<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; aktivis</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/aktivis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Pahlawan</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/01/04/pahlawan/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/01/04/pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 13:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1117</guid>
		<description><![CDATA[Patung para presiden Indonesia ‘menghiasi’ ujung Jalan Malioboro, Yogyakarta. Banyak orang, tua-muda, dari nenek-nenek hingga anak-anak, mengerubuti patung-patung tersebut. Sebagian malah berpose di samping patung-patung, sementara sebagian lain berbaris, selang-seling dengan turis asing yang antri foto bersama. “Mama, Mama… Itu ciapa?” teriak seorang anak perempuan sambil menunjuk sebuah patung. “Ooo… Itu Gus Dur,” jawab ibu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/02/05/soeharto-kok-dianggap-wali%e2%80%a6/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Soeharto (kok) Dianggap Wali…'>Soeharto (kok) Dianggap Wali…</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/01/gus-dur-itu-asyik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gus Dur itu Asyik'>Gus Dur itu Asyik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/04/firasat-gus-dur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Firasat Gus Dur'>Firasat Gus Dur</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #993300;">Patung para presiden Indonesia ‘menghiasi’ ujung Jalan Malioboro, Yogyakarta. Banyak orang, tua-muda, dari nenek-nenek hingga anak-anak, mengerubuti patung-patung tersebut. Sebagian malah berpose di samping patung-patung, sementara sebagian lain berbaris, selang-seling dengan turis asing yang antri foto bersama.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Mama, Mama… Itu ciapa?” teriak seorang anak perempuan sambil menunjuk sebuah patung.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Ooo… Itu Gus Dur,” jawab ibu muda itu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Gus Dul itu ciapa cih, Ma?” ujar sang anak, ingin tahu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Gus Dur itu nama lengkapnya Kiai Haji Abdurrahman Wahid, dulu Presiden kita juga. Kalau yang itu Bung Karno, presiden pertama, dan yang perempuan itu Bu Mega, presiden yang menggantikan Gus Dur,” jawab sang ibu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Kok plesidennya banyak, cih Ma?” tanya si bocah.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Iya, presiden kita memang banyak. Ganti-ganti, tapi yang paling lama jadi presiden cuma satu, Pak Harto!” jawab si ibu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Wah, Pak Halto hebat ya, Ma?”</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Si ibu terdiam. Ia sadar, tidak mudah menceritakan riwayat kepresidenan Soeharto untuk anak-anak. Mengutarakan referensi dan memori yang dia miliki kepada sang anak hanya akan meracuni. Ia pun kuatir anaknya tumbuh jadi pembenci.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Ya, anggap saja hebat, Nak….” jawab sang ibu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Kalau hebat, belalti dia pahlawan dong, Ma. Kalau Gus Dul itu pahlawan bukan, Ma?”</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Ya, Gus Dur itu pahlawan. Banyak orang menginginkan Gus Dur dianugerahi gelar sebagai pahlawan. Dia pernah menunggui perkawinan orang Konghucu yang dilarang jaman Pak Harto. Pokoknya hebat deh…,” jawab ibu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Telus, Pak Halto gimana dong? Kalau lama jadi plesiden, itu kan pahlawan juga…,” sang anak terus ingin tahu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Besok saja ya, Nak. Kalau sudah SMA nanti, kamu akan tahu, Pak Harto itu pahlawan atau bukan. Sekarang,  SK pahlawannya belum turun. Yuk, kita ke Malioboro Mal saja, yuk. Mau es krim, kan?” jawab si ibu sambil membujuk sang anak.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Belum sempat beranjak dari tempat sang anak memperhatikan patung-patung bekas presiden, tiba-tiba terdengar suara gaduh. Seorang remaja menunjuk-nunjuk patung Pak Harto sambil menar-narik sang ayah.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">“Pah…. Lawan!!! Lawan, Pah… Lawan!” teriak si remaja. Histeris.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Sang ayah hanya bisa pasrah, menuruti kehendak sang anak. Di wajahnya tergambar keceriaan dan kebanggaan pada sang anak.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Si ibu yang melihat adegan itu tak jadi buru-buru berlalu meninggalkan tempat itu. Ia justru sibuk menduga-duga sosok ayah si remaja. Jangan-jangan orang itu aktivis hak-hak asasi manusia, atau malah keturunan orang yang dituduh rezim Soeharti sebagai keluarga eks-anggota PKI.</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/02/05/soeharto-kok-dianggap-wali%e2%80%a6/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Soeharto (kok) Dianggap Wali…'>Soeharto (kok) Dianggap Wali…</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/01/gus-dur-itu-asyik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gus Dur itu Asyik'>Gus Dur itu Asyik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/04/firasat-gus-dur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Firasat Gus Dur'>Firasat Gus Dur</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/01/04/pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

