Kuliner



Sega Wiwit

Aug 7th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Kuliner

Hari ini, saya berbuka puasa dengan menu arkais. Namanya, sega wiwit. Sega (Jawa) adalah nasi, dan wiwit (Jawa) berpadanan dengan awal, mulai, atau permulaan. Sega wiwit adalah menu khusus untuk sesaji kepada Dewi Padi, karena dibuat khusus hanya untuk selamatan menjelang panen padi. Sesaji dibuat dengan aneka menu panggang/bakar tanpa bumbu. Ayam kampung, gereh (ikan [...]



Belut dan Langgi Mas Kuwat

Feb 9th, 2010 | By | Category: Jalan-jalan, Keliling Surakarta, Klangenan, Kuliner

Mas Kuwat memang dahsyat. Di angkringan tempat dia buka lapak wedangan, ada belut goreng unggulan yang dijajakan. Belut goreng, asli hasil tangkapan sawah, bukan belut piaraan seperti banyak diperdagangkan. Belut goreng Mas Kuwat menjadi pelengkap kita menyantap nasi langgi, nasi bungkusan yang tak pantas disejajarkan dengan sega kucing, yaitu nasi bungkus dengan sambal dan bandeng [...]



Nikmat Teh Kombinasi

Jan 25th, 2010 | By | Category: Asal Usil, Jalan-jalan, Keliling Surakarta, Kuliner, Kuliner Solo, Lidah Manja, Teras

Tak usah jauh-jauh ke Slawi atau Tegal untuk menikmati seduhan teh yang mantap. Di Negeri Poci itu, lidah tak terdidik pun bisa memaksa siapapun mengucap enak, walau masuk di sembarang warung. Mengapa harus ke Tegal? Nah, untuk menjawab itulah saya ingin berbagi pengalaman dengan Anda, untuk menikmati teh sembari baca-baca di teras. Teh Seduhan Kombinasi [...]



Kopi Lelet

Nov 27th, 2009 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Jalan-jalan, Kuliner, Teras

Sebagai penyuka kopi, memang belum banyak yang pernah kucicipi. Tapi kopi lelet khas Rembang yang kunikmati beberapa hari lalu, sungguh beda. Di beberapa tempat, kopi lelet disajikan dengan cara pangkon, si pembeli dipangku penjaja cinta. Huff…ada-ada saja, ya………. Kopi pangkon seperti menjadi keniscayaan, sebagai varian baru tamba ngantuk, agar para sopir pelintas jalur pantai utara [...]



Ayam Tim Goreng Mbok Iyem

Oct 25th, 2009 | By | Category: Keliling Surakarta, Kuliner, Solo dan sekitar, Solo dan Surakarta

Dilihat dari namanya saja sudah kelihatan kerendahhatiannya. Mbok Iyem! Sebuah nama, yang karena menyertakan kata mbok bisa disalahpahami anak-anak Jakarta sebagai penuntun sebuah identifikasi yang merujuk pada eksistensi seorang pembantu. Oke lah, kita pakai saja kesalahan itu. Mbok Iyem memang orang desa, dan hingga kini dia tinggal di sebuah desa. Rumahnya agak njlepit, tersembunyi, di [...]