<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Herry Zudianto</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.my.id/tag/herry-zudianto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.my.id</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 16:01:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Malu</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2011/01/10/malu/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2011/01/10/malu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 09:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Herry Zudianto]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[malu]]></category>
		<category><![CDATA[Nurdin Halid]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=2191</guid>
		<description><![CDATA[Malu bukan sekadar rasa. Ia adalah sikap. Dan karena malu adalah sikap, seturut dengan perkembangan jaman, ia pun mengalami pasang surut. Pada level publik, mungkin malu masih merakyat, bersemayam dan tumbuh jauh di dalam dada rakyat. Tapi tidak pada tataran politisi. Pejabat publik dan petinggi negeri? Setali tiga uang, yang ada sekarang kebanyakan politisi yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/07/23/himbauan-pak-bina/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Himbauan Pak Bina'>Himbauan Pak Bina</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2012/08/31/polisi-dan-rasa-aman/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Polisi dan Rasa Aman'>Polisi dan Rasa Aman</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/08/22/kita-punya-presiden/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kita Punya Presiden'>Kita Punya Presiden</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;">Malu bukan sekadar rasa. Ia adalah sikap. Dan karena malu adalah sikap, seturut dengan perkembangan jaman, ia pun mengalami pasang surut. Pada level publik, mungkin malu masih merakyat, bersemayam dan tumbuh jauh di dalam dada rakyat. Tapi tidak pada tataran politisi. Pejabat publik dan petinggi negeri? Setali tiga uang, yang ada sekarang kebanyakan politisi yang menyamar sebagai pelayan.</span></p>
<div id="attachment_2192" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2192" href="http://blontankpoer.com/2011/01/10/malu/blog_nurdin-gayus_4719/"><img class="size-full wp-image-2192" title="blog_nurdin-gayus_4719" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/01/blog_nurdin-gayus_4719.jpg" alt="" width="600" height="303" /></a><p class="wp-caption-text">Penonton Liga Primer Indonesia membawa topeng mafia pajak Gayus Tambunan  dan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di Stadion Manahan, Solo, 8 Januari 2011.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Menteri melantik walikota yang terindikasi korupsi saja menunjukkan betapa ia tak punya malu. Apalagi jika sang walikota terlantik dengan lantang dan gagahnya berseru, akan memimpin pemberantasan korupsi dari balik jeruji penjara.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Coba Anda tawarkan <strong>malu </strong>kepada mereka. Dengan diskon habis-habisan plus bonus sekalipun, saya tak yakin mereka akan <em>nyamperin </em>Anda, apalagi menawar dagangan Anda. Alangkah rendah derajad moral mereka bukan?</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Gayus saja, merasa malu disebut mafia pajak, sehingga ia memilih mengaburkan tampak visualnya saat menonton tenis di Bali. Begitu juga saat kabur ke Macau, Kuala Lumpur dan Singapura, ia mengganti identitasnya. Tindakan Gayus yang seperti itu, saya anggap sebagai indikasi bahwa sejatinya, rasa malu masih dia miliki, meski nyaris menyentuh angka nol.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Coba bandingkan dengan Nurdin Halid yang memilih melakukan mobilisasi preman untuk melakukan <em>sweeping</em> spanduk-spanduk bikinan para ‘ekstremis’ saat berlangsungnya pertandingan AFF di Gelora Bung Karno, tempo hari. Saya berani bertaruh, yang menentukan mana selebaran dan spanduk-spanduk yang mengandung unsur ‘mempermalukan’ Nurdin di PSSI bukanlah Nurdin. Tapi, ya para preman-preman yang tidak punya malu, tapi masih bisa membuat takaran malu sesuai upah yang dijanjikan untuk mereka.</span></p>
<div id="attachment_2193" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2193" href="http://blontankpoer.com/2011/01/10/malu/blog_aspal-semen_09575/"><img class="size-full wp-image-2193" title="blog_aspal-semen_09575" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/01/blog_aspal-semen_09575.jpg" alt="" width="600" height="305" /></a><p class="wp-caption-text">Tanpa berteriak menuntut hak, warga Perumahan Fajar Indah menutup jalan umum yang berubang dengan semen secara swadaya.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Kalau Nurdin Halid masih punya rasa malu, saya tak yakin ada demo di sekitar kediaman Arifin Panigoro sehari menjelang digelarnya Liga Primer Indonesia (LPI). Kalau masih ada stok malu, Nurdin pasti akan memilih mengundang para awak dan inisiator LPI daripada mengecam dan memberi cap <strong><em>ilegal</em> </strong>melalui pernyataan-pernyataannya di stasiun televisi milik keluarga Bakrie.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Andai memiliki rasa malu, rasanya Menteri Kominfo Tifatul Sembiring juga tak segegabah kini, menggertak Research in Motion (RIM) produsen BlackBerry, dengan <a href="http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/01/09/tifatul-sembiring-curhat-daniel-tumiwa-menjawab/-12">pesan yang salah</a>, sehingga banyak orang mudah menyanggah dan menggugurkan argumentasinya. Bolehlah ia berpantun tentang nasionalisme dan perlindungan moral anak-cucu. Tapi sayang, ia telanjur terjauhkan dari rasa dan sikap malu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Andai Menkominfo mau membaca<a href="http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Wawancana_sekitar_Blokir_BlackBerry"> masukan Mas Onno W Purbo</a>, dan jika setelahnya masih merasa <strong>tidak perlu malu</strong>, maka lengkaplah sudah krisis malu di negeri ini. Masih lumayan, DPR risih dan akan memanggil Menteri Tifatul karena dianggap telah membuat pernyataan yang meresahkan publik. Lumayan, politisi di DPR sudah selangkah lebih maju, setidaknya masih merasa punya malu.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Kita simak saja kelanjutannya akan seperti apa. Apalagi, belum terlaksana pemanggilan, Menteri Tifatul sudah kembali mengeluarkan <a href="http://tekno.kompas.com/read/2011/01/11/14154357/Tak.Bayar.Pajak..RIM.Keruk.Rp.2.T.Per.Tahun-12">pernyataan bernada nasionalistis</a>, meski mesti perlu dikritisi kembali.  <span style="color: #0000ff;">(<strong><em>updated</em></strong> : 11 Jan 2011 16.20 WIB)</span><br />
</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Boleh jadi, para menteri hanya membebek pada yang dilakukan atasan mereka. Presiden Yudhoyono, toh juga tak malu memajang <strong><em>iPad</em></strong> berulang kali dalam forum resmi yang disorot media massa. Ia, dalam kapasitasnya sebagai presiden, tak malu memerankan diri sebagai <em>endorser</em> produk <strong><em>Apple</em></strong>,  yang kini sedang bersaing, berebut pasar dengan <strong><em>BlackBerry</em></strong>. Jujur, hingga kini saya tak paham, apa fungsi <strong><em>iPad</em></strong> dipajang di depannya, sebab saya tak yakin <strong><em>iPad</em></strong> bisa menggantikan peran <em>teleprompter</em>. Entah kalau ada yang mengoperasikan <strong><em>iPad </em></strong>dari<strong><em> </em></strong>jarak jauh, sehingga naskah pidatonya atau poin-poin penting yang harus disampaikannya bisa dibaca tanpa sentuhan tangannya.</span></p>
<div id="attachment_2194" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2194" href="http://blontankpoer.com/2011/01/10/malu/blog_sby-ipad-09580/"><img class="size-full wp-image-2194" title="blog_sby-ipad-09580" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/01/blog_sby-ipad-09580.jpg" alt="" width="600" height="415" /></a><p class="wp-caption-text">Presiden SBY dan iPad-nya. Seperti sedang memerankan diri sebagai endorser saja...</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Para menteri, presiden dan politisi, lebih baik berkaca pada warga Perumahan Fajar Indah, Kabupaten Karangnayar seperti tampak di foto ini. Karena malu jalannya berlobang dan membahayakan pengguna jalan, mereka melakukan penambalan secara swadaya, dengan semen seadanya, untuk menggantikan aspal dari pemerintah yang tak kunjung tiba.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Hari pertama dan kedua perbaikan, tak ada tanda-tanda rasa malu pemerintahnya akan tiba. Masih beruntung para pelayan publik anak buah Bupati Rina Iriani, segera melakukan penambalan jalan berlobang-lobang itu dengan aspal beneran. Jangan disoal kenapa terlambat, sebab yang begitu sudah sifat <em>default</em>-nya pemerintah, tidak pusat atau di daerah. Semua sama saja: parah!</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Seorang Jokowi dan figur seperti Herry Zudianto, Walikota Surakarta dan Yogyakarta, itu hanyalah anomali di republik ini. Ketika keduanya diganjar Bung Hatta Award karena sikap dan tindakan menekan angka korupsi di daerah mereka, itu lumrah-lumrah saja. Politisi, menteri dan presiden tak perlu berkaca pada mereka. Namanya juga anomali&#8230; Buat apa dijadikan rujukan cerminan?!?</span></p>
<div id="attachment_2195" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-2195" href="http://blontankpoer.com/2011/01/10/malu/blog_herry_meutia_jokowi_18563/"><img class="size-full wp-image-2195" title="blog_herry_meutia_jokowi_18563" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2011/01/blog_herry_meutia_jokowi_18563.jpg" alt="" width="600" height="303" /></a><p class="wp-caption-text">Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto (kiri) bersama Walikota Surakarta Joko Widodo (kanan) seusai menerima penghargaan Bung Hatta Award atas sikap dan tindakannya memberantas korupsi di daerahnya.</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Kita tahu, Presiden SBY lebih suka menghimbau aparat penegak hukum untuk tegas bertindak mengatasi kejahatan korupsi. Ia juga lebih senang meyakinkan publik bahwa dia dan kabinetnya sudah bekerja, secara kata-kata. Rasa, apalagi sikap malu, terasa betul tak pernah dimiliki.</span></p>
<p><em> </em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/07/23/himbauan-pak-bina/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Himbauan Pak Bina'>Himbauan Pak Bina</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2012/08/31/polisi-dan-rasa-aman/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Polisi dan Rasa Aman'>Polisi dan Rasa Aman</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/08/22/kita-punya-presiden/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kita Punya Presiden'>Kita Punya Presiden</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2011/01/10/malu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>