Kopdar Blogger Ndesa

Pertemuan blogger terbesar tahun ini, di Indonesia, tampaknya hanya yang berlangsung di Sidoarjo, 28-30 Oktober. Sedikitnya 1.200 orang, yang masih aktif memperbarui isi blog-nya, berkumpul bersama. Dari Medan hingga Ambon ada wakilnya.

Saling bersalaman, suasana persaudaraan penuh kehangatan

Mereka menyebut diri sebagai Blogger Nusantara, lantaran mengidamkan persaudaraan lintassuku dan sekat-sekat primordialisme demi sebuah Indonesia yang maju, rukun seperti masa lalu, jauh sebelum kerakusan menggerus persaudaraan, dan politik-ekonomi meluruhkan solidaritas.

Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan banyak lagi organisasi pemuda dari seluruh penjuru Nusantara, yang dulu hadir dengan membawa identitas kulturalnya, kini dengan membawa ‘atribut kultur’ baru, dengan hyperlink sebagai ciri individu/komunitas.

Memang ada yang beda dengan lazimnya perhelatan blogger di Indonesia.  Utamanya, perlakuan tuan rumah terhadap tetamunya. Lapangan tenis indoor disulap menjadi kamp pengungsian.  Lantai ditutup terpal plastik, dijadikan kamar tidur raksasa. Para blogger diposisikan bak pengungsi, agar merasakan tak enaknya menggelandang, sekaligus menemukan kebersaman dalam keterbatasan.

Memperlakukan ‘tamu’ sebagai pengungsi, memang disengaja. Selain bisa jadi siasat jitu terhadap keterbatasan anggaran, juga sebagai sarana membangkitkan rasa kesetiakawanan kepada sebagian dari saudara sebangsa yang kerap harus mengungsi karena bencana, atau yang dipaksa oleh sebuah kebijakan negara sehingga mengakibatkan warganya berubah status menjadihomeless society.

Dalam konteks pemilihan tempat menginap, semua peserta bisa turut merasakan penderitaan ribuan warga Sidoarjo yang tak menentu nasibnya setelah lumpur Lapindo menenggelamkan rumah-rumah mereka. Di tempat itu pula, dulu, berbulan-bulan korban Lapindo mengungsi.

Serasa hidup di pengungsian, tidur beralaskan terpal. Membangkitkan empati...

Apakah dengan demikian berarti blogger harus hidup menderita? Tidak! Blogger sama seperti semua warga sebuah bangsa. Mereka berhak dan harus sejahtera. Tapi, latar belakang sosial/ekonomi individu blogger bukan tidak mungkin menumpulkan emosi dan solidaritas antarsesama. Apalagi jika pernah turut mencecap nikmatnya madu berkah media sosial.

Bukan saya mengharamkan seseorang cari makan lewat aktivitas penggunaan media sosial, namun lebih pada penyikapan terhadap media. Ngeblog dengan hati pasti beda dengan asal ngeblog. Orang pun beda-beda sikapnya ketika kian akrab dengan media sosial. Twitter, terutama, sungguh menggoda dan memabukkan, terbukti cukup banyak orang dibuat sakaw olehnya.

Memang, bisa saja orang mempertanyakan apakah blogging terbebas dari praktik monetize? Tidak juga. Ada adsense dan review, bisa pula iklan terselubung. Tapi ada beda karakter isi pesan di Twitter dan blog. Twitter tak banyak memberi waktu dan ruang untuk memilih, sementara sebuah pesan di blog menyediakan keleluasaan bagi pembaca untuk merespon dan mereaksinya.

***

Di Kopdar Blogger Nusantara, saya bertemu dengan Pak Arsyad Indradi dari Banjar, Kalimantan Selatan, blogger tertua yang hadir di sana. Usianya 63 tahun, tapi selalu mengaku baru 36 tahun. Sok muda kesannya, tapi kalau menyimak aktivitas bloggingnya, kita pantas iri padanya, yang mengelola 60an blog!

Pak Arsyad Indradi, blogger tertua yanng hadi di Kopdar Blogger Nusantara. Beliau seorang penyair, kini mengelola 60 blog, termasuk sastra daerah Banjar, Kalimantan Selatan. Sebelah kanan, Bagus Jatmiko (Yogya), blogger termuda dengan usia terpaut 50 tahun dengan sosok di sampingnnya.

Ada blog sastrawi, sebab ia seorang penyair, ada pula yang umum. Juga, blog tentang sastra Banjar, berbahasa lokal. Saya lupa berapa berapa banyak buku antologi puisi diterbitkannya. Pak Arsyad adalah penyair eksentrik. Ia menyebut sejumlah nama penyair Solo dan beberapa orang lagi di Jawa. Lalu, cocoklah obrolan.

Pada 1995 lalu, ia datang ke Solo, membaca puisi dalam gelaran peringatan Setengah Abad Indonesia Merdeka, bersama ratusan seniman beragam disiplin dari seluruh Indonesia. Ia masih tampak perkasa hingga usia senjanya. Bersemangat, bahkan potensial mempermalukan blogger muda, yang malas update blog, tentunya.

Tak cuma dia, blogger termuda pun datang dari Yogya, berbendera Komunitas Blogger Yogya. Bagus Jatmiko, usianya baru 13 tahun, tapi ngeblognya penuh semangat, bisa mempermalukan blogger yang mengandalkan kinerja plug in tweet old post pada blognya.

***

Yang saya rasakan, suasana Kopdar Blogger Nusantara sungguh menyenangkan. Tak kepada semuanya saya bisa bertegur sapa. Tapi semalam bersama di pengungsian, sambil menyimak mimbar bebas komunitas, saya tahu betapa pertemuan model demikian lebih meniadakan jarak, usia dan asal daerah. Semua bisa bebas menyampaikan pendapat dan nyaman melontarkan gagasan.

Seribuan orang berkumpul dan bertahan hingga tiga hari bukan peristiwa kebetulan. Kesungguhannya luar biasa....

Antara satu dengan komunitas lain bisa saling berbagi pengalaman, saling belajar pengorganisasian, dan bercanda suka-suka seperti gank #sektesaru yang lahir dari jejaring pertemanan di Plurk itu.

Materi dari sejumlah narasumber dari Penn Olson, Google, juga pembicara yang sesama blogger, cukup menyenangkan peserta kopdar. Banyak inspirasi terserak dalam sesi serius yang dikemas santai selama dua setengah hari tersebut. Ada motivasi didapat pula di sana.

Semoga, pengorganisasian Kopdar Blogger Nusantara kian matang tahun-tahun mendatang. Dan akan menarik jika dilakukan secara berkeliling dari satu kota ke kota berbeda. Selamat kepada Suryaden, Gempur dan teman-teman panitia pengarah dan pelaksana. Juga kepada Mubarika, Kukuh, dan teman-teman IdBlogNetwork yang memberikan dukungan pengorganisasian gelaran tersebut. Juga kepada XL Axiata yang bersedia menjadi sponsor, seperti kepada Bengawan dalam beberapa kali kegiatan.

Sebuah kerja sama yang bernilai dan memberi manfaat kepada banyak pihak, tak hanya blogger dan panitia, tapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya. Satu hal yang tak kalah uniknya, adalah entah dari mana datangnya dan siapa yang memulai, ketika tiba-tiba ada semacam identifikasi baru, ketika semua blogger begitu bangga menyebut diri sebagai blogger ndesa, atau blogger udik, atau yang bukan kota.

Dan, itu bisa jadi kebetulan yang menguntungkan bagi Mbak Devi dan kawan-kawan. Soalnya, Tukul Arwana yang jadi ikon baru XL menggunakan istilah ‘ndesa’ untuk menyebut orang yang tidak melek teknologi informasi dan komunikasi.

Yang pasti, teman-teman yang hadir kemarin tidak akan lupa untuk selalu update blog, memperbarui konten. Maaf kepada teman-teman yang kemarin tak sempat bercanda dan bercengkerama bersama. Sampai jumpa tahun depan…

Catatan: postingan ini sudah ada sedikit perubahan pada penambahan hyperlink dan penambahan foto-foto serta penyebutan nama Bagus. (updated: 31 Okt 2011 pk 14.20 WIB)

43 thoughts on “Kopdar Blogger Ndesa

  1. yang pasti, 3 hari itu saya luar biasa senang :) inilah sesungguhnya kopdar akbar blogger se-Indonesia.
    menjadi pe-er masing-masing wilayah untuk meneruskan semangat blogger nusantara di wilayah masing-masing.

    usulan singkat, tahun 2012, konsep acara harus dirubah agar tidak monoton. supaya kenangan ttg blogger nusantara tetap ada dari tahun ke tahun.
    .-= rara´s last blog ..Goodbye, Steve Jobs. =-.

    semoga Solo kebagian giliran tahun depan…
    /blt/

  2. Saya dengar, update terakhir 1300 orang, Pak B.
    Semoga semangat blogger, keakraban dan silaturahmi yang sudah terbentuk akan terus terpelihara. Bahkan kalau bisa ditularkan ke daerah asal masing-masing perwakilan 😀
    .-= nich´s last blog ..Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan =-.

    ya. panitia mencatat 1.300an orang. saya pakai data pada hari pertama, ketika sebagian peserta masih dalam perjalanan…
    /blt/

  3. Kedua kalinya ketemu ppakde Blontank… tetep ganteng seperti sebelumnya.

    eniwe, pakde ngantri mandinya di MCK nomer berapa?? :”)
    .-= Brencia´s last blog ..California King Bed =-.

    entah di MCK nomer berapa. aku mandinya paling akhir, ketika peserta sudah meninggalkan lokasi tidur mereka…
    /blt/

  4. wuah tulisan ini nambah semangat, bagaimanapun bentuknya pesan kemanusiaan akan tersampaikan seiring pemahaman dan kedewasaan dirinya diasah… :-)
    .-= suryaden´s last blog ..cita-cita =-.

    selamat ya, Den… sukses tenan acara wingi…
    /blt/

  5. #bloggerupacara absen, senin adalah hari wajib upacara

    Mantap pakdhe, kaget lihat ada orang naik ke atas speaker besar untuk ambil foto2 itu dan ternyata bapake bengawan wakakakakakak

    ooo…. uancuk, peyan! :p
    /blt/

  6. Hehehehe Kang aku lebih suka tenda perkemahan dari pada kamp pengungsian
    Biar jadi ingat persami ketika jaman sekolah
    .-= Bukik´s last blog ..Pertemuan 3.0 : Melejitkan Kreativitas Kolektif =-.

    ya, pasti ada saja kekurangannya. tapi, dengan model seperti kemarin sudah lumayan asik, kok. ada teman blogger yang mengkritik fasilitas MCK yang kurang memadai jika dibandingkan jumlah ‘pengungsi’, dan saya memaklumi argumennya. tapi, ya apa boleh buat, kekurangan pada awal-awal akan menjadi pelajaran berharga di kemudian hari. begitu, kan?
    /blt/

  7. Tyo

    waaah, sayang banget, saya belum bisa mengikuti event sebesar ini, mudahan saja untuk event-event yg selanjutnya, saya dapat mengukutinya 😀
    salam kenal Pakde, dari blogger Balikpapan 😀
    .-= Tyo´s last blog ..Numpak Kapal Mabur =-.

    salam kenal kembali. kapan-kapan ikut kopdar, ya…
    /blt/

  8. Ohh mbak devi itu dari xl toh. Terimakasih stikernya ya pakde.. semoga kita bisa ketemu lain waktu… seneng bisa ketemu njenengan langsung. Njenengan mirip ki demang. hihi jangan-jangan saudara.. *eh*
    .-= sibair´s last blog ..Tentang Mimbar Bebas =-.

    ya, aku dan Suryaden memang bersaudara, beda ayah lain ibu… demikian.
    /blt/

  9. Suka tulisan iniiiiii
    Merasa ikut serta meski hanya membaca

    Jadi, Pak Dhe, kapan kita ketemu? hehehehe
    Tahun lalu ketemu di Gedung Stovia Jakarta, tapi Pak Dhe gak kenal Anaz, sih #manyun
    .-= anazkia´s last blog ..Alhamdulilah, Senangnya… =-.

    lho, saat itu datang di STOVIA juga, ya? hehehe….
    /blt/

  10. hiks, sayang sekali saya gak jadi berangkat, gak merasakan kamp pengungsian Sidoarjo… tapi gak apa-apa yang penting tetap ngeblog, kalo gak ngeblog itu baru ndesoooooo… hehe

  11. Tak cuma dia, blogger termuda pun datang dari Yogya, berbendera Komunitas Blogger Yogya. Usianya baru 13 tahun, tapi ngeblognya penuh semangat, bisa mempermalukan blogger yang mengandalkan kinerja plug in tweet old post pada blognya. << aduh…aduh 😀 pengen sebenernya dateng, but ada yang membutuhkan advokasi dan sebagainnya jadi gak bisa ke
    .-= Sam Ardi´s last blog ..Tanggung Jawab Operator dan Content Provider dalam “Pencurian” Pulsa =-.

    kamu selalu kreatif bikin alasan…
    /blt/

Leave a Reply