan)
Untuk mencari solusi, jangan terjebak pada perdebatan ttg yg sudah terjadi.
makasih… kesimpulan yang menarik. tapi, titik-titiknya diisi sendiri-sendiri saja. kita renungkan bersama….
/blt/
ruame tenin..
Aku sendiri belum pernah ikut PB sama sekali, karena jauh dan berbayar (apalagi sekarang sudah tidak open-source, karena kabarnya sudah dipatenkan).
Lebih suka ikut acara yang bersponsor, dan pasti harus ikut sesi-sesi sponsor, tapi tidak mengapa karena itu hanyalah sekedar “pesan sponsor”. Dana dari sponsor pun mengalir ke blogger itu sendiri, ndak kemana-mana.
Jadi…bagaimana kalau nama yang sudah terlanjur dipatenkan itu, ditinggalkan saja. Dengan ikhlas berganti judul tanpa memakai kata-kata yang dipatenkan itu.
Acaranya dibuat benar-benar suka ria (ndak ada lagi penyuluhan internet buat pengguna internet yang setiap harinya 8 jam berada di depan internet). Piknik sana-piknik sini bersama sponsor yang mau mengerti. Jadinya, Hajatan Weblogger Indonesia (sudah lain dengan yg dipatentkan, kan
) bisa bergeser-geser. Dan semua bisa menikmati pesona Indonesia.
Tentunya tidak cuma 1 hari (pagi-sore), tapi menginap 1 malam. Biar seorang blogger bisa bertemu dengan blogger pujaan hatinya yang belum pernah bertemu, padahal harusnya bisa bertemu hanya karena blogger pujaanya duduk di ujung bangku sebelah sana.
^_^v
Pojok Pradna´s last blog ..Like a Post Well Then- “Like” It!
mbok memuja Gusti Allah, bisa dapat pahala. memuja blogger pujaan itu bisa terjerumus berhala, lho. kalau ketemu berhala, itu syirik, dosa besar. :p
/blt/
memang bukan soal pestanya,… bagaimanapun pegel dan capeknya panitia PB mungkin juga hampir sama dengan pegelnya teman-teman bengawan, wonosobo, bekasi, ataupun surabaya ketika mengadakan acara, namun mengapa harus dibedakan itu event nasional atau regional ataupun daerah, atau karena ada menteri, toh di tempat rekan-rekan lain malah didukung sepenuhnya oleh pejabat pemerintahan juga. Bagi saya itu semua levelnya nasional yang melibatkan rekan-rekan dari luar daerah solo ataupun dari sumatera yang jaraknya sudah sangat jauh sekali. Itulah mengapa keberhasilan Jakarta membranding dirinya menjadi kota yang bisa mewakili nasional, sebagaimana salah kaprah dalam SBI dan RSBI itu.
Juga kejadian di pesta-pesta tahun yang sudah berlalu ketika puncak pesta diadakan di jakarta setelah muter roadshow ke banyak tempat, itupun menjadi hak mutlak panitia pelaksana lokal daerah ibukota sana karena memang tempat organisasi pelaksananya atau perjanjian internal panitia memutuskan ada disana, dan usaha panitiapun berhasil menghadirkan 1500an blogger yang ngganteng-ngganteng dan cantik-cantik. Juga acara yang diinisiasi temen-temen di kota masing-masing pun juga sukses, tergantung apa target dan konsep acaranya, bukan jumlah yang datang atau gebyarnya saya kira. Dan siapapun yang datang dan suka, bukan soal yang sangat esensial sebab tergantung chemistry yang ada diantaranya, ada yang nggak cocok dan misuh-misuh, saya kira juga hal yang sangat super biasa begitu pula sebaliknya.
“jadi masalahnya itu apa to?”
kok sampe ada yang marah-marah, kebakaran jenggot, terus ada saling dukung dan lain sebagainya, atau malah saya pikir lebih baik begini kalo mau pesta bloger, saling komentar, pisuh-pisuhan di blog masing-masing dan selebihnya hanyalah kopdar, atau pesta workshop untuk yang belum paham tehnik blogging atau apapun itu namanya. selama tidak melanggar norma-norma kepantasan dan juga nggak ada larangan ataupun fatwa yang mengharamkannya.
apakah kita disini masih bermasalah dengan pelevelan nasional dan derah tersebut, ya silahkan saja kalo masih begitu, benahi diri, otak dan persepsi masing-masing dalam berbangsa, bersosial, berteman atau apapun. sebab kalo sudah sampe pada level mengganggu eksistensi dengan saling membeda-bedakan. saling serang, baik disengaja ataupun tidak, selain dikembalikan pada diri masing-masing, juga saling penerimaan atas perbedaan artinya masih menjadi beban kita semua sebagai mahluk hidup untuk selalu belajar, belajar, dan belajar, dan tentu saja bisa dilakukan dimanapun juga kepada siapapun, sebagaimana yang juga saya pelajari disini, disitu ataupun disana.
dan sekali lagi, ada masalah apa to? postingan keren begini kok jadi banyak pertanyaan dan malah keluar dari esensi ketakutan akan bahaya kekuasaan yang siap menerkam kita-kita, meskipun dewan yuri dan penilainya pun tidak ada…
suryaden´s last blog ..lipsync
mbok biarin saja ta, Mas Suryaden… serius banget tanggapanmu
/blt/
satus sepuluh… (dance)
tak ada asap tak ada api
Andy Muryanto´s last blog ..Siwalan
Saya menulis blog adalah karena saya seorang yang ingin mengutarakan uneg2 yang ada di otak. Adapun sebuah acara yang disebut Pesta Blogger sendiri menurut saya adalah sebuah hal yang positif. Positif karena tujuan awalnya adalah memang untuk ajang pertemuan para blogger. Terlepas mereka hanya sekedar mau foto bareng ataupun membicarakan hal yang serius. Terus terang, saya baru benar2 nge-blog aktif semenjak 2 tahun ini.
Heboh banget sih tulisan anda pak, saya juga bingung yang mau Anda bahas di sini apa sih? Sampai-sampai komennya demikian panjang. Dan lucunya koq ada yang pro dan kontra. Kalau memang sampeyan tidak ingin ikut ya siapa yang mau ngelarang? Saya juga mungkin 100% ndak bisa ikut karena posisi saya ada di tempat yang jauh dari jakarta.
Menurut saya, mendingan anda menuliskan sesuatu itu yang pasti dan to the point. Buang jauh itu adat jawa yang biasanya cuman nyinggung dan basa-basi kalau ingin mengutarakan pendapat. Kita bukan hanya orang jawa saja yang ada di sini, Seluruh orang yang ada di internet tidak kita kenal terkecuali kita kenal langsung.
Kalau anda memang ingin memperbaiki pesta blogger, tiada lain jalannya selain menyampaikan aspirasi anda kepada para pelaksana PB 2010. Kalau anda memang ingin membuat sebuah kontroversi dan ingin menambahkan traffic ke blog, oklah cara anda sudah berhasil. Dan kalau Anda ingin lebih memperbaiki PB 2010 don’t just write and talk! Anda bisa juga ikutan menjadi salah satu panitianya dan aspirasi anda akan lebih didengar di sana.
Nggak ada yang salah ama pestanya, hanya orang-orang yang senewen saja yang menyalahkan. Senewen itu ada karena banyak sebab. Kemungkinan hanya gara-gara tidak disapa pas pesta blogger, ada juga yang nggak setuju karena adanya sponsor, ada yang tidak setuju karena pemikiran yang berbeda.
So what?
Kalau memang tidak disapa ya nggak masalah, emangnya bisa menyapa 1 juta blogger dalam hanya beberapa jam pertemuan? Emangnya bisa menyatukan seluruh pemikiran hanya dalam 1 meja duduk bareng dan diskusi selama 1 hari?
Pakai sponsor? Lha emangnya kenapa kalau pake sponsor? Nggak boleh? Setiap kita memakai sponsor, so pasti sponsor pun ingin imbal balik. Sebagaimana Djarum Indonesia Super Leage atau LA Street Basket, mereka juga ingin embel2 produk mereka di kompetisi itu, jadi juga ndak masalah saya rasa. Lalu apa yang salah dari pesta-nya?
Ah ya, mungkin terlalu Jakarta, karena setiap pesta dilaksanakan di sana. Mungkin panitianya punya pemikiran lain kenapa harus di jakarta dan karena penilaian-penilaian itulah dilaksanakan di sana. Namun kalau memang ingin dilaksanakan di tempat lain, maka itu juga melalui dasar pertimbangan yang lain. Usulan dilaksanakan di tempat yang lain pun bisa saja dilakukan, asal ada aspirasi, tapi mana aspirasinya?
Jadi saya rasa kalau isinya cuman hanya ingin “TOP-DOWN PESTA BLOGGER HARUS DIREVISI” ya dari awal sebenarnya Anda harus menyampaikannya dan tanpa basa-basi ini dan itu. Tidak setiap orang suka basa basi, terutama saya. Bahkan kalau komentarnya sekarang malah ada Pantat dan Dubur jangan salahkan yang komentar, karena memang tulisan anda ndak jelas dan banyak basa-basinya.
Stop this crab anyway. Terlepas dari ini semua, saya mohon maaf klo ada komentar yang salah.
saya tak butuh traffic tuh, mas… salah sendiri pada meramaikan. mbok didiemin saja… apa gak capek sampeyan bikin komentar panjang-panjang begitu?
maaf saja kalau tulisan saya penuh basa-basi dan tidak jelas. saya masih ajar nulis. maukah sampeyan jadi guru nulis saya? berapa saya harus bayar bulanan atau jam-jamannya? kalau bermanfaat, aku mau belajar lho….. suerrr………….
/blt/
sudah 111 ternyata belum ada juga yang menjawab pertanyaan ku. Bahkan by email kepada mereka2 yang berkompeten pun belum ada balasannya. Ah saya gak mau berpikir negatip mungkin mereka2 disana lagi sibuk dengan aktivitasnya, dan tetap rela menunggu kok.
saya cuma bertanya pertanyaan yang sudah lama gak da jawabannya, yang ada malah jawaban kasak kusuk yang kebenerannya 50:50. Akan lebih afdol bila mereka-mereka yang berkompeten mungkin mantan2 chairman, atau bos2 dibelakang layar yang menjawab.
KENAPA 4x PENYELENGGARAAN PB SELALU DI JAKARTA?
matur nuwun sekiranya sudi menjawab pertanyaan ini.
MERDEKA!!!!!!
hohoho. ra kuat baca kometar-komentare. akeh banget.
saya setuju dengan hampir semua yang pakde tulis. kecuali soal “dikotomi” bloger jakarta dan blogger daeah. kesannya kok jadi ada semacam “penjajahan” gitu.
. tapi bagaimanapun, saya rasa sentilan ini sangat perlu.
btw, agak mengherankan juga kalau ternyata brand PB itu dimiliki oleh instansi tertentu. saya baru tahu juga. tapi ya mau gimana lagi? kalau ndak ada pilihan?
Saya sendiri akan sangat mendukung, misalnya, blogger non jakarta ini mau ngadain PB di daerah. Di solo misalnya. Beneran. Cuman masalah teknis, saya ga paham. Terus terang saya bosen kalo PB diadain di jakarta melulu.
aku melet wae ya, Kang? titik dua p
/blt/
@bangsari
kapan ke surabaya lagi nraktir bebek wakakakakakkakakakka
*komen nyelimur*
[...] Baca juga: Tak Ada yang Salah dengan Pesta dan Bukan Soal Pestanya. [...]
Rame2 menjelang PB ini udah seperti agenda rutin, om ya
)
Okehlah setuju dgn postingan situ. Tajem ga papa, walau saya ga suka, bukan brarti kita ga bisa temenan tho?
Soal “njajah”, atau bangsawan-petani, atau blogger kota dan daerah.. itu isu lama..
Saya sempat merasakan sama.. tetapi setelah dipikir, ini persoalan kesan,dan cara apresiasi, dalam arti pesan silaturahmi yg tidak sama yg ditangkap antara semua blogger, seluruh indonesia.
Seharusnya *menurut saya lho ya, persepsi silaturahmi nya ini dulu disamain. Saling ngerti kemampuan yg satu, atau keterbatasan yg satu dengan lainnya.
Misal saya ternyata ga enakan diajak ngobrol setelah ketemu, atau ternyata setelah ketemu saya goblok dan ga ganteng, .. ya salahkan saja saya, jgn salahkan tempat kita bertemu.
Persoalan nyaman itu jg tergantung sifat dan watak person blogger nya. Kalau misal saya suka diem, jrang ngobrol, dan lbh nyaman bermain dengan teman2 itu saja, nah itu juga hak person blogger nya. kalau dituduh sombong, boleh lah. Tetapi alesan sombongnya juga harus kuat.
Karena yang pasti setiap dari kita punya sifat , watak, ego, dan rasa nyaman sendiri2.
Bukankan ini kemerdekaan pribadi yang jg diamini blogger2 sendiri dalam blog mereka tho?
–
Kalao memang urusan duit/bisnis/jog-jogan label logo/ lembaga asing dan sekawannya..
Saya belum tahu soal ini. Tetap jika pun benar. Maka saya penasaran visi misi apa yang menurut om blontank sudah ter”kotori” kepentigan bisnis itu? Jelas visi misi bisa dibangun dan dipoles terus kalau ingin lebih baik.
Karena sampai sekarang, entah saya yg terlalu polos, tidak merasakan ada kerugian buat diri saya dari aktifitas bisnis panitia, atau peserta. atau siappun jug yg meramaikan.
Semua dateng dgn mimpi2 mereka di PB-PB sebelumnya, ada yang niat nyari temen, pdkt, pengen ketemuan, atau malah jualan dan pacaran..sah sah saja..
semua dateng dengan mimpi dan ide2 mereka sendiri..
lalu, mimpi dan ide2 Om Blontank apa kira2?
leksa´s last blog ..Selamat Datang Piala Dunia 2010
mimpiku sederhana saja, PestaBlogger jadi ajangnya para blogger. kalau ide, berhubung mahal harganya, mau saya pakai sendiri dan komunitas kami saja… hehehe….
/blt/
Berikut komentar saya di postingan Mas Iman Brotoseno, tampaknya masih cocok aja disalintempel di sini:
Buat saya, Pesta Blogger itu sendiri sudah berwujud pesta seperti yang saya bayangkan. Bertemu dgn teman2 lama dan berkenalan dengan banyaaak teman baru. Bisa senang2, makan2, ngobrol2 dan membuka banyak kesempatan baru.
Bentuk pesta mau seperti apa (festival band, foto2, workshop atau seminar) ya tentu disesuaikan dengan usulan dan konsep yg muncul selama persiapan. Tahun lalu ada roadshow ke 10 kota, saya datang ke sebagian besar di antaranya. Masing2 kota melaksanakan pesta dgn modelnya sendiri2 dan itu keren.
Apakah Pesta Blogger harus berwujud obrolan serius berujung aksi sosial yg nyata? Well, not for me. Kita punya cara masing2 untuk berkreasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Sementara ini ada kesempatan untuk bertemu muka tanpa harus bersusah payah menyelenggarakan hajatan, kenapa nggak kita manfaatkan?
Gosh.. nggak gampang yoo menyelenggarakan event sebesar ini. Salut saya utk para panitia yg sudah bekerja keras secara profesional. Mustahil memuaskan semua orang, kita cm bisa berusaha memberi sebaik2nya dari diri kita.
Budaya mengkritik itu indah, apalagi bisa disertai dengan kesediaan mendengar dan membuka diri. KEREN banget kalau kemudian bisa berujung dengan ide dan solusi.
Talk is cheap, act that is count.
#halah kok panjang, jd pengen bikin posting di blog aja
@Mbah Sangkil
Ttg pertanyaan sampeyan ttg kenapa PB selalu diselenggarakan di Jakarta, mungkin tulisan ini bisa menjawab:
http://www.maverick.co.id/social-media/2010/08/menyoal-pesta-blogger/
asyik… suka dengan komentar nonadita. ayo, bikin posting sekalian saja…..
/blt/
Pengin ikut PB 2010,..Pake daftar Ga sech?? Boleh pake sendal jepit to,…Ndoro??
wah jumlah komennya nggilani… dan seru. *nunggu komen tembus 200*
SATUSRONGPULUH…….. motret meneh wae yuk Pak..
joell´s last blog ..KLANGENAN
@mbah sangkil, salam kenal.
Mbah Sangkil ini sepertinya akan cocok kalau bekerja sama sama mbak Rara. Sama-sama aktivis sosial lingkungan. Saya dan istri kebetulan kenal sama mbak Rara ini. Selain profesinya sebagai dokter gigi dan penulis, beliau juga aktif di komunitas Anging Mammiri, yang punya schedule acara sosial segambreng. Masih ditambah lagi di rumah mbak Rara ini tiap dua kali seminggu dipakai untuk tempat belajar anak-anak jalanan. Dan disela-sela kesibukannya itu, mbak Rara masih menyempatkan diri untuk memikul tanggung jawab penyelengaraan Pesta Blogger 2010.
Selain mbak Rara, di antara panitya PB2010 juga ada mbak Henny, guru yang juga aktivis lingkungan. Lebih tepatnya aktivis sampah. Bisa diintip di blognya : blogsampah.blogsome.com. Beberapa event pameran / bazaar untuk sosialisasi tentang sampah, sempat dimotori oleh mbak Henny ini. Saya rasa Mbah Sangkil akan senang sekali bekerja sama dengan mereka. Minimal bertukar pikiran. Ajang kopdar PB2010 ini sebetulnya bisa menjadi titik awal pertemuan dan kolaborasi positif antar blogger untuk ke depannya.
Kalau yang saya dengar dari mbak Rara dan mbak Henny sendiri, sebetulnya PB2010 ini memang sudah akan dikonsep supaya arus bawah punya suara. Konsep awal untuk venue-nya adalah konsep festival, dimana komunitas-komunitas yang berpatisipasi akan dibuatkan seperti stand, supaya suara komunitas bisa “terdengar”. Komunitas yang berpartisipasi akan ditawari untuk merancang dan me-manage ‘acara mini’nya sendiri. Panitia PB akan bantu di logistik, dll. Makanya mbak Rara aktif “mengejar” masukan kesana-kemari. Ada yang mau berdialog, ada juga yang tidak.
Mbak Rara dan panitya sadar bahwa banyak yang belum sempurna dari penyelenggaraan PB yang lalu, salah satu contohnya adalah aksesibilitas untuk peserta berkursi roda seperti saya. Ajang PB kali ini mereka usahakan agar bisa mengakomodir hal-hal yang belum sempat diakomodir oleh PB yang lalu.
Saya pribadi sangat mendukung upaya-upaya ke arah yang lebih baik. Walaupun saya juga mengerti kalau ada yang belum terakomodir (seperti aksesibilitas di PB-PB yang lalu), ataupun soal lokasi yang selalu di Jakarta. Perlu waktu beberapa kali PB sebelum kebutuhan saya pribadi sebagai pengguna kursi roda terakomodir.
Mengenai soal Jakarta, saya pikir sebabnya adalah karena sponsor (dan uangnya) lebih banyak ada di Jakarta. Sadly, memang 70% uang republik ini beredarnya di Jakarta. Andaikata ada sponsor daerah yang mau full sponsori di daerah, tidak ada salahnya PB di tahun-tahun yang akan datang bisa dilaksanakan di daerah.
Kalau memang PB2010 ini belum bisa di daerah, mari kita upayakan agar PB2011 bisa diadakan di … . Kita doakan dan ikhtiarkan saja. Apapun itu, kalau kita ikhtiarkan, Insya Allah bisa terlaksana. Semoga!
catatan:
Saya bukan panitia PB, cuma kebetulan kenal dengan beberapa teman yang jadi panitia PB. Andaikata ada pihak yang merasa tidak berkenan dngan tulisan saya, sebelumnya saya mohon maaf lahir batin.
Terimakasih pak Poer untuk diperbolehkan numpang comment di blognya.
suka banget dengan komentar ini. suejuukk….
sekadar tambahan, tulus saya mengapresiasi perjuangan Rara untuk melakukan yang terbaik demi memuaskan banyak pihak dan membuat PB2010 lebih berwarna. walau saya tidak sepakat pada banyak hal, tapi saya salut pada kerja keras Rara dan beberapa (belum semua) teman…
salam kenal, Kang Ivo…
/blt/
masalah pesta itu adalah urusan bersenang2.
tapi kok mau ikut pesta aja jadi malah bersusah2 yah???
ciwir´s last blog ..Posyandu Nasibmu Kini
@panjoell : motret pesta blogger gelem rak???
ciwir´s last blog ..Nyadran
@ Ciwir : nang pesta blogger opo enek acara kawinan barang?? budal nek nu..hahaha
joell´s last blog ..KLANGENAN
SATUS SELAWE…
lanjutkan!!!…
Aku belum pernah ikutan pesta blogger. Pernah diajak tapi katanya harus daptar akhirnya ga ikutan..
Tapi mbuh ah aku ga ngerti apa yang terjadi dengan pesta blogger sehingga muncul pro kontra begini..
Yang penting, ikut ga ikut asalkan puasa dulu.
berpikir jernih dan positif. mana ada nama sudah didaftarkan tapi kita sebagai rakyat blogger malah banyak yang ga tau..
Dunia maya berlomba2 untuk jadi opensource ini malah di daftarken.. piye to? Takut dimanfaatken orang lain to?
ardian eko´s last blog ..Tapping KickAndy di studio metrotv
jika Pesta Blogger adalah sungguh-sunguh milik para blogger, maka siapapun blogger yang duduk dalam tim Panitia PB 2007, 2008, 2009, bersama para Chairman-nya tak sepatutnya untuk sedikitpun merasa bahwa mereka adalah paling berjasa dan paling berhak atas Pesta Blogger.
pertanyaannya sederhana, siapa yang memberikan hak kepada Maverick untuk mendaftarkan Pesta Blogger? sudahkah Maverick meminta persetujuan kepada para blogger yang datang berpesta? atau jangan-jangan mungkin justru maverick dengan sengaja memanipulasi keterlibatan para blogger yang hadir dalam Pesta Blogger untuk alasan komersial maupun non-komersial mengambil keuntungan atau menyalahgunakan” seperti yang ditulis oleh Maverick sendiri di blognya?
itu artinya, makin membenarkan bahwa Pesta Blogger bukanlah sesuatu yang digagas dan di-organize dari, oleh dan untuk para blogger sendiri. melainkan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan para blogger untuk kemudian mengambil keuntungan dari para blogger.
sederhana saja…
1. jika memang Pesta Blogger bagi Maverick adalah suatu perhelatan yang bersifat non-profit, lalu mengapa pihak Maverick sampai terpikir bahwa, “Jika tidak didaftarkan, tidak ada yang bisa menghentikan orang-orang yang dengan alasan komersial maupun non-komersial mengambil keuntungan…”
2. atau mungkin sesungguhnya anda ingin mengatakan bahwa, “hanya kami yang boleh mengambil keuntungan dari Pesta Blogger dan tidak bagi yang lainnya?”
jika benar begitu, untuk saya pribadi sama sekali tak ada soal jika Maverick sebagai fasilitator mendapatkan keuntungan. yang jadi soal adalah mengapa tidak disampaikan saja secara jujur dan apa adanya tanpa harus disembunyikan dan dibungkus dengan kalimat-kalimat yang berbunga-bunga seolah ingin mengesankan bahwa tanpa adanya Mverick maka kopdar para blogger -yang kemudian disebut sebagai Pesta Blogger- tak mungkin bisa terlaksana.
tak perlu panjang-panjang. cukup saja Maverick menyampaikan kepada para seluruh blogger di Indonesia, “lu semua gua buatin acara kopdar gede-gedean, soal duit urusan gua, mau untung kek, mau rugi kek… pokoknya lu pada-pada tahu beres aja dah…”
rasanya yang seperti itu jauh lebih manusiawi…
dan bagi mereka yang tak se-iman dengan Pesta Blogger, alangkah mulianya jika energi yang anda miliki digunakan untuk sesuatu yang positif dan lebih konstruktif ketimbang meributkan soal Pesta Blogger. toch Pesta Blogger telah terlahir dengan membawa cacat bawaan, tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya.
seperti apa yang sudah saya sampaikan di komentar terdahulu, “tak ada guna memaksakan kebenaran yang satu kepada yang lain. toch pada akhirnya setiap orang dengan maqam kesadarannya masing-masing punya pilihan bebas untuk bersetuju ataupun tidak, juga memilih yang manapun tanpa terkecuali memilih untuk tidak memilih.”
nb. komentar ini diambil dari : http://www.maverick.co.id/social-media/2010/08/menyoal-pesta-blogger/
itempoeti´s last blog ..Hadiah Award di Peringatan Hari Ayah -Father’s Day-
@mas ivo
makasih mas masukkan nya, kebetulan saya juga bergelut di sampah dalam hal ini saya bersama teman-teman dari nol sampah. Kapan-kapan kalo ada waktu dan ada kesempatan saya juga kepingin ketemu sama mbak henny, tapi dalam kapasitas sebagai aktivis sampah, karena saya dan teman-teman lagi berusaha membangun network dengan teman-teman aktivis sampah seluruh indonesia.
regards
mbah sangkil
[...] Dan keramaian itu asal muasalnya berawal dari tulisan sastra seorang wartawan -yang kulit badannya belang-blonteng- di sebuah Buku Sastra yang berisi tentang pro-kontra Pesta Sastra yang pada tahun 2010 ini akan [...]
[...] ada banyak dinamika dalam dunia blogger. Aku tidak membahas dinamika itu, silahkan simak sendiri di Bukan Soal Pestanya, Tak ada yang salah dengan Pesta, atau Ada Yang ON Dan Ada Yang Harus [...]
[...] Pesta Blogger saat ini terlihat makin keras menerima apresiasi PRO maupun KONTRA, meskipun hal ini tidak sampai mengemuka seperti di ajang PB 2010. Bagi yang tidak tahu masalahnya, maka bisa search sendiri komentar pro maupun komentar kontra [...]