Lidah Manja



Ceker itu Enak, Jenderal!

Feb 11th, 2008 | By | Category: Lidah Manja

Ceker adalah cakar, sebutan untuk kaki unggas. Bagian tubuh unggas terbawah ini naik daun seiring popularitas Gudeg Margoyudan, tepatnya di Jl. Monginsidi, timur proliman (simpang lima) Banjarsari.   Meski jualan aslinya nasi gudeg dan bubur sambal goreng, namun publik luas memberi julukan Gudeg Ceker. Mungkin lantaran banyak orang melihat kaki ayam laris manis di situ.   [...]



Nge-Mie di Atas Kali

Feb 9th, 2008 | By | Category: Lidah Manja

Nge-mie di atas Kali Pepe asyik juga. Belum sebanyak hitungan jari, memang. Tapi beberapa menu sudah saya coba, seperti mie bakso, bakso kuah, mie ayam, juga mie pangsit. Hampir semua menu terasa pas di lidah.   Itulah mie Gajah Mas, yang membuka usahanya di sebuah bangunan sempit di atas Kali Pepe, tepat di ujung jembatan [...]



Nasi Liwet Bu Sarmi

Feb 7th, 2008 | By | Category: Lidah Manja

Berada di Sala, rasanya kurang afdol kalau tidak mencicipi nasi liwet. Ada banyak pilihan untuk Anda. Pada pagi hari –biasanya antara jam 5 hingga 6.30, hampir di setiap gang di tengah kampung berserak dagangan nasi liwet. Selain nasi liwet, biasanya dijajakan pula bubur tumpang, pecel tumpang dan aneka gorengan seperti bakwan, tempe, tahu dan sosis. [...]



Grayak Minulya dan Thengkleng

Feb 6th, 2008 | By | Category: Lidah Manja

Thengkleng (e pertama dibaca seperti semu, e yang kedua seperti celeng) merupakan jenis masakan yang sedang naik kelas. Belakangan, nilai sebuah pesta bisa disebut menyusut bila tidak menampilkan thengkleng di antara menu standar seperti soto, bakso, sambal goreng atau nasi liwet. Padahal, kata thengkleng semula digunakan untuk mengolok-olok. Seseorang biasa menyebut temannya bagai tengkleng bila [...]



Menu Elek-elekan Harjo Bestik

Feb 5th, 2008 | By | Category: Kuliner Solo, Lidah Manja

Di Sala (orang terbiasa mengucapkan dengan kata Solo), tepatnya di sebelah timur perempatan Pasar Kembang, terdapat warung tenda yang lumayan kesohor. Harjo Bestik, namanya. Beragam menu tersaji, selain bestik lidah sapi sebagai dagangan unggulan. Satu-satunya jenis makanan yang tidak ditampilkan pada daftar menu bernama Elek-elekan. Elek-elekan berupa pangkal lidah yang digoreng kering. Gurih dan crispy. [...]