performing arts



Kelompok Payung Hitam

Oct 30th, 2009 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Kehidupan, performing arts, Teater, Teras

Teman-teman di Bandung lebih suka menyebut Ka Pé Ha (KPH), akronim dari Kelompok Payung Hitam. Pertama kali saya jatuh hati pada grup ini ketika mereka mementaskan naskah Peter Handke (Jerman) berjudul Kaspar di Taman Budaya Surakarta, 1995. Saat itu, seniman se-Indonesia kumpul dalam hajatan besar merayakan Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka. Pertunjukan yang tata artistiknya [...]



Dua Drama Teror

Oct 29th, 2009 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Kehidupan, performing arts, Sorot, Teater, Teras

Dua pertunjukan drama yang kusaksikan pada Rabu (28/10) malam sungguh merupakan teror buatku. Secara pemanggungan, keduanya sama-sama bagus. Sayang, penampilan Teater Studio Indonesia kelewat meneror penontonnya, dalam arti yang sesungguhnya. Pada sajian Perempuan Gerabah, beberapa penonton nyaris cedera wajah. Grup teater asal Serang, Banten ini, sejatinya sudah memukau publik teater Solo sejak beberapa hari sebelum [...]



JIPA, SIPA dan Seterusnya

Oct 9th, 2009 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, performing arts, Peristiwa, Tari, Teras

Meski baru bisa menyaksikan hari kedua Jogja International Performing Arts Festival (JIPA), saya sudah merasa senang. Kebagian empat penampil, dua dari Jepang dan masing-masing seorang koreografer Indonesia dan Perancis, pun sudah cukup melegakan. Salut atas kerja keras Mas Bambang Paningron dan teman-teman Jaran Productions menggelar festival tari selama dua malam itu. Hari pertama, festival diisi [...]



Tali Kutang yang Terabaikan

Sep 7th, 2009 | By | Category: Catatan Blontank Poer, performing arts, Tari, Teras

Drama atau teater, entah kenapa masih menjadi cabang seni seni pertunjukan yang menurut saya masih memperhatikan detil, baik artistik, properti maupun pemeran (aktor).  Setidaknya, begitulah yang saya rasakan ketika menyaksikan beberapa pertunjukan tari di Jakarta dan Solo dalam beberapa tahun terakhir. Di Solo, misalnya, masih sering kita jumpai beberapa koreografer yang lengah dalam hal detil, [...]



Mendokumentasi Peristiwa Panggung

Aug 10th, 2009 | By | Category: Catatan Blontank Poer, performing arts, Sorot

Goethe Institut Jakarta, sebuah lembaga kebudayaan yang dibiayai Pemerintah Jerman mengundang saya untuk memamerkan foto-foto pentas tari yang telah saya buat. Dua repertoar dicetak ukuran besar dalam jumlah cukup banyak. Keduanya, tari Opera Diponegoro karya Sardono W Kusumo dan Dirada Meta, sebuah hasil penggalian sebab telah 100 tahun lebih tak pernah dipentaskan. Keduanya menjadi subyek [...]