<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; GKJ</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/gkj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Perjamuan Terakhir untuk Muslim</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/08/28/perjamuan-terakhir-untuk-muslim/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/08/28/perjamuan-terakhir-untuk-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 15:08:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[gereja]]></category>
		<category><![CDATA[GKJ]]></category>
		<category><![CDATA[Manahan]]></category>
		<category><![CDATA[Mei 1998]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[surakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/perjamuan-terakhir-untuk-muslim/</guid>
		<description><![CDATA[Jumat (28/8) rupanya menjadi ‘Perjamuan Terakhir’ bagi umat muslim dan rohaniwan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan. Tukang becak dan kaum miskin yang biasa memperoleh menu buka puasa seharga Rp 500, harus gigit jari sejak aparat Kepolisian Kota Besar Surakarta melarang program buka puasa murah itu. Adalah Kepala Satuan Intelkam Komisaris Jaka Wibawa dan staf yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/31/larangan-buka-puasa-gereja-dicabut/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Larangan Buka Puasa Gereja Dicabut'>Larangan Buka Puasa Gereja Dicabut</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/08/15/muslim-penjaga-makam-yesus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Muslim Penjaga ‘Makam’ Yesus'>Muslim Penjaga ‘Makam’ Yesus</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/24/17-jam-di-temanggung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 17 Jam di Temanggung'>17 Jam di Temanggung</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Jumat (28/8) rupanya menjadi ‘Perjamuan Terakhir’ bagi umat muslim dan rohaniwan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan. Tukang becak dan kaum miskin yang biasa memperoleh menu buka puasa seharga Rp 500, harus gigit jari sejak aparat Kepolisian Kota Besar Surakarta melarang program buka puasa murah itu.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Adalah Kepala Satuan Intelkam Komisaris Jaka Wibawa dan staf yang mendatangi gereja pada Kamis (27/8). Intinya, kepolisian melarang kegiatan sosial yang sudah berlangsung 13 tahun itu dengan alasan ada sebagian umat Islam yang keberatan. Konon, polisi tak menyebut nama dan organisasi yang mengatasnamakan umat Islam itu.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">“Polisi tak bisa diajak dialog,” ujar Pdt. Ratna Ratih. Bahkan, polisi tak meluluskan permintaan gereja agar polisi mengeluarkan surat larangan sebagai pegangan dan dasar penghentian kegiatan mulia itu.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Ratna mengaku sedih. “Indonesia mau dibawa kemana kalau polisi saja tunduk pada tekanan sebagian warganya sendiri dengan mengorbankan sebagian besar yang lain?” ujar Ratna.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Begitulah Surakarta atau Solo. Kota yang masyarakatnya dilabeli ‘bersumbu pendek’ secara politik itu memang menjadi ujian bagi siapapun, terutama penjaga ketertiban umum. Yang jadi masalah, pemahaman pluralitas yang segelintir pejabat kepolisian yang dangkallah yang justru memunculkan masalah.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kecurigaan pada Kristenisasi? Sebagai muslim, saya sungguh tak percaya. Tak semudah dan semurah itu seseorang mudah berganti akidah. Di sisi lain, para pendeta dan rohaniwan GKJ juga tak akan gegabah bertindak demikian.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Bagi saya, ini menunjukkan wajah polisi yang sebenarnya. Berdalih ingin menjaga ketentraman, justru dengan cara memunculkan persoalan. Sebagai orang yang pernah didaulat pendeta, pastur dan kiai menjadi ketua forum antar-iman (meski kemudian mundur karena merasa tak sanggup), saya merasakan betul bagaimana peristiwa kerusuhan Mei 1998 telah membuka ruang kesadaran perlunya menjada kebersamaan, dialog antarkelompok masyarakat untuk mencapai <em>mutual understanding</em> massal, bagaimana merawat kebhinekaan dan ketentraman bersama.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Pondok pesantren yang tak berwajah keras, bahkan menjadi pusat penyelamatan etnis Tionghoa ketika rumah dan tokonya dibakar dan dijarah. Ketika teror terhadap gereja datang bertubi-tubi pasca 1998, santri dan pemuda gerejalah yang bahu-membahu, dengan berpakain preman menjaga dan mengawasi gereja, terutama pada saat dilangsungkan peribadatan.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Kaum Kristiani paham, mana umat Islam yang membawa agama sebagai pemicu sengketa, dan mana umat Islam lain yang bisa bersama-sama menjaga ketentraman, hidup berdampingan, tanpa membedakan latar belakang agama dan etnisitas.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Hari ini adalah malam penuh duka bagi saya. Yang mengingatkan kembali peristiwa semasa krisis, dimana beras bantuan dari gereja diharamkan, lalu sejumlah kiai berusaha melakukan pendekatan dan memberi penjelasan, bahwa beras itu tidak beragama, dan halal adanya untuk dikonsumsi.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Polisi, sungguh kalian kembali meretas ironi. Ketika kalian gagal memburu teroris dan sedang dipojokkan kekuatan-kekuatan lama yang ingin menggeser peran kalian, justru dengan arogan kalian menghancurkannya kembali. Lihatlah masa depan Indonesia dengan nurani. Bacalah kembali buku <a href="http://politikana.com/baca/2009/05/19/pks-ancaman-nkri">Ilusi Negara Islam</a> yang setidaknya memberi petunjuk ke arah mana gerakan-gerakan sebagian umat Islam bermuara.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Polisi, bekerjalah dengan nurani. Kubur itu yang bernama arogansi! Coba ingat, dengan membeli menu buka puasa murah di gereja itu, berapa uang yang bisa disisihkan 500 pengemudi becak dan kaum miskin pada lebaran nanti? Saya tahu, duit segitu sangat tak berarti bagi polisi&#8230;..</span></p>
<p><span style="color: #003366;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Updated:</span></strong><span style="color: #003366;"><strong> </strong> <span style="color: #333399;">Satu hal menarik yang terlewat saya tuliskan, adalah fakta bahwa di GKJ Manahan, biasa menghadirkan ulama untuk memberikan semacam siraman rohani bagi warga yang sedang menikmati buka puasa di sana. Sebuah nyata, dimana kerukunan dan kebersamaan menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar, demi kerukunan dan kemaslahatan sebuah inisiatif mulia rohaniwan gereja.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #003366;"><span style="color: #333399;">&#8220;Ramadhan kali ini belum sempat kami hadirkan ulama kemari. Entah kenapa, kemarin-kemarin ada perasaan aneh. Dan ternyata, itu seperti menjadi firasat akan datangnya kejadian seperti sekarang,&#8221; ujar Pdt. Ratna.<br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #003366;"><span style="color: #333399;">Saya jadi teringat peristiwa 1998, ketika pertama kali saya (tentu atas dukungan banyak pihak, termasuk Masyarakat Dialog Antar Agama/MADIA, serta JARING, komunitas lintas iman dan etnis) dan sejumlah agamawan di Solo menginisiasi masuknya ulama ke gereja. Alhamdulillah, sukses. </span></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #003366;"><span style="color: #333399;">Semula (karena ragu dan kuatir ada ekses), seorang kiai muda berceramah di depan anak-anak muda dan remaja gereja. Rupanya, orang tua mereka juga tertarik sehingga selang beberapa hari, sang dai tampil di mimbar, berceramah di depan jemaat gereja seusai kebaktian. Alangkah indahnya suasana ketika itu, dan ternyata bisa sejuk pada waktu-waktu sesudahnya, hingga datangnya MALAPETAKA MANAHAN.</span></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #003366;"><span style="color: #333399;">GKJ Manahan dilarang berbagi, bersosialisasi, dan ber-<em>ukhuwah</em> dengan komunitas muslim, oleh &#8216;penguasa&#8217; : aparat Poltabes Surakarta yang bermarkas di Manahan pula. Hmmm&#8230; Pak Polisi, kalau Anda muslim, ingatlah prinsip demokrasi sebagaimana diwahyukan melalui surat <em>Al Kafirun</em>: <em>bagimu agamamu, bagiku agamaku</em>. </span></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #003366;"><span style="color: #333399;">Masing-masing, mengurus kewajiban masing-masing. Seperti polisi yang mengurus ketertiban, jangan masuk ranah <em>tabi&#8217;at</em> mereka yang lebih suka berbuat keributan. Polisi adalah organisasi negara, bukan laskar bentukan nafsu menang-menangan.<br />
</span></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #0000ff;"><strong>CATATAN:</strong><em> Kerelaan Anda meninggalkan catatan di bawah tulisan ini, saya yakin akan bermanfaat untuk kebhinekaan di Indonesia. Spirit yang dilakukan gereja itu sama dengan spirit </em>rahmatan lil alamin<em> dalam Islam. Merawat kebersamaan, mewujudkan perdamaian dan keadilan.<span style="color: #800000;"> Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran. Intel pasti membaca pernyataan dan aspirasi kita semua. Dan, semakin banyak reaksi, insya Allah jadi doa yang dikabulkan Allah ta&#8217;ala. Biarkan Tuhan menggunakan hak prerogatifNYA, menyadarkan polisi atau melaknatnya. </span></em></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #0000ff;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #800000;"><strong><span style="color: #ff0000;">KHUSUS POLISI/INTEL:</span></strong></span></span><span style="color: #800000;"><strong></strong><span style="color: #ff0000;"> <span style="color: #003300;">Sebaiknya baca juga komentar-komentar pembaca atas <a href="http://politikana.com/baca/2009/08/28/perjamuan-terakhir-untuk-muslim.html">tulisan yang sama</a>, yang saya <em>crossposting</em> di <a href="http://politikana.com/baca/2009/08/28/perjamuan-terakhir-untuk-muslim.html">Politikana</a>. Malah, di sana sudah ada juga <a href="http://politikana.com/baca/2009/08/29/respon-untuk-artikel.html">karikaturnya</a>&#8230;</span></span></span></span></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #800000;"><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #003300;"><strong>Updated: </strong><span style="color: #993300;"><em>Setelah &#8216;libur&#8217; selama empat hari, kegiatan penyediaan menu buka puasa</em> </span><em><span style="color: #993300;">murah &#8216;diijinkan&#8217; kembali oleh Poltabes Surakarta. selengkapnya, baca </span><a href="http://blontankpoer.com/larangan-buka-puasa-gereja-dicabut/">di sini</a></em><br />
</span></span></span></span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/31/larangan-buka-puasa-gereja-dicabut/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Larangan Buka Puasa Gereja Dicabut'>Larangan Buka Puasa Gereja Dicabut</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/08/15/muslim-penjaga-makam-yesus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Muslim Penjaga ‘Makam’ Yesus'>Muslim Penjaga ‘Makam’ Yesus</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/24/17-jam-di-temanggung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 17 Jam di Temanggung'>17 Jam di Temanggung</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/08/28/perjamuan-terakhir-untuk-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>136</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

