Kian Korup Kian Banyak Aturan

Ini adalah desain kaos yang hendak saya produksi. Warnanya krem, berbahan katun, tidak tipis tapi tak terlalu tebal. Sedang-sedang saja. Saya hendak menjual dengan harga rata-rata, Rp 90 ribu sebuah, sudah termasuk ongkos kirim Pulau Jawa dan Bali, dengan menggunakan jasa kurir.

Pilihan warna lain dimungkinkan, dengan jenis bahan yang sama. Dengan catatan: jika stok kain tersedia. Jadwal pengiriman direncanakan dua pekan dari sekarang, atau 27 Januari. Jika tertarik, silakan kirim ukuran dan jumlah pesanan serta alamat pengiriman via email ke info[at]blontankpoer.com.

Maunya, sih, ingin mengatakan bahwa kekuasaan cenderung menjebak seseorang bertindak korup. Ada banyak cara untuk membuka pintu untuk melakukan pencurian harta rakyat/negara. Dan agar pascanyuri juga bisa berleha-leha menikmati secara aman, maka pwrlu dibuatkan aturan-aturan baru, termasuk kemudahan menggugat dan memenjarakan orang atau pihak yang mengutak-atik tindakan buruknya.

Teks saya sarikan dari kalimat senator dan penulis sejarah Kerajaan Romawi, Cornelius Tacitus (56-117): corruptissima res publica, plurimae leges.

Hebatnya, kalimat itu bagai nujum, yang menjangkiti para pembuat kebijakan di berbagai belahan dunia, bahkan Indonesia, bahkan hingga kini.

Desain kaosnya seperti di atas. Bahan cotton combed 24s

Begitulah kira-kira mau saya. Silakan pesan mulai sekarang, jika Anda menginginkan. Kirim email saja…

Related posts:

  1. Si Enthong Kian Tua Saja
  2. SoloNet Kian Lelet
  3. Save VASTENBURG, Beli Kaosnya!
  4. Tentang Kebebasan Berekspresi
  5. Pilih Fésbuk, Aja FPI
Tags: , ,

5 Komentar
Beri Komentar »

  1. Muga-muga gawe stock nang ndalem…
    Kapan bisa sowan ke Solo ku angkut satu buatku Pakdhe…

  2. laris manis tanjung kimpul… aku suka semangat pembuatan kaos ini!

  3. Wah, bagus kata-katanya. Kata-katanya bisa menjadi kritik ataupun sindiran untuk para penguasa negeri ini agar jadinya tidak akan ada korupsi lagi.
    Bagus postingannya.
    Terus berkarya.

  4. Waduh…. ini bagus banget, harusnya dijadikan spanduk besar terus dipasang di deketnya DPR sana… :D

    Pak, apa itu tulisannya nggak terlalu kecil?
    Bukankah bagus kalo dari jauh orang2 bisa membacanya? :D Takutnya itu dari jauh gak kebaca.. :)

    secara hasil simulasi, aman saja kok. masih terbaca. makasih masukannya…
    /blt/

  5. wah mantep pakdhe…

Leave Comment

CommentLuv Enabled