Teka-teki Polisi

Netralitas, penegasan yang tak jelas...

Kalau di banyak Markas Koramil kita jumpai tulisan NKRI Harga Mati, walau norak, tapi masih ‘wajar’. Salah satu tugas militer adalah menjaga kedaulatan sebuah negara, baik dari rongrongan asing maupun dalam negeri. Tapi, spanduk berlogo Kepolisian Negara RI ini menyimpan teka-teki: Netralitas Polri Harga Mati.

Netral dalam hal apa, netral terhadap siapa? Mungkinkah itu bagian dari upaya dukung-mendukung perkubuan internal, seperti yang ditunjukkan kepada publik adanya perseteruan antara pro-Susno Duadji dengan Kapolri BH Danuri?

Atau, ‘netralitas’ Polri yang dimaksud terkait dengan agenda pemilihan kepala daerah di Klaten, mengingat spanduk itu terpampang di tembok Kantor Polsek Karangnongko? Asal tahu saja, ‘jasa’ polisi sangat berguna dalam pilkada. Incumbent, apalagi kalau ia memikul banyak dosa kriminal, mudah merosot pamornya manakala ada warga yang melaporkannya.

Slogan itu, sungguh menyiratkan beban berat yang sedang disandang korps bhayangkara. Tapi apa? Tak bijak institusi sebesar Polri masih memasang spanduk mencolok, yang bisa-bisa justru berbuah olok-olok. Netral itu wajib dan harus diteladankan oleh polisi.

Atau, Polri sedang latah ikut-ikutan merajuk, curhat, meminta belas kasihan seluruh warga senegaranya seperti yang dilakukan seorang petinggi negara?

Seperti keadilan, netralitas itu harus menjadi sikap yang mewujud dalam setiap perbuatan. Tidak perlu digembar-gemborkan. Polisi tak perlu memancing orang untuk menganalisa, atau berandai-andai lalu menebak-nebak tentang persoalan yang sedang dihadapi oleh mereka. Semua polisi, pasti sudah dewasa, bukan?

Related posts:

  1. Laskar Polisi Kepung KPK
  2. Polisi dan Rasa Aman
  3. Pers dan Polisi
  4. ‘Gangguan Jiwa’ Polisi Kita
  5. Star Mild Lecehkan Polisi
Tags: , , ,

6 Komentar
Beri Komentar »

  1. netralitas polisi sudah kabur….memihak yang bergocek tebal…

  2. Polisi ki jan-jane nggone wong pinter lho… ning kok tansah blunder… kaya dadi kandhange wong pekok tenan… hadeeehhhhh

  3. harga mati ki rancu tenan,

    yen ra dikei harga, terus dipateni ngunu po Pak Polisi?
    mawi wijna´s last blog ..Mulai Kelangan Alon-Alon My ComLuv Profile

  4. Dan Pakdhe Blontank sudah terpancing untuk menganalisa… betul… betul… betul…????

  5. setuju dengan paragraf terakhir :)

  6. mungkin mau menunjukkan bahwa polisi sudah di reformasi, sudah bukan seperti jaman orba dimana kelurga polisi “wajib” memilih partai tertentu. Skrg masih gak ya hmm…..

Leave Comment

CommentLuv Enabled