Keliling Surakarta



Sate Jamu

Sep 4th, 2009 | By | Category: Keliling Surakarta, Kuliner Solo, Lidah Manja, Solo dan sekitar, Teras

Kalau belum kenal Solo, saya ingatkan agar Anda tidak terkecoh dengan jenis kuliner yang satu ini: Sate Jamu. Jumlah penjajanya cukup banyak, persebarannya pun lumayan. Nyaris bisa dijumpai hampir di seluruh penjuru kota. Varian olahannya, sejatinya cukup banyak. Dari yang ‘arkais’ seperti sayur asem hingga yang populer semacam gule, tongseng, sate, rica-rica, juga model goreng [...]



Pasar Yaik

Feb 12th, 2009 | By | Category: Suasana Kota

Kota Surakarta kembali menghidupkan pasar malamnya. Namanya Night Market. Lokasinya di Jl. Diponegoro, tepatnya jalan menuju Pura Mangkunegaran dari arah Pasar Pon. Dulu, pasar yang dijejali pedagang kakilima yang menjual aneka macam barang terkenal dengan sebutan Pasar Yaik. Disebut Pasar Yaik, konon karena kata ya…ikk…! terucap dari mulut penjual sebagai pertanda terjadi kesepakatan, deal harga [...]



Sebuah Kitab tentang Solo

Jan 23rd, 2009 | By | Category: Pernik

Sebuah buku yang bertutur relatif detil tentang Surakarta, Sala atau yang populer dengan sebutan Solo. Cocok dijadikan bacaan untuk orang dari luar Sala, meski sejatinya juga menarik untuk dijadikan bacaan penting bagi anak-anak muda, remaja, khususnya di Surakarta, yang sudah banyak yang lupa sejarah nenek moyangnya. Sayang, buku yang diterbitkan oleh Badan Informasi dan Komunikasi [...]



Batik itu, Ya Laweyan

Jan 21st, 2009 | By | Category: Muasal

Batik Surakarta itu, ya Laweyan. Dari tlatah Pajang, batik mengular menyesuaikan alur Kali Laweyan, masuk Bengawan Solo dan seterusnya sampai ke Laut Jawa, hingga muncullah motif batik pesisiran. Ekspor barang dari Indonesia dalam pengertian modern, konon berupa batik asal Laweyan pada awal 1930-an. Kenapa batik Surakarta harus identik dengan Laweyan, sebab di sanalah konon batik [...]



Festival di Pecinan

Jan 19th, 2009 | By | Category: Suasana Kota

Sebuah arak-arakan berlangsung meriah, Minggu (18/1) sore. Rombongan berangkat dari Pasar Harjanagara –lebih terkenal dengan sebutan Pasar Gede, berkeliling melewati kampung Sudiroprajan, perempatan Warung Pelem dan berakhir di Pasar Gede. Ada warna-warni liong, samsi dan dua naga, juga rombongan berkostum panakawan. Peristiwa yang baru pertama kali digelar itu dinamai Grebeg Sudiro. Dikemas dengan sajian multikultur, [...]