Kehidupan



Makam

Apr 15th, 2010 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Kehidupan

Makam adalah tempat peziarah merenungkan banyak hal, untuk memperbaiki laku sisa hidup dan berkaca pada perilaku yang mati semasa hayat. Karena itu, orang lalu mendaras doa. Memintakan ampunan dan ruang di surga bagi yang mati. Fisik makam hanya sarana untuk memasuki ruang-ruang spiritualitas. Tak aneh, banyak orang Jawa mengutamakan pulang dari perantauan untuk berziarah ke [...]



Pemabuk Intelek dan The Twitters

Feb 16th, 2010 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Kehidupan, Sastra

Kata twit menurut AlfaLink berpadanan dengan mengejek, menggoda. Sedang twitter dipadankan dengan cicit-cicit, kicau. Apapun padanannya, kini saya sedang tergoda dengan kicauan di situs jejaring sosial Twitter. Namanya saja kicauan, tentu ada yang merdu, tapi tak sedikit pula yang berisik dan mengganggu. Uniknya, kicauan para tweeps bisa jadi rujukan informasi yang menarik, menggoda untuk ingin [...]



Bonek itu Bodoh

Jan 25th, 2010 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Kehidupan, Olahraga, Sorot, Teras

Tindakan Walikota Surabaya menjemput kedatangan bonek di Stasiun Gubeng adalah kekeliruan. Dan, janji menanggung biaya perawatan serta membiayai pemulangan jasad bonek adalah kecerobohan. Tindakan itu, berpotensi dipahami mereka sebagai apresiasi atas militansi mereka membela Persebaya. Mereka merasa jadi pahlawan. Padahal kita tahu, bonek adalah kumpulan orang-orang bodoh, yang tak bisa berpikir dan membedakan mana perbuatan [...]



Foke Emoh Air Keruh

Jan 22nd, 2010 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Jurnalisme, Kehidupan, Sorot, Teras

Pak Foke ternyata tak suka air keruh. Walau ‘bikinan’ PAM Jaya, perusahaan punya Pemda DKI Jakarta, tetap saja dia tak suka. Buktinya, waktu disodori sebotol air dari sebuah kran di Muara Baru oleh seorang ibu, dia memilih berlalu. Mungkin dia malu. Kejadiannya berlangsung Rabu (20/1) pagi. Usai membuka seminar tentang Pembiayaan Infrastruktur Air di Hotel [...]



Kelompok Payung Hitam

Oct 30th, 2009 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Kehidupan, performing arts, Teater, Teras

Teman-teman di Bandung lebih suka menyebut Ka Pé Ha (KPH), akronim dari Kelompok Payung Hitam. Pertama kali saya jatuh hati pada grup ini ketika mereka mementaskan naskah Peter Handke (Jerman) berjudul Kaspar di Taman Budaya Surakarta, 1995. Saat itu, seniman se-Indonesia kumpul dalam hajatan besar merayakan Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka. Pertunjukan yang tata artistiknya [...]