<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; amerika</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/amerika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>P-S-I</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/10/26/p-s-i/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/10/26/p-s-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 19:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[tambal ban]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=3017</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah sedan mewah bercat hitam mengkilat merapat pada gubuk usaha jasa tambal ban. Berhenti sekonyong-konyong membuat MaryoBros kaget. Tegap badan dengan potongan rambut brosnya telah membuat sang sopir agak gemetaran saat ia dekati. “Ada apa?” sapa Maryo dengan itonasi meninggi. Ia jengkel karena kedatangan mobil itu membuyarkan kekhusyukannya membaca koran. “Ehm&#8230; Maaf, mau minta angin, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/22/bilm-forno-atawa-bokep/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bilm Forno atawa Bokèp'>Bilm Forno atawa Bokèp</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/09/11/tak-lari-harapan-dikejar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tak Lari Harapan Dikejar'>Tak Lari Harapan Dikejar</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/04/pahlawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pahlawan'>Pahlawan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Sebuah sedan mewah bercat hitam mengkilat merapat pada gubuk usaha jasa tambal ban. Berhenti sekonyong-konyong membuat MaryoBros kaget. Tegap badan dengan potongan rambut brosnya telah membuat sang sopir agak gemetaran saat ia dekati. “Ada apa?” sapa Maryo dengan itonasi meninggi. Ia jengkel karena kedatangan mobil itu membuyarkan kekhusyukannya membaca koran.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Ehm&#8230; Maaf, mau minta angin, Pak. Yang depan kiri&#8230;,” jawab sopir.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Berapa p-s-i?” tukas Maryo.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Mmm&#8230;.berapa, ya&#8230;.,” sang sopir kebingungan menjawab, “berapa <em>aja</em>, terserah. Saya juga tak tahu. Pokoknya, asal <em>gak </em>bikin berat saja bawanya. Bikin pegel di lengan kalau tekanannya <em>gak</em> imbang kiri-kanan.”</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Lha, iya&#8230; Kalau itu, saya juga tahu! Tapi berapa psi? Saya tak biasa ngisi angin ban mobil sedan. Kalau truk, bis atau sepeda motor, saya tahu!” Intonasi MaryoBros masih saja terasa tinggi bagi sopir.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Pak, ini diisi berapa psi?” tanya sopir kepada majikan yang duduk sambil membaca novel di kursi belakang.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Majikan juga kaget karena kenikmatannya membaca dibuyarkan oleh pertanyaan sopir. “P-S-I&#8230; P-S-I&#8230;. Kenapa nanya-nanya begituan! Tidak akan pernah mobil ini diisi PSI!” ujar majikan, emosional.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Si sopir bingung. Ia belum lama bekerja sebagai sopir pribadi orang penting seperti majikannya kini. Belasan tahun ia mengemudikan taksi, tak pernah berurusan dengan psi, apalagi bertanya langsung pada majikan. Ia tinggal menginjak pedal gas, melesat keluar pool. Urusan mesin dan tetek bengek kendaraan sudah ada yang mengurusnya, sehingga ia tak perlu paham apa itu psi, <em>bar</em>, dan sejenisnya. Asal nyaman di balik kemudi, ia tak menghiraukan kondisi ban. Lagi pula, selama mengemudikan taksi di Jakarta, ia jarang mengalami kempes atau bocor ban.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Terserah lah, Mas. Saya tak tahu psi-psi-an. Diisi saja, yang penting sama dengan yang kanan,” ujar sopir kepada Maryo, yang ternyata sudah berinisiatif memompa dengan selang terhubung pada sebuah tangki besar warna oranye.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000080;">***</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Melesat meninggalkan gubuk Maryo, sang majikan terus ngomel, memarahi sopir. “Buat apa nanya-nanya soal PSI? Cuma tukang tambal ban saja, sok mau tahu urusan politik segala. Sudah negara kacau balau, usaha lagi susah, masih saja bertanya soal PSI!</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Memang, orang PSI itu pintar-pintar, jagoan menyusup ke sana-sini. Tapi apa perlunya tukang tambal ban sampai nanya-nanya berapa orang PSI yang akan masuk ke dalam mobil ini?”</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Si sopir bingung. Di kepalanya berkecamuk pertanyaan tentang apa itu PSI. Kenapa majikan jadi senewen mendengar rangkaian huruf itu, dan apa hubungannya dengan pertanyaan Maryo sing tukang tambal ban tadi. Ia merasa benar-benar gagal paham. Siapa sejatinya sang majikan, pun belum dikenalnya dengan benar karena belum sebulan ia diterima mengabdi kepadanya. Yang ia yakini, majikan pasti orang penting karena hampir tiap hari, yang dibicarakan hanya <em>meeting</em> ke <em>meeting </em>dengan orang-orang penting. Selama di dalam mobil, telepon selalu kerap berdering, lantas percakapannya selalu menyangkut urusan penting.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pada setiap penantian usainya pertemuan sang majikan, ia lebih banyak diam. Dari obrolan dengan sesama sopir pengantar yang didengarnya, tak pernah bisa memberi petunjuk untuk menguak jatidiri sang majikan. Tapi dari percakapan telepon selama perjalanan, ia menangkap kesan sang majikan adalah sosok yang sering didengar pendapatnya, mulai soal politik, tata negara, dan kadang-kadang obrolan tentang sebuah proyek, walau tak terkait bisnis jual-beli mobil seperti ditekuni majikannya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pernah ia mendengar percakapan agar Si A ditempatkan sebagai direktur utama sebuah perusahaan negara, pernah pula ia mendengar ucapannya agar Si C tidak perlu diberi peran kunci di kantornya. Majikannya juga pernah menyuruh agar orang lain lagi ditempatkan dalam struktur jabatan kepartaian, dan banyak lagi, termasuk hal-hal yang berhubungan dengan nama negara dan lembaga, seperti Amerika, Bank Dunia, dan sebagainya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Yang pasti, ia masih tetap merasa gagal paham tentang sosok sang majikan. Ia pun masih bingung ketika diminta menunjukkan kartu keluarganya melengkapi fotokopi KTP yang diminta saat ia dinyatakan diterima bekerja kepadanya. Ia juga heran ketika tiba-tiba diberi sejumlah uang untuk membuka rekening di sebuah bank. Katanya, gajinya akan dibayar setiap akhir bulan melalui sistem transfer.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sumanto, lulusan sebuah SMA swasta di Klaten itu, tetap tak mengerti kaitan tiga huruf: p-s-i, seperti yang diucapkan tukang tambal ban dan yang keluar dari mulut majikannya, yang sama-sama dengan intonasi tak mengenakkan hati. Selidik punya selidik, termasuk ketika menanyakan peristiwa mengisi angin ban mobil kepada anaknya yang sudah kuliah, ia hanya diberi tahu, bahwa p-s-i itu satuan tekanan. <em>Pounds-force per square inch</em>.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ya, akhirnya ia hanya bisa mengira-ira, dengan menempatkan ‘tekanan’ sebagai kata kunci, seperti dijelaskan anaknya, maka p-s-i yang dimaksud majikannya juga berarti sebuah tekanan pula. Nyatanya, seperti biasa didengarnya, sang majikan sering mengucapkan perlunya ada kelompok penekan pada berbagi pembicaraan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sumanto, pun selalu ingat kepada MaryoBros setiap menatap majikannya. Intonasi meninggi tukang tambal ban itu ketika menanyakan ‘berapa p-s-i’ ketika mendekat ban depan sebelah kiri mobil, dan jawaban majikan yang terkesan marah saat merespon pertanyaannya tentang p-s-i.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/22/bilm-forno-atawa-bokep/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bilm Forno atawa Bokèp'>Bilm Forno atawa Bokèp</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/09/11/tak-lari-harapan-dikejar/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tak Lari Harapan Dikejar'>Tak Lari Harapan Dikejar</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/04/pahlawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pahlawan'>Pahlawan</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/10/26/p-s-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Welcome to ASEAN Blogger</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 10:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muayyad]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[ASEAN Blogger Community]]></category>
		<category><![CDATA[duta besar]]></category>
		<category><![CDATA[IdBlogNetwork]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2513</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, saya menghadiri undangan pengurus Pondok Pesantren Al Muayyad, Solo, menyambut kunjungan Duta Besar Amerika Scot Alan Marciel. Walau terlambat, saya tetap datang mewakili Komunitas Blogger Bengawan karena kunjungan itu menarik dan memiliki arti penting bagi sebuah kerjasama antarbangsa, juga mengenai upaya peningkatan saling pengertian mengenai pendidikan Islam. Islam menjadi kata kunci dalam kunjungan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemlu, Blogger, Diplomasi'>Kemlu, Blogger, Diplomasi</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Hari ini, saya menghadiri undangan pengurus Pondok Pesantren Al Muayyad, Solo, menyambut kunjungan Duta Besar Amerika Scot Alan Marciel. Walau terlambat, saya tetap datang mewakili Komunitas Blogger <a href="http://bengawan.org">Bengawan</a> karena kunjungan itu menarik dan memiliki arti penting bagi sebuah kerjasama antarbangsa, juga mengenai upaya peningkatan saling pengertian mengenai pendidikan Islam.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_2515" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2515" href="http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/abc_pengamanan-20110512-1238/"><img class="size-full wp-image-2515" title="ABC_pengamanan-20110512-1238" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/05/ABC_pengamanan-20110512-1238.jpg" alt="" width="600" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">Pengamanan kunjungan diplomatik Dubes Amerika Scot Marciel di Ponpes Al Muayyad Solo</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Islam menjadi kata kunci dalam kunjungan itu. Amerika yang diidentikkan dengan ‘negeri Kristen’ sering dianggap sedang memusuhi ‘dunia Islam’ terkait dengan tata keseimbangan global yang baru pasca perang dingin, yang hanya mengenal blok barat yang dianggap sebagai representasi demokrasi dan blok timur yang sosialis-komunis.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebagian komunitas Islam dunia pun memusuhi Amerika, apalagi bagi mereka yang bersimpati atau bahkan mendukung perlawanan Osama bin Ladin terhadap barat. Pada sisi lain, sebagian dari bangsa dan Pemerintah Amerika pun belum tuntas memahami dinamika masyarakat Islam. Pada situasi semacam itulah lantas dibutuhkan dialog, saling sapa, agar sama-sama mengerti dunia yang berbeda.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Satu hal menarik selain pernyataan Dubes Marciel bahwa pihaknya bukan memusuhi Islam, adalah cara rombongan orang-orang penting Amerika itu menjalankan sebuah etika depilomatik. Dubes dan seluruh stafnya mengenakan baju batik, bukan jas. Pasukan pengamanan yang dibawanya pun berpakaian batik dan kostum sipil lainnya. Tidak tampak garang, tidak menunjukkan ketegangan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebaliknya, justru aparat keamanan dari Polda Jateng yang tampak berlebihan, walau sebenarnya bisa disebut wajar. Duta besar dan korps diplomatik adalah representasi negara yang menugaskannya. Keselamatannya harus dijaga, sehingga dengan demikian bisa menimbulkan dampak berlebihan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ketika aparat Polda hendak membawa anjing pelacak ke dalam kompleks pondok pesantren untuk misi pengamanan, <strong>petugas Kedutaan Amerika yang justru melarangnya</strong>. Padahal, pengelola pondok sudah mengijinkan, asal anjing pelacak tidak mendekati masjid. Ini menarik karena menunjukkan betapa mereka yang sering ‘dikafirkan’ oleh sebagian umat muslim, pun mengerti bahwa anjing merupakan binatang yang air liurnya diharamkan dalam hukum Islam.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">***</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dua hari sebelum menghadiri kunjungan Dubes Amerika ke pondok pesantren di Solo itu, saya diundang Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri Indonesia, untuk turut serta dalam deklarasi <a href="http://aseanblogger.com">Blogger ASEAN</a> di Jakarta. Bersama sejumlah individu blogger yang berasal dari sejumlah komunitas di Jabodetabek, hadir pula Cak Gempur, blogger senior dari Surabaya, yang merupakan anggota komunitas blogger <a href="http://tugupahlawan.com">Tugu Pahlawan</a>, Surabaya.</span></p>
<div id="attachment_2516" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2516" href="http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/abc_oratmangun-20110510-1854/"><img class="size-full wp-image-2516" title="ABC_oratmangun-20110510-1854" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/05/ABC_oratmangun-20110510-1854.jpg" alt="" width="600" height="350" /></a><p class="wp-caption-text">Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu RI, Djauhari Oratmangun sedang menceritakan perlunya menggunakan jejaring sosial untuk membangun saling pengertian antarbangsa, khususnya kawasan ASEAN</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Ada wacana menarik di forum deklarasi yang dilanjutkan dengan bincang-bincang mengenai perlu (tidaknya) blogger berhimpun dalam komunitas yang lebih besar, dalam ruang lingkup ASEAN, misalnya. Ada juga pertanyaan, apakah komunitas itu kelak harus menjadi kepanjangan tangan Kementerian Luar Negeri alias komunitas blogger pelat merah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bagi saya, berkomunitas seperti dalam ASEAN Blogger Community pun bakal memberi manfaat. Mungkin kita bisa menjadi penutur yang baik akan kekayaan budaya, wisata dan potensi industri kreatif dari sekitar kita, karena informasi semacam itu pun dibutuhkan warga dari bangsa-bangsa tetangga. Melalui postingan, entah berupa tulisan maupun gabungan dengan foto, media audio atau audiovisual, mungkin kita bisa mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia, perdagangan antarbangsa, dan sebagainya.</span></p>
<div id="attachment_2517" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2517" href="http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/abc_deklarasi-20110510-1904/"><img class="size-full wp-image-2517" title="ABC_deklarasi-20110510-1904" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/05/ABC_deklarasi-20110510-1904.jpg" alt="" width="600" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">Penandatanganan naskah deklarasi ASEAN Blogger Community chapter Indonesia</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Pada sisi lain, blogger juga bisa melakukan kerja-kerja advokasi bagi sekitarnya melalui postingan serupa, bilamana negara, dalam hal ini para diplomat di Kementrian Luar Negeri, kurang maksimal atau bahkan abai terhadap berbagai persoalan bersama, apalagi terkait dengan warga negara kita yang berada di luar negeri.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jika saya bersedia menjadi deklarator Blogger ASEAN chapter Indonesia, semata-mata karena alasan ideal, bahwa sebagai blogger pun saya bisa memberi kontribusi terhadap perbaikan negeri ini. Menceritakan korupsi aparatur birokrasi atau hamba hukum sekalipun, saya yakini mampu membuat jera pelakunya, walau tidak seketika.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Siapapun yang ingin berhimpun dalam ASEAN Blogger Community,  saya harap berangkat dari kesadaran dan niat tulus untuk menyumbang gagasan bagi perbaikan negeri dan kesetaraan berbangsa.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kalangan Islam di Indonesia, misalnya, bisa bercerita tentang anatomi Islam yang sesungguhnya, sehingga bermanfaat bagi sebagian umat Islam di Pattani, Thailand Selatan atau warga Mindanau di Filipina Selatan yang masing-masing merasa masih bermasalah, kurang diperlakukan secara adil oleh pemerintah pusat di Bangkok dan Manila.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pemerataan kesejahteraan ekonomi dan politik, penghormatan terhadap kultur lokal  dan hak-hak dasar warga negara lainnya, bisa menjadi solusi bagi upaya menurunkan kadar radikalisme di Pattani maupun Mindanau. Mirip dengan gejala radikalisasi sebagian warga Aceh atau Papua, yang merasa kurang diperlakukan adil oleh Jakarta.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Blogger bisa turut mengabarkan bentuk-bentuk ketimpangan, atau menyuarakan isi hati warga bangsa yang masih merasa ditindas oleh negara, seperti mewujud pada kurangnya kesejahteraan mereka, padahal wilayahnya sangat kaya sumberdaya, baik yang hayati maupun yang terkandung di dalam perut bumi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Blogger adalah pewarta warga. Yang semestinya tak bisa diam saja jika melihat kekurangan di sekitarnya. Sebaliknya, banyak hal-hal baik, capaian-capaian bagus dari sebuah kinerja pemerintahan, atau inisiatif warga negara, yang perlu dijembatani sehingga kian banyak orang yang bisa mengetahui dan memetik manfaat dari sana.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sungguh, saya tak kuatir terkooptasi dengan keterlibatan saya dalam ASEAN Blogger Community yang baru saja dideklarasikan. Saya masih dan akan tetap otonom terhadap diri saya, begitu juga dengan kemampuan nalar yang saya miliki. Saya kelewat mencintai negeri ini, betapapun masih banyak keburukan yang ditunjukkan oleh para legislator dan aparat pemerintah, yang keberlangsungan hidupnya ditopang oleh pajak rakyat dan kekayaan alam Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jika menyimpang dari misi awal sebagai jembatan warga negara Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri serta upaya menciptaan tata regional baru yang setara dan bermartabat, seketika itu juga saya akan memutuskan keluar dari komunitas dan mencabut status saya sebagai deklarator.</span></p>
<div id="attachment_2518" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2518" href="http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/abc_mubarika-20110510-1905/"><img class="size-full wp-image-2518" title="ABC_mubarika-20110510-1905" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/05/ABC_mubarika-20110510-1905.jpg" alt="" width="600" height="278" /></a><p class="wp-caption-text">Mubarika Damayanti dari IdBlogNetwork sedang menandatangani naskah Deklarasi Blogger ASEAN</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Saya yakin terhadap niat baik Mas <a href="http://arisheruutomo.com">Aris Heru Utomo</a> dan Pak <a href="http://hazpohan.blogspot.com">Hazairin Pohan</a> sebagai dua inisiator lahirnya ASEAN Blogger Community. Keduanya juga blogger, yang rajin <em>update</em> blog masing-masing di tengah kesibukan menjalani rutinitas kerja-kerja diplomatik. Soal komunitas ini mau dibawa ke mana, saya yakin sangat butuh masukan dan keterlibatan lebih banyak blogger, baik secara individual maupun institusional yang mewakili komunitas blogger.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebagai komunitas, tentu dibutuhkan syarat penting berupa kelenturan dan kemerdekaan untuk mengawal keberhasilan dan eksistensinya. Semoga IdBlogNetwork sebagai organizer peristiwa deklarasi  dan mitra utama Kementerian Luar Negeri, bisa menerjemahkan misi suci ini. Saya masih menangkap ketulusan Mbak Rika, Mas <a href="http://kukuhtw.com">Kukuh TW</a> dan kawan-kawan <a href="http://idblognetwork.com">IdBlogNetwork</a> untuk turut membesarkan komunitas baru ini. Karena itu, saya berharap kedua lembaga ini bisa menjembatani banyak individu dan komunitas blogger di Indonesia, yang masih memiliki perbedaan sikap dan orientasi berhimpun dalam sebuah kerja sama secara nasional.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Selamat datang <a href="http://aseanblogger.com">ASEAN Blogger Community</a>&#8230;</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemlu, Blogger, Diplomasi'>Kemlu, Blogger, Diplomasi</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Mesir Tiru Indonesia</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/02/15/jika-mesir-tiru-indonesia/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/02/15/jika-mesir-tiru-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 06:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Hosni Mubarak]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2276</guid>
		<description><![CDATA[Seperti Indonesia, Mesir merupakan negara penting bagi Amerika dan sekutunya. Meski mayoritas penduduknya muslim, negaranya sama-sama sekuler, sehingga cocok untuk eksperimentasi demokrasi. Pemilu langsung yang akan segera digelar, bisa dipastikan bakal menuai banyak pujian. Apalagi, jika berlangsung damai. Badan-badan dunia, utamanya yang merasa sebagai pengawal demokrasi sejati, pasti sudah berancang-ancang mengirim tim ahli. Mitra lokal [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/05/indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDONESIA'>INDONESIA</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/08/17/merenungi-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merenungi Indonesia'>Merenungi Indonesia</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Seperti Indonesia, Mesir merupakan negara penting bagi Amerika dan sekutunya. Meski mayoritas penduduknya muslim, negaranya sama-sama sekuler, sehingga cocok untuk eksperimentasi demokrasi. Pemilu langsung yang akan segera digelar, bisa dipastikan bakal menuai banyak pujian. Apalagi, jika berlangsung damai.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Badan-badan dunia, utamanya yang merasa sebagai pengawal demokrasi sejati, pasti sudah berancang-ancang mengirim tim ahli. Mitra lokal segera dicari, tentu saja dari kalangan prodemokrasi. Tingkat partisipasi menjadi kata kunci. Siapa pemenang adalah soal nanti, walau pada prakteknya yang potensial bekerja sama amankan kepentingan yang akan disokong.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Terserah Anda mau menyebut saya sedang berhalusinasi atau mementingkan teori konspirasi. Dalam politik, pertarungan kepentingan selalu terjadi. Para ahli dan <em>opinion leaders</em> sudah terbiasa meneriakkan teori konspirasi sebagai teori usang. Mereka suka mengaplikasikannya secara diam-diam, tidak terang-terangan. Intinya, tak rela kalau orang lain memikirkan teori itu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mesir merupakan sekutu penting Amerika di Timur Tengah, sepenting posisi Indonesia di Asia Tenggara. Bedanya, Mesir sebagai kawasan basis intelektual regional bisa diharapkan turut menjaga kepentingan lewat kaum terpelajarnya yang terbuka, namun masih beraroma Islam sehingga menopang strategi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sementara Indonesia, selain dijadikan sekutu untuk menyebarkan virus demokratisasi, kepentingan industri dan pasar menjadi pertimbangan lebih utama. Sumberdaya alam, seperti dimaksud oleh pasal 33 UUD 1945, semua ada di Indonesia dan kawasan sekitarnya. Industriawan besar, yang butuh bahan baku apa saja, nyaris ‘hanya’ bisa leluasa mendapatkannya di Indonesia dan kawasan Asia lainnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Demikian pula potensi pasarnya yang luar biasa. Aneka produk massal dari perusahaan-perusahaan multinasional perlu pasar. Internasionalisasi kultur juga dianggap penting, meski lokalitas tetap akan dijadikan bahan jualan juga. Setidaknya, buat kepentingan pariwisata.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pada strategisnya kepentingan-kepentingan itulah, maka ‘kerja sama’ dengan rezim dan kekuatan politik suatu negara menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan. Rezim otoriter sekalipun akan disebut mitra, seperti halnya Soeharto dan Hosni Mubarak, yang kebetulan, keduanya mengandalkan angkatan bersenjata. Amerika dan sekutunya akan tutup mata terhadap apa yang sering disebut ‘pelanggaran HAM’, sepanjang itu tak menjadi sorotan dunia dan menggoyahkan eksistensi hegemonik mereka.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000080;">***</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mubarak telah ‘tumbang’. ‘Kejatuhannya’ mirip dengan Soeharto. Perlu ada unjuk rasa massa secara besar-besaran supaya tampak ‘aspiratif’ dan ‘sesuai kehendak rakyat’. Kalau di Indonesia estafet diserahkan kepada Habibie sang wakil, di Mesir diarahkan kepada militer, yang notabene penyokong Mubarak selama 30 tahun. Soeharto dan Mubarak merupakan tokoh kunci, yang kedudukannya tak pernah goyah, lantaran sikap manis keduanya terhadap (kepentingan) barat.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Seburuk-buruknya Ikhwanul Muslimin, saya yakin ia dibutuhkan (minimal untuk penyeimbang dan keperluan pencitraan), seperti halnya keberadaan laskar-laskar Islamis di Indonesia. Ujung-ujungnya, toh akan menuju pada tahapan kompromi dan berbagi kue semata pula.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kelak, pemilu Mesir akan membuktikan, apakah Ikhwanul Muslimin akan memiliki perolehan suara yang sama dengan partai-partai Islam di Indonesia. Siapa tahu ia bisa dijadikan sebagai Poros Tengah, seperti halnya di Indonesia, untuk bikin ontran-ontran jika Presiden Mesir kelak kurang bisa diterima Barat karena sikap keras dan konsistensinya membela kedaulatan bangsanya, seperti terjadi pada Gus Dur dulu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Walau terasa berlebihan, saya kok curiga, di Mesir kelak akan bermunculan aneka lembaga survei dan konsultan pencitraan, yang merangkap panitia pemenangan pemilihan, yang jago mengendalikan perolehan suara seorang kandidat, entah dengan menyogok, merampok data di komisi pemilihan umum, dan lain sebagainya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Semoga, kelak Mesir tak terlalu mirip Indonesia, yang punya presiden (yang katanya terpilih secara demokratis) namun masih tetap cengeng, suka merajuk dan gemar bersolek karena memuja pencitraan yang sangat lahiriah semata sifatnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Wahai rakyat Mesir, jangan ikuti jejak kami&#8230;</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/05/indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDONESIA'>INDONESIA</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/08/17/merenungi-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Merenungi Indonesia'>Merenungi Indonesia</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/02/15/jika-mesir-tiru-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berisik Tahunan</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/10/18/berisik-tahunan/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/10/18/berisik-tahunan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 17:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 27 ayat 3]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2048</guid>
		<description><![CDATA[Inilah penyakit tahunan: berisik menyuarakan hal, yang bagi sebagian orang, tak ada gunanya. Biar. Saya telanjur menikmati peran abnormal ini, ketika sebagian yang lainnya memilih memberi dukungan secara diam-diam. Perhelatan tahunan para blogger selalu menggoda saya untuk menyanyikan tembang sumbang, supaya kian banyak orang ikut mewarnai proses perubahan. Perubahan? Ya! Bangsa ini tak akan pernah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/08/04/bukan-soal-pestanya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bukan Soal Pestanya'>Bukan Soal Pestanya</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/16/perang-perangan-event/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perang-perangan Event'>Perang-perangan Event</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Inilah penyakit tahunan: berisik menyuarakan hal, yang bagi sebagian orang, tak ada gunanya. Biar. Saya telanjur menikmati peran abnormal ini, ketika sebagian yang lainnya memilih memberi dukungan secara diam-diam. Perhelatan tahunan para blogger selalu menggoda saya untuk menyanyikan tembang sumbang, supaya kian banyak orang ikut mewarnai proses perubahan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Perubahan? Ya!</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Bangsa ini tak akan pernah beranjak dari keterpurukan bila produsen konten tak kunjung bertambah. Dari 30 jutaan pengguna internet, konon hanya ada tiga juta blog. Dari sebanyak itu, boleh jadi bloggernya, yakni produsen konten, cuma sepertiganya atau kurang, sebab satu blogger aktif bisa mengelola tiga atau bahkan lima blog sekaligus.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"><a rel="attachment wp-att-2049" href="http://blontankpoer.com/2010/10/18/berisik-tahunan/tolakuuite/"><img class="alignright size-full wp-image-2049" title="tolakUUITE" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/10/tolakUUITE.jpg" alt="" width="200" height="176" /></a>Ngeblog yang ngeblog saja. Tak usah membeda-bedakan mana tampilan yang bagus atau buruk, begitu juga isi blognya. Tak terlalu penting bagi saya, sebab yang perlu didorong adalah agar orang mau ngeblog dulu, lalu keasyikan. Semua pakai proses, sehingga lama-lama juga akan membaik secara alamiah.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Ngeblog pun tak perlu muluk-muluk, apalagi berpretensi melahirkan perubahan segera. Tak ada baiknya sama sekali jika sebuah akibat muncul tapi hanya berklasifikasi instan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Mari kita main tebak-tebakan, apa sebab Kedutaan Amerika di Jakarta selalu mau menjadi sponsor utama Pesta Blogger?</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Menurut saya, ada banyak alasan. <em>Pertama</em>, Amerika berkepentingan meneguhkan hegemoninya sebagai pionir dan pengawal kebebasan berekspresi, termasuk menyuarakan pendapat. Demokrasi memerlukan yang satu ini. Dan Pesta Blogger merupakan ‘satu-satunnya’ forum paling besar di Indonesia yang mengklaim ajang pertemuan para produsen konten.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Yang <em>kedua, </em>Amerika ingin menakar kadar kesadaran bangsa Indonesia akan kebebasan bersuara dan partisipasi publik dalam praktik demokrasi. Blogger, menilik prasyarat yang harus dimilikinya (seperti tingkat pendidikan, kepemilikan perangkat keras dan punya akses internet), adalah kelompok kelas menengah (dan elit). Dan, saya lupa kata siapa, kaum menengahlah yang cukup berperan membuah perubahan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Logika konspiratif? Terserah mau dinilai apa. Banyak orang pintar mencitrakan teori konspirasi sudah usang agar orang yang berpikir begitu dianggap <em>katrok</em>, <em>out of date</em>, kampungan. Padahal mereka bersekutu dengan politisi, dan menerapkannya secara diam-diam.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sebaiknya jangan lupa, penerbitan sederhana <em>Al Manar</em> punya peran besar dalam mewarnai dinamika politik internasional, hingga kini. Kaum pergerakan Indonesia pun menggunakan <em>newsletter</em> yang kelak dilabeli sebagai cikal bakal pers nasional. Bagaimana dengan blog? Saya yakin, blog punya potensi mendorong perubahan, seperti halnya SMS pernah turut ‘menjatuhkan’ Joseph Estrada dari kursi Malacanang, juga kicauan di Twitter membuat SBY sering menggelar konperensi pers.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tentu saja, blogging tak melulu ‘berguna’ untuk menyingkirkan rezim. Pada skala kecil-kecilan, postingan foto dan/atau tulisan di blog, terbukti cukup membantu mengenalkan potensi (wisata, kerajinan, kekayaan kuliner, dll) suatu daerah. Kesadaran menjaga lingkungan, budaya dan sebagainya pun bisa dilakukan lewat postingan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kenapa Amerika yang katanya penyokong kebebasan berekspresi diam saja saat ada Pasal 27 ayat 3 UU ITE yang memasung kebebasan berekspresi, diam saja?</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kalau soal itu, ya jangan tanya saya. Seingat saya, ada yang namanya tata krama diplomatik, di mana haram hukumnya suatu negara turut campur urusan rumah tangga negara lain. Bisanya, ya nyrempet-nyrempet begitu, mau masuk kawasan blogosphere Indonesia, lalu membonceng momentum seperti Pesta Blogger itu. Ya, mirip-mirip cara Kapiten Mallaby dulu itu, lo&#8230;(Kalau ke organisasi-organisasi masyarakat sipil kan sudah lama&#8230;)</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Lagi pula, itu kan urusan internal kaum <em>netizen</em> di Indonesia. Soal peduli atau tidak pada kebebasan berekspresi, ya itu kembali kepada masing-masing Individunya. Gampangannya, bagi yang suka kapitalisme, maka sikapnya jelas: ada <em>itung-itungan</em> nilai pasarnya. Bagi yang ultra kiri, maunya ngeblog bisa mengubah keadaan, bahkan revolusi. Ilusi, selalu membayangi kelompok kedua ini.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Terus, enaknya <em>gimana</em>? Ya, terserah Anda. Ngeblog itu suka-suka, kok. Yang penting rajin <em>update</em>. Titik.</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/08/04/bukan-soal-pestanya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bukan Soal Pestanya'>Bukan Soal Pestanya</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/16/perang-perangan-event/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perang-perangan Event'>Perang-perangan Event</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/10/18/berisik-tahunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gus Dur dan Tap MPRS No. XXV</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/01/05/gus-dur-dan-tap-mprs-no-xxv/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/01/05/gus-dur-dan-tap-mprs-no-xxv/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 17:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[nonblok]]></category>
		<category><![CDATA[Tap MPRS No. XXV]]></category>
		<category><![CDATA[utang luar negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1121</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa kepemimpinannya, Gus Dur pernah memperoleh julukan Presiden Wisata. Seringnya melakukan kunjungan luar negerilah yang berujung pada munculnya sinisme demikian, yang sudah pasti dilontarkan oleh politisi-politisi yang berseberangan dengannya. Boros anggaran, tak bermanfaat dan sebagainya adalah peluru ‘faktual’-nya. Dalam matematika awam, biaya perjalanan dinas tentu mencengangkan sebab nilainya selalu dalam satuan M, milyar! Bila [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/01/gus-dur-itu-asyik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gus Dur itu Asyik'>Gus Dur itu Asyik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/04/firasat-gus-dur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Firasat Gus Dur'>Firasat Gus Dur</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Pada masa kepemimpinannya, Gus Dur pernah memperoleh julukan Presiden Wisata. Seringnya melakukan kunjungan luar negerilah yang berujung pada munculnya sinisme demikian, yang sudah pasti dilontarkan oleh politisi-politisi yang berseberangan dengannya. Boros anggaran, tak bermanfaat dan sebagainya adalah peluru ‘faktual’-nya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dalam matematika awam, biaya perjalanan dinas tentu mencengangkan sebab nilainya selalu dalam satuan M, milyar! Bila uang semilyar disandingkan dengan upah buruh, nilai itu bisa dinikmati oleh seribu lebih buruh dan keluarganya, yang selama sebulan penuh memeras tenaga. Padahal, sekali kunjungan bisa lima milyar ‘menguap’.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Awam tak pernah berhitung, keuntungan apa yang diperoleh dari sebuah kunjungan kenegaraan seorang presiden. Ketika ke Brasil, misalnya, bisa tercapai kesepakatan jual-beli kedelai antara kedua negara. Padahal, sebelumnya Indonesia mesti mengimpor komoditi yang sama melalui Amerika. Berapa keuntungan Indonesia?</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tapi, bagi saya, itu hanya soal kecil. Remeh jika dibanding dengan gagasan besar dan gerakan yang sedang dilancarkan almarhum. Yang tak tertangkap radar awam, adalah upaya Gus Dur menggalang kebersamaan negara-negara Nonblok untuk memperjuangkan penghapusan utang luar negeri, yang selama tiga dekade dimiskinkan oleh Barat, kelompok Utara, yang dimotori Amerika.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Negara-negara Nonblok yang tersebar di Asia, Afrika, dan Amerika bagian Selatan yang memiliki sumberdaya alam berlimpah, telah dijajah oleh kepentingan industri negara-negara maju. Utang digelontorkan dengan konsekwensi yang menguntungkan barat, sumberdaya alam disedot, dan bangsanya dijadikan pasar. Kelompok Utara kian kaya, yang di Selatan terus menderita. Tak jarang, konflik diciptakan di suatu negara yang dijadikan target, lalu <em>back up</em></span> ekonomi dan senjata diberikan oleh Barat kepada rezim yang berkuasa di sebuah negara.</p>
<p><span style="color: #003366;">Indonesia adalah contoh nyata. Ketika perang dingin masih berkecamuk, Amerika dan sekutunya mensponsori gerakan antikomunis di Asia (Tenggara) dengan Indonesia sebagai basisnya. Bekerjasama dengan militer yang dikomandani Soeharto, penumpasan komunis dilakukan dengan pijakan isu penculikan Dewan Jenderal yang lantas dikenal sebagai Gerakan 30 September 1965.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kesuksesan Soeharto berbuah ‘manis’. Ekonomi Indonesia dimajukan, lewat model hibah dan utang. Hibah dimaksudkan sebagai hadiah atas prestasi menumpas komunisme, yang lantas dilegitimasi dengan terbitnya Ketetapan MPRS No. XXV pada 1966. Sejak itu, pelan tapi pasti, investasi demi investasi ditanamkan. Listrik dibutuhkan, pupuk diperlukan, irigasi juga dinanti petani.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dengan dalih membantu ‘mewujudkan kemakmuran’ rakyat Indonesia, utang terus-menerus digelontorkan. Industri dibangun, waduk dibuat –baik untuk irigasi maupun pembangkit litrik, hingga atas nama pembangunan, represi demi represi dilancarkan. Pembebasan lahan (untuk waduk misalnya), diwarnai intimidasi. Singkat kata, pembangunan demi kesejahteraan hanya menjadi slogan, karena faktanya banyak rakyat menderita. Hak-hak mereka dirampas, sementara Amerika dan sekutunya sebagai pemberi utang yang selama ini mengklaim peduli hak asasi, memilih tutup mata.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Daftar pelanggaran HAM pun memanjang. Versi resmi menyebut 500 ribu lebih (versi lain menyebut lebih dari 2 juta) orang yang diidentifikasi sebagai komunis mati terbunuh, dan keluarga/keturunannya kehilangan hak untuk bekerja akibat kebijakan ‘bersih diri bersih lingkungan’ dan model litsus, penelitian khusus.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Aktivis pembela HAM dan pengusung kebebasan berserikat/bersuara ditangkap dan dipenjarakan tanpa proses peradilan, sedang korban pembebasan lahan dengan harga tak adil, turut diintimidasi dengan kekerasan. Amerika, negara adidaya yang menggembar-gemborkan hak-hak asasi dan kedaulatan sipil, masih pura-pura tak tahu.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Hal-hal demikianlah yang membuat gemas Gus Dur, sehingga ketika menjabat presiden, ia kembali menyuarakan perlunya Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Nonblok, seraya menyambangi negara-negara yang semua bernasib sama dengan Indonesia: dililit utang luar negeri!</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Indonesia, seperti yang digagas Gus Dur, akan memerankan diri menjadi pelopor gerakan penghapusan utang, sebab limpahan ekonomi dan banjir investasi pada masa Soeharto telah memakan banyak korban kejahatan kemanusiaan. Intinya, Amerika dan negara-negara Barat harus bertanggung jawab atas kemiskinan yang terjadi di sini, sebab utang luar negeri juga banyak dikorupsi, disalahgunakan untuk mengintimidasi, dan menyengsarakan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Secara moral, Amerika dan sekutunya harus ikut menanggung kerugian, dengan asumsi mereka telah melakukan pembiaran praktek penyimpangan. Bentuknya: menghapus seluruh utang luar negeri Indonesia!</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Karena semua petaka, tindak kekerasan negara dan kemiskinan yang diderita rakyat bermula dari peristiwa <em>satu sembilan enam lima</em> dan <em>Tap MPRS Nomor dua lima</em> yang berisi larangan ajaran komunisme, Marxisme dan Leninisme, maka satu-satunya cara hanya melalui pencabutan ketetapan MPRS tersebut. Tanpa pencabutan Tap itu, negara-negara Barat akan mudah menyatakan: <em>Gus Dur, bangsamu masih menginginkan komunisme hilang dari bumimu!</em></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #003366;">Karena bahayanya gerakan Gus Dur, saya menduga, dimulailah rekayasa baru berupa mobilisasi kelompok-kelompok Islam agar menentang penghapusan Tap MPRS No. XXV itu. Pola lama dijalankan kembali, seperti pada pertengahan 1965, dimana umat Islam (terutama Banser NU) didorong menjadi ‘pembunuh’ sesama bangsanya sendiri dengan dalih ‘antikomunisme’.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Jadi, kalau pada saat-saat menjelang kejatuhan Gus Dur banyak tokoh Islam bersuara lantang menentang, boleh jadi karena ketidaktahuannya saja sedang dimainkan oleh kekuatan mahadahsyat dari luar. Dan bila kini sebagian besar orang-orang yang mengaku ‘paling Islam’ dan berseru lantang dan membuat barisan anti-Amerika dan sekutunya, bagi saya, itu hanya guyonan semata.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sama dengan sebagian besar politisi kita, ‘iman’ mereka masih pada uang. Merebut kekuasaan demi uang, karena itu mereka menggadaikan nasionalisme dan harga dirinya kepada pihak yang sanggup memberi uang.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Mereka tutup mata, bahwa komunisme, Marxisme dan Leninisme hanya sebatas ilmu sehingga boleh dipelajari (karena dengan begitu akan tahu kelemahan kapitalisme), sementara yang tak dikehendaki Gus Dur adalah keberadaan komunisme sebagai ideologi politik, yang mewujud ke dalam sebuah partai.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Partai Komunis Indonesia, apapun sudah cacat eksistensinya, karena sudah berusaha menggantikan ideologi negara lewat cara dua kali melakukan upaya pemberontakan. Sama dengan DI/TII yang pernah ditumpas karena berupaya mendirikan negara Islam.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Negara komunis atau negara Islam, bukan solusi bagi perbaikan negeri ini. Kebersamaan, bahu-membahu antaretnis, agama dan apapun namanya dalam ikatan ke-Indonesia-an merupakan satu-satunya jalan untuk mewujudkan kesejahteraan. Gus Dur sudah memperjuangkan itu, meski harus membayar mahal: dijatuhkan dan dihinakan oleh lawan-lawan politiknya, yang menurut saya adalah kaum <em>koppig</em>!</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/' rel='bookmark' title='Permanent Link: USA Butuh Blogger Indonesia'>USA Butuh Blogger Indonesia</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/01/gus-dur-itu-asyik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gus Dur itu Asyik'>Gus Dur itu Asyik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/04/firasat-gus-dur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Firasat Gus Dur'>Firasat Gus Dur</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/01/05/gus-dur-dan-tap-mprs-no-xxv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>USA Butuh Blogger Indonesia</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 16:13:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[ADB]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Cameron R. Hume]]></category>
		<category><![CDATA[debt swap]]></category>
		<category><![CDATA[Freeport]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[USA]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>
		<category><![CDATA[World Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Yahoo!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kedubes AS bangga mendukung dan mensponsori Pesta Blogger untuk kedua kalinya. Kebebasan berpendapat adalah bagian yang tak terpisahkan dalam sistem demokrasi yang berkesinambungan,&#8221; ujar Cameron R. Hume, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia seperti dilansir detikcom. Blogger harus bangga? Silakan, suka-suka Anda saja. Ada sedikit catatan dari saya, semoga pantas menjadi wacana bagi kita, bloggerwan-bloggerwati [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/15/perokok-butuh-fatwa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perokok Butuh Fatwa'>Perokok Butuh Fatwa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/07/kita-butuh-cicak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kita Butuh Cicak'>Kita Butuh Cicak</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color: #000080;">&#8220;Kedubes AS bangga mendukung dan mensponsori <a href="http://pestablogger.com/">Pesta Blogger</a> untuk kedua kalinya. Kebebasan berpendapat adalah bagian yang tak terpisahkan dalam sistem demokrasi yang berkesinambungan,&#8221; ujar Cameron R. Hume, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia seperti dilansir <a href="http://www.detikinet.com/read/2009/10/24/145756/1227683/398/paman-sam-setia-kawal-pesta-blogger-indonesia"><strong>detikcom</strong></a>. </span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Blogger harus bangga? Silakan, suka-suka Anda saja.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ada sedikit catatan dari saya, semoga pantas menjadi wacana bagi kita, bloggerwan-bloggerwati se-Nusantara. Tak gampang bagi seorang duta besar negara besar seperti Amerika, untuk proaktif memberi pernyataan terbuka akan sebuah peristiwa di negara lain. Ada tata krama diplomatik yang mengikat.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Untuk memperoleh konfirmasi atas sebuah peristiwa menyangkut yang warga negara Amerika di Indonesia saja, misalnya, belum tentu pernyataan muncul dari duta besar. Mungkin, pernyataan cukup dikeluarkan oleh seorang atase pers, atau juru bicara kedutaan yang ditunjuk sesuai kompetensi untuk menyikapi sebuah persoalan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Saya justru menangkap isyarat lain, yakni pengakuan akan efektifitas jurnalisme warga –yang notabene diperankan oleh blogger, menyaingi keberadaan media tradisional yang dikendalikan oleh dewan redaksi. Jurnalisme warga lebih bebas dan spontan karena tak melalui proses seleksi informasi yang rumit, sementara kantor berita dan industri pers lebih rumit mekanismenya, selain ada kecenderungan ‘dikendalikan penguasa’, baik secara langsung maupun tidak langsung.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kita tahu, jurnalisme warga kian menjamur di Indonesia, baik melalui situs resmi seperti <a href="http://publikana.com/">Publikana</a>, <a href="http://wikimu.com/">Wikimu</a>, <a href="http://politikana.com/">Politikana</a> atau <a href="http://jurnalismewarga.com/">JurnalismeWarga</a>, maupun blog-blog yang dikelola secara idnependen oleh para blogger, sesuai minat dan latar belakang masing-masing. Jurnalis yang kecewa atau kurang puas dengan sistem penyuntingan redaktur, misalnya, banyak menumpahkannya di blog pribadi, bahkan tak jarang lebih kaya warna, dan terbebas dari kepentingan (elit redaksi maupun pemodal).</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kalau dalam berita di <strong><a href="http://www.detik.com/">detikcom</a> </strong>itu ada pernyataan tambahan “<em>Indonesia</em><em> dan AS memiliki kesamaan dalam hal kebebasan</em>” saya sarankan Anda memaknainya sebagai basa-basi politik karena tuntutan tata krama diplomatik.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Amerika pasti tahu, masih adanya pasal <span style="text-decoration: underline;">penghinaan dan pencemaran nama baik</span> pada KUHP seperti ditunjukkan dalam pasal 310 dan 311 serta pasal 27 ayat (3) pada UU ITE, menunjukkan masih adanya inkonsistensi bangsa ini akan prinsip kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat seperti termaktub pada pasal 28 UUD 1945.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pasal-pasal itu sudah jelas inkonsisten, antidemokrasi, dan tak sejalan dengan prinsip Deklarasi HAM PBB. Amerika, sebagai negara yang kerap jumawa mengklaim sebagai pionir dalam hal pembelaan hak-hak asasi manusia, kebebasan informasi serta kebebasan berpendapat, lantas menemukan (tepatnya memilih) kekuatan komunitas pengguna internet sebagai ‘mitra’ mereka dalam menyuarakan banyak hal.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Momentum <a href="http://pestablogger.com/">Pesta Blogger</a>, yang suka-tidak suka harus diakui sebagai ajang berkumpulnya para blogger berskala paling besar di Indonesia, lantas ditangkap oleh Amerika. Soal kenapa Amerika tak terlibat sejak event serupa yang pertama, bisa jadi karena Amerika masih meragukan, atau bahkan <em>underestimate</em> terhadap tingkat keberhasilan pengorganisasian oleh panitia. Oleh sebab itu, mereka memilih <em>wait and see</em>.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia yang mencengangkan (kini sudah 10 juta lebih), bermunculannya blog-blog yang menyuarakan banyak hal, termasuk yang berbau ‘advokasi kepentingan publik’ seperti ditunjukkan pada umumnya situs <em>citizen jouralism</em>, lambat laun akan berdampak pada menyusutnya kontrol negara (pemerintah) terhadap berbagai hal.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dengan dalih demi kebebasan pula, publik terus didorong untuk menuntut hak-hak individunya, sehingga ketika kontrol masyarakat jauh lebih lebih kuat dibanding kontrol negara, maka di situlah akan muncul sosok ‘hantu modern’ yang tak lain dan tidak bukan adalah p.a.s.a.r.!</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Negara diibaratkan sebuah pasar tradisional yang superbesar, dimana rakyat bisa tawar-menawar mengenai sebuah produk kebijakan yang akan dikeluarkan oleh penguasa. Khusus dalam hal ini, harus diakui masih banyak manfaat yang bisa diproleh publik. Negara (pemerintah) tak akan mudah membuat kebijakan dengan semena-mena, yang hanya akan menguntungkan elit dan kroni-kroninya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bagai pisau bermata dua, situasi demikian juga akan memunculkan pasar dalam arti yang sesungguhnya. Beragam produk dibuat dan dipasarkan secara massal, teknik dan strategi pencitraan dibuat sedemikian rupa, sehingga setiap manusia –sejak kanak-kanak hingga tua renta, merasa sangat membutuhkan produk yang ditawarkan. (Simak baik-baik, apa yang dilakukan Kedubes Amerika terhadap blogger, salah satunya adalah sebagai bentuk upaya menampilkan citra yang baik dengan pendekatan <em>public relations</em> yang canggih).</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Itulah mengapa, Kedutaan Besar Amerika Serikat tampak ‘<em>concerned</em>’ dalam dunia blogging, tak terkecuali ditunjukkan lewat Pesta Blogger tahun lalu dan kali ini.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mungkin pernyataan saya di sini terlalu mengada-ada. Tak apa, <em>monggo </em>saja Anda mau menjatuhkan penilaian seperti apa. Saya hanya berharap, penyelenggaraan <a href="http://pestablogger.com/">Pesta Blogger</a> mendatang lebih ‘berhitung’ pada sisi kemanfaatan. Saya berani taruhan, Amerika akan rela mengeluarkan dana besar demi kepentingan dan agenda besar mereka.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dengan tahu misi dan tingkat kepentingan mereka, kita bisa melakukan tawar-menawar yang sepadan. Misalnya, mengarahkan dana dari Amerika –termasuk perusahaan-perusahaan asal Amerika seperti <a href="http://www.microsoft.com/">Microsoft</a>, <a href="http://www.apple.com/">Apple</a>, Freeport, <a href="http://www.yahoo.com/">Yahoo!</a> dan sebagainya, untuk mensejahterakan sebanyak mungkin bangsa Indonesia. Kita harus sadar, banyak keuntungan yang sudah diperoleh perusahaan-perusahaan Amerika dari Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Utang negara Indonesia pun sudah banyak menumpuk di lembaga-lembaga yang disetir Amerika, seperti <a href="http://www.worldbank.org/">World Bank</a>, IMF, ADB dan masih banyak lagi, padahal semula mereka menjanjikan akan mensejahterakan kita.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ketika utang luar negeri disalahgunakan (sehingga <em>default</em>) oleh oknum-oknum birokrasi dan penguasa, Amerika sebagai ‘polisi dunia’ tutup mata, bahkan terus menggelontorkan utangan baru. Ketika kita terjerat, mereka memaksakan banyak kebijakan dengan iming-iming <em>debt swap</em> yang pada hakikatnya bukan penghapusan beban utang.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Itu, belum termasuk kalau kita berhitung berapa ribu nyawa hilang, berapa juta rakyat menderita, akibat represi penguasa masa lalu demi proyek-proyek besar yang dibiayai kroni-kroni Amerika. Mengapa Amerika tutup mata? Mengapa kita diam saja?</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kini, saatnya kita memaksa Amerika, agar setidaknya meniru program Politik Etis semasa kolonialis Belanda berkuasa dulu. <em>Karena kaubiarkan jutaan rakyat menderita, maka kami tak sudi membayar utang-utang yang kaukucurkan sejak menang pada 1965.</em></span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sekali-sekali, tak ada salahnya kita mengingat pernyataan Soekarno, supaya kita punya semangat untuk bangkit, menjadi lebih bermartabat: <em>Go to hell America, with your aid</em>! Mumpung ada momentum Sumpah Pemuda, mari kita kritisi kembali, makna <em>One Spirit One Nation.</em></span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/15/perokok-butuh-fatwa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perokok Butuh Fatwa'>Perokok Butuh Fatwa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/07/kita-butuh-cicak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kita Butuh Cicak'>Kita Butuh Cicak</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/10/24/blogger-dibutuhkan-amerika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepacé Korban Bom Afghanistan</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/08/14/kepace-korban-bom-afghanistan/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/08/14/kepace-korban-bom-afghanistan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 10:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasunyatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sapa Kiyi]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Riccardi]]></category>
		<category><![CDATA[APTN]]></category>
		<category><![CDATA[Dubai]]></category>
		<category><![CDATA[NATO]]></category>
		<category><![CDATA[panser]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Nyedhaki kenthong subuh, aku ngurupaké Fèsbuk. Mak jegagik! Aku weruh Kang Andi Riccardi onlèn. Aku rada nyicil ayem, sebab kanca sing wis kaya sedulur iku nembé waé cilaka, nampa pacoban saka Pangèran. Panser Stryker sing ditumpaki bareng-bareng karo tentara NATO ngidak bom, banjur njeblug. Wektu iku, Selasa (11/8) awan, dhèwèké mèlu patroli. Iring-iringan nganggo panser [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/07/andi-odhol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Andi Odhol'>Andi Odhol</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/13/andi-kena-bom-di-afghanistan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Andi Kena Bom di Afghanistan'>Andi Kena Bom di Afghanistan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/04/kepace-pelukis-prancis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kepacé Pelukis Prancis'>Kepacé Pelukis Prancis</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyedhaki kenthong subuh, aku ngurupaké Fèsbuk. <em>Mak jegagik</em>! Aku weruh Kang Andi Riccardi onlèn. Aku rada nyicil ayem, sebab kanca sing wis kaya sedulur iku nembé waé cilaka, nampa pacoban saka Pangèran. Panser <em>Stryker</em> sing ditumpaki bareng-bareng karo tentara NATO ngidak bom, banjur njeblug. Wektu iku, Selasa (11/8) awan, dhèwèké mèlu patroli. Iring-iringan nganggo panser papat, sing dinunuti Andi ana ing urutan nomer loro. Mangkono ujaré Kang Andi.</p>
<p>Dhasar wong sableng, wis genah lara kaya kuwi, sing ana kéné bingung marang kahanané, éé… dhèwèké malah tilpun. Aku sing kuduné mapan turu, malah dadi melèkan. Mbokmenawa dhèwèké uga butuh kanca, wong Mbak Pingkan, garwané isih ana njero montor mabur karo Jeng Dessi, kanca sakantoré Kang Andi ing <a href="http://ap.org/">APTN</a>.</p>
<p>Dhasaré ama pulsa, tilpun ana sejam suwéné, crita ngalor-ngidul. Aku mung ngrungokaké, suwarané gandhang, nanging mliyat-mliyut, sajaké amarga salurané ora pati apik. Ditakoni kahanané malah ngèkèk. “Awakku waras, tapi tulang rusukku kiwir-kiwir. Tapi tenang waé, ora krasa lara, kok. Awit Selasa, aku mangan obat sing bisa ngilangi rasa kelaran,” ujaré.</p>
<div id="attachment_587" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-587" title="andi di dubai" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/08/andi-di-dubai-300x225.jpg" alt="Andi Riccardi nembé dipriksa (Foto: Pingkan Hendriks alias Ny. Andi)" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Andi Riccardi nembé dipriksa (Foto: Pingkan Hendriks alias Ny. Andi)</p></div>
<p>Sadurungé tilpun, Kang Andi <em>chatting</em> karo aku. Dhèwèké nganggo laptop, njaluk diwuruki carané <em>upload</em> tulisan ana NOTES Facebook-é. Aku njlèntrèhi carané, sebisaku. Ngerti-ngerti dhèwèké takon, yèn tilpun aku nèng nomer sing endi (dikirané aku duwé nomer akèh). “Nèng nomer biyasané waé, sing mburiné sèket papat,” jawabku.</p>
<p>Lumantar Fèsbuk, Kang Andi pingin crita pengalamané nampa alangan dina iku. “Aku kesel yèn kudu njawab siji-siji, embuh kuwi liwat tilpun apa nganggo èF-Bi. Mosok crita padha dibolan-balèni!” mangkono alesané pingin nulis pengalamané.</p>
<p>“Yèn wis daktulis, kanca-kanca lan sapa waé rak mung kari maca dhéwé. Aku kepenak, bisa ongkang-ongkang ana rumah sakit sing kaya hotèl bintang lima iki,” ujaré Andi. Ya, dhèwèké pancèn nyritakaké yèn saiki dirumat ana City Hospital, Dubai. Rabu ésuk, dhèwèké lan Emilio tekan kana.</p>
<p>“Rumah sakité kaya hotèl lan rèstoran. Sedhéla-sedhéla perawaté teka, yèn bar takon kahananku banjur nakokaké aku pingin mangan apa. Daftar menu diulungaké, kari milih sasenengé. Sakjané, aku pingin masakan Jawa, nanging angèl golèkané,” ujaré Andi, sing pirang dina sadurungé musibah ngaku pingin mangan indomi karo sambel pedhes.</p>
<p>“Mbak-mbaké ayu-ayu tur grapyak….. Uénak tenan rumah sakité,” ujaré, ngiming-imingi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Dhèwèké banjur crita, yèn dina Selasa iku jan-jané wis males liputan. Mèlu patroli tentara, gambaré mesthi mung ngono-ngono waé. Wong ya bola-bali Andi, sing ora seneng nggambar utawa <em>shooting</em> kahanan biasa-biasa waé. “Tapi aku mesakaké Emilio, ijèn nèng panser ora ana kanca guneman. Mulané aku banjur budhal, niyaté ngancani waé,” ujaré Andi.</p>
<p>Cekaké rembug, panser sing momot Andi lan Emilio, tukang potoné kantor berita <a href="http://ap.org/"><em>Associated Press</em> </a>sing tugas ana Pakistan, iku ngidak bom. Ranjau dharat sing dibasang déning tentara Taliban. Njeblug banter banget, dhèwèké sing keturon banjur njenggirat. Apa manèh, miturut critané Andi, ana sikil tiba ana pundhaké. Basan disingkiraké, jebul sikil sing ucul saka badané wong, embuh sing endi. Ana sajeroning panser, ana wong pitu. Sing loro tukang mbedhil, manggoné ana ngarep dibantu déning tukang nyepakake peluru.</p>
<div id="attachment_590" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-590" title="andi dipriksa" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/08/andi-dipriksa-300x179.jpg" alt="Diinterogasi petugas.... (Foto: Dessi Ariyanti)" width="300" height="179" /><p class="wp-caption-text">Diinterogasi petugas.... (Foto: Dessi Ariyanti)</p></div>
<p>Andi lan Emilio lungguh adhep-adhepan, adu dhengkul saking ciuté papan lungguhan. Jèjèré sakloron, ana kaptèn lan lètnan NATO, sing jebul padha kélangan kabèh sikilé. Déné Emilio, kelangan sikil siji. Andi ora crita, sikil kiwa apa tengené.</p>
<p>“(Nèng njero panser) wong papat, lungguh adu dhengkul, ranjau meledak nèng ngisoré. Sing 2 tugel kabeh sikilé. sing siji tugel siji, sing sijine mung tulang rusuké tugel 3&#8230;.Endi sing sekti?” ujaré Andi. Tetep kanthi cengèngèsan.</p>
<p>“Coba sangu keris, sok awakmu waras-wiris,” jawabku sekacandhaké, karo cengèngèsan.</p>
<p>“Iya, ya. Ndilalah aku ya ora sangu keris Brajamukti,” jawabé kanthi ngèkèk.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<div id="attachment_592" class="wp-caption alignright" style="width: 189px"><img class="size-medium wp-image-592" title="andi tilpun" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/08/andi-tilpun-179x300.jpg" alt="Tilpun iku wis dadi hobi si hama pulsa kaya Andi iki (Foto: Dessi Ariyanti)" width="179" height="300" /><p class="wp-caption-text">Tilpun iku wis dadi hobi si hama pulsa kaya Andi iki (Foto: Dessi Ariyanti)</p></div>
<p>Andi pancèn wartawan édan sing dakngertèni. Ora duwé udel, sebab ora tau katon kesel. Ora duwé wedi, jalaran tau crita yèn aja-aja Gusti Allah maringi nyawa rangkep telulas. Anané crita kaya kuwi, dhewèké kerep banget slamet saka bebaya. Embuh kuwi ana perang Irak, Ambon, Timor Lèsté, Afghanistan lan liya-liyané. Kamangka, taun 2000 kepungur, gegeré wis kelebon peluruné tentara Afghan. Kamangka, kerep banget dhèwèké nyipati kancané tumeka ing pati, embuh kena peluru utawa kejeblugan granat lan bom.</p>
<p>Saiki, dhèwèké wis rada ngrasakaké luwih kepénak ana Dubai. Ketemu rumah sakit apik, dokter apik lan perawat sing nyambi dadi <em>waitress</em>.</p>
<p>Oh, iya. Mèh ana sing cèwèt. Wingi, dhèwèké ketekan petugas saka Konsul Jénderal Rekiblik Éndonésa. Takon ngalor-ngidul, banjur nakokaké apa sing bisa dibantu. Nanging, sadurungé ngomong akèh, petugas mau crita ora bisa mbantu luwih yèn perawatané ana rumah sakit kuwi. Bareng ditlesih, jebul amarga kuwi rumah sakit larang, lan KJRI ora duwé anggaran.</p>
<p>“Ora usah mikir bayaran rumah sakit, Pak. Kabèh wis ditanggung kantorku!” ujaré Andi.</p>
<p>Krungu jawaban mangkono, petugas mau banjur sumringah. “Liyané kuwi, apa sing bisa dibantu?”</p>
<p>“Yèn ana, aku nyuwun témpé waé,” jawabé Andi. Penjalukan sepélé katoné, nanging gandhèng ana Dubai ora ana wong ngidak-idak dhelé, mesthiné ya dadi méwah jalaran langka. Eéé&#8230;  ndilalah kok ya keturutan. Andi lega. Seneng ketemu panganan saka Jawa. (Dhasar ilat ndhésa!)</p>
<p>Petugas mau banjur cekrak-cekrèk, motrèti Andi. Mbokmenawa kanggo lapuran ana kantoré, ing Départemèn Luar Negeri.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>“Wah, apik kuwi, Kang&#8230; Mengko, tulisen nèng èF-Bi nganggo cara kaya awakmu crita karo aku ngéné iki. Bèn padha ngerti jlèntrèhé,” ujarku.</p>
<p>“Asem, ki! Lha wong <em>chatting</em> waé aku males, apa manèh kok crita pengalaman nganggo wujud tulisan. Anané aku tilpun awakmu ki supaya kowé banjur nggawèkaké tulisan kanggo aku. Dadi, aku mung kari ngopi nèng Fèsbuk-ku,” ujaré.</p>
<p>Aku mlongo&#8230;.. Mata sing wis krasa sepet jalaran ngantuk banget, dadi padhang. Kamangka latar wis kétok njingglang. Aku kelap-kelip, bingung mbayangaké piyé nulisé&#8230;&#8230;</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/07/andi-odhol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Andi Odhol'>Andi Odhol</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/13/andi-kena-bom-di-afghanistan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Andi Kena Bom di Afghanistan'>Andi Kena Bom di Afghanistan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/04/kepace-pelukis-prancis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kepacé Pelukis Prancis'>Kepacé Pelukis Prancis</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/08/14/kepace-korban-bom-afghanistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siti Ofayer lan Permanèn Residèn</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/05/13/siti-ofayer-lan-permanen-residen/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/05/13/siti-ofayer-lan-permanen-residen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 23:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasunyatan]]></category>
		<category><![CDATA[1998]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[australia]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[mei]]></category>
		<category><![CDATA[permanent]]></category>
		<category><![CDATA[reidence]]></category>
		<category><![CDATA[resident]]></category>
		<category><![CDATA[sala]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<category><![CDATA[tionghoa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caturanoragawe.dagdigdug.com/2009/05/13/siti-ofayer-lan-permanen-residen/</guid>
		<description><![CDATA[***Cathetan cekak kanggo ngéling-éling kadadèyan obong-obongan ana Kutha Sala, Kamis lan Jumat, 14-15 Mèi 1998. Muga-muga para korban jarah-jarahan olèh ijol rejeki sing akèh, sing padha séda jalaran kobong utawa kaniaya wis ditentremaké ana suwarga, lan para paraga ngobong lan njarah diwènèhi kesempatan tobat kanthi laku kudu ngrasakaké urip rekasa, sanajan mung sedhéla*** Siti Ofayer [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/05/11/jaman-edan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jaman Édan'>Jaman Édan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/02/17/brutus-suthik-nge-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kaose Brutus'>Kaose Brutus</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/17/tukang-tulup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tukang Tulup'>Tukang Tulup</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN">***<em>Cathetan cekak kanggo ngéling-éling kadadèyan obong-obongan ana Kutha Sala, Kamis lan Jumat, 14-15 Mèi 1998. Muga-muga para korban jarah-jarahan olèh ijol rejeki sing akèh, sing padha séda jalaran kobong utawa kaniaya wis ditentremaké ana suwarga, lan para paraga ngobong lan njarah diwènèhi kesempatan tobat kanthi laku kudu ngrasakaké urip rekasa, sanajan mung sedhéla</em>***</span></p>
<p>Siti Ofayer ing kéné iki dudu jeneng sing lumrah. Wujudé lanang, nanging patrap lan sandhangané wadon. Duwé brengos, gagah, ngendikané sajak digalak-galakaké, nanging swarané tetep krasa kemayu. Ngajaké tumindak sing ora-ora, nanging ora wani nuduhaké wujud sejatiné. Sanajan nalika kenalan wong iku ngaku jenengé Siti Ofayer (saka tembung manca, <em>City of Fire</em>), nanging aku luwih seneng nyebut jenengé Siti Banci.</p>
<p>Ya, Siti Banci utawa Siti Ofayer duwé gawéyan top-markotop wektu semana. Tunggalé akéh, rainé béda-béda, nanging nganggo jeneng padha. Sing mbédakaké, mbokmenawa nganggo nomer, saka siji nganti embuh angka pira. Patrapé uga padha: ngajak wong-wong sing ditemoni supaya mèlu-mèlu njarah bandha lan ngobong omahe wong sing leluhuré saka Tanah Cina.</p>
<p>Omah, toko, kiyos lan sapanunggalané dirusaki, dicolongi, malah ora kurang kabar sing nyerikaké ati, ana siji-loro pawongan gagah pideksa nanging jenengé Siti Banci iku padha (nyuwun ngapura) nglakèni kanthi meksa lan milara para kenya. Ora duwé rasa welas, malah pantes sinebut biadab.</p>
<p>Iku kedadèyan tanggal 14 lan 15 Mèi taun 1998. Omah lan toko mbulat-mbulat awit awan, benginé rada susut murupé jalaran mung kari sisa-sisa awujud mawa. Nanging kocap kacarita, aspal ing ratan-ratan gedhé padha ndlèdèk jalaran sepéda montor lan mobil dadi gantiné obor, murup mbulat-mbulat kaya lampor.</p>
<p>Kira-kira wiwit tanggal 16 bengi, wong-wong kampung dadi kompak. Ana ngendi-endi ana rondha, sanguné gaman –landhep utawa kethul, bunder, gèpèng utawa kothak pesagi. Umpana pantes nggunakaké tembung ‘ndilalah’, ééé&#8230; kok nyatané saben kampung duwé perkara kang padha: jaré bakal ana drop-dropan massa utawa manungsa cacah akèh sing bakal nyerang lan njarah dhésa utawa kampung.</p>
<p>Ora cetha sing nyebar sapa, nanging pawartané padha: ngati-ati, bakal ana drop-dropan massa sing keluwèn. Rasané banjur ana beneré, yèn kanggo ngampungi urusan weteng ‘dilumrahaké’ nganggo apa waé, klebu cara nistha lan golèk perkara. Kahanan tintrim, isu kang medèn-medèni terus ana saben dina, nganti kira-kira setengah sasi suwéné.</p>
<p>Pingin ngerti monumèn tinggalané Siti Ofayer utawa Siti Banci? Nganti saiki isih akèh banget, lan gampang ditemoni ana Kutha Sala. Dudu patung utawa prasasti, tinggalané <strong>Pak</strong> (utawa Mbak, padha waé) <strong>Siti</strong> wujudé béda dhéwé: palang wesi, umumé dicèt ireng-putih. Jaréné, wesi kaya ngono kuwi mau luwih pas diarani P.O.R.T.A.L. (aku ora mudheng arané, sebab kanggoku luwih apik ora perlu ana wesi wujud kaya mangkono, lan yèn dipeksa ngarani, aku luwih seneng nganggo sebutan Pager Siti!).</p>
<p>Gatèkna kampung-kampung kaya mBadran, Purwotomo, nJajar, mBaron, Sriwedari, lan liya-liyané. Isih akèh petilasané Siti Ofayer. Apa manèh sing jenengé perumahan, luwih-luwih kang dianggep èlit (<em>pitik?</em>) kaya Solo Baru lan Fajar Indah, dijamin bisa mlebu ora bisa gampang metu (<em>kaya nganggo obat gambar jaran, ya? hik..hik&#8230;</em>). Ketoké gang utawa dalané akèh, ning sing bukak mung siji-loro. Liyané <em>kompak seia-sekata</em>, Pager Siti utawa Si P.O.R.T.A.L pilih ngalang-alangi laku. Tamu prasasat kudu ditlesih supaya ora klèru kècu, wargané uga seneng rekasa kaya asu, lunga-mulih kudu ngapalaké dalané kang ditengeri dhéwé-dhéwé.</p>
<p>Kampung sing mbiyèné guyub banjur dadi rusak tatanané. Wong-wong sing mbiyèné liwat jalaran golèk dalan sidhatan, dipenthelengi kaya nyawang nayap lagi golèk mangsan. Rukun lan guyubé ilang, sing tuwuh ngrembaka malah bangsané sujanan. Siti Ofayer pancèn sétan tenan!</p>
<p>***</p>
<p>Siji manèh sing nganyelaké jalaran polahé Siti Ofayer, aku dadi kenal tembung Permanèn Rèsidèn. Saben krungu tembung kuwi, pikiranku (dhasare bocah bodho) mlayu menyang apa sing jenengé Residèn, yaiku pembantu gubernur kanggo wilayah Kresidènan Surakarta. Nanging kok permanèn? Wah, édan tenan yèn jabatan residén iku permanèn utawa salawasé.</p>
<p>Yèn kèlingan iku, aku dadi ngguyu dhéwé. Coba bayangna, atasé kuliyah nèng Fakultas Sospol ing universitas negri, kok nganti ora ngerti istilah Permanèn Residèn?!? Sanajan ora ana jurusan HI, wolung tahun kuliyah iku ora sedhéla&#8230; (Gandhèng bodho, dadi ya mèmper yèn aku ora duwé ijasah sarjana, wong durung tau lulus)</p>
<p>Tambah ngguyu lan kétok pekokku, yè ngèlingi jaman semono iku aku wis bisa dolanan internèt, yèn perlu 24 jam nonstop. <a title="http://www.solonet.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=78915243986&amp;h=09a033b8640052e01498d0d4a69f4a28&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.solonet.co.id" target="_blank">Solonèt</a> utawa Indo.Net Solo iku kaya indekosanku sing nomer loro. Aku kenal sing duwé, uga sing ngedegaké lan ngurus saben dinané, kayata sing jenengé Sunu Prasetya utawa Happy Hanantoputra, bekas pelukis cilik sing saiki mèlu ngrembakake <a title="http://www.dagdigdug.com" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=78915243986&amp;h=0371146b788d10f6384611883d3cfb1a&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.dagdigdug.com" target="_blank">DagDigDug</a>.</p>
<p>Sawayah-wayah, aku bisa bukak internèt, tur wis kenal éyang buyuté Si Gugel kayata AltaVista, Metacrawler, lan sapanunggalané. Aku malah rumangsa ampuh kaya wong Amerika jalaran duwé e-mail nganggo <em>usa.net</em>. Aku uga duwe ana <em>mailcity.com</em>, bèn dikira wong kutha.</p>
<p>Ning ya kuwi, <em>Permanent Residence</em> kang tegesé pénclokan tetep waé kok ora ngerti, apa ora kebangeten yèn ngono kuwi?</p>
<p>Émané, ngertiku tembung <em>Permanent Residence</em> lan <em>Permanent Resident</em> malah saka tumindak nakalku. Aku kerep mbukaki <em>folder</em> layang metu (<em>sent items</em>) saka program kang arané EUDORA. (Wektu iku, Solonèt wis duwé layanan email gratisan sanajan ‘terbatas’ sing ‘berbasis’ POP3). Pendhak ana komputer nganggur, banjur dak tiliki isiné. Jenengé waé warnèt, tur isih anyaran ana Kutha Sala, akèh wong sing ora ngerti yèn saben layang mlebu utawa metu, yèn ora dibrusak ya isih bisa dibukaki. Yèn ana sing mudheng banjur mbrusak <em>sent items</em>, aku niliki ana <em>TRASH folder</em> sing biasané uga disepèlèkaké.</p>
<p>Sepisan aku nemu tembung <em>Permanent Residence</em> utawa <em>Permanent Resident</em> iku saka email kang ora kebrusak ing komputer. Sing kirim bocah wédok, kira-kira isih sekolah ana SMP. Isiné pitakonan kanggo kancané sing manggon ana Australia, intiné piyè carané lan piya biayané supaya bisa éntuk surat resmi saka Pemerintah Australia, saéngga bisa dadi <em>pendatang legal</em> lan bisa nerusaké sekolah ana kana.</p>
<p>Aku penasaran. Pirang-pirang komputer dak buka, pingin weruh isiné, utamané bocah-bocah keturunan Tionghoa iku. Kèri-kèri aku rada ngerti, jebul <em>Permanent Residence</em> utawa <em>Permanent Resident</em> iku dudu tembung baèn-baèn. Ana rasa nelangsa, wedi, pengarep-arep lan saterusé para bocah cilik-cilik mau. Jebul, wong-wong iku ngobrolaké nasibé sawisé Kutha Sala dadi karang abang, jalaran diobong déning Siti Banci utawa Siti Ofayer sakancané.</p>
<p>Telung sasi tumeka setaun suwéné, bocah-bocah mau padha ngomongaké carané olèh layang <em>ijin tinggal menetap</em>. Sasuwéné iku, jebul rasa wedi tambah ndadi lan gawé miris, lara lan seseg ana pulung ati saben maca layang-layangé wong-wong kuwi. Sasi-sasi wing, aku isih ketemu pelanggan warnèté Happy iku, sing mbiyèné nulis babagan <em>Permanent Residence</em> utawa <em>Permanent Resident</em>. Singapura utawa Amerika klebu negara kang dianggep <em>favorit</em> wektu iku.</p>
<p class="MsoNormal">Sadurungé, wong-wong mau padha ribut golèk &lt;i&gt;Permanent Resident&lt;/i&gt; kanggo nggayuh slamet, jalaran rumangsa ora aman manèh urip ana Kutha Sala. Omah diobong, bekakas lan bandha dijarah…. Pangarepané mung sawiji: urip kanthi tenang, ora dikuya-kuya dumèh duwé cap: turunan (ngapurané) Cina: <span> </span></p>
<p>Ora kétang mung siji-loro sing isih dak kenali, nanging wis nuwuhaké rasa ayem, jalaran wis padha gelem bali mulih ana Kutha Sala. Embuh sing liya-liyané&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/05/11/jaman-edan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jaman Édan'>Jaman Édan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/02/17/brutus-suthik-nge-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kaose Brutus'>Kaose Brutus</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/17/tukang-tulup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tukang Tulup'>Tukang Tulup</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/05/13/siti-ofayer-lan-permanen-residen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

