<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Telekomunikasi yang Menyejahterakan</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.my.id/2011/12/08/telekomunikasi-yang-menyejahterakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.my.id/2011/12/08/telekomunikasi-yang-menyejahterakan/</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2013 08:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: DV</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2011/12/08/telekomunikasi-yang-menyejahterakan/comment-page-1/#comment-5195</link>
		<dc:creator>DV</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 05:41:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=3475#comment-5195</guid>
		<description>Aku ada cerita unik soal telepon umum..
Saking begitu seringnya dikecewakan dengan telepon umum Indonesia, waktu pindah kemari ada satu hari dimana batere mobileku kehabisan daya padahal aku harus menelpon rumah.

Hanya ada satu telepon umum tapi karena aku terlalu terbawa pikiran bahwa &#039;semua telepon umum itu rusak&#039; akupun lantas tak mau menggunakannya hingga setleah 30menitan baru aku nyoba buat telpon dan ternyata bisa.. :)

Pernah sih hal ini kutulis di blog tapi lupa URLnya, kalo berminat cari sendiri di Google &quot;telepon umum donnyverdian.net&quot; something like that lah ehhehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ada cerita unik soal telepon umum..<br />
Saking begitu seringnya dikecewakan dengan telepon umum Indonesia, waktu pindah kemari ada satu hari dimana batere mobileku kehabisan daya padahal aku harus menelpon rumah.</p>
<p>Hanya ada satu telepon umum tapi karena aku terlalu terbawa pikiran bahwa &#8216;semua telepon umum itu rusak&#8217; akupun lantas tak mau menggunakannya hingga setleah 30menitan baru aku nyoba buat telpon dan ternyata bisa.. <img src='http://blontankpoer.my.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pernah sih hal ini kutulis di blog tapi lupa URLnya, kalo berminat cari sendiri di Google &#8220;telepon umum donnyverdian.net&#8221; something like that lah ehhehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: @9ede</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2011/12/08/telekomunikasi-yang-menyejahterakan/comment-page-1/#comment-5194</link>
		<dc:creator>@9ede</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 04:33:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=3475#comment-5194</guid>
		<description>Dinegara kita telekomikasi juga terbendung karena geografisnya. Ribuan pulau dan luasnya laut. Lain di eropa yang kebanyakan negaranya daratannya lebih luas, hal ini membuat biaya untuk investasi sarana komunikasi lebih murah karena ga perlu nyebarang laut, ga perlu naik gunung, ga perlu lewat jurang, ga perlu nembus hutan  belantara.
Lain di negara kita dimana investasi apalagi kedaerah timur sangat mahal. dimana di sulawesi hampir setiap hari ada FO yang terputus terkena baco pembangunan jalan. Tapi memang tarif internet di sini memang cukup mahal, semoga ketika palapa ring nanti selesai tarif internet untuk publik bisa turun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dinegara kita telekomikasi juga terbendung karena geografisnya. Ribuan pulau dan luasnya laut. Lain di eropa yang kebanyakan negaranya daratannya lebih luas, hal ini membuat biaya untuk investasi sarana komunikasi lebih murah karena ga perlu nyebarang laut, ga perlu naik gunung, ga perlu lewat jurang, ga perlu nembus hutan  belantara.<br />
Lain di negara kita dimana investasi apalagi kedaerah timur sangat mahal. dimana di sulawesi hampir setiap hari ada FO yang terputus terkena baco pembangunan jalan. Tapi memang tarif internet di sini memang cukup mahal, semoga ketika palapa ring nanti selesai tarif internet untuk publik bisa turun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaget</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2011/12/08/telekomunikasi-yang-menyejahterakan/comment-page-1/#comment-5193</link>
		<dc:creator>Kaget</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 17:19:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=3475#comment-5193</guid>
		<description>Begitulah Pakdhe,...
Kita ini lebih terbiasa dengan tekno terbaru tapi tak melengkapi yang lama. Padahal jaringan kabel setidaknya memiliki jaminan kepastian dalam komunikasi, tak seperti signal. Dan banyak telpon umum terbengkalai, padahal di negara maju telepon umum masih digunakan dan variatif</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Begitulah Pakdhe,&#8230;<br />
Kita ini lebih terbiasa dengan tekno terbaru tapi tak melengkapi yang lama. Padahal jaringan kabel setidaknya memiliki jaminan kepastian dalam komunikasi, tak seperti signal. Dan banyak telpon umum terbengkalai, padahal di negara maju telepon umum masih digunakan dan variatif</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Maztrie Utroq</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2011/12/08/telekomunikasi-yang-menyejahterakan/comment-page-1/#comment-5192</link>
		<dc:creator>Maztrie Utroq</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 14:18:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=3475#comment-5192</guid>
		<description>Yayaa....
Bisa dipahami Pakdhee.....

Melihat perkembangannya, Kalo dulu hanya dikuasai oleh dua penyedia layanan, yaitu Indosat pun Telkom (sengaja menyebut label) maka kini telah banyak kompetitor lain...

Sesungguhnya kalo melihat hal itu, kita sebagai konsumen bakal memperoleh banyak manfaat atas persaingan yang ada. Tentu yang kita anggap adalah persaingan sehat. Hanya saja justru persaingan TIDAK sehat itu sampai kini masih sering terjadi, dan justru yang menjadi pandeganya adalah pihak yang dekat dengan birokrasi.
Sebagai contoh dalam memberikan layanan &lt;b&gt;Collect Call&lt;/b&gt; menuju negara lain, alih-alih tak mau tersaingi oleh pihak kompetitor, justru pihak yang dekat dengan  birokrasi tersebut (dan sudah pasti lebih berkuasa atas jaringan) dengan serta merta langsung menutup akses kompetitor sebelahnya.
Saya rasa meskipun cuma cerita singkat, apa yang saya omongkan (berdasarkan pengalaman real didepan mata) itu SANGAT berpengaruh sekali dnegan peningkatan prosentase teledensitas sebagaimana yang Pakdhe sebutkan...

Sekian dan terimakasih...
ttd 
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yayaa&#8230;.<br />
Bisa dipahami Pakdhee&#8230;..</p>
<p>Melihat perkembangannya, Kalo dulu hanya dikuasai oleh dua penyedia layanan, yaitu Indosat pun Telkom (sengaja menyebut label) maka kini telah banyak kompetitor lain&#8230;</p>
<p>Sesungguhnya kalo melihat hal itu, kita sebagai konsumen bakal memperoleh banyak manfaat atas persaingan yang ada. Tentu yang kita anggap adalah persaingan sehat. Hanya saja justru persaingan TIDAK sehat itu sampai kini masih sering terjadi, dan justru yang menjadi pandeganya adalah pihak yang dekat dengan birokrasi.<br />
Sebagai contoh dalam memberikan layanan <b>Collect Call</b> menuju negara lain, alih-alih tak mau tersaingi oleh pihak kompetitor, justru pihak yang dekat dengan  birokrasi tersebut (dan sudah pasti lebih berkuasa atas jaringan) dengan serta merta langsung menutup akses kompetitor sebelahnya.<br />
Saya rasa meskipun cuma cerita singkat, apa yang saya omongkan (berdasarkan pengalaman real didepan mata) itu SANGAT berpengaruh sekali dnegan peningkatan prosentase teledensitas sebagaimana yang Pakdhe sebutkan&#8230;</p>
<p>Sekian dan terimakasih&#8230;<br />
ttd<br />
 <img src='http://blontankpoer.my.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>