<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; bail out</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/bail-out/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Politik Pencitraan SBY</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 21:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bail out]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[citra]]></category>
		<category><![CDATA[pencitraan]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1525</guid>
		<description><![CDATA[Sejak awal, kelebihan Susilo Bambang Yudhoyono terletak pada pencitraan. Ia mengelola sindiran Taufik Kiemas di penghujung pemerintahan Presiden Megawati, sebagai kekuatan. Ia menjadi sosok teraniaya, hingga banyak rakyat menaruh simpati kepadanya. Hasilnya, ia sukses saat berlaga pada pemilihan presiden, yang baru pertama kali diadakan di Indonesia. Citra sangat penting. Bahkan, sejak awal pemerintahannya, ia mempekerjakan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/08/18/cemas-terhadap-politik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cemas terhadap Politik'>Cemas terhadap Politik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/26/politik-uang-dan-kuasa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Politik, Uang dan Kuasa'>Politik, Uang dan Kuasa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/16/jangan-langgar-protokol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Langgar Protokol'>Jangan Langgar Protokol</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Sejak awal, kelebihan Susilo Bambang Yudhoyono terletak pada pencitraan. Ia mengelola sindiran Taufik Kiemas di penghujung pemerintahan Presiden Megawati, sebagai kekuatan. Ia menjadi sosok teraniaya, hingga banyak rakyat menaruh simpati kepadanya. Hasilnya, ia sukses saat berlaga pada pemilihan presiden, yang baru pertama kali diadakan di Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1526" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-1526" href="http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/boediono-sby_7608/"><img class="size-full wp-image-1526" title="boediono-sby_7608" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/03/boediono-sby_7608.jpg" alt="" width="620" height="420" /></a><p class="wp-caption-text">Dengan menggandeng Boediono, terbangun dua citra. Di satu sisi SBY melibatkan ahli ekonomi yang mumpuni, pada sisi lain mengurangi tarik-menarik kepentingan politik, seperti ketika Jusuf Kalla menjadi representasi Partai Golkar di istana.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Citra sangat penting. Bahkan, sejak awal pemerintahannya, ia mempekerjakan konsultan komunikasi politik, juga dua fotografer. Ia tahu, foto punya kekuatan untuk bertutur lebih dari seribu kata, juga (mungkin) bahasa. Moderen tampaknya, dan memang begitulah yang seharusnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebagai orang yang menyukai fotografi, saya senang ketika ada dua wartawan foto ditarik ke istana untuk membuat dokumentasi untuknya. Para pewarta foto, termasuk pihak yang diuntungkan, sebab dua teman fotografer yang bekerja untuknya, bisa turut mengatur posisi SBY pada sebuah acara, sehingga dapat menghasilkan rekaman yang bagus, karena <em>angle</em> bisa di-<em>setting</em> sedemikian rupa.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Foto-foto tak biasa SBY –dalam arti pada momen-momen privat atau sangat khusus, pun bisa tersiar di media massa karena peran dua fotografer istana, yang rajin mengirim ke redaksi media massa. Karena menyangkut citra, sudah semestinya melalui proses seleksi sebelumnya. Sebuah tindakan yang sah-sah saja sebenarnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1527" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-1527" href="http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/sby-indomie_7487/"><img class="size-full wp-image-1527" title="SBY-indomie_7487" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/03/SBY-indomie_7487.jpg" alt="" width="620" height="311" /></a><p class="wp-caption-text">Mendengar jingle iklan kampanye SBY, ingat pula tawaran produk mi instan</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Kepedulian akan pentingnya citra, bahkan bisa kita simak melalui iklan-iklan SBY di televisi menjelang pemilu tahun lalu. Ia tak sungkan mendompleng popularitas iklan <em>Indo Mie</em>, dengan mengganti syair lagu tema iklan <em><span style="color: #008000;">Indo Mie Seleraku</span> </em>dengan <em><span style="color: #008000;">SBY Presidenku</span>.</em> Alhasil, setiap mendengar iklan mie instan itu, kita juga teringat SBY (<span style="color: #993300;">meski saya berpendapat sebaliknya, setiap lihat iklan SBY itu, saya justru ingat apa yang harus saya lakukan saat kelaparan pada dini hari</span>).</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tentu, para pemilih SBY tak bisa disebut sebagai korban iklan. Dan sebaliknya, kita tak bisa menganggap SBY sebagai presiden instan. Dia bergelar doktor, karena itu ia orang pintar (<span style="color: #993300;">meski belum terbukti sebagai peminum jamu <strong><em>Tolak Angin</em></strong></span>). Sebagai orang pintar, SBY sangat piawai berhitung untung-rugi penggunaan <em>jingle </em>iklan itu untuk kepentingan politiknya. Dalam iklan, dikenal istilah <em>awareness</em> dan asosiasi. Setiap mendengar iklan <em>Indo Mie</em>, asosisasi orang bisa tertuju ke sosok SBY. Dan itu terjadi lantaran orang sudah <em>aware</em> terhadap sosoknya: yang tampak <em>smart</em>, kalem, dan berwibawa. Itulah citra yang diingininya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Banyak sudah capaian dari kebijakan yang diterapkannya. Pembentukan KPK, misalnya, berhasil mendongkrak citra dirinya menjadi sosok antikorupsi. Ketika besannya, Aulia Pohan, pun digelandang para pengadil, juga kian mengukuhkan dirinya sebagai sosok yang adil, tak pilih kasih, dan terhindar dari kesan tebang pilih.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1528" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-1528" href="http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/cak_imin_di-sby/"><img class="size-full wp-image-1528" title="cak_imin_di-SBY" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/03/cak_imin_di-SBY.jpg" alt="" width="620" height="334" /></a><p class="wp-caption-text">Muhaimin Iskandar (tengah), setia berkoalisi berhadiah kursi menteri</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Kasus <em>bail out </em>Bank Century yang disorot sebagian orang sebagai petunjuk kegagalan kebijakan keuangan pemerintahannya, itu soal lain. Rapat paripurna DPR baru saja menganggap kebijakan pemerintahannya itu melanggar hukum, sehingga perlu dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh lembaga-lembaga seperti kepolisian, kejaksaan dan KPK.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jika ingin konsisten pada perlunya sebuah pencitraan, maka SBY harus bekerja lebih keras untuk membuktikan persepsi publik, yang menempatkannya dalam desas-desus berada di tengah pusaran skandal. Saya termasuk orang yang tak yakin, bahwa Boediono dan Sri Mulyani Indrawati termasuk orang-orang yang turut menikmati keuntungan material dari <em>bail out </em>Bank Century. Meski, secara politis, keduanya sudah dihakimi oleh opini sebagian publik, yang bisa jadi jauh dari kebenaran.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Nama SBY tak bisa dipisahkan dengan Partai Demokrat. Begitu pula sebaliknya. Karena itu, menurut saya, citra SBY turut terpuruk karena ulah sebagian kader partai yang didirikannya, termasuk oleh sikap legislator Demokrat, Ruhut Sitompul, yang begitu entengnya mengumpat kata ‘bangsat’ dalam forum dan ruang sidang yang terhormat.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1529" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-1529" href="http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/sby-dan-anak-anak_7493/"><img class="size-full wp-image-1529 " title="SBY dan anak-anak_7493" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/03/SBY-dan-anak-anak_7493.jpg" alt="" width="300" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Presiden merupakan simbol negara, karena itu tak baik melecehkan kehormatannya, apalagi kepada publik dunia </p></div>
<p><span style="color: #000080;">Sebagai orang yang terbiasa melakukan reportase lapangan, terlalu sering saya mendengar isu-isu mengenai turunnya orang-orang KPK ke kabupaten/kota, terutama yang kepala daerahnya bukan dari partainya Pak Presiden. Isu demikian itu sangat santer menjelang pemilihan presiden lalu, sehingga menerbitkan kesan (citra) negatif, seolah-olah KPK hanya memburu lawan-lawan politik semata, bukan menyelidiki korupsi yang telah menggerogoti sebuah negeri.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sebaliknya, sejumlah bupati dan walikota yang dicurigai korup, justru tak tersentuh, bahkan oleh sekadar isu akan ‘kedatangan orang KPK’. Ini juga citra. C-I-T-R-A! Sungguh ironis, bila kesungguhan Presiden SBY memerangi korupsi dengan membentuk lembaga <em>superbody</em> seperti KPK tidak dipahami publik sebagai bagian dari niat baiknya memberantas korupsi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ketika di sela-sela proses voting dalam Sidang Paripurna DPR, Rabu (3/3) terdengar celetukan berulang-ulang ‘Cabut Rekomendasi’, juga teriakan-teriakan ‘KPK&#8230;KPK&#8230;’, yang terbayang di benak saya adalah orang-orang Partai Demokrat yang meneriakkannya. KPK yang ‘produk’ SBY seolah-olah hanya milik Partai Demokrat, dan ‘seramnya’ KPK dijadikan alat untuk menakut-nakuti partai-partai yang telanjur membangun koalisi dengan Demokrat dalam memenangi pemilihan kepala daerah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Yang demikian, juga berkenaan dengan citra. Adalah momentum yang sangat baik bagi Presiden SBY untuk membuktikan dirinya bersih dan tidak pandang bulu dalam memerangi korupsi. Dibutuhkan kerja nyata, kalau perlu dengan membuang kader-kadernya yang terbukti melakukan tindakan tercela di masyarakat, baik lewat korupsi maupun tindakan main kayu dengan ‘menjual’ nama baik SBY untuk kepentingan subyektif dan jangka pendek.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jika itu berhasil dilakukan, saya yakin kedudukannya akan kembali menguat. Rakyat tidak lagi bisa dibodohi, sehingga ia tak perlu takut apalagi cengeng ditinggal mitra-mitranya dalam sebuah koalisi dagang sapi, yang membalikkan badan meninggalkannya nyaris sendirian.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Negeri ini tak kunjung bangkit bila hanya menuruti kemauan sejumlah elit politisi, termasuk memakzulkan Boediono atau Sri Mulyani Indrawati lantaran kasus Bank Century. Lebih baik memanfaatkan momentum kekalahannya secara politik seperti ditunjukkan dalam Sidang Paripurna DPR untuk berbenah dan bersih-bersih diri dan organisasi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1530" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-1530" href="http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/sby_berempat_7616/"><img class="size-full wp-image-1530" title="sby_berempat_7616" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/03/sby_berempat_7616.jpg" alt="" width="620" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Cukup menepati janji saat kampanye, citra akan membaik secara otomatis. Di antaranya, dengan membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas korupsi. Bukti, jelas beda dengan janji</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Memang berat syaratnya, sebab komitmennya akan diuji melalui sebuah transparansi dan keberanian mengakui, bila petunjuk-petunjuk penyimpangan seperti diyakini mayoritas legislator terantuk pada bukti-bukti. Sudah saatnya SBY meninggalkan perasaan berkecil hati, atau takut tak memperoleh legitimasi. Saatnya membuktikan, citra bukan lagi imaji atau fantasi, tapi sejalan dengan bukti. <strong><em>Lanjutkan</em></strong>&#8230;.. <strong>Buktikan</strong>!</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/08/18/cemas-terhadap-politik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cemas terhadap Politik'>Cemas terhadap Politik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/26/politik-uang-dan-kuasa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Politik, Uang dan Kuasa'>Politik, Uang dan Kuasa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/16/jangan-langgar-protokol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Langgar Protokol'>Jangan Langgar Protokol</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/03/04/politik-pencitraan-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cicak Bikin Risau Buaya</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/11/03/cicak-bikin-risau-buaya/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/11/03/cicak-bikin-risau-buaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 18:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[bail out]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolri]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Tifatul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=968</guid>
		<description><![CDATA[Kalau menggunakan pendekatan kodrat, Cicak (Gekkonidae) memang termasuk jenis reptil yang bisa jadi santapan buaya (Crocodylidae). Tubuhnya yang kecil dan lemah sungguh tak sebanding dengan ukuran tubuh sang predator, hewan purba yang memiliki kekuatan menggigit hampir 15 kali lipat kekuatan gigitan anjing Rottweiler. Bisa jadi, karena analogi perbandingan kekuatan setimpang itulah, kemudian Kepala Polri Bambang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/07/kita-butuh-cicak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kita Butuh Cicak'>Kita Butuh Cicak</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/12/20/koin-untuk-mr-x/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Koin untuk Mr. X'>Koin untuk Mr. X</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/08/baca-kompas-baca-isyarat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Baca Kompas, Baca Isyarat'>Baca Kompas, Baca Isyarat</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menggunakan pendekatan kodrat, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cecak_kayu ">Cicak</a> (<em>Gekkonidae</em>) memang termasuk jenis reptil yang bisa jadi santapan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buaya">buaya</a> (<em>Crocodylidae</em>). Tubuhnya yang kecil dan lemah sungguh tak sebanding dengan ukuran tubuh sang predator, hewan purba yang memiliki kekuatan menggigit hampir 15 kali lipat kekuatan gigitan anjing Rottweiler.</p>
<p>Bisa jadi, karena analogi perbandingan kekuatan setimpang itulah, kemudian Kepala Polri Bambang Hendarso Danuri merasa ‘malu’ jika korps yang dipimpinnya dicitrakan sebagai predator superkuat oleh publik. Maka, ia pun menyatakan bahwa institusinya pun ‘segemulai’ cicak.</p>
<div id="attachment_969" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-969" title="blog_cicakVSbuaya2" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/11/blog_cicakVSbuaya2.jpg" alt="Logo CibuayaBank yang dibuat oleh Mursid" width="300" height="300" /><p class="wp-caption-text">Logo CibuayaBank yang dibuat oleh Mursid</p></div>
<p>“<a href="http://tempointeraktif.com/hg/hukum/2009/11/02/brk,20091102-205800,id.html">Kami juga cicak</a>,” ujarnya di depan para pemimpin media massa yang dihadirkan ke kantor Menkominfo oleh Tifatul Sembiring, Senin (2/11).</p>
<p>Pada pertemuan itu, pun Menteri Tifatul mengajak publik melalui pemimpin media, untuk meninggalkan penggunaan istilah “Cicak vs Buaya” dalam konteks ‘perseteruan’ antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kepolisian. Apalagi, ketika dua petinggi KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah ditahan oleh polisi dengan alasan (yang dipahami publik) agar keduanya tak menggiring opini tertentu terkait skandal keuangan yang sedang ditanganinya.</p>
<p>Rasa keadilan sudah di ujung tanduk. Dua sosok yang dianggap memiliki integritas tinggi dalam pengungkapan perkara korupsi, justru dihambat kerjanya melalui penetapan status tersangka yang kemudian disusul dengan penahanan oleh polisi. Publik yang marah, pun ramai-ramai menggalang dukungan masyarakat yang lebih luas melalui berbagai cara. Berbagai forum dukungan muncul di dunia maya. Ratusan ribu orang yang bersimpati pun berhimpun, hingga petinggi negeri gerah.</p>
<p>Presiden, bahkan sampai ‘merasa perlu’ membentuk <a href="http://tempointeraktif.com/hg/fokus/2009/11/02/fks,20091102-908,id.html">tim pencari fakta (TPF) </a>terkait kasus penahanan Bibit-Chandra dan rekaman hasil penyadapan yang bocor dan beredar secara luas. Beberapa tokoh dilibatkan dalam tim, demi memberi bobot ‘independensi’ temuan mereka, kelak.</p>
<div id="attachment_970" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><img class="size-full wp-image-970" title="blog_cicakVSbuaya" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/11/blog_cicakVSbuaya.jpg" alt="CibuayaBank bermodal bonus Rp 6,7 trilyun" width="620" height="196" /><p class="wp-caption-text">CibuayaBank bermodal bonus Rp 6,7 trilyun</p></div>
<p>Dalam pemahaman awam saya, persoalan semacam itu tak bakal meluas seandainya pokok soalnya dituntaskan segera. <em>Bail out</em> Bank Century mau tak mau telah dicurigai sebagai inti persoalan silang sengkarut gegeran KPK dengan polisi. Banyak ahli keuangan dan perbankan, bahkan menyebut kasus ini sebagai skandal keuangan ‘terhebat’ di negeri ini, sepanjang abad ini.</p>
<blockquote><p>Sekadar ingin mengenang istilah <em>Cicak vs Kadal</em> yang membuat Pak Kapolri <em>gak enak ati</em> itu, maka malam ini saya mengumumkan pembukaan bank pribadi saya, yang saya namai CibuayaBank. Modal awalnya, kurang dari Rp 800 milyar. Namun, karena keunikan namanya (dan pemiliknya, tentu), maka dalam sekejap modal CibuayaBank sudah melonjak menjadi Rp 6,7 trilyun.</p></blockquote>
<p>Ada yang pingin kecipratan rejeki CibuayaBank? Bukalah rekening segera. Saya akan mengobral bonus, terutama bagi nasabah-nasabah <em>prudenti<span style="text-decoration: line-through;">al</span></em>. *) Yang penting digunakan untuk modal usaha. Sedang bentuk usahanya bebas: usaha jadi senator, mau jadi demang, atau usaha jadi raja sekalipun, akan dilayani dengan sebaik-baiknya. Percayalah…</p>
<p>*) Ralat: <em>karena nulisnya setengah ngantuk, akhirnya terjadilah kekeliruan. yang saya maksud bukan</em> prudential <em>(apalagi sebuah produk lembaga keuangan) melainkan </em>prudent.<em> saya menyebut demikian sebagai sinisme bagi pihak yang telah bertindak &#8216;secara bijaksana&#8217;. semoga bisa dipahami. <strong>(updated: 13.06 wib, </strong>beberapa saat setelah bangun tidur. hahaha<strong>)</strong></em></p>
<p><strong><span style="color: #800000;">Catatan tambahan: </span></strong><span style="color: #003300;">Silakan membaca referensi <a href="http://rusdimathari.wordpress.com/2009/11/03/tim-independen-untuk-siapa/">tulisan sahabat saya</a> ini, mengingat ada seorang teman yang meragukan keterkaitan antara <em>bail out</em> Bank Century, penahanan Bibit-Chandra dan gegeran Cicak vs Buaya.</span><strong><br />
</strong></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/07/kita-butuh-cicak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kita Butuh Cicak'>Kita Butuh Cicak</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/12/20/koin-untuk-mr-x/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Koin untuk Mr. X'>Koin untuk Mr. X</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/08/baca-kompas-baca-isyarat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Baca Kompas, Baca Isyarat'>Baca Kompas, Baca Isyarat</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/11/03/cicak-bikin-risau-buaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

