<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Keliling Surakarta</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/category/keliling-surakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Laboratorium Kroncong</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/08/25/laboratorium-kroncong/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/08/25/laboratorium-kroncong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 19:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Danis Sugiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Doel Sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Eyang Sayuti]]></category>
		<category><![CDATA[grup kroncong klasik]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Nyapto]]></category>
		<category><![CDATA[OK Swastika Solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2881</guid>
		<description><![CDATA[  Saya menyebut OK Swastika sebagai salah satu laboratorium kroncong yang hidup di Kota Solo. Berlatih rutin setiap Rabu, publik pun bisa ikut berlatih bersama mereka. Seperti tadi malam, seorang remaja yang baru duduk di bangku SMP turut menjajal kemampuannya memetik cello bersama seniornya, termasuk Mbah Sayuti atau Eyang Yuti, peniup flute berusia 70an tahun. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/03/24/sayuti-buaya-kroncong/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sayuti Buaya Kroncong'>Sayuti Buaya Kroncong</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/01/kopassus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kopassus'>Kopassus</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/03/22/tips-sanggulan-tercepat-di-dunia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Sanggulan Tercepat di Dunia'>Tips Sanggulan Tercepat di Dunia</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">   Saya menyebut OK Swastika sebagai salah satu laboratorium kroncong yang hidup di Kota Solo. Berlatih rutin setiap Rabu, publik pun bisa ikut berlatih bersama mereka. Seperti tadi malam, seorang remaja yang baru duduk di bangku SMP turut menjajal kemampuannya memetik cello bersama seniornya, termasuk Mbah Sayuti atau Eyang Yuti, peniup flute berusia 70an tahun.</span></p>
<p><iframe width="425" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/2rn_3jN5QZs?hl=en&#038;fs=1" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><span style="color: #000080;">Biasanya, ada seorang warga sekitar turut meniup seruling di pelataran, atau juga tetamu yang ikut berlatih dengan cara menirukan nada-nada yang sedang dimainkan. Tempat latihan selalu tetap, di rumah Kang Nyapto, yang merupakan salah satu dedengkot kelompok ini. Beberapa anggota tetapnya, antara lain Danis Sugiyanto, Doel Sumbing, Mas Dwi dan beberapa lainnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> Orang yang datang menonton, pun ditawari ikut memainkan salah satu instrumen atau menyanyikan lagu apa saja, tidak harus langgam atau lagu kroncong, untuk mereka iringi. Yang jelas, semua alat musiknya adalah instrumen kroncong klasik, meski yang dilantunkan tembang pop barat atau lagu dangdut sekalipun.</span></p>
<p><iframe width="420" height="345" src="http://www.youtube.com/embed/hW-KeqIpTFY" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><span style="color: #000080;">Sekadar informasi saja, hampir setiap kampung di Solo memiliki grup kroncong amatiran, meski tak sedikit yang kerap memperoleh undangan pentas lantaran dinilai memiliki kecakapan dan standar kelayakan menurut khalayak. Dan uniknya, ada model dangan istilah <em>pethilan</em> atau <em>ngebon</em>, yakni meminjam pemain flute, biola atau vokalis dari grup (kampung) lain, lantaran satu dengan grup lain membentuk semacam jejaring.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Apakah Anda tertarik dengan musik kroncong, atau penikmat lagu-lagu kroncong?</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/03/24/sayuti-buaya-kroncong/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sayuti Buaya Kroncong'>Sayuti Buaya Kroncong</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/01/kopassus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kopassus'>Kopassus</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/03/22/tips-sanggulan-tercepat-di-dunia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Sanggulan Tercepat di Dunia'>Tips Sanggulan Tercepat di Dunia</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/08/25/laboratorium-kroncong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reklame Norak</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/02/24/reklame-norak/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/02/24/reklame-norak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 10:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Suasana Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Encitex]]></category>
		<category><![CDATA[Envilux]]></category>
		<category><![CDATA[Indaco]]></category>
		<category><![CDATA[pasar gede]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Jam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2311</guid>
		<description><![CDATA[Cat itu berguna untuk membuat benda yang dilapisinya menjadi lebih indah. Warna-warninya menghadirkan pesona. Sesuatu yang semula biasa bisa jadi luar biasa. Cat tak ubahnya kosmetik, berfungsi mempercantik. Dan, hal yang serba cantik dan menarik, sering bikin kerut kening praktisi periklanan dan konsultan pencitraan. Karena ingin membuat kota cantik menawan pula, Pemerintah Kota Solo yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/14/pilih-fesbuk-aja-fpi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pilih Fésbuk, Aja FPI'>Pilih Fésbuk, Aja FPI</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/16/gangguan-jiwa-polisi-kita/' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8216;Gangguan Jiwa&#8217; Polisi Kita'>&#8216;Gangguan Jiwa&#8217; Polisi Kita</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/01/kadoku-untuk-ulang-tahun-polri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kadoku untuk  Ulang Tahun POLRI'>Kadoku untuk  Ulang Tahun POLRI</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Cat itu berguna untuk membuat benda yang dilapisinya menjadi lebih indah. Warna-warninya menghadirkan pesona. Sesuatu yang semula biasa bisa jadi luar biasa. Cat tak ubahnya kosmetik, berfungsi mempercantik. Dan, hal yang serba cantik dan menarik, sering bikin kerut kening praktisi periklanan dan konsultan pencitraan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Karena ingin membuat kota cantik menawan pula, Pemerintah Kota Solo yang terus berbenah. Tempat-tempat yang semula kotor terus dibersihkan, taman dibuat di mana-mana, dan bangunan kusam dipermak supaya melahirkan pesona. Intinya, supaya warga kota dan pendatang merasa nyaman. Intinya, ya harus memanjakan mata. Dan rasa.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"></p>
<div id="attachment_2312" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2312" href="http://blontankpoer.com/2011/02/24/reklame-norak/cat-tugupasargede-lansekap/"><img class="size-full wp-image-2312" title="cat-tugupasargede-lansekap" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/02/cat-tugupasargede-lansekap.jpg" alt="" width="600" height="360" /></a><p class="wp-caption-text">Silakan simak keindahan Tugu Jam di depan Pasar Gede ini...</p></div>
<p></span></p>
<p><span style="color: #003366;">Persoalan ada sebagian warganya yang tak tahu cara memelihara dan menunjukkan keindahan hasil kerja keras pemerintah setempat, anggaplah itu sebagai kecelakaan saja. Maklumi pula, jika tidak semua orang bisa mengimbangi visi Walikota Jokowi dalam menata kota, meskipun itu sebuah lembaga usaha, apapun namanya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Seperti <em>Indaco</em>, misalnya, yang pingin memamerkan hasil kerjanya dalam rangka ikut mempercantik kota. Di tugu jam, seberang Pasar Gede, ia memasang materi reklame, dengan menonjolkan pesan bahwa indahnya tugu itu adalah hasil dari ‘kerja’ merek cat untuk melapisi. Bahwa indahnya tugu tertutup materi reklame, ya sekali lagi, itu perkara yang berbeda. Toh, semua yang melihatnya masih punya kemampuan mengira-ira keindahannya. Setidaknya, itulah yang ada di benak pemasang reklame. Manusiawi, bukan?</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">***</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Entah siapa pemilik Indaco dan apa pula perannya dalam proses permak wajah kota. Beberapa bulan silam, saya jumpai beberapa gapura kampung, terutama sekitar Turisari, digantungi tulisan <em>Indaco</em> dengan ukuran besar dan mencolok. Bahkan, ukurannya ada yang menenggelamkan identitas jalan atau gang, sehingga orang bisa salah duga bahwa ia sedang memasuki <strong>Jl. Indaco</strong> atau <strong>Gg. Indaco</strong>.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"></p>
<div id="attachment_2313" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2313" href="http://blontankpoer.com/2011/02/24/reklame-norak/cat-tugupasargede-tugu/"><img class="size-full wp-image-2313" title="cat-tugupasargede-tugu" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/02/cat-tugupasargede-tugu.jpg" alt="" width="600" height="382" /></a><p class="wp-caption-text">Reklame pamer peran, yang menurut saya, justru mengganggu, bahkan menjatuhkan nama baik pemasangnya.</p></div>
<p></span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sejatinya, saya risih dengan gaya <em>Indaco</em> main <em>nebeng</em> <em>beken</em> di kampung-kampung itu. Syukur, kali ini bisa kesampaian menuliskan catatan atas kerisauan saya. Lazimnya, jika <em>Indaco</em> merupakan kontraktor yang memperoleh pekerjaan perbaikan gapura dan sejenisnya, cukup membuat pengumuman nama proyek dan jumlah biayanya. Dan, andai gratisan sekalipun, reklame dengan cara semacam itu, menurut saya, tetaplah norak.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Bahasa halusnya, <em>sih</em>, kurang pantas. Apalagi, seperti yang saya lihat di tugu dekat Pasar Gede itu, <em>Indaco</em> membawa <em>brand</em> cat. Gratisan atau sumbangan pun tak pantas, apalagi jika dibiayai dengan dana pemerintah. Asli, payah!!!</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Asal tahu saja, reklame norak itu ada di beberapa tempat. Di atas jembatan, tepat di belakang Pura Mangkunegaran, juga terpasang reklame serupa, bermedia akrilik sepanjang 2 meter dengan lebar hampir semeter, hanya dikerangkai bilah bambu. Reklame yang sama pun dipasang di atas jembatan samping RRI, seberang Stasiun Balapan. Disebutkan di reklame itu, jembatan telah dicat dengan <em>Envitex/Envolux</em>!</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Penempatan reklame yang asal-asalan semacam itu, menunjukkan sang pemasang sama sekali tak memiliki selera estetika memadai. Jangan jauh-jauh membicarakan soal filosofi keindahan, saya kuatir mereka tak nyambung. Apalagi kalau sampai disodori konsep-konsep komunikasi&#8230;&#8230;kasihan mereka nanti.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/14/pilih-fesbuk-aja-fpi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pilih Fésbuk, Aja FPI'>Pilih Fésbuk, Aja FPI</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/16/gangguan-jiwa-polisi-kita/' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8216;Gangguan Jiwa&#8217; Polisi Kita'>&#8216;Gangguan Jiwa&#8217; Polisi Kita</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/01/kadoku-untuk-ulang-tahun-polri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kadoku untuk  Ulang Tahun POLRI'>Kadoku untuk  Ulang Tahun POLRI</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/02/24/reklame-norak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Bus Baru di Solo</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/02/22/dua-bus-baru-di-solo/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/02/22/dua-bus-baru-di-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 07:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[bus tingkat]]></category>
		<category><![CDATA[doubledecker]]></category>
		<category><![CDATA[railbus]]></category>
		<category><![CDATA[sepur kluthuk]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[surakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2280</guid>
		<description><![CDATA[Menandai peringatan ulang tahun ke-266 berdirinya kota, Pemerintah Surakarta meluncurkan dua bus sekaligus: bus tingkat (doubledecker) dan bus yang berjalan di atas rel, sejenis kereta api (railbus). Keduanya merupakan fasilitas penunjang bagi hidup dan berkembangnya pariwisata. Jadi, bukan bus umum atau angkutan massal untuk publik. Keduanya hadir melengkapi pilihan sarana plesiran bagi pelancong, setelah sebelumnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/20/surakarta-atau-solo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surakarta atau Solo'>Surakarta atau Solo</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/09/politisasi-kata-solo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Politisasi Kata Solo'>Politisasi Kata Solo</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/01/23/83/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sebuah Kitab tentang Solo'>Sebuah Kitab tentang Solo</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Menandai peringatan ulang tahun ke-266 berdirinya kota, Pemerintah Surakarta meluncurkan dua bus sekaligus: bus tingkat (<em>doubledecker</em>)<em> </em>dan bus yang berjalan di atas rel, sejenis kereta api (<em>railbus</em>). Keduanya merupakan fasilitas penunjang bagi hidup dan berkembangnya pariwisata. Jadi, bukan bus umum atau angkutan massal untuk publik.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_2282" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2282" href="http://blontankpoer.com/2011/02/22/dua-bus-baru-di-solo/bistumpuk_blog_1518/"><img class="size-full wp-image-2282" title="bistumpuk_blog_1518" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/02/bistumpuk_blog_1518.jpg" alt="" width="600" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Bus Tingkat (doubledecker) baru, akan segera menghiasai jalanan utama Kota Solo. Berbeda dengan bus tingkat yang dioperasikan Perum Damri beberapa tahu silam, bus ini hanya untuk keperluan turisme, sehingga rute-rute yang dipilih pun akan menghubungkan satu dengan lain obyek wisata kota.</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Keduanya hadir melengkapi pilihan sarana plesiran bagi pelancong, setelah sebelumnya ada <em>sepur kluthuk</em> Jaladara<em> </em>atau kereta tua bertenaga uap. Begitulah, pelancong memang tamu. Mereka harus diperlakukan mulia selayaknya raja. Mereka datang ke Surakarta atau Solo karena pesona kota, yang meliputi apa saja: kuliner, atraksi dan warisan budaya, serta keramahan dan halus budi warganya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kian nyaman plesiran di Solo, kian banyak harta  yang dibelanjakan. Untuk menginap, urusan memanjakan lidah dan mengurus perut, hingga tanda mata yang mereka pikir harus dibawa sekembalinya ke tempat asal mereka.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Semua tahu, orang berkelana juga mengejar sensasi dan pengalaman rohaniah. Itulah yang kelak akan dituturkan kepada sanak, kerabat, teman dan kolega. Efeknya, bisa jadi akan banyak orang yang perlu membuktikan kebenaran sebuah cerita, testimoni orang-orang yang telah berkeliling Kota Surakarta.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_2283" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2283" href="http://blontankpoer.com/2011/02/22/dua-bus-baru-di-solo/railbus-solo_blog_6453/"><img class="size-full wp-image-2283" title="railbus-solo_blog_6453" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/02/railbus-solo_blog_6453.jpg" alt="" width="600" height="310" /></a><p class="wp-caption-text">Seperti bus, angkutan wisata ini kelak akan dioperasikan untuk wisata dalam kota juga. Pemerintah Kota Surakarta sedang merancang rel baru yang menghubungkan Stasiun Sangkrah dengan Stasiun Jebres, yang dulunya terhubung, namun bekas jalurnya sudah jadi kawasan permukiman. Kelak, jika itu terwujud, maka railbus bisa mengitari dalam kota, menghubungkan empat stasiun, termasuk Balapan dan Purwosari.</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Jadi, andai masih ada yang menganggap pembelian/pengadaan ketiga sarana transportasi wisata sebagai kemewahan dan menghambur-hamburkan uang rakyat, saya  <em>kok</em> kurang sependapat. Alasan mahalnya tiket alias tingginya biaya untuk menikmati yang tak terjangkau rakyatnya, rasanya juga kelewat mengada-ada. Ketiganya, sekali lagi, bukanlah angkutan umum massal untuk publik.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Soal banyak warga ingin merasakannya namun ada keterbatasan biaya, saya kira masih bisa dicarikan jalan keluarnya. Bisa saja Dinas Pariwisata atau Pemerintah Kota menyediakan paket wisata khusus, dengan beban pembiayaan ditanggung pemerintah. Semua itu hanya soal cara dan strategi mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait, sehingga warga kebanyakan bisa mengaksesnya, tidak cuma <em>mèlèt </em>atau <em>ngiler</em> karena ingin pula menikmati keindahan kota dari ketiga sarana wisata tadi.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kehadiran wisatawan, lokal maupun asing, sudah pasti membawa berkah bagi warga Kota Solo. Ada <em>multiplier effects</em> yang bisa dinikmati banyak orang, seberapapun kecilnya. Mereka butuh makan, perlu jalan-jalan sehingga butuh becak, taksi, atau mobil sewaan, dan sebagainya. Oleh-oleh pun perlu mereka bawa pulang.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Siapa yang untung?</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/20/surakarta-atau-solo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surakarta atau Solo'>Surakarta atau Solo</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/09/politisasi-kata-solo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Politisasi Kata Solo'>Politisasi Kata Solo</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/01/23/83/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sebuah Kitab tentang Solo'>Sebuah Kitab tentang Solo</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/02/22/dua-bus-baru-di-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kutha Sala lan Jokowi</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/02/17/kutha-sala-lan-jokowi/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/02/17/kutha-sala-lan-jokowi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 22:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita saka Sala]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kartasura]]></category>
		<category><![CDATA[Kutha Sala]]></category>
		<category><![CDATA[surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tanggap warsa]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1382</guid>
		<description><![CDATA[Dina iki, jangkep 265 taun umuré Kutha Sala. Wong sakutha padha ngadani pèngetan tanggap warsa. Pemerintahé mèngeti kanthi upacara nganggo adat Jawa. Sing kakung beskapan, sing putri ngagem busana Jawi sapengadeg: jarikan, kebayak lan rikmané disanggul sasak. Dina iki uga, bakal dianakaké kirab Boyong Kedhaton, rékané napak tilas, éthok-éthok mènèhi gambaran pindhah-boyongané kulawarga kraton, saka [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/14/sala-butuh-underpass/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sala Butuh Underpass'>Sala Butuh Underpass</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/07/01/sapa-salah-bakal-seleh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sapa Salah Bakal Sèlèh'>Sapa Salah Bakal Sèlèh</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/20/noordin-m-top-wis-mati/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Noordin M. Top Wis Mati!'>Noordin M. Top Wis Mati!</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Dina iki, jangkep 265 taun umuré Kutha Sala. Wong sakutha padha ngadani pèngetan tanggap warsa. Pemerintahé mèngeti kanthi upacara nganggo adat Jawa. Sing kakung beskapan, sing putri ngagem busana Jawi sapengadeg: jarikan, kebayak lan rikmané disanggul sasak.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1383" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a rel="attachment wp-att-1383" href="http://blontankpoer.com/2010/02/17/kutha-sala-lan-jokowi/sala_1/"><img class="size-full wp-image-1383" title="sala_1" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/sala_1.jpg" alt="" width="500" height="232" /></a><p class="wp-caption-text">Upacara pèngetan tanggap warsa kanthi busana Jawa, 17 Pebruari 2008.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Dina iki uga, bakal dianakaké kirab <em>Boyong Kedhaton,</em> rékané napak tilas, éthok-éthok mènèhi gambaran pindhah-boyongané kulawarga kraton, saka Kartasura menyang Dhésa Sala ing tlatah Surakarta. Sadurungé, kraton trah Mataram Islam pancèn dumunung ana Kartasura, nanging kudu énggal dipindhahaké ana papan sing aman sawisé grombolan Sunan Kuning bisa ngraman lan kasil mbobol bètèng Kartasura.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ngancik 265 taun umuré, wis ora kaya biyèn, Kutha Sala pancèn krasa sansaya katon tumata lan krasa tentrem. Wit-witané ngrembuyung ana sakiwa-tengené dalan-dalan ing tengah kutha. Paribasan wong saiki kangèlan maido marang éndahé kutha, utamané saploké Pak Joko Widodo utawa Jokowi jumeneng nata, mréntah kutha kang aran walikutha.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1389" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-1389" href="http://blontankpoer.com/2010/02/17/kutha-sala-lan-jokowi/suryo/"><img class="size-full wp-image-1389" title="suryo" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/suryo.jpg" alt="" width="300" height="214" /></a><p class="wp-caption-text">Sanajan nganggo busana warna béda, pegawé siji iki klebu priyayi pinunjul. Muda tur trengginas. (17 Pèbruari 2010)</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Pancen kutha kudu katon resik lan éndah, supaya para priyayi sing tindak Sala bisa luwih betah. Mula, regedan kudu disingkiri, sing marakaké reged ya kudu disingkiraké. Sanajan mung bakul oprokan paribasané, nanging uga ora kena disepèlèkaké. Saumpama isih ana sing nganggep wong cilik kuwi paribasan mung regedan, sajaké bakal béda karep marang Pak Jokowi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Miturut Pak Jokowi, wong cilik kudu dimulyakaké, diwènèhi papan kanggo golèk pangan. Kosok balèné, supaya adil, kabèh kudu gelem lan diajak nata kutha bebarengan. Wong cilik lan wong gedhé padha waé, butuh golèk pangan kanggo urip. Sing gedhé kudu bisa ngayomi sing cilik, lan sapanunggalané.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ora ateges ngilangaké bekti lan pakaryané para walikutha sing jumeneng nata sadurungé Pak Joko Widodo, nanging kudu diakoni yèn saiki pancèn béda tenan. Wargané guyub lan rumangsa kudu gumrégah bebarengan nata kutha, jalaran padha naté ngalami urip mung dadi rakyat sing dipréntah, dudu wong sing sejatiné bisa meksa lan njaluk hak-é marang pemerintah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Marang Pak Jokowi, sajaké rakyat malah isin nuntut hak jalaran padha ngrumangsani yèn walikutha sing siji iki luwih cekatan lan akèh athikan. Ngélingaké rakyat marang hak kanthi cara nuduhaké hak-hak lan kuwajibané rakyat. Contoné: para pedagang klithikan dicukupi haké kanggo golèk sandhang-pangan, nanging uga diélingaké kuwajibané supaya njaga tentremé kutha, mbayar pajek marang negara, lan sapanunggalané.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tumrapé pada pedagang ing pasar-pasar tradhisional, Pak Jokowi ngelingaké kuwajibané supaya njaga pasar tetep resik, dagangan sarwa apik lan ngladèni wong tuku kanthi becik supaya mbésuké padha seneng balik, blanja manèh menyang pasar. Ijin kanggo mal lan pasar swalayan diwènèhaké supaya kutha munggah kelas lan pamoré, supaya ana modhal utawa <em>investasi</em> sing teka. Supaya pedagang cilik ora ditinggal wong blanja menyang pasar swalayan, banjur diiming-imingi kupon hadhiah saben gelem blanja menyang pasar tradhisional.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Crita-crita babagan <em>investasi</em>, aku naté wawancara ana sajroné mobil dhinesé Pak Jokowi. Wektu iku, setaun kepungkur, aku ngaturaké pitakonan. Mangkéné jangkepé lan cara ngokon</span>é (asline basa alus campur basa Melayu)<span style="color: #000080;">:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><em>Supaya Sala tambah maju, kuthané moncèr nanging rakyaté ora pating klèlèr jalaran bisa gampang anggoné padha golèk pangan, mesthiné mbutuhaké </em>investasi<em> sing ora sethithik. Kira-kira perlu pirang taun?</em></span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jawabé Pak Jokowi rada dawa. Bakuné, yèn ana sing duwé modhal gedhé banjur ngedegaké rumah sakit internasional ana cedhak Mojosongo, umpamané, bakal gawé majuné wong-wong sing mapan ing sakiwa-tengené. Wis mesthiné, papan sing ramé bakal nuwuhaké gampangé golèk sandhang-pangan. Contoné, buka warung mangan lan sapanunggalané. Tukang bécak, sopir taksi lan liya-liyané uga bakal kecipratan rejekiné.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1390" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-1390" href="http://blontankpoer.com/2010/02/17/kutha-sala-lan-jokowi/kali_pedaringan/"><img class="size-full wp-image-1390" title="kali_pedaringan" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/kali_pedaringan.jpg" alt="" width="600" height="309" /></a><p class="wp-caption-text">Pinggir Kali Anyar, Pedaringan sisih kidul digawé taman supaya bisa dadi papan reja lan bisa kanggo ngisis, dn sing sisih lor digawé tanggul semèn supaya bayuné ora nggogos. Sawangané ya dadi tambah padhang.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Saliyané kuwi, ana uga kawicaksanan sing katoné sepelé, nanging bakal gedhé banget pikolèhé. Kali Anyar lor Terminal Tirtonadi diresiki, banjur digawèkaké taman. Semono uga kali cedhak Kandang Sapi tumekané Pedaringan, dikeruk, diapikaké lan diwènèhi taman. Ngendikané Pak Jokowi:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Yèn kaliné resik, warga dadi gelem njaga supaya ora katon reged. Mula, kudu disadharaké, diajak malik omahé supaya madhep kali. Yèn kali disingkur, dungkuri, mesthi waé padha sakepénaké nguncalaké regedan menyang kali jalaran kali dianggep papan sing cocok kanggo ngèlèkaké regedan. Padha ora nggatèkaké yèn regedan lan uwuh njalari mampeté kali, tundhané bisa nyilakani, bisa ngendhek banyu banjur dadi banjir.</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Aku<em> </em>mbacutak</span>é<span style="color: #000080;"> pitakonan.<br />
</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><em>Kinten-kinten betah modhal pinten supados Sala tambah maju, lan pinten kinten-kinten bakal wonten </em>investasi<em> ingkang tinandur déning </em>investor<em>?</em></span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1391" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-1391" href="http://blontankpoer.com/2010/02/17/kutha-sala-lan-jokowi/jokowi_penghargaan/"><img class="size-medium wp-image-1391" title="jokowi_penghargaan" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/jokowi_penghargaan-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Walikota Jokowi ngaturaké piagam penghargaan marang priyayi sing kaanggep wis majokaké donya olah raga ing Sala ing satengahé upacara pèngetan tanggap warsa Kutha Sala, Rebo, 17 Pebruari 2010.</p></div>
<p>Wektu kuwi, Pak Jokowi sumaur yèn kanggo mbangun kutha Sala dadi éndah kaya sing diimpèkaké panjenengané, kira-kira perlu wektu sepuluh taun. Sasuwéné kuwi, pemerintah kudu udu kira-kira Rp 650 milyat (ateges Rp 65 milyat saben taun). Nanging saka modhal semono kuwi bakal bisa nekakaké <em>investasi </em>nganti sangang trilyun rupiah akèhé.</p>
<p><span style="color: #000080;">Gandhèng butuh sepuluh taun kanggo mujudaké angen-angené, mula mèmper yèn saiki Pak Jokowi ancang-ancang njago manèh. Muga-muga, priyayi sing andhap asor nanging napas uripé padha karo wong cilik iku olèh palilah saka Gusti Sing Murbèng Dumadi. Muga-muga dadi, lan bisa slamet salawasé. Kaya sing wis padha dimangertèni, nyatané Pak Jokowi adoh saka <em>gosip </em>korupsi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Wilujeng tanggap warsa Kuta Sala. Wilujeng nyalon malih, Pak Jokowi. Mugi-mugi saged mujudaken kersa panjenengan: nata kutha sesarengan warga kanthi sesanti <em>Berseri Tanpa Korupsi</em>.<br />
</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/14/sala-butuh-underpass/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sala Butuh Underpass'>Sala Butuh Underpass</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/07/01/sapa-salah-bakal-seleh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sapa Salah Bakal Sèlèh'>Sapa Salah Bakal Sèlèh</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/20/noordin-m-top-wis-mati/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Noordin M. Top Wis Mati!'>Noordin M. Top Wis Mati!</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/02/17/kutha-sala-lan-jokowi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belut dan Langgi Mas Kuwat</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/02/09/belut-dan-langgi-mas-kuwat/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/02/09/belut-dan-langgi-mas-kuwat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 11:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Klangenan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[belut]]></category>
		<category><![CDATA[Delanggu]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Kuwat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1296</guid>
		<description><![CDATA[Mas Kuwat memang dahsyat. Di angkringan tempat dia buka lapak wedangan, ada belut goreng unggulan yang dijajakan. Belut goreng, asli hasil tangkapan sawah, bukan belut piaraan seperti banyak diperdagangkan. Belut goreng Mas Kuwat menjadi pelengkap kita menyantap nasi langgi, nasi bungkusan yang tak pantas disejajarkan dengan sega kucing, yaitu nasi bungkus dengan sambal dan bandeng [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/09/sensasi-wedangan-sala/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sensasi Wedangan Sala'>Sensasi Wedangan Sala</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/05/menu-elek-elekan-harjo-bestik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menu Elek-elekan Harjo Bestik'>Menu Elek-elekan Harjo Bestik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmat Teh Kombinasi'>Nikmat Teh Kombinasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003300;">Mas Kuwat memang dahsyat. Di angkringan tempat dia buka lapak wedangan, ada belut goreng unggulan yang dijajakan. Belut goreng, asli hasil tangkapan sawah, bukan belut piaraan seperti banyak diperdagangkan. Belut goreng Mas Kuwat menjadi pelengkap kita menyantap nasi langgi, nasi bungkusan yang tak pantas disejajarkan dengan <em>sega </em>kucing, yaitu nasi bungkus dengan sambal dan bandeng <em>seuprit</em>.</span></p>
<p><span style="color: #003300;"><a rel="attachment wp-att-1297" href="http://blontankpoer.com/2010/02/09/belut-dan-langgi-mas-kuwat/mas_kuwat/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1297" title="mas_kuwat" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/mas_kuwat.jpg" alt="Angkringannya masih angsli, beda dengan kebanyakan wedangan" width="613" height="380" /></a>Belut sawah goreng dan nasi langgi termasuk dua dagangan unggulan Mas Kuwat. Meski angkringan baru dibuka jam 17.30, jangan harap Anda masih kebagian keduanya pada jam 19-an. Walau berdagang di Delanggu –tepatnya utara <em>traffic light</em> sebelah barat jalan, banyak orang Solo menjadi pelanggan setianya.<br />
</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Saya baru mengenal angkringan Mas Kuwat sekitar empat tahun silam, atas rekomendasi seorang teman di Solo. Menurut promosi sang teman, teh Mas Kuwat enak <em>tenan</em>! Dia memprovokasi begitu karena tahu <a href="http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/">saya penyuka teh</a>. Daaannn&#8230;. ternyata selera teman saya agak kacau. <a href="http://blontankpoer.com/2009/10/08/nggathok-teh/">Teh</a> bikinan Mas Kuwat sedang-sedang saja sebenarna. Kalau wedang jahenya, OK-lah, kalau mau dibilang enak, maka saya masih rela mengamininya.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Cuma belut dan nasi langgi sajakah yang enak? Ternyata tidak. Tempe dan tahu bacemnya enak, begitu pula <em>peyek</em><em>crispy</em>. Pisang gorengnya juga top markotop. Berbahan pisang raja, ’bedak’ tepungnya tak setebal bantal. Karena banyaknya kelebihan itulah, saya berani merekomendasikannya untuk Anda.</span> kacang tanahnya yang empuk dan</p>
<p><span style="color: #003300;">Bagi Anda yang suka <em>ngumbah mata</em>, selepas magrib adalah waktu yang tepat untuk merapat. Banyak perempuan muda yang datang memborong belut, nasi langgi atau nasi oseng. Sedang orang-orang Solo yang suka singgah sepulang bepergian, biasanya memborong nasi langgi dan aneka bacem.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Bagi sebagian pembeli asal Solo yang lain, konon suka datang menjelang tengah malam. Mungkin mereka mencari suasana yang tak terlalu bising sebab hingga selepas petang, masih banyak bus yang menaik-turunkan penumpang di dekat angkringan Mas Kuwat. Anda pasti sudah bisa membayangkan suara bising knalpot saat bis-bis besar itu melakukan <em>angkatan</em> atau <em>start</em> jalan.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Anda ingin mencobanya? Sebaiknya jangan datang kelewat malam kalau ingin menikmati aneka sajian. Kecuali, memang Anda cuma butuh <em>nge</em>-teh dan berbincang-bincang.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Oh, iya. Ada satu ciri yang membedakan angkringan Mas Kuwat dengan penjaja yang lain. Dia masih menggunakan angkringan asli. Dulunya, dengan angkring seperti itulah pedangan wedangan berkeliling keluar-masuk kampung menjajakan dengan cara memikul angkring. Penjual akan berhenti, melayani pembeli hingga puas sebelum ia meneruskan perjalanan dengan rute sama setiap harinya. </span></p>
<p><span style="color: #003300;">Kini, penjaja model angkringan sudah sulit dijumpai. Kabarnya, di Solo pun masih ada satu penjaja keliling. Tapi, saya belum menyaksikan dengan mata sendiri.<br />
</span></p>
<p><span style="color: #003300;"> </span></p>
<p><span style="color: #003300;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/09/sensasi-wedangan-sala/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sensasi Wedangan Sala'>Sensasi Wedangan Sala</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/05/menu-elek-elekan-harjo-bestik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menu Elek-elekan Harjo Bestik'>Menu Elek-elekan Harjo Bestik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmat Teh Kombinasi'>Nikmat Teh Kombinasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/02/09/belut-dan-langgi-mas-kuwat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tengak-tengok di City Walk</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 15:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Solo dan sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Suasana Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[City Walk]]></category>
		<category><![CDATA[Galabo]]></category>
		<category><![CDATA[Kauman]]></category>
		<category><![CDATA[Kemlayan]]></category>
		<category><![CDATA[museum batik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1283</guid>
		<description><![CDATA[City Walk merupakan kosakata baru bagi warga Solo. Sudah dua tahun, jalur lambat di sisi kanan jalur protokol itu ramai pejalan kaki, setelah wajah aspal diganti paving block. Di banyak tempat terdapat kursi besi beralas kayu untuk bercengkerama, atau tempat istirahat bagi penyusur. Hot spot pun ditebar di sepanjang City Walk, walau dengan speed sedang-sedang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/21/lambat-merayap-kereta-uap/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lambat Merayap Kereta Uap'>Lambat Merayap Kereta Uap</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/04/sate-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sate Jamu'>Sate Jamu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmat Teh Kombinasi'>Nikmat Teh Kombinasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003300;"><em>City Walk</em> merupakan kosakata baru bagi warga Solo. Sudah dua tahun, jalur lambat di sisi kanan jalur protokol itu ramai pejalan kaki, setelah wajah aspal diganti <em>paving block</em>. Di banyak tempat terdapat kursi besi beralas kayu untuk bercengkerama, atau tempat istirahat bagi penyusur. <em>Hot spot</em> pun ditebar di sepanjang <em>City Walk</em>, walau dengan <em>speed </em>sedang-sedang saja.</span></p>
<p><span style="color: #003300;"> </span></p>
<div id="attachment_1287" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-1287" href="http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/citywalk_pose_dony_2567/"><img class="size-full wp-image-1287" title="citywalk_pose_dony_2567" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/citywalk_pose_dony_2567.jpg" alt="" width="620" height="306" /></a><p class="wp-caption-text">Bukan Turis Biasa - makanya masih butuh foto bersama segala</p></div>
<p><span style="color: #003300;">Diperkenalkan Pak Joko Widodo pada awal-awal menjabat walikota, area pejalan kaki itu memang dimaksudkan untuk menarik minat wisatawan. Di ujung jalan terdapat pusat kuliner Galabo, akronim Gladak Langen Bogan. <em>Langen </em>itu senang-kesenangan dan <em>bogan </em>itu bentuk jamak dari <em>boga </em>yang artinya makanan.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Di Galabo itulah, semua ikon warung makan Solo membuka cabang. Bahkan, warung-warung yang hanya buka hingga sore di tempat aslinya, kita masih bisa menikmatinya pada malam hari. Galabo memang direncanakan sebagai pemuas bagi kaum pemanja lidah, terutama bagi yang tak punya cukup kesempatan untuk menikmatinya di siang hari.</span></p>
<p><span style="color: #003300;"><em> </em></span></p>
<div id="attachment_1288" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><em><em><a rel="attachment wp-att-1288" href="http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/citywalk_guide_dony_2517/"><img class="size-full wp-image-1288" title="citywalk_guide_dony_2517" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/citywalk_guide_dony_2517.jpg" alt="" width="300" height="304" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">Penulis dipaksa menjalani peran sebagai pemandu wisata dadakan</p></div>
<p><span style="color: #003300;"><em>City Walk</em> memang tak sia-sia dibangun. Rimbunnya pepohonan dari Purwosari hingga Gladak tak hanya asyik untuk jalan-jalan. Kita bisa menikmati Dalem Wuryaningratan, rumah tua bekas bangsawan Kraton Surakarta yang kini dijadikan Museum Batik <em>Danar Hadi</em>. Di museum itu, ratusan koleksi batik kuno dipajang, dan di bagian belakang museum bisa dijumpai jari-jari terampil para pembatik, dari yang berusia muda hingga nenek-nenek.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Museum itu tak jauh dari Sriwedari, kompleks taman bekas milik keluarga kerajaan. Selain gedung wayang orang yang legendaris, Museum Radya Pustaka juga berada di sini. Koleksi pusaka, topeng-topeng kuno, buku-buku bersejarah serta arca-arca tua terdapat di museum persembahan Raja Surakarta untuk masyarakat ini.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Sriwedari  dan Dalem Wuryaningratan memang lekat dengan nuansa kerajaan. Begitu  pula dengan Kemlayan, kampung tua yang dulunya merupakan kompleks  permukiman untuk abdi dalem kerajaan di bidang karawitan. Empu  gendingnya diberi gelar kebangsawanan, dengan nama sebutan <em>Mlaya</em>.  Kata Kemlayan memang kata bentukan dari <em>ke</em> + <em>mlaya</em> + <em>an,</em></span> <span style="color: #003300;">yang berarti kawasan para</span><span style="color: #003300;"> (anggota korps) </span><span style="color: #003300;"><em>mlaya.</em></span></p>
<p><span style="color: #003300;"> </span></p>
<div id="attachment_1289" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-1289" href="http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/citywalk_kotaksampah_dony_2480/"><img class="size-full wp-image-1289" title="citywalk_kotaksampah_dony_2480" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/02/citywalk_kotaksampah_dony_2480.jpg" alt="" width="300" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Hanya kotak sampah yang dikelola DKP inilah yang paling berkontribusi mempermalukan warga Kota Surakarta</p></div>
<p><span style="color: #003300;">Antara Galabo dengan Kemlayan, ada satu kawasan tua yang cirinya hampir sama: jalan-jalan kampungnya berupa lorong kecil yang menyulitkan pengendara sepeda motor atau sepeda angin berpapasan. Kawasan itu bernama Kampung Kauman, tempat di mana para ulama dan santri kraton bermukim. Ciri Kauman hampir sama di berbagai kota seperti Semarang, Yogyakarta, Cirebon dan kota-kota tua lainnya, yakni selalu ada masjid besar sebagai pusatnya.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Di Solo, Masjid Agung masih merupakan pusat kegiatan ritual Islam kerajaan hingga kini, meski kampungnya sendiri sudah jamak latar belakang penduduknya. Selain berkonsentrasi pada urusan syiar Islam, rata-rata penduduk kauman adalah pedagang. Hingga kini, Kauman masih menjadi sentra perdagangan kitab Al Quran, buku Yaasin dan Tahlil serta buku-buku Islam dan perlengkapan ibadah. Peci, tasbih, sajadah, mukena dan sarung banyak dijajakan di kampung ini.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Meski demikian, Batik Kauman juga relatif populer. Dulu, konon motif batik <em>made in </em>Kauman berbeda dengan yang dibuat di Laweyan, meski kini nyaris sama. Outlet-outlet batik dan perajin pun mulai menjamur seiring dengan naiknya pamor batik dalam beberapa tahun terakhir.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Anda tertarik jalan-jalan di <em>City Walk </em>juga? Kami, komunitas blogger <a href="http://bengawan.org/">Bengawan</a> baru saja menyusuri kawasan itu. Minggu (7/2) sore yang cerah menjadi hari yang menyenangkan bagi kami, menjalani program WatchWhileWalk agar kami bisa bercerita banyak tentang Solo, yang hasilnya akan kami ceritakan kepada Anda. Ya, kira-kira seperti yang baru saja Anda baca ini.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Selamat datang di Solo, Kota Baik Surakarta&#8230;&#8230;&#8230;</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Foto-foto:</span> <a href="http://putradaerah.wordpress.com">Dony Alfan</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/21/lambat-merayap-kereta-uap/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lambat Merayap Kereta Uap'>Lambat Merayap Kereta Uap</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/04/sate-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sate Jamu'>Sate Jamu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmat Teh Kombinasi'>Nikmat Teh Kombinasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmat Teh Kombinasi</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 16:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Lidah Manja]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[2 Tang]]></category>
		<category><![CDATA[999]]></category>
		<category><![CDATA[Dandang]]></category>
		<category><![CDATA[Dilmah]]></category>
		<category><![CDATA[Djempol]]></category>
		<category><![CDATA[jasmine]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Djenggot]]></category>
		<category><![CDATA[Lipton]]></category>
		<category><![CDATA[Poci]]></category>
		<category><![CDATA[Sari Wangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosro]]></category>
		<category><![CDATA[teh]]></category>
		<category><![CDATA[Tjatoet]]></category>
		<category><![CDATA[Tong Tji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[Tak usah jauh-jauh ke Slawi atau Tegal untuk menikmati seduhan teh yang mantap. Di Negeri Poci itu, lidah tak terdidik pun bisa memaksa siapapun mengucap enak, walau masuk di sembarang warung. Mengapa harus ke Tegal? Nah, untuk menjawab itulah saya ingin berbagi pengalaman dengan Anda, untuk menikmati teh sembari baca-baca di teras. Teh Seduhan Kombinasi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/04/sate-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sate Jamu'>Sate Jamu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tengak-tengok di City Walk'>Tengak-tengok di City Walk</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/17/srabi-kasih-sayang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srabi Kasih Sayang'>Srabi Kasih Sayang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak usah jauh-jauh ke Slawi atau Tegal untuk menikmati seduhan teh yang mantap. Di <em>Negeri Poci</em> itu, lidah tak terdidik pun bisa memaksa siapapun mengucap enak, walau masuk di sembarang warung. Mengapa harus ke Tegal? Nah, untuk menjawab itulah saya ingin berbagi pengalaman dengan Anda, untuk menikmati teh sembari baca-baca di teras.</p>
<p><strong>Teh Seduhan</strong></p>
<p>Kombinasi teranyar baru saya temukan dua pekan silam, dari perpaduan antara teh cap <em>Tjatoet, Gopek </em>dan <em>Tong Tji</em> –semuanya produksi Slawi, Tegal. Sepet yang terasa kuat diperoleh dari unsur <em>Tjatoet</em>, sementara wanginya saya dapatkan dari <em>Tong Tji</em>. Keduanya sejenis, sama-sama <em>jasmine tea</em>. Aroma dari lereng Gunung Lawu pun dimasukkan, dengan menambahkan teh Kemuning.</p>
<p>Rasa itu mengalahkan kombinasi favorit saya sebelumnya, yakni <em>Nyapu </em>dan <em>Sintren</em>. Meski enak juga, kombinasi lama ini terasa lebih ringan, walau tak bisa disebut lamat-lamat. Banyak warung-warung wedangan di Solo menjadikan kombinasi <em>Nyapu </em>dan <em>Sintren</em> sebagai sajian favorit.</p>
<p>Warna seduhan kombinasi yang satu ini juga tampak lebih terang/bening dibanding kombinasi yang baru saja saya temukan. Namun, warna hasil seduhan <em>Tjatoet</em>-<em>Tong Tji</em>-teh Kemuning bisa membuat serem bagi orang-orang yang bukan maniak teh. Orang-orang Jakarta yang terbiasa dengan teh celup model <em>Sari Wangi</em>, misalnya, akan <em>jiper</em> begitu melihat warnanya, apalagi bila disajikan dengan gelas bening.</p>
<p>Lidah-lidah orang kota seperti Jakarta, yang (menurut saya) sama-sama pragmatisnya dengan rata-rata prinsip hidup mereka, akan kaget atau berteriak kepahitan bila berjumpa teh model demikian. Apalagi mereka yang sejak masa kecilnya sudah didikte dengan minuman kemasan, sirup atau teh ala kadarnya. Ya, maklum saja, rata-rata orang kota hanya mengenal merek teh dari iklan media massa, lalu menyuruh pembantu membeli teh sesuai iklan yang didapatnya.</p>
<p>Beberapa teman di Solo lebih menyukai kombinasi tiga merek sekaligus: <em>Nyapu, Sintren </em>dan <em>999</em>. Tapi, setelah saya coba, unsur <em>triple-nine</em> itu nyaris tak memiliki kontribusi apa-apa. Rasanya hampir tak jauh beda. <em>So</em>, malah lebih boros, kan?</p>
<p>Oh, iya, sebelum lupa, saya ingatkan kepada Anda. Bila menginginkan yang sedang-sedang saja, dua sendok makan teh sudah cukup untuk diguyur air secangkir. Tinggal selera Anda, mau model teh tubruk atau saring. Soal manis-tidaknya, silahkan menambah gula sesuai selera. Namun, untuk penyuka teh seperti saya, tiga sendok makan baru bisa disebut masuk hitungan.</p>
<p>Tapi di antara formula lama dan yang baru ditemukan, tetap saja membuat saya tergoda melakukan eksperimen-eksperimen lanjutan. Teh hijau pun saya masukkan sebagai unsur tambahan. Begitu juga teh <em>2 Tang</em> yang pernah lama jadi teh tunggal favorit saya. Teh cap <em>Dandang</em> atau teh cap <em>Djempol </em>yang sudah saya cecap sedari kanak-kanak pun masuk jenis yang terus saya eksplor.</p>
<p>Yang pasti, hingga kini saya sudah mendapatkan empat varian, dengan resep berbeda-beda. Ada yang <strong><em>light </em></strong>untuk pemula, dengan aroma lebih wangi karena unsur melati. Yang ini dibuat karena ada beberapa masukan dari kebanyakan perempuan, yang merasa lebih suka rasa sedang, sebab terlalu sepat kadang membuat perut mulas. Lantas varian yang saya klasifikasikan sebagai<strong> <em>reguler</em></strong> dengan wangi dan sepat sama-sama sedang. Yang ketika, saya namai <strong><em>super</em></strong> karena wanginya kuat dan sepatnya nendang. Dan, varian keempat merupakan racikan khusus bagi <em>tea addicted</em> atau maniak. Saya memberi julukan <strong><em>premium</em></strong> lantaran hanya orang-orang aneh atau luar biasa, yang menyukai jenis ini. Jumlahnya tidak banyak, tapi benar-benar penikmat teh.</p>
<p><strong>Teh Celup </strong></p>
<p>Khusus bagi Anda yang sering bepergian dalam waktu lama namun kesulitan memperoleh kenikmatan saat ketagihan datang, saya rekomendasikan beberapa merek. <em>Tong Tji, 2 Tang, Sosro</em> atau <em>Kepala Djenggot</em> sudah cukup. Namun saya ingatkan, khusus teh celup <em>Sosro</em>, pilihlah yang jenis Premium, jangan <em>Sosro</em> yang banyak beredar di warung-warung. Kalau yang itu, <em>sih</em>, cuma beda-beda tipis dengan <em>Sari Wangi</em>, yang hanya pas untuk lidah pemula.</p>
<p>Yang perlu saya ingatkan pula, jangan sekali-sekali tergiur <em>brand</em> asing. <em>Lipton</em> dan <em>Dilmah</em> yang banyak diandalkan restoran dan hotel-hotel berbintang itu hanya menang <em>wah</em>. Padahal, <em>wah­-</em>nya cuma di harga, bukan rasa. Cuma, ya mesti maklum. Karena menang promosi dan sukses di pencitraan, jangan kaget kalau di tempat-tempat beginian, Anda tak bakal mendapatkan teh yang mantap, enak dan bikin ketagihan.</p>
<p>Sayang, teh celup bikinan perusahaan swasta asing itu sudah mendominasi hotel dan restoran mewah di berbagai kota di Indonesia. Tapi, biarkan saja. Toh, yang menikmati tak seberapa, cuma itu-itu saja.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/04/sate-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sate Jamu'>Sate Jamu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tengak-tengok di City Walk'>Tengak-tengok di City Walk</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/17/srabi-kasih-sayang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srabi Kasih Sayang'>Srabi Kasih Sayang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Tim Goreng Mbok Iyem</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/25/ayam-tim-goreng-mbok-iyem/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/10/25/ayam-tim-goreng-mbok-iyem/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 15:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Solo dan sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Solo dan Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[ayam goreng]]></category>
		<category><![CDATA[ayam tim]]></category>
		<category><![CDATA[Iyem]]></category>
		<category><![CDATA[Mbak Ning]]></category>
		<category><![CDATA[Mbok]]></category>
		<category><![CDATA[Mbok Karto]]></category>
		<category><![CDATA[sambal]]></category>
		<category><![CDATA[Umar Kayam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/ayam-tim-goreng-mbok-iyem/</guid>
		<description><![CDATA[Dilihat dari namanya saja sudah kelihatan kerendahhatiannya. Mbok Iyem! Sebuah nama, yang karena menyertakan kata mbok bisa disalahpahami anak-anak Jakarta sebagai penuntun sebuah identifikasi yang merujuk pada eksistensi seorang pembantu. Oke lah, kita pakai saja kesalahan itu. Mbok Iyem memang orang desa, dan hingga kini dia tinggal di sebuah desa. Rumahnya agak njlepit, tersembunyi, di [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/17/awas-ada-ayam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Awas Ada Ayam!'>Awas Ada Ayam!</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/10/10/kalau-mau-kreatif-mbok-jangan-ngawur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalau Mau Kreatif, mbok Jangan Ngawur'>Kalau Mau Kreatif, mbok Jangan Ngawur</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/12/lezatnya-kwetiauw-pak-yono/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lezatnya Kuetiau Pak Yono'>Lezatnya Kuetiau Pak Yono</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari namanya saja sudah kelihatan kerendahhatiannya. Mbok Iyem! Sebuah nama, yang karena menyertakan kata <em>mbok</em> bisa disalahpahami anak-anak Jakarta sebagai penuntun sebuah identifikasi yang merujuk pada eksistensi seorang pembantu. <em>Oke</em> lah, kita pakai saja kesalahan itu.</p>
<p>Mbok Iyem memang orang desa, dan hingga kini dia tinggal di sebuah desa. Rumahnya agak <em>njlepit</em>, tersembunyi, di kaki Gunung Lawu tepatnya.</p>
<div id="attachment_936" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-936" title="kuliner_mbok-iyem_2419" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/kuliner_mbok-iyem_2419.jpg" alt="Jangan lihat hasil jepretannya, tapi buktikan saja rasanya..." width="300" height="169" /><p class="wp-caption-text">Jangan lihat hasil jepretannya, tapi buktikan saja rasanya...</p></div>
<p>Andai Mbah Umar Kayam masih <em>sugeng</em>, mungkin saya masih akan ditugaskan Pak Murtidjono menjemput pesinden yang berpakaian adat Jawa lengkap, dengan jarit dan kebaya plus selendang. Tidak untuk <em>nyindhen</em>, namun hanya menemani makan di ruang tengah rumah Mbok Iyem.</p>
<p><em>Dhahar</em> atau bersantap di ayam tim goreng Dewi Sri alias Bu Better saja, Mbah Kayam sebagai pemilik indikator rasa terhebat yang saya kenal, pun sudah terkesima. Apalagi di rumah Mbok Iyem yang <em>ndesa</em>, dan khas rumah Jawa. Mr Rigen, juru masak kampiun keluarga Pak Ageng dalam serial <em>Mangan Ora Mangan Kumpul </em>sekali pun pasti akan iri pada Mbok Iyem.</p>
<p>Di ruang itulah, Mbok Iyem benar-benar melayani setiap tamu, <em>khushushon</em> yang hobi <em>keplèk ilat</em>, memanjakan lidah dengan menyantap ayam yang sebelum digoreng sudah ditim terlebih dahulu. Tidak melunakkan tulang, memang. Tapi dagingnya, luar biasa empuknya!</p>
<p><em>So, </em>ayam goreng<em> </em>itu layak disebut kelewat ramah, bahkan bagi yang berumur kelewat uzur. Sang anak atau cucu tak perlu ragu gigi kakek/neneknya bakal tanggal ketika menggigit. Lebih empuk dibanding irisan mentimun yang disajikan sebagai lalapan, pelengkap sambal lombok hijau yang sedap. Nyam..nyam nyammm!!!</p>
<p>Mbok Iyem, sungguh ‘pelayan’ yang sempurna. Masakannya kelewat enak, dijamin tak bakal mengecewakan setiap ‘majikan’. Tak heran, kendati lokasinya <em>njlepit </em>dan tanpa papan nama penunjuk di pinggir jalan raya sekalipun, banyak pelanggan dari luar kota rela berbondong-bondong datang, padahal halamannya cuma cukup untuk parkir empat mobil saja.</p>
<p>Karena berada di kawasan berhawa dingin, warung Mbok Iyem memanjakan para ‘majikan’ agar tak kelesotan di lantai keramik putih yang membuat orang gampang kedinginan lalu kerap buang air. Di antara lantai keramik dan tikar plastik, ditaruhlah anyaman sabut kelapa setebal hampir lima sentimeter. Tamu bisa nyaman duduk dan diterpa dinginnya semilir angin sambil menikmati seduhan teh melati, yang meski tak kental, tapi sangat terasa pahit dan sepat, juga aroma wanginya.</p>
<p>Dimana lokasinya? Kalau dari arah Solo, rumah Mbok Iyem terletak di kiri jalan lima belas menit menjelang obyek wisata Tawangmangu. Daripada disebut nama desanya malah membuat Anda susah mengingat, paling gampang adalah penanda, ancar-ancar saja.</p>
<p>Bila di kiri jalan sudah terlihat bangunan kompleks pesantren dengan masjid yang megah, mulai saja mengurangi kecepatan. Tepat di tikungan jalan utama, ada belokan ke kiri satu-satunya. Silakan masuki hingga kira-kira seratus meteran, hingga Anda dapati tulisan ala kadarnya pada sebuah papan tripleks yang disandarkan pada pagar pembatas jalan: <em>Ayam Tim Goreng Mbok Iyem</em>.</p>
<p>Beloklah ke kiri beberapa meter saja, lalu arahkan mata Anda ke sebelah kanan. Melihat rumahnya sekilas saja, hanya akan membuat Anda terkecoh. Maklum, itu rumah tinggal yang disulap jadi warung.</p>
<p>Jika Anda pernah merasakan enaknya ayam goreng dan sambal Mbak Ning di Wonogiri atau ayam goreng Mbok Karto di Sukoharjo, jangan kuatir. Ketiganya sangat berbeda, sehingga lidah Anda punya tambahan referensi rasa. <em>Gudhangan</em> (urap) daun pepayanya dahsyat (makanan kok dahsyat! <em>Abis</em>, saya kesulitan menggambarkannya dengan kata-kata, <em>je</em>).</p>
<p>Silakan Anda coba. Ayam tim goreng Mbok Iyem disajikan kepada Anda dengan paket sayur tiga rupa: lalap, urap daun pepaya, serta sejenis trancam. Nasinya, pun pulen. Seperti dimasak pakai <em>kendhil</em>, baunya harum, jauh lebih sensasional dibanding matang karena <em>magic jar</em>, bahkan yang model tercanggih sekalipun.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/17/awas-ada-ayam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Awas Ada Ayam!'>Awas Ada Ayam!</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/10/10/kalau-mau-kreatif-mbok-jangan-ngawur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalau Mau Kreatif, mbok Jangan Ngawur'>Kalau Mau Kreatif, mbok Jangan Ngawur</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/12/lezatnya-kwetiauw-pak-yono/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lezatnya Kuetiau Pak Yono'>Lezatnya Kuetiau Pak Yono</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/10/25/ayam-tim-goreng-mbok-iyem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lambat Merayap Kereta Uap</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/09/21/lambat-merayap-kereta-uap/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/09/21/lambat-merayap-kereta-uap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 18:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Klangenan]]></category>
		<category><![CDATA[Solo dan Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Suasana Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[kereta uap]]></category>
		<category><![CDATA[Kraton Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Mangkunegara IV]]></category>
		<category><![CDATA[Mangkunegaran]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Ambarawa]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Balapan]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Jebres]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Purwosari]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun Sangkrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[Tak lama lagi, kita akan menjumpai kereta uap merayap, membelah Kota Solo. Menyusuri jalur protokol Jl. Slamet Riyadi dari Purwosari, di Stasiun Sangkrah kereta itu akan berhenti, lantas berbalik arah. Kembali ke Purwosari. Ujicoba sudah dilakukan, perbaikan rel juga hampir kelar. Tuutt&#8230;tuttt&#8230;. Siapa hendak turut&#8230;.? Ya, itulah kereta wisata yang bakal dioperasikan Pemerintah Kota Surakarta [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/04/14/wajah-baru-kereta-api/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wajah Baru Kereta Api'>Wajah Baru Kereta Api</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/07/28/mudik-manja-berselancar-di-kereta/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mudik Manja, Berselancar di Kereta'>Mudik Manja, Berselancar di Kereta</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tengak-tengok di City Walk'>Tengak-tengok di City Walk</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak lama lagi, kita akan menjumpai kereta uap merayap, membelah Kota Solo. Menyusuri jalur protokol Jl. Slamet Riyadi dari Purwosari, di Stasiun Sangkrah kereta itu akan berhenti, lantas berbalik arah. Kembali ke Purwosari. Ujicoba sudah dilakukan, perbaikan rel juga hampir kelar. <em>Tuutt&#8230;tuttt&#8230;. Siapa hendak turut&#8230;.?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<div id="attachment_800" class="wp-caption aligncenter" style="width: 530px"><em><em><img class="size-full wp-image-800" title="sepur2" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/09/sepur2.jpg" alt="Kereta Uap bakal membelah Kota Solo (Foto: Anjas W) " width="520" height="338" /></em></em><p class="wp-caption-text">Kereta Uap bakal membelah Kota Solo (Foto: Anjas W)</p></div>
<p><em> </em>Ya, itulah kereta wisata yang bakal dioperasikan Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan PT Kereta Api Daop VI/Yogyakarta. Sesuai namanya, kereta itu digerakkan dengan tenaga uap, yang dihasilkan dari ‘tungku berjalan’ berbahan bakar kayu. Hitam legam lokonya, berbahan kayu gerbongnya.</p>
<p>Sayang, pada liburan lebaran ini, kereta buatan 1896 yang dulunya dioperasikan di Cepu itu belum bisa dinikmati wisatawan tahunan alias pemudik. Setelah sukses ujicoba pertama 13 September lalu, kereta uap akan dijalankan kembali pada Minggu sore, 27 September mendatang. Sekadar meyakinkan, perbaikan rel sudah sempurna, dan aman terhadap pengguna jalan raya.</p>
<div id="attachment_801" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-801" title="sepur_rel3" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/09/sepur_rel3.jpg" alt="Perbaikan rel dan penggantian bantalan rel (Foto: Blontank Poer)" width="200" height="286" /><p class="wp-caption-text">Perbaikan rel dan penggantian bantalan rel (Foto: Blontank Poer)</p></div>
<p>Menurut Kepala PT KA Daop VI/Yogyakarta, <a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/09/11/80191/KA.Wisata.Tiba..Senin.Diuji.Coba">Rustam Harahap</a>, sekali jalan pergi-pulang memerlukan biaya operasional sekitar Rp 3,2 juta. Dua gerbong dengan kapasitas total 76 orang, berarti harga satu tempat duduk mendekati Rp 50 ribu. Mahal? Tentu masih bisa disebut murah lantaran itu buka kereta reguler, dan tujuannya semata-mata untuk rekreasi yang sifatnya memang untuk bersuka cita. <em>So?</em> Tak asyik menyoal harga tiket.</p>
<p>Sisi menarik berwisata dengan kereta itu, menurut saya, adalah kita akan singgah beberapa saat di beberapa tempat perhentian dalam satu trip pergi-pulang. Di antaranya di sekitar Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, dan Gladak. Foto-foto pasti mengasyikkan, bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan, demi melengkapi cerita menyusur Kota Solo sepanjang 5,6 kilometer itu. Di Pasar Pon, misalnya, Anda bisa mengunjung <a href="http://blontankpoer.com/berburu-barang-antik-di-triwindu/">pasar antik Triwindu</a> yang kini berubah nama mejadi Windu Jenar serta pasar malam Ngarsopura, yang tak lain merupakan ‘reinkarnasi’ <a href="http://blontankpoer.com/pasar-yaik/">Pasar Yaik</a> di masa lalu.</p>
<p>Sejatinya, ada potensi cerita masa lalu, yang bisa disertakan dalam brosur atau dituturkan pemandu wisata. Dulu, kalau tak salah pada akhir abad ke-19, pernah terdapat jalur kereta (api) yang mengitari Kota Solo, yakni rute Purwosari-Jebres-Sangkrah-Purwosari. Sebagai stasiun tua, Jebres bahkan memiliki ruang tunggu khusus untuk keluarga Raja Kasunanan Surakarta.</p>
<p>Gerbong khusus keluarga kerajaan, pun hingga kini masih bisa kita saksikan di alun-alun kidul, meski (jangan kaget) kalau kondisinya tampak kusam tak terawat. Lalu dimana jalur rel yang dulu pernah ada? Argumentasi klasik yang bakal kita dapat, bisa jadi tak bakal lebih dari pernyataan demikian: <em>sudah dijadikan kawasan hunian demi tuntutan perkembangan kota.</em></p>
<p>Dan mesti dicatat pula, Solo termasuk kota bersejarah dalam urusan perkeretaapian di Indonesia. Adalah penguasa Pura Mangkunegaran, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mangkunagara_IV">Mangkunegara IV</a> (1811-1881)  yang menjadi salah satu pemrakarsa bersama Gubernur Jenderal Belanda <a href="http://visito.net/sejarah-kereta-api">L.A.J. Baron Sloet Van De Beele</a>, yang pada 17 Juni 1864 meresmikan pembukaan jalur kereta api Semarang-Solo dan Semarang-Yogyakarta. Pembangunan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Balapan">Stasiun Balapan</a>, pun tak lepas dari peran penguasa yang juga dikenal sebagai sastrawan mumpuni itu.</p>
<div id="attachment_802" class="wp-caption aligncenter" style="width: 530px"><img class="size-full wp-image-802" title="sepur2" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/09/sepur21.jpg" alt="Melewati rel bengkong, memotong Jl. Slamet Riyadi (Foto: Anjas W)" width="520" height="338" /><p class="wp-caption-text">Melewati rel bengkong, memotong Jl. Slamet Riyadi (Foto: Anjas W)</p></div>
<p>Sebelum lupa, sekadar catatan saja. Kereta uap yang bakal dioperasikan di Kota Solo itu diperoleh dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Kereta_Api_Ambarawa">museum kereta api Ambarawa</a>. Dan, Solo menjadi kota kedua yang membuat gebrakan wisata dengan mengoperasikan kereta uap setelah Sawahlunto, Sumatra Barat, pada awal 2009. Di museum itulah, kereta-kereta uap tua itu diperbaiki.</p>
<p>Anda tertarik mencoba? Nantikan kabarnya setelah ujicoba terakhir, 27 September mendatang.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/04/14/wajah-baru-kereta-api/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Wajah Baru Kereta Api'>Wajah Baru Kereta Api</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/07/28/mudik-manja-berselancar-di-kereta/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mudik Manja, Berselancar di Kereta'>Mudik Manja, Berselancar di Kereta</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tengak-tengok di City Walk'>Tengak-tengok di City Walk</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/09/21/lambat-merayap-kereta-uap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Srabi Kasih Sayang</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/09/17/srabi-kasih-sayang/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/09/17/srabi-kasih-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 03:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Lidah Manja]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[mimi]]></category>
		<category><![CDATA[mintuna]]></category>
		<category><![CDATA[notosuman]]></category>
		<category><![CDATA[sala]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[srabi]]></category>
		<category><![CDATA[Wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kata srabi Sala, bisa jadi yang muncul di benak Anda hanya Srabi Notosuman. Tak apa. Notosuman memang telah melegenda, menjadi salah satu ikon kuliner Kota Sala. Di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, terutama di sebelah kiri jalan, sejak Purwosari hingga Gladag, bertebaran penjaja srabi. Makanan terbuat dari beras bersantan itu diberi aneka variasi demi rasa: [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2006/11/14/bendera-usang-berkibar-sayang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bendera Usang, Berkibar Sayang'>Bendera Usang, Berkibar Sayang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/19/tak-perlu-bilang-terima-kasih/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tak Perlu Bilang Terima Kasih'>Tak Perlu Bilang Terima Kasih</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmat Teh Kombinasi'>Nikmat Teh Kombinasi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_782" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-782" title="srabi_putih_0366" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/09/srabi_putih_0366.jpg" alt="Srabi Putih" width="200" height="174" /><p class="wp-caption-text">Srabi Putih</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Mendengar kata srabi Sala, bisa jadi yang muncul di benak Anda hanya Srabi Notosuman. Tak apa. Notosuman memang telah melegenda, menjadi salah satu ikon kuliner Kota Sala. Di sepanjang Jl. Slamet Riyadi, terutama di sebelah kiri jalan, sejak Purwosari hingga Gladag, bertebaran penjaja srabi. Makanan terbuat dari beras bersantan itu diberi aneka variasi demi rasa: nangka, pisang dan coklat. Pernah dengar srabi berbumbu kasih sayang?</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Datanglah ke Jl. Brigjen Katamso, tepatnya sebelum kantor TA TV dari arah RS. dr Oen Kandang Sapi. Dia berada di sebelah kanan jalan, mulai buka jam 22.00 setelah apotik tutup pintu. Penjualnya <em>mimi lan mintuna</em>, pasangan kakek-nenek renta, yang tampak rukun damai, mesra bekerja sama.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Ya, beberapa pembeli menjulukinya Srabi Kasih Sayang. Mungkin lantaran pembelinya, kebanyakan umat Kristiani yang mampir seusai berdoa di Goa Maria, tak jauh dari tempat <em>dhasar </em>kakek-nenek Cipto Waluyo. Pasangan berusia 70 dan 64 tahun itu mengaku berjualan sejak belasan tahun silam. “<em>Awit sadèrèngé</em> (sejak sebelum) <em>gègèran</em> Pak Harto (1998),” ujar Mbah (kakung) Cipto.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_783" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-783" title="srabi_coklat_0364" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/09/srabi_coklat_0364-150x150.jpg" alt="Srabi rasa coklat" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Srabi rasa coklat</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Beliau senang bercerita, termasuk tentang perilaku beberapa pembelinya. Katanya, mereka datang dari tempat tinggal yang berjauhan dengan Goa Maria. Sering, beberapa sengaja datang sekeluarga dari rumah mereka, hanya untuk membeli srabi bikinannya. Ada yang sebagian dimakan di tempat, selebihnya dibawa pulang. Namun, yang memborong untuk dibawa pulang, pun tak jarang.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Rupanya, pembeli yang datang bersama anak-cucu sudah memberi kegembiraan tersendiri. Sebagai <em>wong cilik, </em>Mbah Cipto merasa berarti, sebab yang datang kerap turun dari mobil beramai-ramai. Padahal, dia cuma menjual dua jenis saja: srabi putih (murni) dan satu lagi srabi bertabur coklat.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Beliau kapok menambahkan nangka atau pisang. “Masaknya lebih lama, kasihan yang nunggu,” ujar Mbah Cip, demikian kerap disapa.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Mbah Cipto tidak <em>ngaya,</em> tak pernah memaksa diri. Dia menjajakan srabi hanya untuk memenuhi kebutuhan eksistensi. Anak-anaknya melarang, namun mereka abaikan. Untuk kegiatan pengisi waktu, katanya, “Juga untuk jaga-jaga, karena cucu suka minta duit jajan kalau hendak berangkat sekolah.”</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tak banyak memang. Sekali jualan –biasanya hingga pukul 3 pagi, paling hanya menghabiskan enam kilogram beras. “Dulu pernah sampai sembilan kilo. Tapi jaman kian susah, pembeli masih datang, tapi jumlah belanjaan jauh berkurang,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tak ada nada kecewa, apalagi menggerutu. Mbah Cipto sangat maklum, dan memahami perubahan, seperti yang mereka kenali lewat filosofi Jawa, bahwa hidup itu layaknya <em>cakra manggilingan</em>, seperti roda yang berputar. Kadang di atas, kadang harus di bawah. Dulu, ketika berjaya hingga sembilan kilogram per hari, memang jaman masih ramah kepada kaum periferi. Beras kurang dari seribu perak, dan gula hanya Rp 1.050 per kilogramnya. “Dulu, kami menjual hanya Rp 50 sebuah,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_785" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-785" title="srabi_cipto_0358" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/09/srabi_cipto_0358.jpg" alt="Mbah Cipto, bagai mimi lan mintuna" width="500" height="300" /><p class="wp-caption-text">Mbah Cipto, bagai mimi lan mintuna</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Kini, ketika harga sudah menjadi 10 kali lipatnya, Mbah Cipto tak sanggup menaikkan lagi. Biarpun gula sudah di atas Rp 10 ribu per kilo, mereka menjalaninya dengan pasrah. <em>Nrima</em>.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">“Banyak juga mahasiswa yang datang kemari untuk membeli srabi kami,” ujarnya bangga.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Saya hanya memaklumi, dan pura-pura mengerti, termasuk alasannya tak ingin menaikkan harga jual. “Masih ada yang mau beli saja, saya sudah senang. Masih ada rejeki buat kami,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tanpa banyak teori, Mbah Cipto yang mengelana dari Wonogiri itu, rupanya sadar betul dengan apa yang kaum terpelajar menyebutnya sebagai <em>ambang psikologis</em> konsumen. Dinaikkan bisa menyusutkan omzet, meski harga bahan baku terus meroket. Entah sampai kapan pedagang kecil seperti Mbah Cipto sanggup berakselerasi menyesuaikan gerak jaman, juga harga-harga bahan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"><br />
</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2006/11/14/bendera-usang-berkibar-sayang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bendera Usang, Berkibar Sayang'>Bendera Usang, Berkibar Sayang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/19/tak-perlu-bilang-terima-kasih/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tak Perlu Bilang Terima Kasih'>Tak Perlu Bilang Terima Kasih</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmat Teh Kombinasi'>Nikmat Teh Kombinasi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/09/17/srabi-kasih-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

