Asal Usil



Daerah dan Julukan

Feb 5th, 2012 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Kita mengenal aneka sebutan atau julukan untuk sebuah daerah karena kekhasan yang dimilikinya. Madura yang dikenal sebagai penghasil garam disebut Pulau Garam. Yogyakarta dijuluki kota pelajar lantaran banyaknya sekolah dan perguruan tinggi negeri/swasta, sehingga orang dari pelosok Nusantara berbondong-bondong belajar di sana. Saya mempunyai usulan sebutan untuk beberapa lainnya. Sebutan yang saya sampaikan berikut, jujur [...]



Nama Besar

Jan 30th, 2012 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Nama besar bisa diciptakan, nama baik bisa dicitrakan. Tapi soal kejujuran dan ketulusan pembuat nama besar dan pencitra nama baik, tak mudah dibuktikan. Terlalu banyak orang gagal paham, sehingga mudah mengamini kebaikan yang dicitrakan. Seseorang bisa saja piawai menganyam kata. Tapi belum tentu ia mampu mengeja, pun menjelaskan maknanya di hadapan banyak orang. Apalagi jika [...]



Ruvita ‘Korban’ TV One

Jan 29th, 2012 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Jurnalisme

Menyaksikan siaran live di TV One, Sabtu (28/1) malam, semula saya hanya tertarik alasan Ruvita pergi meninggalkan orangtuanya. Remaja perempuan yang (katanya) ngetop lewat iklan (saya tak tahu produk apa) itu lebih memilih tinggal bersama ibu angkat. Yang menyebalkan, justru cara TV One yang, menurut hemat saya, justru memperkeruh suasana, dan berpotensi merusak mental anak [...]



Bisnis Online

Jan 24th, 2012 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Seorang lelaki mengendarai sepeda motornya memasuki halaman Rumah Blogger Indonesia begitu melihat papan  nama “Susilo Servis Komputer” di samping pintu gerbang. Usai menyapa, lelaki  berusia 30-an tahun itu langsung bertanya: “Di sini jual laptop second?” Saya mempersilakan tamu itu masuk. Dengan antusias, lelaki itu nyerocos menanyakan jenis laptop seperti apa yang cocok untuknya. Pun tak [...]



Wedding Organizer yang Payah

Jan 15th, 2012 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Minggu (15/1) siang, saya dan istri menghadiri undangan teman yang merayakan pernikahan. Digelar dengan adat Jawa, penataan ruangannya, termasuk seluruh dekorasinya lumayan elegan. Sayang, event organizer-nya luput sangat mendasar. Terasa betul mereka tak mengenal tata krama dan adat-istiadat Jawa. Delapan pasang penerima tamu (among tamu) diposisikan tetap duduk di kursi masing-masing, tanpa menyalami tamu yang [...]