Berjejaring dan Setara

Mungkinkah kita berjejaring, namun tetap setara? Bagaimana menjaga agar identitas dan eksistensi kita tidak tanggal dalam sebuah pola relasi jejaring?

Mungkinkah kita otonom dan berdaulat atas sebuah gagasan hingga realisasinya? Bagaimana mewujudkan itu semua?

Modal seperti apa yang harus kita miliki agar kita tak tergerus arus?

Perlukah nama kita menjadi subdomain? Kemanfaatan seperti apa yang membuat kita bangga dalam posisi subdomain? Siapa yang lebih memetik manfaat/keuntungan dari sebuah relasi domain-subdomain?

Siapa yang harus menghargai kita: kita sendiri, atau pihak di luar kita?

Setara atau tidaknya dari sebuah relasi jejaring, temukan jawabannya sendiri. Teruskan tidur Anda, agar ada mimpi yang menghibur. Atau …….?

Terserah Anda. Konsekwensi akan selalu menyertai setiap pilihan….. (Tak baik jual mahal, tak elok jika obral)

 

Related posts:

  1. Majalah Dinding Digital
  2. Rancangan Permenkonten
  3. Arisan Komunitas
  4. Tak Enak Sahur Es Krim
  5. Tips Sanggulan Tercepat di Dunia
Tags: , , ,

2 Komentar
Beri Komentar »

  1. pertanyaan-pertanyaan mendalam untuk refleksi awal tahun bagi para netter, atau social networker .. matur nuwun, pakdhe!

    halah, cuma ngono thok lho, ya…
    /blt/

  2. saya adalah saya Pakdhe,

    dan kami menyebutnya sebagai “ora kalap!” :D

Leave Comment

CommentLuv Enabled