<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; blogger</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/blogger/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Workshop untuk Blogger</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 11:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Combine]]></category>
		<category><![CDATA[internet sehat]]></category>
		<category><![CDATA[workshop komunitas blogger]]></category>
		<category><![CDATA[XL Axiata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=4097</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Komunitas Blogger Bengawan menggelar workshop sumberdaya komunitas blogger, 14-16 April kemarin. Pesertanya memang terbatas, dalam arti tidak melibatkan banyak orang dari banyak komunitas. Workshop biasa saja sebenarnya. Sebab peserta yang diundang hanya mereka yang diasumsikan senasib dengan kami: kemampuan terbatas, referensi dikit, dan minim jejaring. Memang disinggung juga tentang pengorganisasian event atau program komunitas. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kopdar Blogger Ndesa'>Kopdar Blogger Ndesa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger (dan) Daerah'>Blogger (dan) Daerah</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_4100" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog_3180/" rel="attachment wp-att-4100"><img class="size-full wp-image-4100" title="blog_3180" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog_3180.jpg" alt="" width="200" height="167" /></a><p class="wp-caption-text">Kak Nukman berbagi cerita</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Komunitas Blogger <a href="http://bengawan.org" target="_blank">Bengawan</a> menggelar workshop sumberdaya komunitas blogger, 14-16 April kemarin. Pesertanya memang terbatas, dalam arti tidak melibatkan banyak orang dari banyak komunitas. Workshop biasa saja sebenarnya. Sebab peserta yang diundang hanya mereka yang diasumsikan senasib dengan kami: kemampuan terbatas, referensi dikit, dan minim jejaring.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Memang disinggung juga tentang pengorganisasian event atau program komunitas. Tapi, semua materinya masih pada klasifikasi elementer alias kulitnya saja. Oleh karena itu, kami memerlukan seorang fasilitator workshop, yang tak lain dan tak bukan adalah Om Agus Gunawan Wibisono, yang sejak beberapa tahun terakhir intens mengawal perjalanan Bengawan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dari Om Gun, kami banyak dibimbing mengenali potensi komunitas (blogger) terkait lingkungan sekitarnya. Selalu ada banyak pemangku kepentingan (<em>stakeholders</em>) dalam sebuah sistem sosial, tak terkecuali komunitas blogger yang bisa pula disebut <em>civil society organization/</em>CSO.</span></p>
<div id="attachment_4101" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog_workshop-xl-bengawan-rbi_3175/" rel="attachment wp-att-4101"><img class="size-medium wp-image-4101 " title="blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3175" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3175-300x134.jpg" alt="" width="300" height="134" /></a><p class="wp-caption-text">Peserta serius menyimak...</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Sebagai organisasi masyarakat sipil, individu-individu yang terorganisir diasumsikan bisa turut mewarnai dinamika sosial-budaya (juga ekonomi dan politik) sebuah wilayah. Terorganisir yang dimaksud adalah memiliki pengetahuan dan referensi memadai mengenai lingkungan di mana mereka tinggal, sehingga dengan bekal itu bisa lebih mampu berkiprah, sekecil apapun dampak bagi di luar dirinya.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_4102" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog_workshop-xl-bengawan-rbi_3271/" rel="attachment wp-att-4102"><img class="size-full wp-image-4102" title="blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3271" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3271.jpg" alt="" width="200" height="152" /></a><p class="wp-caption-text">Cak Teddy Bara Iskandar, paling bersemangat dalam berbagi...</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Apakah seorang blogger harus menjadi aktivis, pebisnis, politisi atau apapun namanya, semua kembali ke individunya. Tapi dalam konteks berorganisasi, cukup banyak peluang yang bisa diperankan oleh individu-individu dalam sebuah komunitas untuk turut melakukan proses dinamisasi, terutama ketika menghadapi beragam kepentingan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Pemerintah, korporasi, partai politik, publik, kelompok-kelompok masyarakat yang terpinggirkan (minoritas) dari sebuah sistem, merupakan pemangku kepentingan dalam konteks pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian pula komunitas blogger, yang bergelut dengan TIK dan media baru, termasuk di dalamnya <em>social media</em>.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Ada sejumlah problem klasik yang dihadapi kebanyakan komunitas blogger. Ada yang tak memiliki sumber dana (tetap maupun temporer), tak memiliki tempat kumpul yang menetap (apalagi sekretariat), juga keterbatasan jejaring. Soal <em>resources</em> dalam arti manusia, nyaris semua anggota komunitas blogger memiliki <em>passion</em> berbagi kepada sesama dan lingkungan sekitarnya, bahkan ‘kelewatan’ pada beberapa hal.</span></p>
<div id="attachment_4103" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog_workshop-xl-bengawan-rbi_3263/" rel="attachment wp-att-4103"><img class="size-full wp-image-4103" title="blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3263" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3263.jpg" alt="" width="600" height="349" /></a><p class="wp-caption-text">Mbak Devi cerita posisi XL dalam jagad Internet Indonesia</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Diundang kopdar atau menghadiri sebuah gelaran acara komunitas blogger lain, misalnya, orang suka berbondong-bondongg meramaikan, dengan biaya masing-masing. Pokoknya demi kopdar, bisa bertegur sapa dan berbagi pengalaman antarteman, sudah melegakan dan membahagiakan. Begitu watak asli para anggota komunitas blogger.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_4117" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/imag1071/" rel="attachment wp-att-4117"><img class="size-full wp-image-4117" title="IMAG1071" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/IMAG1071.jpg" alt="" width="250" height="211" /></a><p class="wp-caption-text">cinderamata, kaos untuk peserta...</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Intinya, saling meramaikan dan memeriahkan gelaran kopdar atau acara apapun yang diselenggarakan komunitas lainnya. Soal ongkos transpor, urusan belakangan. Yang penting <em>budhal</em> begitu memperoleh undangan ketemuan, kopdar atau (apalagi) sebuah event komunitas.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tapi, ada hal yang menggelisahkan saya dan sejumlah teman, baik di Bengawan maupun dari daerah-daerah lain. Yakni, adanya kecenderungan sebagian teman untuk merangkul banyak kawan dengan dalih aneka macam, namun sejatinya adalah bentuk ‘penunggangan’. Maksudnya, punya agenda tersendiri dengan pihak ketiga, namun tak mau terbuka.</span></p>
<div id="attachment_4104" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog_workshop-xl-bengawan-rbi_3191/" rel="attachment wp-att-4104"><img class="size-full wp-image-4104" title="blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3191" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3191.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Mbak Shita Laksmi memaparkan tema hak asasi manusia dalam workshop blogger. Dialah yang pertama kali berminat mewujudkan terselenggaranya workshop penting ini... Sila follow @slaksmi</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Hanya satu-dua, memang. Tapi itu merupakan gejala tak baik sehingga mengancam kerukunan antarblogger. Persaudaraan yang semula <em>happy-happy</em> bergeser menjadi berhitung untung-rugi lantaran ada kecurigaan/kekuatiran dikapitalisasi. Padahal, yang demikian belum tentu mudah terjadi, dan tak mudah menemukan jejak sebagai bukti (sebuah prasangka).</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tentu, yang membahayakan adalah jika prasangka dibiarkan berkeliaran dan berkembang di benak masing-masing orang. Belum tentu mudah menemukan bukti, tapi keretakan silaturahmi kian melebar menjadi-jadi.</span></p>
<div id="attachment_4105" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog-workshop-xl-bengawan-rbi_3224/" rel="attachment wp-att-4105"><img class="size-full wp-image-4105" title="blog-workshop-XL-Bengawan-RBI_3224" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog-workshop-XL-Bengawan-RBI_3224.jpg" alt="" width="600" height="308" /></a><p class="wp-caption-text">Mas @didinu menceritakan proses SocMedFest 2011 didampingi @motulz, sesama SalingSilang</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Atas dorongan keprihatinan akan munculnya ancaman keretakan <em>ukhuwah onliniyyah </em>itulah, saya berdiskusi dengan sejumlah teman dan tokoh Internet di Indonesia. Beruntung, Mbak Shita Laksmi dari HIVOS menyambut baik dan menawarkan fasilitas pembiayaan gelaran workshop. Lalu, ada Kang <a href="http://twitter.com/nukman" target="_blank">Nukman Luthfie</a> (<a href="http://virtual.co.id" target="_blank">Virtual Consulting</a>) yang rela berbagi gagasan dan mau memotivasi kami, juga Mas <a href="http://twitter.com/didinu" target="_blank">Didi Nugrahadi</a> dari <a href="http://salingsilang.com" target="_blank">SalingSilang</a>, juga Donny BU dari <a href="http://internetsehat.or.id" target="_blank">InternetSehat</a>, sama-sama berkenan meluangkan waktu untuk berbagi ilmu.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Mbak Hera Laxmi Devi dan Kang Teddy Bara dari <a href="http://xl.co.id" target="_blank">XL Axiata</a>, pun demikian pula. Selain ikut membantu pendanaan kegiatan sehingga kami sanggup menambah aset komunitas berupa LCD Projector, alat perekam video dan seperangkat soundsystem, juga mau membagi tips kerja sama sponsorship.</span></p>
<div id="attachment_4106" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog_workshop-xl-bengawan-rbi_3291/" rel="attachment wp-att-4106"><img class="size-full wp-image-4106" title="blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3291" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3291.jpg" alt="" width="600" height="278" /></a><p class="wp-caption-text">Bu Mariam Barata, dari Kemkominfo yang baik hati, mau datang ke workshop Solo, sambil mempromosikan program Relawan TIK.</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Tak hanya itu, Suwarjono dari AJI Indonesia bersedia hadir bercerita tentang dunia pewarta warga dan membuka potensi kerja sama pelatihan dengan komunitas blogger, juga ada Kang <a href="http://twitter.com/anasir" target="_blank">Akhmad Nasir</a> dari <a href="http://combine.or.id" target="_blank">Combine RI</a> yang menawarkan aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) untuk digunakan bersama-sama demi kemaslahatan publik.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Wakil pemerintah pun hadir, yakni Bu Maryam Barata, Direktur Pemberdayaan Telematika Kementerian Kominfo yang berbagi mengenai gagasan institusinya menginisiasi Relawak TIK di seluruh negeri, untuk memajukan Indonesia, bersama-sama dengan semua pengguna TIK.</span></p>
<div id="attachment_4113" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog_workshop-xl-bengawan-rbi_3321/" rel="attachment wp-att-4113"><img class="size-full wp-image-4113" title="blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3321" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog_workshop-XL-Bengawan-RBI_3321.jpg" alt="" width="600" height="281" /></a><p class="wp-caption-text">Sigit Widodo (@sigitwid, tengah) lagi memperhatikan siapa itu... :p</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Sebagai ruang pertemuan dengan beragam latar belakang, workshop kemarin cukup melegakan karena bisa mempertemukan beragam kepentingan. Soal <em>follow up</em> dalam bentuk kerja sama, bisa saja terjadi kapan saja. Tapi, antarpihak harus saling mengenal terlebih dahulu sebelum meretas kerja sama yang bisa saling memberi manfaat bagi sebanyak mungkin pihak. Kuncinya ada di sini: ruang interaksi dan pola komunikasi.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kepada teman-teman peserta workshop, saya menyampaikan satu hal yang saya anggap penting: berbeda pendapat tak harus disikapi dengan permusuhan. Tak perlu putus silaturahmi atau komunikasi hanya karena beda persepsi atau kekurangan alat bukti untuk saling memahami masing-masing pribadi maupun institusi.</span></p>
<div id="attachment_4107" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog-workshop-bengawan-rbi_3094/" rel="attachment wp-att-4107"><img class="size-full wp-image-4107" title="blog-workshop-Bengawan-RBI_3094" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog-workshop-Bengawan-RBI_3094.jpg" alt="" width="600" height="326" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana santai di Rumah Blogger Indonesia/Bengawan</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Kepada Mbak <a href="http://twitter.com/slaksmi" target="_blank">Shita Laksmi</a> yang kemarin berbagi cerita mengenai tema hak asasi manusia, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Begitu pula kepada semua pembicara, orang-orang baik yang rela berbagi dan memotivasi kami, tak ada kalimat yang pantas disampaikan kecuali ucapan terima kasih yang tak terhingga pula. Begitu pula kepada <a href="http://twitter.com/sigitwid" target="_blank">Sigit Widodo</a> dari <a href="http://pandi.or.id" target="_blank">PANDI</a>, yang rela jauh-jauh datang dari Jakarta untuk bagi-bagi domain gratis untuk teman-teman dan komunitas, juga ilmu bermanfaat mengenai jatidiri keIndonesiaan bagi kami semua.</span></p>
<div id="attachment_4108" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/blog-workshop-bengawan-rbi_3132/" rel="attachment wp-att-4108"><img class="size-full wp-image-4108" title="blog-workshop-Bengawan-RBI_3132" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/04/blog-workshop-Bengawan-RBI_3132.jpg" alt="" width="600" height="353" /></a><p class="wp-caption-text">Orkes Kroncong Swastika yang selalu menemani saat-saat seriusnya acara Bengawan.</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Kepada teman-teman yang datang dari Ambon, Pekanbaru, Ponorogo, Malang, Surabaya, Magelang, Yogyakarta, Semarang, Wonosobo, Jakarta, Bumiayu, dan Purwokerto, kami ucapkan terima kasih tak terhingga. Semoga pertemuan kemarin ada manfaatnya buat kita semua, juga kepada lingkungan sekitar kita, syukur untuk Indonesia.</span></p>
<p><span style="color: #993300;"><em>Catatan: foto-foto merupakan dokumentasi panitia, termasuk sumbangan para peserta.</em></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kopdar Blogger Ndesa'>Kopdar Blogger Ndesa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger (dan) Daerah'>Blogger (dan) Daerah</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Good News itu Kabar Baik</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2012/01/22/good-news-itu-kabar-baik/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2012/01/22/good-news-itu-kabar-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 13:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[bad news is good]]></category>
		<category><![CDATA[batik Papua]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Cenderawasih]]></category>
		<category><![CDATA[good news]]></category>
		<category><![CDATA[pewarta warga]]></category>
		<category><![CDATA[tifa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=3986</guid>
		<description><![CDATA[Jika kalangan jurnalis menyukai bad news is good news, saya menyebut aktivitas blogging dengan istilah good news is good news, kabar baik. Saya sebut kabar baik, karena mayoritas blogger lebih banyak mengisi blog-nya dengan materi-materi opini dan testimoni positif, baik berupa tulisan, foto, audio, video, maupun gabungan di antaranya. Kalaupun ada segelintir yang nyinyir, seperti [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/12/25/kabar-segar-duta-peranakan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kabar Segar Duta Peranakan'>Kabar Segar Duta Peranakan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/24/baik-to-work/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Baik to Work'>Baik to Work</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/07/19/nama-baik-di-surga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nama Baik di Surga'>Nama Baik di Surga</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Jika kalangan jurnalis menyukai <em>bad news is good news</em>, saya menyebut aktivitas blogging dengan istilah <em>good news is good news,</em> kabar baik. Saya sebut kabar baik, karena mayoritas blogger lebih banyak mengisi blog-nya dengan materi-materi opini dan testimoni positif, baik berupa tulisan, foto, audio, video, maupun gabungan di antaranya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kalaupun ada segelintir yang nyinyir, seperti saya, anggap saja karena masih terpengaruh gaya pelaporan dan penulisan seorang jurnalis, dengan dalih budaya industri media mengarahkan pada <em>bad news is good news </em>tadi. Selain itu, ada keharusan berpihak pada seorang jurnalis (dan media) untuk membantu pihak yang <em>voiceless</em> dalam pengertian yang sangat luas, utamanya antara hak publik dengan kewajiban (penyelenggara) negara.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"><a href="http://blontankpoer.com/2012/01/22/good-news-itu-kabar-baik/batik-papua-img02569-20111021-1252/" rel="attachment wp-att-3987"><img class="alignleft size-full wp-image-3987" title="batik-papua-IMG02569-20111021-1252" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/01/batik-papua-IMG02569-20111021-1252.jpg" alt="" width="300" height="450" /></a>Tapi soal blogging, kini kian memiliki peran penting. Hal-hal yang dianggap remeh oleh industri pers kini bisa dipublikasikan oleh siapa saja, tanpa berhitung lagi siapa (jumlah) yang akan membaca. Rating menjadi tak penting, sebab setiap orang bisa mendapatkan informasi (penting) yang dibutuhkan lewat <em>googling</em>, sebutan baru untuk aktivitas pencarian lewat Internet.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Blogger lambat laun menggerogoti peran jurnalis hingga dijuluki sebagai pewarta warga karena ketiadaan ikatan industrial dengan institusi bisnis media dan sifatnya yang cenderung ‘kesaksian’ dan keinginan berbagi ceritera atau informasi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dan, seperti layaknya penceritera pun, kredibilitas blogger sebagai pewarta akan dinilai publik secara terbuka. Yang <em>lebay</em>, berlebihan karena penyampaian yang berbusa-busa justru akan menurunkan kepercayaan dari penerima informasinya. Tapi penyampaian spontan, apa adanya, bisa membuahkan kecintaan dan menaikkan tingkat kepercayaan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Penyodoran data pendukung dan kutipan pernyataan (<em>quotation</em>) dari pihak yang relevan dengan pokok bahasan kian mengukuhkan kualitas informasi. Soal seseorang bisa menuturkan secara runtut atau tidak, bahkan bisa dianggap bukan sebagai persoalan yang mengganggu, lantaran komunikan akan bersikap lebih toleran, bisa memaklumi sebuah keterbatasan kemampuan blogger dalam menyampaikan pesan. Intinya, publik tak terlalu banyak menuntut.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Cerita tentang sebuah obyek wisata, misalnya, bisa disampaikan dengan model laporan pandangan mata. Spontanitas penuturan terhadap obyek yang dilihat dan dirasakan sudah cukup menjelaskan dan bisa memancing rasa penasaran orang lain. Apalagi jika disertai tips-tips yang dibutuhkan, seperti cara menjangkaunya dari lokasi tertentu seperti terminal bus/kereta api, pusat kota, dan sebagainya. Foto/video bisa disertakan, bahkan kini bisa menambahkan peta dan koordinat sehingga pelancong tak mudah tersesat.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Berangkat pada prinsip <em>good news is good news</em> dalam kegiatan blogging itulah, saya sering menyerukan kepada teman-teman blogger untuk tak segan mengunggah pesan, lewat blog dan media jejaring sosial lainnya. Kalau perlu, ditambah <em>review</em> singkat, bagaimana ketersediaan akses telekomunikasi, baik yang berbasis suara maupun Internet. Tampaknya sepele, tapi hal ini penting untuk orang-orang jaman sekarang.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Hanya bercerita tentang sebuah obyek tujuan wisata, kita bisa mengembangkan cerita hingga merambah ke banyak hal. Pelancong kadang butuh angkutan umum atau sewa mobil/sepeda motor, informasi kuliner, hingga buah tangan untuk dibawa pulang. Secara tidak langsung, seorang pencerita akan memberi manfaat ekonomis kepada supir dan keluarganya, pedagang cinderamata dan pengusahanya, serta keluarga besar mereka.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Blogging, menurut saya adalah aktivitas penting dan mulia, karena ia bisa memberi manfaat kepada siapa saja, bahkan orang-orang yang tak kita kenal, beserta keluarga besar mereka. Bisa dilakukan sesuka hati, tanpa beban, tanpa pretensi muluk-muluk bisa mengubah dunia, namun akan terasa benar buahnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Asal tahu saja, tulisan ini pun sejatinya muncul secara spontan saja, meski kegelisahan sudah lama mendera. Sering saya mengikuti ajang kumpul-kumpul komunitas blogger di berbagai daerah, namun masih banyak yang lupa  terhadap hal-hal ringan demikian. Pernah misanya, saya bersama 250-an blogger diajak mengunjungi sebuah pabrik boneka dengan luas ruang kurang memadai. Saya merasa tak bisa mengamati secara detil lokasi dan produknya, sehingga sepulang dari sana, saya tak bisa bercerita apa-apa meski punya beberapa rekaman fotonya.</span></p>
<p><a href="http://blontankpoer.com/2012/01/22/good-news-itu-kabar-baik/batik-papua-img02565-20111021-1151/" rel="attachment wp-att-3988"><img class="aligncenter size-full wp-image-3988" title="batik-papua-IMG02565-20111021-1151" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/01/batik-papua-IMG02565-20111021-1151.jpg" alt="" width="600" height="334" /></a></p>
<p><span style="color: #000080;">Pernah pula, dalam jumlah ribuan, kami ada di satu kota selama beberapa hari. Lantaran setiap hari kepada kami disodorkan materi-materi ‘perkuliahan’, maka hanya sebagian kecil dari kami yang bisa berinteraksi dengan lingkungan setempat. Kebanyakan dari kami tak sempat bisa merasakan banyak hal terkait dengan kekayaan materi lokalitas untuk kami ceritakan kembali kepada orang banyak. Momentum yang bagus, tapi sayang lantaran tak memperoleh tambahan bahan cerita.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dalam konteks pertemuan komunitas blogger, hal demikian layak menjadi pertimbangan. Orang yang sudah jauh-jauh datang bertandang, punya kecenderungan bisa mendapat oleh-oleh untuk dibawa pulang, walau sekadar ceritera semata. Pembaca blog saya akan percaya jika saya bercerita banyak hal tentang Solo, lantaran tahu saya tinggal di Solo.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tapi sebagai orang dari Solo, cerita saya tentang keindahan dan kekayaan wisata Jayapura atau Malang yang saya kunjungi, akan lebih bernilai dan menarik perhatian orang dibanding cerita-cerita tentang Solo.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Apalagi jika saya bercerita tentang maraknya pemakaian baju batik bermotif burung Cenderawasih atau tifa di kalangan masyarakat Papua </span>(<span style="color: #993300;">lihat foto ilustrasi</span>)<span style="color: #000080;">. Masyarakat Jayapura, yang tak memiliki tradisi membatik pada kain katun akan menjadi cerita tersendiri. Begitu pula dengan pemakaian batik secara resmi oleh karyawan di instansi pemerintahan dan swasta di sana.</span></p>
<p><a href="http://blontankpoer.com/2012/01/22/good-news-itu-kabar-baik/batik-papua-img02566-20111021-1217/" rel="attachment wp-att-3989"><img class="aligncenter size-full wp-image-3989" title="batik-papua-IMG02566-20111021-1217" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2012/01/batik-papua-IMG02566-20111021-1217.jpg" alt="" width="600" height="263" /></a></p>
<p><span style="color: #000080;">Akan kian menarik pula cerita tentang orang Jayapura yang memelopori pembuatan batik setelah belajar di Pekalongan, Jawa Tengah, lantas menularkan kepada tetangga kiri-kanan hingga pembatik tulis di jayapura mencapai jumlah hampir seratus orang banyaknya. Belum lagi dengan cerita keberhasilan sang pelopor batik Papua yang memiliki gerai bergengsi di Denpasar dan Jakarta, dengan corak dan motif ‘asli Papua’ dan sebagainya. Itulah <em>good news is good news-</em>nya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tentu hasilnya akan sedikit berbeda kalau cerita batik Papua itu diangkat ke ranah jurnalistik <em>mainstream</em>, yang masih berpedoman <em>bad news is good news</em>. Hampir bisa dipastikan, keberadaan beberapa toko batik besar milik pendatang dari Jawa akan dimasukkan juga ke dalam laporan. Termasuk, adanya industri batik di Yogyakarta yang turut membanjiri pasar batik Papua, meski corak dan motifnya tetap lokal.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Demikian&#8230;..</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/12/25/kabar-segar-duta-peranakan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kabar Segar Duta Peranakan'>Kabar Segar Duta Peranakan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/24/baik-to-work/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Baik to Work'>Baik to Work</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/07/19/nama-baik-di-surga/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nama Baik di Surga'>Nama Baik di Surga</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2012/01/22/good-news-itu-kabar-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopdar Blogger Ndesa</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 12:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[blogger ndesa]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar Blogger Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pengungsian]]></category>
		<category><![CDATA[sektesaru]]></category>
		<category><![CDATA[Sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[XL Axiata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan blogger terbesar tahun ini, di Indonesia, tampaknya hanya yang berlangsung di Sidoarjo, 28-30 Oktober. Sedikitnya 1.200 orang, yang masih aktif memperbarui isi blog-nya, berkumpul bersama. Dari Medan hingga Ambon ada wakilnya. Mereka menyebut diri sebagai Blogger Nusantara, lantaran mengidamkan persaudaraan lintassuku dan sekat-sekat primordialisme demi sebuah Indonesia yang maju, rukun seperti masa lalu, jauh [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger (dan) Daerah'>Blogger (dan) Daerah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Pertemuan blogger terbesar tahun ini, di Indonesia, tampaknya hanya yang berlangsung di Sidoarjo, 28-30 Oktober. Sedikitnya 1.200 orang, yang masih aktif memperbarui isi blog-nya, berkumpul bersama. Dari Medan hingga Ambon ada wakilnya.</span></p>
<div id="attachment_3044" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/bn2011_pamit_02673-20111030-1219/" rel="attachment wp-att-3044"><img class="size-full wp-image-3044" title="BN2011_pamit_02673-20111030-1219" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/10/BN2011_pamit_02673-20111030-1219.jpg" alt="" width="600" height="309" /></a><p class="wp-caption-text">Saling bersalaman, suasana persaudaraan penuh kehangatan</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Mereka menyebut diri sebagai <a href="http://bloggernusantara.com" target="_blank">Blogger Nusantara</a>, lantaran mengidamkan persaudaraan lintassuku dan sekat-sekat primordialisme demi sebuah Indonesia yang maju, rukun seperti masa lalu, jauh sebelum kerakusan menggerus persaudaraan, dan politik-ekonomi meluruhkan solidaritas.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Jong Ambon, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, dan banyak lagi organisasi pemuda dari seluruh penjuru Nusantara, yang dulu hadir dengan membawa identitas kulturalnya, kini dengan<em> </em>membawa &#8216;atribut kultur&#8217; baru, dengan <em>hyperlink </em>sebagai ciri individu/komunitas.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Memang ada yang beda dengan lazimnya perhelatan blogger di Indonesia.  Utamanya, perlakuan tuan rumah terhadap tetamunya. Lapangan tenis <em>indoor </em>disulap menjadi kamp pengungsian.  Lantai ditutup terpal plastik, dijadikan kamar tidur raksasa. Para blogger diposisikan bak pengungsi, agar merasakan tak enaknya menggelandang, sekaligus menemukan kebersaman dalam keterbatasan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Memperlakukan &#8216;tamu&#8217; sebagai pengungsi, memang disengaja. Selain bisa jadi siasat jitu terhadap keterbatasan anggaran, juga sebagai sarana membangkitkan rasa kesetiakawanan kepada sebagian dari saudara sebangsa yang kerap harus mengungsi karena bencana, atau yang dipaksa oleh sebuah kebijakan negara sehingga mengakibatkan warganya berubah status menjadi<em>homeless society</em>.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dalam konteks pemilihan tempat menginap, semua peserta bisa turut merasakan penderitaan ribuan warga Sidoarjo yang tak menentu nasibnya setelah lumpur Lapindo menenggelamkan rumah-rumah mereka. Di tempat itu pula, dulu, berbulan-bulan korban Lapindo mengungsi.</span></p>
<div id="attachment_3045" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/bn2011_1/" rel="attachment wp-att-3045"><img class="size-full wp-image-3045" title="BN2011_1" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/10/BN2011_1.jpg" alt="" width="600" height="403" /></a><p class="wp-caption-text">Serasa hidup di pengungsian, tidur beralaskan terpal. Membangkitkan empati...</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Apakah dengan demikian berarti blogger harus hidup menderita? Tidak! Blogger sama seperti semua warga sebuah bangsa. Mereka berhak dan harus sejahtera. Tapi, latar belakang sosial/ekonomi individu blogger bukan tidak mungkin menumpulkan emosi dan solidaritas antarsesama. Apalagi jika pernah turut mencecap nikmatnya madu berkah media sosial.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Bukan saya mengharamkan seseorang cari makan lewat aktivitas penggunaan media sosial, namun lebih pada penyikapan terhadap media. Ngeblog dengan hati pasti beda dengan asal ngeblog. Orang pun beda-beda sikapnya ketika kian akrab dengan media sosial. Twitter, terutama, sungguh menggoda dan memabukkan, terbukti cukup banyak orang dibuat <em>sakaw</em> olehnya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Memang, bisa saja orang mempertanyakan apakah blogging terbebas dari praktik <em>monetize</em>? Tidak juga. Ada <em>adsense </em>dan <em>review</em>, bisa pula iklan terselubung. Tapi ada beda karakter isi pesan di Twitter dan blog. Twitter tak banyak memberi waktu dan ruang untuk memilih, sementara sebuah pesan di blog menyediakan keleluasaan bagi pembaca untuk merespon dan mereaksinya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">***</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Di Kopdar Blogger Nusantara, saya bertemu dengan Pak <a href="http://penyairnusantara.blogspot.com/" target="_blank">Arsyad Indradi</a> dari Banjar, Kalimantan Selatan, blogger tertua yang hadir di sana. Usianya 63 tahun, tapi selalu mengaku baru 36 tahun. Sok muda kesannya, tapi kalau menyimak aktivitas bloggingnya, kita pantas iri padanya, yang mengelola 60an blog!</span></p>
<div id="attachment_3046" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/bn2011_arsyad_02665-20111030-1006/" rel="attachment wp-att-3046"><img class="size-full wp-image-3046" title="BN2011_arsyad_02665-20111030-1006" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/10/BN2011_arsyad_02665-20111030-1006.jpg" alt="" width="300" height="165" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Arsyad Indradi, blogger tertua yanng hadi di Kopdar Blogger Nusantara. Beliau seorang penyair, kini mengelola 60 blog, termasuk sastra daerah Banjar, Kalimantan Selatan. Sebelah kanan, Bagus Jatmiko (Yogya), blogger termuda dengan usia terpaut 50 tahun dengan sosok di sampingnnya.</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Ada blog sastrawi, sebab ia seorang penyair, ada pula yang umum. Juga, blog tentang sastra Banjar, berbahasa lokal. Saya lupa berapa berapa banyak buku antologi puisi diterbitkannya. Pak Arsyad adalah penyair eksentrik. Ia menyebut sejumlah nama penyair Solo dan beberapa orang lagi di Jawa. Lalu, cocoklah obrolan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Pada 1995 lalu, ia datang ke Solo, membaca puisi dalam gelaran peringatan Setengah Abad Indonesia Merdeka, bersama ratusan seniman beragam disiplin dari seluruh Indonesia. Ia masih tampak perkasa hingga usia senjanya. Bersemangat, bahkan potensial mempermalukan blogger muda, yang malas <em>update </em>blog, tentunya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Tak cuma dia, blogger termuda pun datang dari Yogya, berbendera Komunitas Blogger Yogya. <a href="http://penemubijaksana.blogspot.com" target="_blank">Bagus Jatmiko</a>, usianya baru 13 tahun, tapi <a href="http://penemubijaksana.blogspot.com" target="_blank">ngeblognya penuh semangat</a>, bisa mempermalukan blogger yang mengandalkan<em> </em>kinerja <em>plug in </em><strong>tweet old post </strong>pada blognya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">***</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Yang saya rasakan, suasana Kopdar Blogger Nusantara sungguh menyenangkan. Tak kepada semuanya saya bisa bertegur sapa. Tapi semalam bersama di pengungsian, sambil menyimak mimbar bebas komunitas, saya tahu betapa pertemuan model demikian lebih meniadakan jarak, usia dan asal daerah. Semua bisa bebas menyampaikan pendapat dan nyaman melontarkan gagasan.</span></p>
<div id="attachment_3047" class="wp-caption alignright" style="width: 610px"><a href="http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/bn2011_ramai_02667-20111030-1010/" rel="attachment wp-att-3047"><img class="size-full wp-image-3047" title="BN2011_ramai_02667-20111030-1010" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/10/BN2011_ramai_02667-20111030-1010.jpg" alt="" width="600" height="317" /></a><p class="wp-caption-text">Seribuan orang berkumpul dan bertahan hingga tiga hari bukan peristiwa kebetulan. Kesungguhannya luar biasa....</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Antara satu dengan komunitas lain bisa saling berbagi pengalaman, saling belajar pengorganisasian, dan bercanda suka-suka seperti gank <strong>#sektesaru </strong>yang lahir dari jejaring pertemanan di Plurk itu.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Materi dari sejumlah narasumber dari Penn Olson, Google, juga pembicara yang sesama blogger, cukup menyenangkan peserta kopdar. Banyak inspirasi terserak dalam sesi serius yang dikemas santai selama dua setengah hari tersebut. Ada motivasi didapat pula di sana.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Semoga, pengorganisasian Kopdar <a href="http://bloggernusantara.com" target="_blank">Blogger Nusantara</a> kian matang tahun-tahun mendatang. Dan akan menarik jika dilakukan secara berkeliling dari satu kota ke kota berbeda. Selamat kepada <a href="http://suryaden.com" target="_blank">Suryaden</a>, Gempur dan teman-teman panitia pengarah dan pelaksana. Juga kepada Mubarika, Kukuh, dan teman-teman IdBlogNetwork yang memberikan dukungan pengorganisasian gelaran tersebut. Juga kepada <a href="http://xl.co.id" target="_blank">XL Axiata</a> yang bersedia menjadi sponsor, seperti kepada Bengawan dalam beberapa kali kegiatan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sebuah kerja sama yang bernilai dan memberi manfaat kepada banyak pihak, tak hanya blogger dan panitia, tapi juga masyarakat Indonesia pada umumnya. Satu hal yang tak kalah uniknya, adalah entah dari mana datangnya dan siapa yang memulai, ketika tiba-tiba ada semacam identifikasi baru, ketika semua blogger begitu bangga menyebut diri sebagai <strong>blogge</strong><strong>r ndesa</strong>, atau blogger udik, atau yang bukan kota.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dan, itu bisa jadi kebetulan yang menguntungkan bagi <a href="http://twitter.com/HeraLaxmiDevi" target="_blank">Mbak Devi</a> dan kawan-kawan. Soalnya, Tukul Arwana yang jadi ikon baru XL menggunakan istilah &#8216;ndesa&#8217; untuk menyebut orang yang tidak melek teknologi informasi dan komunikasi.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Yang pasti, teman-teman yang hadir kemarin tidak akan lupa untuk selalu <em>update </em>blog, memperbarui konten. Maaf kepada teman-teman yang kemarin tak sempat bercanda dan bercengkerama bersama. Sampai jumpa tahun depan&#8230;</span></p>
<p><span style="color: #993300;"><strong>Catatan:</strong> <em>postingan ini sudah ada sedikit perubahan pada penambahan </em>hyperlink<em> dan penambahan foto-foto serta penyebutan nama Bagus</em></span>. (updated: 31 Okt 2011 pk 14.20 WIB)</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger (dan) Daerah'>Blogger (dan) Daerah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/10/30/kopdar-blogger-ndesa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Hak</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/08/10/memahami-hak/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/08/10/memahami-hak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 23:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Hak dan kewajiban]]></category>
		<category><![CDATA[hatzai artikelen]]></category>
		<category><![CDATA[internet sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[pasal karet]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran nama baik]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/2011/08/10/memahami-hak/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca puluhan tulisan teman-teman blogger, saya optimis masa depan blogging di Indonesia akan menggembirakan. Dan yang menarik, banyak dari mereka adalah blogger independen, dalam arti bukan anggota komunitas blogger. Saya melihat ada semangat berbagi ceritera atau informasi lewat tulisan, yang biasanya dilengkapi foto atau tautan video. Tapi, beberapa kekurangan juga sempat saya ingat. Hampir semua [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/22/saatnya-blogger-bertindak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saatnya Blogger Bertindak'>Saatnya Blogger Bertindak</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/01/11/tentang-kebebasan-berekspresi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Kebebasan Berekspresi'>Tentang Kebebasan Berekspresi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Membaca puluhan tulisan teman-teman blogger, saya optimis masa depan blogging di Indonesia akan menggembirakan. Dan yang menarik, banyak dari mereka adalah blogger independen, dalam arti bukan anggota komunitas blogger. Saya melihat ada semangat berbagi ceritera atau informasi lewat tulisan, yang biasanya dilengkapi foto atau tautan video. Tapi, beberapa kekurangan juga sempat saya ingat.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Hampir semua tulisan yang saya baca <strong>terantuk masalah bahasa</strong>. Membedakan <strong><em>di</em></strong> sebagai awalan atau kata depan saja, umumnya kebingungan. <em>Dipukul</em>, sebagai contoh, justru ditulis <em>di pukul</em>. Padahal, <em>di</em> sebagai awalan mestinya digabung dalam penulisannya. Sementara, <em>di</em> sebagai kata depan yang harusnya dipisah, seperti <em>di rumah, di mobil </em>malah ditulis <em>dirumah, dimobil</em>.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Saya terpaksa &#8216;toleran&#8217; dan tak enak hati kalau harus memberi catatan pada kolom tanggapan yang tersedia. Untuk sementara, <em>biarin aja</em>. Saya terpaksa memaklumi karena para penulis itu menunjukkan kesungguhannya dalam menyiapkan tulisan. Referensinya memadai, dan relatif runtut dalam menulis. Banyak yang naratif, sehingga mudah dipahami dan tidak menimbulkan kebosanan bagi pembacanya. Padahal, tulisannya termasuk panjang.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kalaupun saya harus mengatakan &#8216;kekurangan&#8217; lainnya, masih ada beberapa yang kurang percaya diri, sehingga panjangnya tulisan disebabkan karena banyaknya kutipan dari sumber rujukan. Padahal, dalam <em>blogging</em>, akan lebih enak kalau diwakili tautan atau <em>link. </em>Dengan tautan, pembaca bisa merujuk sumber otentik, sehingga memungkinkan terjadinya pengembaraan intelektual. (Hahaha&#8230;. sok serius, ya?)</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Terkait dengan kesamaan tema, yakni tentang kebebasan berekspresi, saya menemukan banyak blogger yang terjebak pada ketidaktahuan akan <strong>hak dan kewajiban sebagai warga negara</strong>. Pada sisi inilah, teman-teman blogger banyak yang lengah. Mereka keliru dalam memandang kedudukan pemerintah dalam sebuah negara. Pada saat yang sama, mereka juga lupa, bahwa sebagai warga negara, mereka punya hak untuk menuntut kepada pemerintah agar berlaku adil untuk kemaslahatan bersama seluruh warga negara dan penghuni sebuah negara.</span><br />
<span style="color: #003366;">Dalam perkara pasal 27 ayat 3 Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), misalnya, banyak yang menganggap pemerintah <strong>memang</strong> punya kewenangan menerbitkan aturan semacam itu, bahkan dalam sebuah undang-undang yang spirit sesungguhnya lebih condong sebagai landasan hukum perdata.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Pasal itu memuat ancaman pidana tentang tindakan yang dikategorikan sebagai &#8216;pencemaran nama baik&#8217;. Selain antiketerbukaan dan antikritik, pasal itu cenderung disalahgunakan pemerintah sebagai penyelenggara negara, untuk berlindung dari serangan atau kritikan atas kesalahan yang diperbuatnya, baik secara sengaja maupun tidak.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sementara, larangan serupa sudah ada di dalam KUHP, terutama pasal 310 dan 311. Uniknya, pasal itu diklasifikasikan sebagai pasal karet, atau kalangan pers menyebutnya sebagai <em>hatzai artikelen</em>. Itu merupakan produk hukum kolonial yang dilanggengkan penyelenggara negara, di mana misi utamanya adalah untuk menyatakan bahwa &#8216;pemerintah tak pernah salah&#8217;. Karena itu, sebuah kritik akan berbuah petaka.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kita terlalu meremehkan makna &#8216;nama baik&#8217; bagi seseorang atau lembaga. Seseorang yang karena jabatan dan kekuasaannya terindikasi korup, lantas dicurigai telah melakukan tindakan korupsi, merasa tersinggung, lantas menuntut orang yang menyebutnya sebagai tindakan mencemarkan nama baik.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> Uniknya, aparat penegak hukum di Indonesia tak pernah mau menggunakan asas pembuktian terbalik, misalnya mencocokkan harta kekayaan yang dipertontonkan seseorang dengan sumber pendapatannya. Seorang Anas Urbaningrum yang dipojokkan oleh pengakuan sepihak Nazarudin, misalnya, bisa dirunut perolehan kekayaannya. Berapa gaji dia sebagai anggota DPR, cocokkah dengan, konon, kepemilikan sejumlah rumah dan mobil-mobil mewah senilai milyaran? </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Apa sumber pendapatan legal atau wajar seorang Anas Urbaningrum, Nazarudin, para hakim, jaksa dan polisi, komisioner KPK yang menjadi penyidik perkaranya, dan seterusnya dan sebagainya. Dari sana, dengan <em>tracking</em> yang memadai, maka &#8216;nama baik&#8217; akan menemukan pijakannya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Demikian sedikit catatan saya, dari pembacaan puluhan tulisan yang dilombakan oleh <a href="http://internetsehat.org" target="_blank"><span style="color: #003366;">Internet Sehat</span></a>. Khusus &#8216;kelemahan&#8217; berbahasa, sebaiknya jangan membuat teman-teman kendor <em>update</em> blog. Kian hati-hati saja, tetap menulis sambil memperlincah berbahasa. Soal gaya bertutur, suka-suka saja. Blog bukan karya akademik, juga bukan karya jurnalistik. </span></p>
<p><em>Referensi penting buat blogger, silakan baca</em> <a href="http://donnyverdian.net/2011/08/08/kalian-tidak-sedang-menjual-blog-kalian-kan.html" target="_blank">tulisan Donny Verdian</a>. <span style="color: #003366;"><br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/22/saatnya-blogger-bertindak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Saatnya Blogger Bertindak'>Saatnya Blogger Bertindak</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/01/11/tentang-kebebasan-berekspresi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tentang Kebebasan Berekspresi'>Tentang Kebebasan Berekspresi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/08/10/memahami-hak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Majalah Dinding Digital</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2011/04/23/majalah-dinding-digital/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2011/04/23/majalah-dinding-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 17:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Bertuah]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[InternetSehat]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Reyog]]></category>
		<category><![CDATA[mading]]></category>
		<category><![CDATA[madingonline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar Tidar]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2474</guid>
		<description><![CDATA[Pekan lalu, saya mendapat beberapa kejutan di Pekanbaru. Pertama, saya diajak tim InternetSehat berkunjung ke kandang Blogger Bertuah yang sedang menggelar bincang-bincang pemanfaatan blog untuk keperluan pendidikan sekaligus nonton bareng Linimas(s)a. Yang kedua, mendapat suguhan MadingOnline, karya yang tampak ‘sederhana’, namun memiliki manfaat luar biasa bagi penggunanya. Saya sebut sederhana, lantaran teman-teman Bertuah sudah khatam [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2012/05/11/maju-dengan-majalah-dinding/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maju dengan Majalah Dinding'>Maju dengan Majalah Dinding</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/10/permintaan-maaf/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Permintaan Maaf'>Permintaan Maaf</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Pekan lalu, saya mendapat beberapa kejutan di Pekanbaru. Pertama, saya diajak tim <a href="http://internetsehat.org">InternetSehat</a> berkunjung ke kandang Blogger<a href="http://bertuah.org"> Bertuah</a> yang sedang menggelar bincang-bincang pemanfaatan blog untuk keperluan pendidikan sekaligus nonton bareng <a href="http://blontankpoer.com/2011/03/04/garis-waktu-dan-kerumunan/"><strong><em>Linimas(s)a</em></strong></a>. Yang kedua, mendapat suguhan <a href="http://madingonline.net">MadingOnline</a>, karya yang tampak ‘sederhana’, namun memiliki manfaat luar biasa bagi penggunanya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"><a rel="attachment wp-att-2475" href="http://blontankpoer.com/2011/04/23/majalah-dinding-digital/mading_online/"><img class="aligncenter size-full wp-image-2475" title="mading_online" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/04/mading_online.jpg" alt="" width="600" height="337" /></a></span></p>
<p><span style="color: #003366;">Saya sebut sederhana, lantaran teman-teman Bertuah sudah khatam soal desain dan menyiapkan isi. Sudah banyak pelajar SLTA yang jalan bersama. Teman-teman Bengawan yang sudah setahun lebih merencanakan hal serupa, hingga kini belum juga kesampaian. Dan, justru di situlah menariknya, pertemuan hari itu justru berkembang ke mana-mana.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dalam perbincangan di sekretariat Bertuah, sempat muncul wacana membesarkan MadingOnline.Net, dengan mengajak komunitas-komunitas blogger di berbagai daerah. <a href="http://bengawan.org">Bengawan</a> pasti mau, dan saya yakin yang lain juga bersikap serupa. Blogger Ponorogo memiliki banyak anggota yang berstatus pelajar, begitu pula dengan teman-teman di <a href="http://pendekartidar.org/">Pendekar Tidar</a> di Magelang yang sudah berulang kali menyelenggarakan <a href="http://pendekartidar.org/lm2011.php">lomba blog untuk pelajar</a>, termasuk yang sedang berlangsung sekarang.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Di dunia blogging, pun banyak guru yang rajin ngeblog, seperti <a href="http://sawali.info/">Pak Sawali</a> dan <a href="http://marsudiyanto.info/">Pak Marsudiyanto</a>. Ada pula, kalau tak salah, <a href="http://sangbayang.wordpress.com/">Sang Bayang</a>, yang juga berstatus pendidik di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Belum lagi jika para ditambah deretan para staf pengajar sungguhan seperti <a href="http://www.slametwidodo.com/">Pak Slamet Widodo</a> yang menjabat salah satu Ketua Jurusan di Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo, Madura, atau <a href="http://samardi.wordpress.com">Sam Ardi</a>, blogger galau namun berprofesi dosen lulusan Yordania yang kini menetap di Malang.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Bisa jadi, kelak MadingOnline.Net menjadi portal ‘majalah dinding digital’ sekaligus menjadi forum tukar-menukar pengetahuan antarpelajar di tanah air. Beberapa pendidik, bisa saja menjadi ‘pengawal’ atau teman bagi tumbuhnya tunas-tunas bangsa yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Soal pengembangan, bisa ke mana-mana, seturut dengan dinamika dan gejolak intelektual para remaja.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_2476" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-2476" href="http://blontankpoer.com/2011/04/23/majalah-dinding-digital/bertuah/"><img class="size-full wp-image-2476" title="bertuah" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/04/bertuah.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Kopdar dadakan di Sekretariat Blogger Bertuah</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Yang tua-tua, para anggota komunitas blogger, cukup <em>tut wuri handayani</em>, mengikuti saja ke arah mana keinginan para pelajar kita. Bisa jadi, kelak dibikin subdomain sesuai wilayah, di mana peran komunitas blogger menjadi pendamping, menginisiasi pelatihan-pelatihan blogging, menulis, atau memfasilitasi kegiatan-kegiatan penunjang yang dilakukan secara <em>offline</em>.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">InternetSehat yang juga tertarik terlibat dalam upaya pengembangannya bisa mengambil bagian pada sisi penyediaan server dan <em>sharing</em> pengetahuan dan informasi seputar pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, bersama-sama dengan komunitas blogger di berbagai daerah.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Komunikasi antarkomunitas yang sudah terjalin selama ini juga bisa turut kian menguat seiring dengan keterlibatan dalam usaha bersama, memberi kontribusi memajukan pendidikan. Komunitas, bisa jadi akan mengambil peran dalam pelibatan jaringan atau kemampuan mengakses individu-individu yang memiliki <em>concern </em>yang sama, untuk turut berbagi pengetahuan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;">Saya kira, tak ada yang berat jika hal demikian bisa dilakukan secara bersama-sama. Terima kasih teman-teman Blogger Bertuah atas kerja kerasnya, yang menginspirasi banyak orang untuk turut bersama-sama mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan Indonesia.</span></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><span style="color: #993300;"><strong><em>Updated: 23 April 2011 pk. 13.00</em></strong></span></p>
<p><span style="color: #800000;">Berangkat dari <a href="http://www.madingonline.net/berita/mading-online-sekolah-dari-blogger-bertuah-peduli-pendidikan.html">ide dasar MadingOnline</a>, saya coba tanggapi beberapa komentar/tanggapan dari berbagai daerah, seperti <a href="http://smp3lembang.blogspot.com">SMP 3 Lembang</a> (Sulawesi Selatan), <a href="http://bloggerborneo.com">Dwi Wahyudi</a> (Pontianak), <a href="http://pedagangmelayu.com">Elong Bujang</a>, <a href="http://suyatno.wordpress.com">Suyatno,</a> <a href="http://sukadi.net">Sukadi</a> (Slawi, Tegal), <a href="http://suryaden.com">Suryaden</a> (Yogyakarta) dan teman-teman lain, sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="color: #800000;"> </span></p>
<ol>
<li><span style="color: #800000;">Kita tetap menempatkan Blogger Bertuah dan Kang Attayaya sebagai      inisiator. Misi besar teman-teman ini akan lebih bermanfaat jika      individu/komunitas dari berbagai daerah bisa bergabung, bersama-sama      membesarkan. Formatnya bisa dibuat menjadi semacam portal pendidikan untuk      pelajar (terutama SLTP/SLTA), di mana posting-posting dari berbagai daerah      akan berada di halaman utama, sementara setiap daerah bisa dibuatkan      subdomain dengan pengelolaan mandiri, namun bersinergi.</span></li>
<li><span style="color: #800000;">Masing-masing daerah dikelola oleh komunitas blogger sebagai      pendamping siswa/siswi atau pelajar, dan bersifat otonom. Pengertiannya,      bisa saja setiap daerah membuat tampilan/desain sendiri-sendiri, dengan      ciri lokalitasnya, namun tidak timpang dengan ciri utamanya sebagaimana      tampak pada halaman utama.</span></li>
<li><span style="color: #800000;">Pengelolaan mandiri dari setiap daerah memungkinkan setiap daerah      membangun  kemitraannya sendiri      sesuai kultur dan kebijakan masing-masing, termasuk bilamana memungkinkan      dan ada potensi memperoleh donasi/sponsor, bisa dikelola untuk      pengembangan. Setiap daerah pasti membutuhkan ‘logistik’ untuk melakukan      pelatihan-pelatihan seperti menulis, fotografi, dan sebagainya.</span></li>
<li><span style="color: #800000;">Prinsip utama yang sebaiknya dipegang teguh, menurut saya, adalah <strong>nonkomersial</strong>. Dalam arti tidak      profit oriented, namun tetap bisa membedayakan diri sendiri dan komunitas      demi pengembangan atau penggalian inovasi-inovasi baru.</span></li>
<li><span style="color: #800000;">Pada dasarnya, konsep berjejaring menjadi ciri/watak utama      pengembangan MadingOnline.Net. sehingga, kelak diharapkan muncul forum      yang memungkinkan diskusi yang menopang minat dan bakat serta kemampuan      akademis peserta. Syukur, web tersebut, kelak bisa menjadi rujukan bagi      pelajar di manapun di Indonesia, sehingga proses saling belajar bisa      disemai melalui forum yang bisa kita sebut sebagai ajang berbagi ini.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: #800000;"> </span></p>
<p><span style="color: #800000;">Sementara, begitu tanggapan dari saya. Saya berharap teman-teman bisa mengoreksi, menambahi, atau bahkan sebaliknya. Silakan saja&#8230;.</span></p>
<p><span style="color: #800000;"> </span></p>
<p><span style="color: #800000;">Mari mendiskusikannya di sini&#8230;.</span></p>
<p><span style="color: #800000;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2012/05/11/maju-dengan-majalah-dinding/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maju dengan Majalah Dinding'>Maju dengan Majalah Dinding</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/10/permintaan-maaf/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Permintaan Maaf'>Permintaan Maaf</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2011/04/23/majalah-dinding-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger (dan) Daerah</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 19:26:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[donnybu]]></category>
		<category><![CDATA[jlitheng suparman]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[XL]]></category>
		<category><![CDATA[yanuar nugroho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2064</guid>
		<description><![CDATA[Sebelas hari lalu, belasan teman blogger berkumpul di sekretariat Bengawan. Tak cuma mendengarkan paparan cerita potensi dan ekses penggunaan perangkat teknologi informasi dari peneliti dari Manchester University, UK, Mas Yanuar Nugroho, kami juga membahas soal pentingnya networking agar komunitas blogger bisa eksis dan kehadirannya memberi manfaat bagi banyak orang. Mereka datang mewakili komunitas blogger di [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemlu, Blogger, Diplomasi'>Kemlu, Blogger, Diplomasi</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelas hari lalu, belasan teman blogger berkumpul di sekretariat <a href="http://bengawan.org">Bengawan</a>. Tak cuma mendengarkan paparan cerita potensi dan ekses penggunaan perangkat teknologi informasi dari peneliti dari Manchester University, UK, Mas <a href="http://audentis.wordpress.com ">Yanuar Nugroho</a>, kami juga membahas soal pentingnya <em>networking</em> agar komunitas blogger bisa eksis dan kehadirannya memberi manfaat bagi banyak orang.</p>
<div id="attachment_2065" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-2065" href="http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/blog_diskusi_0761/"><img class="size-full wp-image-2065" title="blog_diskusi_0761" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/10/blog_diskusi_0761.jpg" alt="" width="620" height="309" /></a><p class="wp-caption-text">Peserta diskusi berpose di depan Sekretariat Bengawan yang difasilitasi Mas Sapto (menggunakan tongkat penyangga) dan Yayasan Talenta</p></div>
<p>Mereka datang mewakili komunitas blogger di daerah masing-masing seperti <a href="http://blog.kotareyog.com">Ponorogo</a>, Ngawi, <a href="http://bloggerngalam.com">Malang</a>, <a href="http://plat-m.com">Madura</a> dan <a href="http://pendekartidar.com">Magelang</a>. Satu lontaran menarik adalah soal keberadaan komunitas yang keberadaannya belum ‘dianggap’ oleh publik, terutama pemerintah daerah. Yang kedua, soal klasik, yakni pendanaan untuk menghidupkan dan mengembangkan komunitas.</p>
<p>Mereka juga heran dengan fasilitas akses internet broadband supercepat (1,2 mbps up/down) sumbangan <a href="http://xl.co.id">XL</a> untuk publik, menggenapi program akses internet untuk lima taman cerdas di Solo. Terima kasih kepada Mbak<a href="http://twitter.com/HeraLaxmiDevi"> Devi</a>, Cak <a href="http://twitter.com/TeddyBara">Teddy Bara</a>, Pak <a href="http://twitter.com/deddyfp">Deddy Fahmi</a>, <a href="http://twitter.com/husniarifin">Husni</a>, Mbak <a href="http://twittercom/FNadira">Ira</a>, Kang <a href="http://twitter.com/h3nryw">Henry</a> dan keluarga besar XL di Menara Prima.</p>
<div id="attachment_2067" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-2067" href="http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/blog_diskusi_0747/"><img class="size-full wp-image-2067" title="blog_diskusi_0747" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/10/blog_diskusi_0747.jpg" alt="" width="620" height="319" /></a><p class="wp-caption-text">Kang Yanuar Nugroho (paling kanan, baju putih) sedang berbagi ilmu dengan perwakilan komunitas blogger</p></div>
<p>Kami lantas <em>sharing</em>, berbagi informasi dan strategi, di antaranya melalui kesepakatan berjejaring. Bentuknya sederhana: mendorong setiap komunitas membuat program-rpogram ‘sederhana’ seperti pelatihan blogging dan penggunaan media sosial yang baik. Kebetulan, <a href="http://ictwatch.com">ICT Watch</a> dengan program <a href="http://internetsehat.org">InternetSehat</a>-nya yang dimotori <a href="http://twitter.com/donnybu">Donny BU</a>, juga turut hadir di forum itu, walaupun terlambat datang.</p>
<p>Khusus program pelatihan blogging, yang diutamakan adalah untuk pelajar SLTA (kelas 2 dan kelas 3) serta guru. Bagaimana memanfaatkan blog dan aneka jejaring sosial untuk menunjang pendidikan, merupakan salah satu tujuan utamanya, selain memperbanyak konten positif di internet, sehingga kelak memberi banyak manfaat.</p>
<div id="attachment_2068" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-2068" href="http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/blog_donnybu_0857/"><img class="size-full wp-image-2068" title="blog_donnybu_0857" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/10/blog_donnybu_0857.jpg" alt="" width="620" height="343" /></a><p class="wp-caption-text">Donny BU (berdiri) sedang berbagi mengenai InternetSehat di tengah pentas wayang</p></div>
<p><a href="http://solo.bengawan.org/category/oleh-oleh-blogger">Promosi potensi daerah</a>, misalnya, bisa diciptakan melalui kegiatan blogging. <a href="http://solo.bengawan.org">Sharing Online <em>lan </em>Offline</a> yang diselenggarakan Bengawan, 5-6 Juni silam, misalnya, berbuah banyak hal. Kesadaran pelaku usaha rumahan untuk mengakrabi internet kian terbuka. Beberapa anggota Jaringan Perempuan Usaha Kecil (Jarpuk) yang kebanyakan bergerak di bidang produksi makanan kering, kerajinan, batik dan garmen, meminta Bengawan untuk melatih.</p>
<p>Khusus untuk pelaku usaha UMKM, misalnya, kami memfasilitasi toko online sebagai jembatan bagi mereka mengetahui dan merasakan manfaat penggunaan media <em>online</em> untuk menopang usaha mereka. <a href="http://produksolo.com"><strong>ProdukSolo</strong></a> merupakan buah kerja sama kami dengan <a href="http://juale.com"><strong>Juale.com</strong></a>.</p>
<div id="attachment_2069" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-2069" href="http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/blog_wayanganbengawan_0861/"><img class="size-full wp-image-2069" title="blog_wayanganBENGAWAN_0861" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/10/blog_wayanganBENGAWAN_0861.jpg" alt="" width="620" height="390" /></a><p class="wp-caption-text">Kang Yanuar Nugroho turut memeriahkan, berbagi cerita tentang hasil penelitannya mengenai pengaruh penggunaan teknologi informasi bagi komunitas</p></div>
<p>Juga komunitas difabel (penderita cacat fisik) yang minta dilatih aneka ketrampilan, seperti penggunaan komputer dasar hingga aplikasi php, jaringan dan sebagainya.</p>
<p>Ketika malamnya kami gelar pertunjukan <a href="http://blontankpoer.com/2010/01/28/wayang-kampung-sebelah/">wayang</a> sebagai &#8216;hiburan&#8217;, hasilnya lumayan. Ki Jlitheng Suparman, dalang yang pengguna aktif Facebook (bahkan saat pentas pun tetap <em>online</em> dengan laptopnya) itu dilirik Donny BU untuk kapan-kapan ikut dilibatkan dalam kampanye InternetSehat. Dua orang <em>filmmaker</em> Jakarta yang hadir di acara itu juga tertarik menggunakan medium wayang itu sebagai penyambung alur film yang bakal dibuatnya.</p>
<p>Artinya, ada potensi kerja sama positif, termasuk akses manfaat ekonomis bagi seniman. Pertunjukan selama tiga jam yang kami siarkan secara <em>live streaming</em> itu pun memperoleh apresiasi positif dari beberapa teman di luar kota.</p>
<p>Salah satu kuncinya adalah sinergi kegiatan <em>online</em> dan <em>offline</em> dan kemauan berbagi yang memungkinkan itu. Kegiatan blogger di suatu daerah yang diramaikan oleh sesama blogger dari luar daerah akan memungkinkan munculnya efek promosi yang luar biasa besar, seperti yang dirasakan warga Kampung Batik Laweyan. Sungguh banyak posting mengenai Laweyan dan Solo secara umum, sebagai ‘akibat positif’ dari kunjungan para blogger.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="640" height="505" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/ChRm7PNFE0w?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="505" src="http://www.youtube.com/v/ChRm7PNFE0w?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Andai di Ponorogo, Magelang, Ngawi dan (terutama) kota-kota kecil lainnya mampu menyelenggarakan kegiatan serupa, pastilah publikasi positif mengenai potensi daerah akan kian banyak di ranah internet atau daring. Siapa yang memperoleh manfaat sudah jelas: masyarakat.</p>
<p>Maka, yang jadi persoalan adalah bagaimana mempertemukan beragam kepentingan bagi <em>stakeholder</em>: pemerintah, publik dan pelaku usaha. Tak bisa dipungkiri, peran sektor swasta juga cukup penting dalam konteks meramaikan dunia blogging di daerah. Lewat partisipasi sponsorship, maka kendala klasik komunitas blogger akan sedikit-banyak teratasi.</p>
<p>Pemerintah pun demikian. Walau awalnya tak paham –karena itu tak ‘mau’ memfasilitasi, lama-kelamaan akan teredukasi dengan sendirinya, sehingga peran blogger (dan komunitasnya) bisa dilihat jejaknya. Beruntung bagi Bengawan, sudah setahun terakhir ‘diakui’ keberadaannya, seperti ditunjukkan dengan hadirnya dua kali memperoleh undangan dari pemerintah untuk aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="640" height="505" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/oW69Dz3RT_U?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="505" src="http://www.youtube.com/v/oW69Dz3RT_U?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Yang perlu dijadikan pekerjaan rumah bagi blogger adalah bagaimana menyiapkan diri menjadi mitra atau partner pemerintah daerah dalam menngawal pengembangan dan penyusunan kebijakan pemanfaatan teknologi informasi yang merupakan keniscayaan. Harus diakui, pemerintah tak bisa melakukannya sendirian. Komunitas bloggerlah yang memiliki potensi menjadi salah satu mitra strategis itu.</p>
<p>Karena itulah, <em>branding</em> komunitas menjadi penting, di antaranya melalui kesepakatan yang kami buat secara informal kala itu, yakni mendorong dan meramaikan setiap aktivitas yang dibuat komunitas blogger di berbagai daerah. Salah satunya, ya melalui perbanyakan produksi konten positif, baik melalui blog-blog pribadi, komunitas, maupun media sosial.</p>
<p>Di forum-forum seperti itulah, baik blogger, pemerintah, masyarakat, produsen (seperti provider, industri telekomunikasi) bisa bertemu dan bersinergi yang sama-sama bisa memperoleh manfaat dan keuntungan.</p>
<p>Atas capaian yang kami rasakan manfaatnya bagi geliat Bengawan, kami mengucapkan terima kasih kepada Kang<a href="http://bangsari.blogspot.com"> Saiful</a> dan <a href="http://b-h-i.blogspot.com">BHI</a> yang gerakan kambingnya sangat bikin iri dan menginspirasi kami, Mas <a href="http://twitter.com/didinu">Didi Nugrahadi</a>, <a href="http://blogombal.org">Pamantyo</a> dan keluarga besar Komunitas Langsat yang banyak menyumbang kami, Kang <a href="http://twitter.com/nukman">Nukman</a> dan <a href="http://virtual.co.id">Virtual</a> dan <strong><a href="http://juale.com">Juale</a></strong>-nya, juga komunitas blogger dari berbagai penjuru Indonesia yang membantu mewarnai dan mensukseskan program-program kami.</p>
<p>Tak lupa, terima kasih kepada ICT Watch dan InternetSehat yang memberi kami dukungan moral dan material serta Donny BU yang memberikan tenaga dan waktunya yang sangat besar kepada kami. Juga Pak Jokowi yang sangat mengerti dan mengapresiasi kami, sehingga banyak fasilitas dan kemudahan membuat aneka kegiatan kami dapatkan.</p>
<p>Tanpa mereka, ya beliau-beliau itu, kami bukan apa-apa. Siapa-siapa, pun bukan.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2012/04/24/workshop-untuk-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Workshop untuk Blogger'>Workshop untuk Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemlu, Blogger, Diplomasi'>Kemlu, Blogger, Diplomasi</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger Bodrex</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/09/23/blogger-bodrex/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/09/23/blogger-bodrex/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 11:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[bodrex]]></category>
		<category><![CDATA[endorser]]></category>
		<category><![CDATA[influencer]]></category>
		<category><![CDATA[kode etik jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[Soal blogger dikasih amplop berisi sejumlah uang, saya peroleh informasi dari twit Kang Iman Brotoseno. Saya tak paham konteksnya. Karena menggelitik, maka saya meneruskan (retweet) kicauan itu. Baru siang harinya, saya mengerti duduk perkaranya, melalui postingan Nena. Tak butuh waktu lama untuk menuai tanggapan beragam. Hingga ada seorang pembaca membuat komentar menggelitik pula. Apa ya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemlu, Blogger, Diplomasi'>Kemlu, Blogger, Diplomasi</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/11/blogger-press-tour/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger Press Tour'>Blogger Press Tour</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Soal blogger dikasih amplop berisi sejumlah uang, saya peroleh informasi dari twit Kang <a href="http://blog.imanbrotoseno.com">Iman Brotoseno</a>. Saya tak paham konteksnya. Karena menggelitik, maka saya meneruskan (<em>retweet</em>) kicauan itu. Baru siang harinya, saya mengerti duduk perkaranya, melalui <a href="http://www.maverick.co.id/pr-communications/2010/09/pelajaran-dari-indonesiasetara/">postingan Nena</a>.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tak butuh waktu lama untuk menuai tanggapan beragam. Hingga ada <a href="http://alderinagracia.com/">seorang pembaca</a> membuat komentar menggelitik pula.</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #993300;">Apa ya salahnya blogger nerima amplop? Blogger kan tidak punya kode etik jurnalistik seperti jurnalis. Dimana jurnalis memang tidak boleh nerima amplop.</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Menanggapi pertanyaan tersebut, saya hanya bisa mengembalikan kepada nurani masing-masing blogger. Kode etik hanya panduan. Boleh diikuti, boleh pula diabaikan. Tak ada kekuatan pemaksa harus begini atau begitu. Persoalannya cuma pada pantas dan tak pantas, subyektif pula sifatnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dalam dunia jurnalistik pun, banyak yang ‘patuh’ sehingga tidak mau menerima pemberian narasumber demi independensi. Sikap demikian dipegang teguh, agar berita yang dibuatnya benar-benar memenuhi kebutuhan publik akan informasi yang benar, berimbang (<em>cover both sides</em>). Pemberian (uang, barang, fasilitas) dari narasumber diangap bisa mempengaruhi obyektifitas.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tapi, wartawan juga manusia. Ada yang butuh menumpuk harta, ada juga yang ingin hidup lebih layak, oleh karena itu, mereka menganggap pemberian narasumber sebagai hal yang sah-sah saja. Alasan pembenarnya seringkali begini: <em>apa salahnya saya menerima pemberian, sepanjang saya bisa menulis apa adanya, obyektif?</em></span></p>
<p><span style="color: #000080;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #000080;"><em>Sumangga kersa, </em>terserah saja. Suka-suka. Yang sudah pasti tidak bisa dibenarkan adalah memeras narasumber. Toh, tak sedikit pula jurnalis yang nolak amplop terang-terangan, tapi juga <em>happy</em> kalau dikirim via rekening. Intinya, orang sering malu serah-terima terbuka, tapi kalau pakai model kedipan mata, mereka girang luar biasa.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ya, apa mau dikata. Semua kembali ke diri kita. Blogger ngamplop juga banyak, walau tak sedang pusing sehingga butuh <em>bodrex </em>sebagai pereda sakit di kepalanya. Mereka punya julukan beragam: <em>influencer, endorser, buzzer</em> dan banyak lagi. Tapi jangan salah, tak semua <em>influencer</em></span> dan sejenisnya itu, asal ‘ngembat’ atau asal nerima bayaran. Mereka punya banyak pertimbangan untuk menerima atau menolak tawaran.</p>
<p><span style="color: #000080;">Namun, ada pula orang-orang yang (mungkin) tak menerima bayaran, namun rela bertarung di wilayah <em>social media </em>atau blogging, demi ‘mengajak’ orang lain seperti pembaca dan <em>followers</em></span> mendukung agendanya. Ketika skandal Bank Century ramai dibicarakan, misalnya, ada yang berusaha mati-matian ‘melindungi’ Menteri Keuangan Sri Mulyani.</p>
<p><span style="color: #000080;">Mantan menteri itu, mungkin tak bersalah. Namun, skandal itu bisa jadi berdampak pada citra dan reputasi Mbak Ani (untuk membedakan dengan Bu Ani), sehingga oleh karenanya, para pendukung Bu Menteri (ketika itu) berjuang bahu-membahu membentuk opini. Sah-sah saja, meski saya tak suka.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Namun kembali pada tulisan Nena, terkait dengan acara IndonesiaSetara-nya Sandiaga Uno, saya hanya menyesalkan kecerobohan konsultan komunikasi atau <em>event organizer</em>-nya. Mungkin mereka tidak tahu hakekat komunikasi, atau memang keburu mengambil jalan pintas, mengingat kekuatan <em>netizen</em> (entah ia nara blog atau aktivis pekicau) yang memang sedang luar biasa. Yang jelas, akibat tindakan bagi-bagi amplop itu, Sandiaga Uno justru seperti dibawa ke tubir jurang.</span></p>
<p><span style="color: #008000;">(Tak terbayang biaya material/nonmaterial yang harus dikeluarkan Sandiaga untuk memperbaiki nama baiknya atas kecerobohan EO atau konsultan komunikasi politiknya)</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Setahu saya, tindakan bagi-bagi uang seperti itu, sudah usang dilakukan secara terang-terangan. Banyak PR Agency di Jakarta meninggalkan praktek bagi-bagi amplop dan menggantinya dengan cinderamata. Ya, seperti <em>goodybag</em> yang isinya aneka jenis <em>merchandise</em> itu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kalaupun masih ada yang ngasih uang, biasanya staf PR Agency sudah memilah-milah. Mereka tahu mana yang suka amplop (beserta isinya), mana pula yang tidak. Maka, demi amannya, mereka memilih memberi cinderamata.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Nah, soal blogger mau menambaah julukan ‘bodrex’ pada namanya atau tidak, kembali kepada masing-masing individu. Membuat kode etik blogger juga tak gampang. Dan, menurut saya, tak perlu. Blogger adalah potret masyarakat. Karena banyaknya media massa yang berpihak kepada penguasa (politik atau ekonomi) telah melahirkan semangat orang untuk ngeblog secara bebas, tak terikat kepada siapapun, termasuk sikap/afiliasi politik si pemilik modal.<br />
</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Karena itulah, blogger yang memproduksi informasi atau opini bernas dan bermutu lantas dijuluki pewarta warga atau <em>citizen journalist</em>.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"><span style="color: #993300;">Berikut adalah kode etik jurnalistik versi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang menyatakan sebagai organisasi antiamplop.</span></span></p>
<ol>
<blockquote>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menghormati <span style="color: #008000;">hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.</span></span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis senantiasa <span style="color: #008000;">mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan</span> serta kritik dan komentar.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis<strong><span style="color: #008000;"> tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat</span></strong>.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita, foto dan dokumen.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menghormati hak nara sumber untuk memberi informasi latar belakang, <em>off the record</em>, dan embargo.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku tindak pidana di bawah umur.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menghindari kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, politik, cacat/sakit jasmani, cacat/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menghormati privasi, kecuali hal-hal itu bisa merugikan masyarakat.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis tidak menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan, kekejaman kekerasan fisik dan seksual.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis <span style="color: #008000;"><strong>tidak dibenarkan menerima sogokan</strong></span>. (Catatan: yang dimaksud dengan sogokan adalah semua bentuk pemberian berupa uang, barang dan atau fasilitas lain, yang secara langsung atau tidak langsung, dapat mempengaruhi jurnalis dalam membuat kerja jurnalistik.)</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis tidak dibenarkan menjiplak.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menghindari fitnah dan pencemaran nama baik.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Jurnalis menghindari setiap campur tangan pihak-pihak lain yang menghambat pelaksanaan prinsip-prinsip di atas.</span></li>
<li><span style="color: #ff6600;">Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik.</span></li>
</blockquote>
</ol>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemlu, Blogger, Diplomasi'>Kemlu, Blogger, Diplomasi</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/11/blogger-press-tour/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger Press Tour'>Blogger Press Tour</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/09/23/blogger-bodrex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemlu, Blogger, Diplomasi</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 04:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Hazairin Pohan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemlu]]></category>
		<category><![CDATA[live in program]]></category>
		<category><![CDATA[Pamantyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1834</guid>
		<description><![CDATA[Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia melirik blogger sebagai mitra, terutama dalam konteks penyebarluasan capaian-capaian proses diplomasi antarnegara/bangsa. Malah, sempat terlontar gagasan dari seorang pejabat Kemlu, ingin mengadakan tukar-menukar blogger antarnegara, seperti live in program yang digagas Pamantyo. Setidaknya, begitulah gambaran yang bisa ditangkap ketika Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri RI menggelar sosialisasi hasil [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Welcome to ASEAN Blogger'>Welcome to ASEAN Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger (dan) Daerah'>Blogger (dan) Daerah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia melirik blogger sebagai mitra, terutama dalam konteks penyebarluasan capaian-capaian proses diplomasi antarnegara/bangsa. Malah, sempat terlontar gagasan dari seorang pejabat Kemlu, ingin mengadakan tukar-menukar blogger antarnegara, seperti <em>live in program</em> yang digagas <a href="http://antyo.rentjoko.net">Pamantyo</a>.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Setidaknya, begitulah gambaran yang bisa ditangkap ketika Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementrian Luar Negeri RI menggelar sosialisasi hasil kerjasama kawasan serumpun, yang bekerja sama dengan Komunitas Blogger <a href="http://bengawan.org">Bengawan</a>, 6 Juli lalu. Bagi Kemlu, seminar di Solo itu merupakan kali kedua setelah sebelumnya digelar di Surabaya, bekerjasama dengan komunitas serupa, <a href="http://tugupahlawan.com">Tugu Pahlawan</a> (TPC).</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Kerjasama semacam itu sudah tentu baik. Tak hanya memperoleh informasi memadai dari yang bersangkutan, para blogger pun menjadi lebih <em>ngeh</em>, kian <em>aware</em> mengenai beragam isu menyangkut hubungan antarbangsa dari berbagai negara. Dan, kerjasama seperti kemarin tak bakal terjadi andai tak ada staf Kemlu yang blogger seperti <a href="http://arisheruutomo.com">Mas Aris Heru Utomo</a>.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Dalam seminar setengah hari di Solo itu, misalnya, Duta Besar <a href="http://hazpohan.blogspot.com">Hazairin Pohan</a> menyebut blogger punya peran strategis, melengkapi apa yang sudah dilakukan oleh awak media massa dalam penyebaran informasi seputar kawasan maupun yang lebih global cakupannya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000080;">***</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Kita tahu, salah satu kunci kejayaan bangsa terletak di tangan para diplomat. Indonesia disegani di kawasan ASEAN, bahkan dunia, juga lantaran banyaknya peran yang sudah dilakukan diplomat-diplomat kita. Nama-nama diplomat ulung yang pernah kita miliki, antara lain Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja, Ali Alattas hingga menteri luar negeri yang masih muda namun piawai, Marty Natalegawa yang belum genap setahun menjabat.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Di luar diplomat formal, Indonesia juga punya diplomat partikelir, yakni perunding untuk masalah-masalah khusus. KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, misalnya, pernah menjadi jembatan bagi Mindanau-Manila dalam konteks penyelesaian gerakan separatis Moro. Upaya penyelesaian sengketa politik yang muncul di Pattani, Thailand Selatan pun tak lepas dari peran Gus Dur.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Begitu pula kiprah almarhum di kawasan Timur Tengah. Kedekatannya dengan sejumlah tokoh kunci di Israel, juga dalam rangka menciptakan perdamaian di kawasan Teluk. Asal tahu saja, Gus Dur sempat diangkat menjadi penasihat khusus Presiden Irak pasca-Saddam Hussein. Aksesnya di negara-negara barat yang kuat, menjadi modal penting pula dalam upaya mengakhiri sengketa antaretnis/kelompok/aliran di Negeri 1001 Malam itu. Jangan lupa, ayatollah-nya Irak adalah sahabat Gus Dur saat mengaji di Bagdhdad.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Konon, hingga tutup usia, Gus Dur masih terlibat dalam perundingan-perundingan strategis, yakni penentuan batas-batas wilayah pasca-Perang Irak-Kuwait dan sebagainya. Dalam perundingan model demikian, termasuk penyelesaian konflik Israel-Palestina, Manila-Mindanau, Bangkok-Pattani, maka semua serba rahasia, dan hanya sedikit orang yang tahu, kecuali tokoh-tokoh kunci yang belum tentu ia seorang populer di media massa.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Dalam bentuknya yang lain, seniman dan budayawan kita yang mondar-mandir ke berbagai negara mempertunjukkan karyanya juga merupakan jembatan sekaligus bukti peran mereka dalam menjalankan diplomasi, dalam pengertian menyodorkan tawaran dialog melalui jalur kebudayaan. Indonesia, bisa lebih dikenal bangsa-bangsa asing juga melalui bentuk-bentuk kegiatan kebudayaan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000080;">***</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Ada satu hal menarik dari seminar sosialisasi program kerjasama ASEAN antara Kementrian Luar Negeri dengan Komunitas Blogger Bengawan, 6 Juli lalu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Sejumlah pelajar SMU yang mengenakan seragam OSIS, lalu meminta Kementrian Luar Negeri menjadi fasilitator, agar tahun depan bisa menghadirkan siswa-siswa berprestasi dari negara-negara tetangga dalam gelaran pameran Kreasi Anak-anak Sekolah Solo (Kreasso) yang sukses mereka gelar tiga pekan sebelumnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Pada pameran itu, banyak karya-karya bermutu hasil kreasi mereka, termasuk kehadiran mobil-mobil rakitan anak-anak SMK dari Solo, Surabaya dan berbagai kota di Indonesia. Mereka berharap, pada event mereka tahun depan, bisa mendatangkan sesama pelajar dari negara tetangga, agar bisa bertukar pikiran, pengalaman dan berbagi informasi. Tentu, juga menjalin persahabatan antarbangsa.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Bagi Komunitas Blogger Bengawan, keberhasilan menggelar event ‘kecil nan sederhana’ itu menjadi kebanggaan tersendiri. Setidaknya, keberadaan blogger tidak di awang-awang, yang susah bergaul dengan masyarakat kebanyakan. Internet dan teknologi komunikasi hanyalah alat semata, yang memudahkan pertukaran informasi dan jalinan persahabatan tanpa batas, untuk kemajuan bersama.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Ada satu yang melegakan, saat Pak Dubes Pohan menyatakan seminar semacam itu tidak memiliki arti apa-apa, tanpa ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan kecil, namun melibatkan sektor-sektor khusus, seperti pengusaha kerajinan, pelaku seni-budaya, dan pelaku indsutri kreatif lainnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;">Melalui seminar kecil itu, terbuka sudah informasi tentang aneka peluang kerjasama antarbangsa. Bisa jadi, kian bakal banyak pertemuan-pertemuan regional diselenggarakan di Solo, atau sebaliknya, kian banyak kesempatan warga Solo (dan Indonesia umumnya) untuk memperkenalkan apa yang dimilikinya ke tingkatan lebih luas. Lebih mengglobal.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #000080;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2011/05/12/welcome-asean-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Welcome to ASEAN Blogger'>Welcome to ASEAN Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/27/sumpah-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sumpah Blogger'>Sumpah Blogger</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/10/23/blogger-dan-daerah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger (dan) Daerah'>Blogger (dan) Daerah</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/07/14/kemlu-blogger-diplomasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permintaan Maaf</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/06/10/permintaan-maaf/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/06/10/permintaan-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 14:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1786</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kerugian jadi panitia pada sebuah perhelatan besar, adalah hilangnya kesempatan untuk bercengkerama, bertegur sapa dengan tetamu, yang tak lain adalah para sahabat. Sedih baru terasa setelah mereka pergi. Menyesal, sebab tak sempat beramah-tamah, apalagi bersuka ria bersama. Begitulah nasib. Mungkin, sahabat-sahabat seperti GajahPesing, Ciwir, Aji, Tri dan teman-teman dari Komunitas Bertuah, Pekanbaru, Slamet [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/12/12/melacak-jejak-bengawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melacak Jejak Bengawan'>Melacak Jejak Bengawan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagi Cerita SharingSOLO'>Berbagi Cerita SharingSOLO</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/11/24/matematika-event/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Matematika Event'>Matematika Event</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Salah satu kerugian jadi panitia pada sebuah perhelatan besar, adalah hilangnya kesempatan untuk bercengkerama, bertegur sapa dengan tetamu, yang tak lain adalah para sahabat. Sedih baru terasa setelah mereka pergi. Menyesal, sebab tak sempat beramah-tamah, apalagi bersuka ria bersama.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Begitulah nasib. Mungkin, sahabat-sahabat seperti <a href="http://gajahpesing.net">GajahPesing</a>, <a href="http://kaumbiasa.com">Ciwir</a>, <a href="http://wawawuwiwowa.blogspot.com/">Aji</a>, Tri dan teman-teman dari Komunitas <a href="http://bertuah.org">Bertuah</a>, Pekanbaru, <a href="http://www.slametwidodo.com/">Slamet Widodo</a>, <a href="http://mbahsangkil.com">Mbah Sangkil</a>, <a href="http://kika.web.id">Kika</a> dan banyak lagi, kecewa. Tak terkecuali Mbak Devi dari <a href="http://xl.co.id">XL</a> yang sudah saya bujuk agar mau datang ke <strong><a href="http://solo.bengawan.org">sharingSOLO</a></strong>. Memuliakan dalam bentuk keramahan saja, kok tak bisa. Ah&#8230;.. Jangan-jangan, saya telah dimasukkan dalam kategori sombong, bagai seleb yang hanya mau disapa, dikerubuti, dimintai tanda tangan dan sebagainya. Pokoknya, serba searah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Sahabat, sungguh saya minta maaf. Saya, begitu juga teman-teman Bengawan masih pemula, baru pada tahap belajar untuk merancang dan mengelola sebuah acara. Andai pun ada dana berlebih, tak bijak kalau kami mengalokasikan sebagiannya untuk menyewa </span><em><span style="color: #000080;">event organizer</span></em><span style="color: #000080;">.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Memang, dengan melibatkan </span><em><span style="color: #000080;">event organizer</span></em><span style="color: #000080;">, kami akan lebih santai, punya banyak waktu untuk bersuka ria bersama. Mungkin, kami bisa belajar betapa acara demi acara sudah tertata dengan rapinya. Namun, begitulah kami menyikapi pertemuan kemarin, apapun namanya, sebagai tempat belajar kami: menyusun agenda, mengurus tamu, mengatur perjalanan, dan sebagainya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dari awal, kami tak ingin acara berlangsung kaku, sehingga semua pihak merasa dikejar-kejar tenggat waktu yang dibuat baku. Banyak kekurangan yang akhirnya melahirkan gagasan dan tindakan spontan. Dan, untungnya, semua acara berlangsung lancar sehingga semua tamu merasa (setidaknya) nyaman dan senang. Alhamdulillah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Teman-teman, di forum terbuka ini, saya meminta maaf. Sekaligus saya ucapkan terima kasih, mau bersusah payah menemani kami, teman-teman Bengawan untuk belajar bersama. Suatu ketika, giliran kami bertandang, bertegur sapa dengan siapa saja. Dan, jika Anda jadi panitia, mungkin akan merasakan kekikukan seperti saya, kemarin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><em><span style="color: #000080;">Matur nuwun, nyuwun ngapura&#8230;</span></em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/12/12/melacak-jejak-bengawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melacak Jejak Bengawan'>Melacak Jejak Bengawan</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagi Cerita SharingSOLO'>Berbagi Cerita SharingSOLO</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/11/24/matematika-event/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Matematika Event'>Matematika Event</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/06/10/permintaan-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Cerita SharingSOLO</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 10:41:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[sharingSOLO]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[xlsolo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1774</guid>
		<description><![CDATA[Saya dan teman-teman komunitas blogger Bengawan mengawali Juni dengan semangat berapi-api. Perkiraan kami, sekitar 300 blogger dan pelaku usaha mikro-kecil dan menengah (UMKM) akan berkumpul, lalu berbagi kisah-kisah indah. Ya, maraknya toko online mendorong kami untuk berbagi. Asumsinya sederhana: teman-teman blogger sudah membuktikan manfaat penggunaan jaringan internet untuk beragam keperluan. Mulai mencari duit lewat iklan, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/29/cerita-tiga-pengelana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tiga Pengelana'>Cerita Tiga Pengelana</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/09/11/cerita-pulkam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Pulkam'>Cerita Pulkam</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/05/27/cerita-gempa-klaten/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Gempa Klaten'>Cerita Gempa Klaten</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Saya dan teman-teman komunitas blogger <a href="http://bengawan.org">Bengawan</a> mengawali Juni dengan semangat berapi-api. Perkiraan kami, sekitar <a href="http://spreadsheets.google.com/pub?key=tyKT93eR6vag0iIJdlrR5XQ&amp;single=true&amp;gid=0&amp;range=A1:D231&amp;output=html">300 blogger dan pelaku usaha mikro-kecil dan menengah</a> (UMKM) akan berkumpul, lalu berbagi kisah-kisah indah. Ya, maraknya toko online mendorong kami untuk berbagi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"><a rel="attachment wp-att-1777" href="http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/logo-solo2/"><img class="size-full wp-image-1777 alignleft" title="logo-SOLO2" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/06/logo-SOLO2.jpg" alt="" width="201" height="272" /></a>Asumsinya sederhana: teman-teman blogger sudah membuktikan manfaat penggunaan jaringan internet untuk beragam keperluan. Mulai mencari duit lewat iklan, melakukan usaha kecil-kecilan, bahkan yang bersifat gerakan/mobilisasi dukungan dan solidaritas seperti dalam kasus Bibit-Chandra, Prita Mulyasari dan balita malang, Bilqis.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Cerita-cerita itulah yang ingin kami bagi dalam event yang kami namai </span><em><span style="color: #000080;"><a href="http://solo.bengawan.org">Sharing Online </a></span></em><span style="color: #000080;"><a href="http://solo.bengawan.org">lan </a></span><em><span style="color: #000080;"><a href="http://solo.bengawan.org">Offline</a></span></em><span style="color: #000080;">, yakni bertemunya para </span><em><span style="color: #000080;">onliners</span></em><span style="color: #000080;"> dengan pihak yang belum memanfaatkan jaringan internet, ya seperti para pelaku usaha UMKM itu.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kami pun memasang target sederhana: membuka pemahaman pelaku UMKM terhadap internet, yang menurut asumsi kami, masih dianggap </span><strong><span style="color: #000080;">sulit </span></strong><span style="color: #000080;">dan </span><strong><span style="color: #000080;">mahal. </span></strong><span style="color: #000080;">Padahal, sejatinya tidak demikian. Fasilitas hosting gratisan pun bisa dimanfaatkan, sementara banyak orang sudah membuktikan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Selain itu, sudah jadi ‘tabiat’ blogger, setiap mengunjungi daerah lain atau menjumpai hal-hal unik atau dianggap baru, di manapun, mendorong mereka untuk membuat </span><em><span style="color: #000080;">posting</span></em><span style="color: #000080;">-an, entah dalam bentuk foto maupun tulisan. Dalam hal demikian, maka publiklah yang diuntungkan. Bisa publik dalam artian pembaca yang butuh informasi, maupun publik dalam kategori subyek </span><em><span style="color: #000080;">posting</span></em><span style="color: #000080;">-an.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kekayaan suatu daerah/wilayah, tak jarang lantas dimunculkan oleh para blogger melalui blog masing-masing. Tanpa proses penyuntingan atau pertimbangan redaksional yang rumit, para blogger yang sejatinya adalah pewarta warga (</span><em><span style="color: #000080;">citizen journalists</span></em><span style="color: #000080;">) akan menurunkan <a href="http://solo.bengawan.org/category/oleh-oleh-blogger">laporannya</a> secara spontan, apa adanya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Di situlah terletak perbedaan utama tulisan pewarta warga dan jurnalis media massa pada umumnya. Selain, blog tidak membatasi panjang tulisan, dan warna subyektifnya terasa kental. Maka, tak aneh, terhadap sesuatu yang dianggap baik lantas dipuji habis-habisan, sementara terhadap kekurangan atau ‘cacat’ pun akan dikritisi sedemikian rupa. Terhadap pernyataan ini, silakan lihat catatan para blogger seusai mengikuti SharingSOLO, kemarin.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kembali pada pokok soal mengenai </span><em><span style="color: #000080;"><a href="http://solo.bengawan.org">Sharing Online</a></span></em><span style="color: #000080;"><a href="http://solo.bengawan.org"> lan </a></span><em><span style="color: #000080;"><a href="http://solo.bengawan.org">Offline</a></span></em><span style="color: #000080;">, sejatinya kami ingin mempertemukan banyak pihak yang saling terkait satu dengan yang lain. Kami beruntung. <a href="http://xl.co.id">XL Axiata</a>, operator telepon seluler yang memiliki jaringan </span><em><span style="color: #000080;">broadband</span></em><span style="color: #000080;"> terbaik di Indonesia itu mengerti strategisnya gagasan ‘kecil’ yang kami tawarkan. Klop!</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Blogger butuh akses ke internet sepanjang hari tanpa henti, dan karena itu menjadi ‘pasar’ potensial bagi operator semacam <a href="http://xl.co.id">XL</a>, sementara kami sebagai organizer memerlukan dukungan finansial dari institusi bisnis, serta dukungan fasilitas dari pemerintah, untuk bisa memfasilitasi pertemuan banyak pihak, termasuk para pelaku UMKM yang menjadi target teman baru kami.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ke depan, tentu kami ingin lembaga bisnis seperti <a href="http://xl.co.id">XL</a> mau memberikan fasilitas akses murah untuk para pelaku UMKM. Bisnis <a href="http://xl.co.id">XL</a> jalan, usaha para pengusaha kelas rumahan itu pun terbantu dengan biaya ringan. Sementara kami, para blogger, bisa mengambil peran sebagai fasilitator pelatihan, mengajarkan cara-cara penggunaan internet yang mendukung usaha mereka.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kalau ada pertanyaan, kalian dapat apa? Maka jawabnya simpel saja: kami dapat ilmu. Melalui praktek pendampingan, maka pengetahuan teman-teman juga akan berkembang, seiring dengan tuntutan dan perkembangan pasar (dan jaman). Kelak, ilmu tinggi bisa kami raih, sehingga tak ada lagi yang canggung menghadapi dunia kerja. Simpel, kan?</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pemerintah pun, akan sangat diuntungkan. Sebagian ‘pekerjaan’ mereka terbantu dengan kehadiran kami, apalagi, di ‘kantor’ baru nanti, kami bisa menggelar pelatihan-pelatihan rutin untuk publik, hingga 20 orang sekali pelatihan. Terdapat cukup luas ruang bagi kami untuk berbagi, dan sebaliknya menimba ilmu dari mitra dan sahabat-sahabat kami.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Prinsipnya, tanpa orang lain, kami (dan para blogger) bukan apa-apa, bahkan tak berguna. Itulah mengapa, forum </span><em><span style="color: #000080;">sharing</span></em><span style="color: #000080;"> atau berbagi itu menjadi penting. Kini, meski agak terlambat, namun tetap masih termasuk kategori ‘saat yang tepat’ bagi blogger berkiprah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tahun depan, seiring dengan maraknya internet (murah) hingga pelosok desa seperti dicanangkan pemerintah, kian banyak pengguna internet salah arah. Pornografi sudah terbukti, bukan lagi barang mewah yang harus didapat dengan susah payah. Begitu pula, informasi-informasi yang tak baik untuk siapa saja. Blogger, sudah seharusnya melibatkan diri, membangun peradaban Indonesia yang lebih baik.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Selamat berkarya, Blogger Indonesia.</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/29/cerita-tiga-pengelana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tiga Pengelana'>Cerita Tiga Pengelana</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/09/11/cerita-pulkam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Pulkam'>Cerita Pulkam</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/05/27/cerita-gempa-klaten/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Gempa Klaten'>Cerita Gempa Klaten</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

