<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Jagongan Media Rakyat</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.my.id/tag/jagongan-media-rakyat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.my.id</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 16:01:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Jagongan Media Rakyat</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2012/02/22/jagongan-media-rakyat/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2012/02/22/jagongan-media-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 18:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Air Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Combine]]></category>
		<category><![CDATA[internet sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Jagongan Media Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[JMR]]></category>
		<category><![CDATA[sistem ibformasi desa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=4048</guid>
		<description><![CDATA[Senang saya ketika diajak terlibat dalam kepanitiaan Jagongan Media Rakyat 2012. Apalagi, Kang Akhmad Nasir, salah satu dedengkot Combine Resource Institution (CRI), telah saya kenal aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat, terutama dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). JalinMerapi adalah contoh nyata jenis kerja sosial yang sangat bermanfaat bagi publik, terutama warga lereng Gunung Merapi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/11/18/media-sosial-dan-bencana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Media Sosial dan Bencana'>Media Sosial dan Bencana</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/07/23/ngruki-baasyir-dan-sikap-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media'>Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/08/26/etika-penggunaan-media-internet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Etika Penggunaan Media Internet'>Etika Penggunaan Media Internet</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senang saya ketika diajak terlibat dalam kepanitiaan <a href="http://jmr2012.combine.or.id">Jagongan Media Rakyat 2012</a>. Apalagi, Kang Akhmad Nasir, salah satu dedengkot <a href="http://combine.or.id">Combine Resource Institution (CRI)</a>, telah saya kenal aktif dalam upaya pemberdayaan masyarakat, terutama dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). <a href="http://twitter.com/jalinmerapi">JalinMerapi</a> adalah contoh nyata jenis kerja sosial yang sangat bermanfaat bagi publik, terutama warga lereng Gunung Merapi yang dua tahun silam terancam dan telah menjadi korban dampak erupsi.</p>
<p>Jauh sebelum mengatur lalu lintas informasi kebencanaan dan arus bantuan relawan dan barang melalui jejaring sosial (blog, Twitter dan Facebook) dan radio komunitas, CRI sudah mengawali dengan membangun jaringan pewarta warga lewat radio dan media komunitas. Sebagian keluarga dampingan CRI itulah yang pada 23-25 Pebruari ini, akan berkumpul di Yogyakarta untuk berbagi ceritera dan pengalaman pemanfaatan TIK untuk kebaikan bersama.</p>
<p>Lewat gelaran kedua Jagongan Media Rakyat (<a href="http://jmr2010.combine.or.id">yang pertama pada 2010</a>), misalnya, para kepala desa dan warga pelosok di Tasikmalaya, Kebumen dan Bantul akan berkisah tentang kesuksesan mereka dalam mengelola aneka informasi yang berkenaan dengan beragam persoalan keseharian warga, yang kerap luput dari sorotan media massa arus utama. Simak saja aktivitas warga Desa Mandala Mekar, Kecamatan Jatiwangi, Tasikmalaya melalui website mereka, http://mandalamekar.or.id, atau ikuti linimasa akun Twitter @mandalamekar.</p>
<p>Sistem informasi desa (SID) yang dikembangkan Combine, misalnya, memungkinkan warga mengelola aneka isu lokal untuk kepentingan mereka. Saya, yang baru beberapa bulan tahu SID, terheran-heran ketika menyimak presentasi Kang Nasir dan Kang Joyo di hadapan seratusan petani dan warga pelosok pedesaan dan lereng Dieng, Wonosobo.</p>
<p>Prinsip kerja SID, semua pengguna telepon seluler bisa menyetor data dan mengakses kembali kumpulan data yang tersimpan pusat data, baik melalui website maupun via pesan singkat (SMS) secara nyaris realtime. Dari genggaman, seorang warga bisa memasok data mengenai apa saja, yang nantinya akan berguna untuk alat analisis.</p>
<p>Contohnya, dari sebuah desa dengan areal persawahan ribuan hektar bisa dilaporkan berapa luasan lahan yang ditanami padi C4, Pandanwangi, Rojolele dan sebagainya, termasuk siapa saja yang masih memiliki stok gabah atau beras, lengkap dengan jumlahnya ketersediaan. Oleh sistem, data tersebut akan diolah secara otomatis, sehingga petani bisa mengetahui berapa banyak stok yang ada dari satu kawasan, serta bisa melakukan prakiraan jumlah stok pada musim panen. Manfaat data, petani bisa menerapkan prinsip supply and demand, sehingga mampu mengontrol harga dan tak mudah dipermainkan tengkulak. Apalagi jika dilengkapi dengan data harga pasaran di sejumlah pasar utama di kota.</p>
<p>Tak hanya itu, sistem informasi desa (SID) yang mereka kelola bisa digunakan untuk aneka keperluan, termasuk pendataan ternak, luas lahan persawahan, permukiman dan sebagainya. Intinya, dengan mengelola data sendiri, maka warga akan berdaulat di wilayah masing-masing.</p>
<p>Bukan cuma itu, Combine juga dikenal dengan aneka produk terapannya, seperti mengembangkan investasi dengan pendekatan model penggaduhan. Contohnya, orang di Jakarta atau di Amerika bisa menginvestasikan sejumlah uangnya ke Pasar Komunitas, di mana uang tersebut akan dibelikan ternak atau produk-produk lain untuk diserahkan kepada publik dengan sistem bagi hasil, yang keuntungannya akan diserahkan kepada investor. Uniknya, investor bisa turut memantau perkembangan investasinya melalui website.</p>
<p>Kembali ke gelaran Jagongan Media Rakyat, intinya siapa saja bisa turut berpartisipasi sebagai pengisi acara atau peserta tanpa dipungut biaya. Sementara panitia yang dikoordinir oleh Combine dengan melibatkan STPMD “APMD”, <a href="http://ictwatch.com">ICT Watch</a>, <a href="http://bengawan.org">Rumah Blogger Indonesia/Bengawan</a>, <a href="http://jogloabang.com">Joglo Abang</a> dan <a href="http://twitter.com/jogjaupdate">JogjaUpdate</a>, kali ini berhasil menghimpun banyak pihak untuk berpartisipasi.</p>
<p>Pada JMR 2012 ini, akan terdapat sedikitnya 40 lokakarya dan diskusi dengan aneka bahasan, sebuah seminar nasional mengenai sistem informasi desa, workshop Open BTS oleh pakar teknologi informatika Onno W Purbo. Juga akan ada pelatihan investigasi oleh jurnalis senior Farid Gaban, pewartaan lewat media fotografi dengan kamera saku dan kamera ponsel oleh blogger/jurnalis <a href="http://antyo.rentjoko.net">Antyo Rentjoko</a> atau yang terkenal dengan panggilan Pamantyo.</p>
<p><a href="http://audentis.wordpress.com">Yanuar Nugroho</a>, peneliti di Manchester University, Inggris, juga akan memaparkan hasil riset terbarunya, yakni Peta Penguasaan Industri Media di Indonesia. Pada sesi ini, diperkirakan akan muncul tanggapan beragam, terkait dengan maraknya penggunaan media sosial sebagai saluran atau media alternatif, yang perannya kian menguat mengimbangi informasi yang disebarluaskan oleh media arus utama atau mainstream.</p>
<p>Tak ketinggalan, aneka atraksi seni tradisional juga akan meramaikan acara JMR 2012, seperti ketoprak, wayang dan sebagainya. Sedikitnya 40 stan disediakan untuk publik dan komunitas. Akan digelar pula 34 lokakarya, sebuah seminar nasional, 10 dialog, lima diskusi dan pemutaran film, dan masih banyak lagi.</p>
<p>TIK untuk perempuan akan digelar oleh tim ICT Watch/InternetSehat, sementara workshop TIK untuk difabel akan ditangani oleh <a href="http://airputih.or.id">Yayasan Air Putih</a>, Jakarta. Air Putih dan Combine, dikenal luas sebagai dua lembaga pionir yang selalu hadir dini di zona bencana di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>Sedikitnya 2.000 orang ditargetkan akan menghadiri gelaran, baik dari kalangan pelajar/mahasiswa di Yogyakarta, masyarakat umum, blogger dan praktisi online serta para penggiat radio/media komunitas dari berbagai penjuru Indonesia. Informasi selengkapnya, silakan simak melalui website <a href="http://jmr2012.combine.or.id">JMR 2012</a>.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/11/18/media-sosial-dan-bencana/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Media Sosial dan Bencana'>Media Sosial dan Bencana</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/07/23/ngruki-baasyir-dan-sikap-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media'>Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/08/26/etika-penggunaan-media-internet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Etika Penggunaan Media Internet'>Etika Penggunaan Media Internet</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2012/02/22/jagongan-media-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>