<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; dprd</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/dprd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Legislatif Bukan Eksekutif</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/04/05/legislatif-bukan-eksekutif/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/04/05/legislatif-bukan-eksekutif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 18:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[eksekutif]]></category>
		<category><![CDATA[legislatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1681</guid>
		<description><![CDATA[Suasana gaduh terjadi di dalam pesawat. Sejumlah penumpang menolak ketika pramugari meminta mereka meninggalkan tempat duduk yang dipilihnya. Menilik pada hebohnya perdebatan, bisa jadi kali itu merupakan penerbangan perdana mereka. Saya bisa membayangkan ngototnya penumpang itu, mengingat pernah mengalami kejadian yang mirip. Ketika pesawat meninggalkan apron menuju landasan pacu, terdengar bunyi berderit di langit-langit. Kebetulan, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2007/03/15/adam-air-dilarang-terbang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adam Air &#8216;Dilarang&#8217; Terbang'>Adam Air &#8216;Dilarang&#8217; Terbang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/01/29/lion-air/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lion Air'>Lion Air</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/04/marinir-bukan-tni/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Marinir bukan TNI?'>Marinir bukan TNI?</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Suasana gaduh terjadi di dalam pesawat. Sejumlah penumpang menolak ketika pramugari meminta mereka meninggalkan tempat duduk yang dipilihnya. Menilik pada hebohnya perdebatan, bisa jadi kali itu merupakan penerbangan perdana mereka. Saya bisa membayangkan ngototnya penumpang itu, mengingat pernah mengalami kejadian yang mirip.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Ketika pesawat meninggalkan apron menuju landasan pacu, terdengar bunyi berderit di langit-langit. Kebetulan, kami menumpang sebuah maskapai yang saat itu hanya memiliki koleksi pesawat tua, yang sudah ditinggalkan penggunanya di mana-mana. Terbukti, pesawat-pesawat milik maskapai yang satu itu sering mengalami gangguan, dari yang ringan hingga mencelakakan hampir semua penumpangnya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Suasana gaduh dan ekspresi norak ditunjukkan oleh belasan orang, yang rupanya satu rombongan yang hendak melakukan lawatan dinas. Suasana di dalam kabin lebih mirip di bis antarkota yang pengap dengan penumpang berdesak-desakan. Kegaduhan mereka begitu mengganggu, meski penyebabnya memang suara berderit di langit-langit yang tak henti mencicit bagai menjerit. Sempat terlintas pikiran buruk, ada keretakan serius di tubuh pesawat.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Keriuhan penumpang-penumpang saat itu kian menegaskan status ‘pemula’ mereka dalam penerbangan. Saya yakin itu, setelah menyimak materi pembicaraan selama penerbangan, yang menunjukkan mereka baru sekali-dua menjelajah lewat udara. Beberapa, bahkan ‘sangat rajin’ menggoda para pramugari (yang muda-muda dan cantik), yang seragam batiknya sopan di atas, sebab belahan roknya hingga di atas paha!</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dengan beragam alasan, termasuk materi pertanyaan ini-itu yang tak perlu, mereka kerap memanggil pramugari. Yaa&#8230; seperti meminta kondektur mendekat lalu mengajaknya bercakap-cakap.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tapi apa boleh buat, saya hanya bisa mengernyitkan jidat. Kelucuan mereka sungguh tak menghibur, bahkan kelewat nakal. Melecehkan. Rupanya, mereka merasa punya kelas, ketika akhirnya saya ketahui bahwa mereka adalah anggota DPRD sebuah kabupaten di sekitar Kota Solo. Jangan-jangan, mereka korban mobilitas vertikal, sebab sebelumnya ada yang cuma pedagang atau pekerja biasa saja, lantas terpilih jadi wakil rakyat yang terhormat.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">(<span style="color: #003300;">Sekadar pengingat belaka, mereka adalah anggota DPRD yang terpilih lewat Pemilu 1999, ketika banyak partai-partai –terutama oposisi Orde Baru, yang mencalonkan siapa saja kadernya, sehingga ketika terpilih secara demokratis, memunculkan banyak ‘kelucuan-kelucuan’ saat berdinas. Karena tak ‘pengalaman’ pula, banyak dari mereka tersangkut perkara korupsi di kemudian hari.</span>)</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Para penumpang yang ogah dipindah oleh pramugari, itu ternyata juga orang-orang ‘setipe dan sebangun’ yang pernah berada dalam satu penerbangan dengan saya. Mereka, rupanya sangat jelas baru kali pertama menaiki burung besi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Boleh saya lihat </span><em><span style="color: #000080;">boarding pass,</span></em><span style="color: #000080;"> Bapak?” tanya pramugari kepada beberapa penumpang.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mereka pun menyodorkan </span><em><span style="color: #000080;">boarding pass,</span></em><span style="color: #000080;"> yang nyata-nyata menunjukkan nomor </span><em><span style="color: #000080;">seat</span></em><span style="color: #000080;"> berbeda dengan yang sudah didudukinya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“</span><em><span style="color: #000080;">Seat </span></em><span style="color: #000080;">Bapak-bapak ada di bagian depan, silakan pindah ke sana. Yang ini seharusnya ditempati penumpang lain yang sekarang berdiri mengantri,” kata pramugari.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Tidak! Saya tak mau duduk di sana,” jawab seorang di antaranya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Maaf, Paak&#8230; Di </span><em><span style="color: #000080;">boarding pass </span></em><span style="color: #000080;">ini,</span><em><span style="color: #000080;"> </span></em><span style="color: #000080;">Bapak seharusnya di </span><em><span style="color: #000080;">seat</span></em><span style="color: #000080;"> bisnis,” sahut pramugari.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Bisnis apa? Yang depan itu untuk eksekutif!” sergah yang lainnya, dengan nada meninggi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Iya, tiket Bapak-bapak memang di sana&#8230; Silakan Bapak-bapak sekarang pindah ke sana,” ujar orang pertama.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Tidak! Saya itu legislatif&#8230; Kami ini rombongan DPRD,” ujar yang lain.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pramugari bingung. Antara takut menyinggung perasaan dan menahan tawa, ia mengulur waktu sambil menyusun kata-kata. Dia khawatir, menyebut bagian depan merupakan </span><em><span style="color: #000080;">seat </span></em><span style="color: #000080;">sebagai untuk kelas bisnis pun akan disanggah kalau mereka bukan pebisnis, melainkan politisi.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">“Bapak-bapak, perbedaan utama bagian sini dan depan itu bukan pada kelas bisnis, ekskutif atau bukan. Nomor yang tertera di </span><em><span style="color: #000080;">boarding pass </span></em><span style="color: #000080;">hanya menunjukkan urutan antrian. Jadi, yang </span><em><span style="color: #000080;">check in </span></em><span style="color: #000080;">lebih awal akan ditempatkan di depan, yang bangkunya lebih lega dan pendingin udaranya lebih sejuk. Jadi, ini semacam hadiah bagi orang-orang yang disiplin </span><em><span style="color: #000080;">check in</span></em><span style="color: #000080;"> lebih awal,” ujar pramugari.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Mendengar penjelasan itu, mereka bergegas berdiri. Mereka ingat betul bedanya berada di ruang kerja berpendingin udara dengan saat mereka masih tinggal di rumahnya yang sederhana.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Berkah politik yang dirasakan mereka, memang baru sebatas itu&#8230;..</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2007/03/15/adam-air-dilarang-terbang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adam Air &#8216;Dilarang&#8217; Terbang'>Adam Air &#8216;Dilarang&#8217; Terbang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/01/29/lion-air/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lion Air'>Lion Air</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/04/marinir-bukan-tni/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Marinir bukan TNI?'>Marinir bukan TNI?</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/04/05/legislatif-bukan-eksekutif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adhang-adhang</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/09/15/adhang-adhang/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/09/15/adhang-adhang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 20:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[adhang-adhang]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[bebek]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Mega]]></category>
		<category><![CDATA[pitik]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Sultan]]></category>
		<category><![CDATA[Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Wis suwé aku ora tumon wong adhang-adhang, yaiku wong kang penggawéané kurang luwih kaya makelar. Nyegati wong kang arep lunga menyang pasar, embuh iku arep adol barang utawa malah arep blanja. Umumé luwih akèh kang arep adol barang kayata endhog, pitik, bèbèk, utawa beras tinimbang tetukon. Penggawéyan kaya mangkono, yèn ora keliru, wis ora ana [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/07/andi-odhol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Andi Odhol'>Andi Odhol</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/11/pasar-cilik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasar Cilik'>Pasar Cilik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/05/ajur-nyingkur-gus-dur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ajur Nyingkur Gus Dur'>Ajur Nyingkur Gus Dur</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800000;">Wis suwé aku ora tumon wong adhang-adhang, yaiku wong kang penggawéané kurang luwih kaya makelar. Nyegati wong kang arep lunga menyang pasar, embuh iku arep adol barang utawa malah arep blanja. Umumé luwih akèh kang arep adol barang kayata endhog, pitik, bèbèk, utawa beras tinimbang tetukon.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Penggawéyan kaya mangkono, yèn ora keliru, wis ora ana ing ndhésaku. Lik Waginah sing mbiyèné panggautané tukang adhang-adhang wis dadi petani, nyéwa sawah pirang-pirang pathok. Modhalé ora liya saka adhang-adhang, banjur mundhak drajadé nganti duwé brak dhéwé ana pasar.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Wong kutha, apa manèh jaman saiki, mesthi padha kangèlan ngira-ira piyé sejatiné nyambut gawéné wong adhang-adhang iku mau. Kurang luwihé mangkéné, wong kang arep adol barang menyang pasar biasané bisa dititèni. Yèn adol bèbèk utawa pitik, biasané sikil kéwan mau ditalèni banjur dicènthaké ana stang pit onthèl. Yèn ora numpak pit, biasané yang dicangking karo mlaku.<br />
</span></p>
<p><span style="color: #800000;"> Déning Lik Waginah, wong kang liwat iku ditakoni, banjur dagangané dienyang. Yèn rembugé kedadèn, wong kang adol mau banjur nampa dhuwit. Bisa banjur ditanjakaké kanggo blanja menyang pasar, utawa bali mulih nyangking dhuwit. Sebab ora kurang, wong kang adol barang mau amarga dioyak butuh. Bisa kanggo nyangoni sekolah anaké, mbayar SPP utawa kanggo nutup utangé, utawa kaya wayah ngéné iki, arep badan utawa riyaya, mulané butuh dhuwit ora sethithik.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Ora kurang uga, wong kang adol pitik, bèbèk, endhog, utawa beras mau dudu jalaran kekurangan banjur nglempit barang apa waé kang diduwèni. Bisa uga ngingu kéwan pancèn saperlu kanggo cèlèngan. Opèn-opèn kéwan kanggo ngisi uripé bèn orang nglangut, ngiras-ngirus bisa kanggo mipik suweng, kalung utawa gelang yèn wis cedhak karo bada. Apa manèh, sing jenengé dina bada utawa riyaya, padhésan bakal ramé dikebaki sedulur lan tangga kang wis suwé padha nglembara menyang kutha.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Ali-ali utawa gelang, umumé luwih disenengi amarga saben riyaya padha salam-salaman saéngga dadi ketok mlaha undhak-undhakan uripé. Mula ora nggumunaké manèh yèn salebaré ujung utawa salam samad-sinamadan banjur padha grenengan, Lik Anu wis nganggo barlèyan, Mbokdhe Iku gelangé pating krépyang, utawa malah ana sing muna-muni jaré kupingé Nyah Pamèr wis nggawir kabotan suweng.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Semono uga Lik Waginah jaman semana. Saben riyaya, gulu, kuping lan tangané kebak mas-masan. Sanajan mung adhang-adhang, bathiné pancèn bisa dadi cèlèngan kang nyata. Saka ngadhang wong adol pitik, bèbèk, endhog, utawa beras, dagangané banjur digawa menyang pasar didol manèh. Bathiné sithik paribasan segélo-rong nggélo nanging ganep setahun, nyatané bisa kanggo mipik mas-masan lan mundhut klambi anyar.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Saiki, dak kira wis sithik wong kang panggawéyané adhang-adhang. Sing akèh malah makelar lemah amarga ing jaman sarwa angèl, golek dhuwit serupiah waé ora gampang. Wong adol pitik, bèbèk utawa endhog wis ora ana. Ora amarga isin, nanging wis ora ana panggonan kanggo gawé kandhang. Adol beras? Apa manèh bisa adol beras. Saiki luwih akèh wong tuku beras tinimbang adol. Sing duwé sawah sansaya sithik, kuwi waé ambané mung sauplik. Cilik!</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Mula ora mokal yèn para penggedhé ngendikané mung njanjèni rega sembako murah utawa mandirèng babagan <em>stok</em> beras utawa swasembada. Rekasané wong ndésa bisa digawé <em>isu</em> kanggo nggèrèt dadi balané, supaya ing témbé padha gelem milih dhèwèké dadi presidèn utawa anggota DPR(D).</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Kanggoku, SBY, Méga, JK, Wiranto, Prabowo tumekané Sri Sultan ora luwih dhuwur drajadé tinimbang Lik Waginah. Para priyayi mau mung padha makelaran nasib. Padha adhang-adhang mbokmenawa ana wong memelas banjur bisa éthok-éthok awèh pitulungan. Njanjèni urip kepénak marang rakyat, kamangka sejatiné ora adoh saka awaké lan kanca-kancané dhéwé.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Coba ayo padha mulat, sapa kang urip mulya lan begja kejaba kanca-kancané wong kang duwé kuwasa? Awit Pak Harto nganti sepréné, mung wong kuwi-kuwi waé sing wareg wetengé lan mblendhing wadhuké.<br />
</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Saka ngendi bathiné Lik Waginah? Ora liya ya mung saka kacèké rega nuku lan banjur adol barang-barang mau ana pasar. Ya kaya umumé wong makelaran kaé, lah&#8230;.. (<em>nanging dudu makelar perkara kaya Bank Century lan sapanunggalané iku, lho</em>)</span></p>
<p><a title="Send this to friends or post it on your profile." href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&amp;appid=2347471856&amp;p%5B%5D=1438377655&amp;p%5B%5D=64733933986">Cathetan:</a> Tulisan iki wis tau kapacak ing Facebook-ku, Kamis, 9 April, 2009 tabuh 13:38.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/07/andi-odhol/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Andi Odhol'>Andi Odhol</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/11/pasar-cilik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasar Cilik'>Pasar Cilik</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/01/05/ajur-nyingkur-gus-dur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ajur Nyingkur Gus Dur'>Ajur Nyingkur Gus Dur</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/09/15/adhang-adhang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biyèn Kakus Saiki Toilèt</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/07/13/biyen-kakus-saiki-toilet/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/07/13/biyen-kakus-saiki-toilet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 04:43:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gayeng Kiyi]]></category>
		<category><![CDATA[dprd]]></category>
		<category><![CDATA[kakus]]></category>
		<category><![CDATA[toilet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caturanoragawe.dagdigdug.com/2009/07/13/biyen-kakus-saiki-toilet/</guid>
		<description><![CDATA[Biyèn kakus saiki toilèt, biyèn prengus saiki jètsèt! Sopo kuwi? Akèh contoné, mung gelem apa ora awaké dhéwé nyawang kiwa-tengené. Mesthi ana waé, embuh kanca, sedulur, kenalan lan sapanunggalané, sing mbiyèné sengsara nanging saiki bisa kanggo tuladha. Sing wingi-wingi kéré, saiki wis bisa gawé balé. Kabèh gumantung usahané, temen lan orané berjuwang kanggo ndandani uripé [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/15/adhang-adhang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adhang-adhang'>Adhang-adhang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/12/19/manuk-gemak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manuk Gemak'>Manuk Gemak</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/17/tukang-tulup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tukang Tulup'>Tukang Tulup</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Biyèn kakus saiki toilèt, biyèn prengus saiki jètsèt! Sopo kuwi? Akèh contoné, mung gelem apa ora awaké dhéwé nyawang kiwa-tengené. Mesthi ana waé, embuh kanca, sedulur, kenalan lan sapanunggalané, sing mbiyèné sengsara nanging saiki bisa kanggo tuladha. Sing wingi-wingi kéré, saiki wis bisa gawé balé. Kabèh gumantung usahané, temen lan orané berjuwang kanggo ndandani uripé dhéwé-dhéwé.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Kakus utawa toilèt bisa dadi seksi. Saumpama bisa crita, embuh pirang èwu pawongan, klebu seniman sing plèngah-plèngèh utawa mrengut sawisé metu saka toilèt. Nanging, toilèt sing paling sugih critané ana pirang-pirang panggonan. Jaman dhisik, toilèt ana tobong kethoprak utawa gedhung wayang wong paling sugih.</span></p>
<p><span id="more-76"></span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Saben tutup kelir, senimané –embuh niyaga utawa pemain, bakal énggal-énggal mlayu mlebu toilèt. Yèn metu saka kana ngguya-ngguyu utawa mèam-mèsem, iku pratanda yèn ana sing nembé kelegan. Amplopané kandel, bisa diijolaké bumbon rada akèh utawa bisa kanggo nandho beras.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Ana gedhong-gedhong kesenian uga isih ana sing kaya mangkono. Ora perduli kesenian kontèmporèr utawa tradhisionil, kelakuan senimané racaké isih padha waé. Iku mau mertandhakaké yèn donya manajemen kesenian pancèn durung owah, durung modhèren utawa popilèr kanthi sebutan modhèl juragan tobong, yaiku modhèl kang majokaké prinsip paguyuban utawa kekadangan. Pira éntuké lebon karcis utawa rega tanggapan, sing ngerti mung juragan. Lan juragan uga sing banjur andum. Babagan gedhé-ciliké bakal maneka warna alesané.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Nèng njabané donya kesenian, toilèt sing kerep ngonangi patrap kaya ngono kuwi biyasané toilèt kantor pemerintah, kalebu gedhong DPR lan DPRD. Sapa sing mlebu ana kana? Warna-warna propèsiné. Juru warta sing seneng njaluk-njaluk utawa meres, bakal ndhelik ana toilèt saperlu niliki isi amplopé.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Anggota DPR/DPRD uga perlu cepet-cepet pamit nguyuh kamangka mung arep tilik kandelé isi amplop saka mitra rapat kerjané. Yèn tipis utawa sithik, banjur nambahi gas-gasan galaké, nanging yèn kandel bakal ngrangkul mitrané. Kosok balèné, kepala dinas utawa instansi uga perlu srawung karo toilèt saperlu nyepakaké <span style="text-decoration: underline">iis</span> amplop, apa manèh yèn ana kodhe dadakan saka wakil rakyat. (<span style="color: #800000">ANA sing KL</span></span><span style="color: #800000">è</span><span style="color: #003300"><span style="color: #800000">RU:<em> salah ndudul kibod, kuduné </em>isi <em>nanging tinulis </em>iis.<em> tulung dimaklumi</em></span>)<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Wis pira cacahé seniman, wartawan, wakil rakyat lan liya-liyané sing mbiyèné prengus saiki wis nyandhang becik, apik tur wangi. Akèh sing pancèn dadi becik jalaran temen lan setiti, nanging ora kurang uga sing saiki uripé sarwa linuwih jalaran ngrèkès golèk amplopan.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Malah aku tau krungu crita, nanging lali sapa sing crita lan ana ngendi kedadèyané. Lucu nanging nyebeli. Sawijining dina, satengahé pénak-pénak nguyuh dumadakan dikagètaké déning ambrolé pyan ana sajroning toilèt mau. Uwuh putih campur regedan saka ngisor gendhèng sumebar nibani sirahé wong sing lagi ngadeg ngathur mau.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Saking kagèté, wong iku karep ngéndhani uwuh nanging cilakané malah nabrak tembok. Wong kuwi kagèt krasa siklé anyep. Mbareng ndhungkluk, jebul kathoké teles kebes kena uyuhé dhéwe sing ora sengaja natap témbok banjur mbalik jalaran saking cedhaké.</span></p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #003300">Karo gemremeng misuh-misuh, wong kuwi banjur nggatèkaké regedan ana sakiwa tengené. Amplop putih polos lan lorèk abang-biru-putih akèh banget, nganti mèh sadhengkul dhuwuré saka tègel toilèté. Jebul, saben ana wong mlebu toilèt iku padha seneng njupuk isiné, banjur amplopé didhelikaké ana ndhuwur pyan liwat kothakan èternit sing bisa dibuka kanthi ndudul saka ngisor.</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/15/adhang-adhang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adhang-adhang'>Adhang-adhang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/12/19/manuk-gemak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Manuk Gemak'>Manuk Gemak</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/17/tukang-tulup/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tukang Tulup'>Tukang Tulup</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/07/13/biyen-kakus-saiki-toilet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

