Cerita Lucu



Pilih (yang) Diakui

Sep 11th, 2009 | By | Category: Cerita Lucu, Kehidupan

Karena lulus SMP dengan nilai tak istimewa, Pakdhe Karto terpaksa menyekolahkan anaknya ke SMA swasta. Dia mengarahkan anaknya ke sekolah berstatus diakui. Rencana itu diketahui anak sulungnya yang kebetulan kuliah di universitas negeri, yang lantas meminta bapaknya memilih sekolah dengan status lebih tinggi: disamakan. Kebetulan, ketika peristiwa itu terjadi, belum ada istilah Akreditasi A dan [...]



Menolak Berjilbab, Dipukuli

Sep 4th, 2009 | By | Category: Asal Usil, Cerita Lucu

Sebagian kecil orang Solo sudah menganggap ini sebagai cerita basi. Tapi, baiklah ini cara ceritakan kepada Anda sekalian. Yang penting, jangan buru-buru menyebut ini sebagai bentuk rasisme. Ini murni lelucon, yang sering saya dengar dari seorang teman, berprofesi sebagai dosen sekolah negeri, dan kini sedang menempuh program pascasarjana di Yogyakarta. Di Solo, nama Pasar Kliwon [...]



Nisan Jangan Jadi Beban

Sep 2nd, 2009 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Cerita Lucu, Kehidupan, Teras

Tanpa angin pada siang yang terik membuat pengunjung warung Ngisor Pelem kegerahan. Obrolan serius menjadi tak menarik, apalagi sebagiannya adalah para seniman bertubuh kegemukan. Maka, canda yang memancing tawa dan gojèg kéré atau lelucon garing menjadi keisengan yang sanggup mengalihkan konsentrasi akan gerah. Setelah mencari-cari, ditemukanlah sebuah topik: makam seniman! “Kita sudah pada tua, mbok [...]



Dewa Tokai

Aug 30th, 2009 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Cerita Lucu

Tokai bukan nama benda asing bagi saya, sebagai perokok aktif. Sejak SMA, atau sekitar 25 tahun lalu, saya mengenal produk Indonesia bermodal Jepang itu. Malah, pada awal 1980-an itulah, saya menjumpai Tokai berfungsi ganda: sebagai korek sekaligus bisa digunakan menulis. Hampir satu boks yang entah isinya berapa, pemberian sepupu saya itu bawa pulang dari Jakarta. [...]



Senthun Dianiaya Pengamen

Aug 26th, 2009 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Cerita Lucu, Jalan-jalan

Seperti biasanya, terminal Wonosobo tak terlalu ramai siang itu. Bergegas naik bus Sumeh yang akan membawanya ke Solo, lewat pintu belakang, Senthun mengarahkan mata ke seluruh deretan bangku. “Wah, itu dia,” ujarnya dalam hati. Ia pun menuju ke bangku kosong, di sebelah perempuan berambut lurus sebahu. “Boleh saya duduk, Mbak?” sapa Senthun, memulai aksinya. Jurus [...]