<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Jawa</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.my.id/tag/jawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.my.id</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 16:01:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Jawa atau Java?</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2010/09/17/jawa-atau-java/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2010/09/17/jawa-atau-java/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 11:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[Einstein]]></category>
		<category><![CDATA[Java]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Merbabu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1964</guid>
		<description><![CDATA[Jalan-jalan itu bepergian untuk dinikmati. Jadi, pasti happy. Apalagi bersama teman-teman, pasti akan lebih fun. Nyenengkèh! Begitu istilah orang Solo, kini. Banyak berjumpa dengan hal-hal yang tak terduga. Wujudnya bisa apa saja. Sayang, orang gila berusia separuh baya yang membungkus tubuhnya secara sekenanya, tak sempat saya jepret. Padahal, fotonya bisa untuk oleh-oleh. Berjalan menyusuri jalan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/mengapa-berbahasa-jawa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengapa Berbahasa Jawa'>Mengapa Berbahasa Jawa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2013/01/18/bersabar-atau-terbang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bersabar atau Terbang'>Bersabar atau Terbang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/02/20/surakarta-atau-solo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surakarta atau Solo'>Surakarta atau Solo</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003366;">Jalan-jalan itu bepergian untuk dinikmati. Jadi, pasti <em>happy</em>. Apalagi bersama teman-teman, pasti akan lebih <em>fun</em>. <em>Nyenengkèh!</em> Begitu istilah orang Solo, kini. Banyak berjumpa dengan hal-hal yang tak terduga. Wujudnya bisa apa saja.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Sayang, orang gila berusia separuh baya yang membungkus tubuhnya secara sekenanya, tak sempat saya jepret. Padahal, fotonya bisa untuk oleh-oleh. Berjalan menyusuri jalan protokol Boyolali, lelaki yang membungkus tubuhnya bekas bendera dan spanduk Partai Demokrat. Maklum, siang itu saya memerankan diri jadi sopir, dan tak bisa menghentikan mobil secara mendadak.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_1965" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-1965" href="http://blontankpoer.com/2010/09/17/jawa-atau-java/blog_einstein/"><img class="size-full wp-image-1965" title="blog_einstein" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/09/blog_einstein.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">The Next Einstein...akankah muncul dari Boyolali?</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Yang pertama menggelitik saya adalah papan nama sebuah lembaga pendidikan di Cepogo, Boyolali. Di pinggir jalan menuju Selo saya dapati sebuah optimisme, bahwa orang cerdas sekaliber Albert Einstein pun bisa lahir dari pedusunan itu. Maka, tak tanggung-tanggung, seseorang berjiwa pendidik membuka tempat kursus dengan nama mentereng: <em><strong><span style="color: #993300;">The Next Einstein</span></strong>.</em></span></p>
<p><span style="color: #003366;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #003366;">Optimisme yang wajar. Kepintaran bisa dilatih dan Tuhan selalu berkuasa menghadirkan Einstein di belahan dunia mana saja. Nyatanya, di negeri yang jadi bahan olok-olok dunia karena korupsinya, juga punya ratusan jagoan kimia, matematika, biologi, fisika, astronomi, dan masih banyak lagi. Semua masih muda, dan berkelas olimpiade, sejagad levelnya.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_1966" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-1966" href="http://blontankpoer.com/2010/09/17/jawa-atau-java/blog_soto_liontin/"><img class="size-full wp-image-1966" title="blog_soto_liontin" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/09/blog_soto_liontin.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Jajan soto berhadiah liontin (emas). Bisa dijual lagi buat beli buku...</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Kaya-miskin bukan soal. Asal bersungguh-sungguh dalam belajar, semua orang bisa jadi pintar. Perpustakaan sekolah sudah cukup memadai, sudah bisa jadi lumbung ilmu. Andai beruntung, pun bisa menguangkan liontin hasil undian lantaran jajan soto. Di Boyolali, ada warung soto yang memberi iming-iming hadiah emas. Bisa ditukar jadi buku dan buku-buku bacaan, atau akses internet.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Pokoknya, dari kota kecil pun bisa lahir apa saja, karena bisa berbuat apa saja yang berguna. Kreativitas itu milik siapa saja, dan bisa muncul kapan saja. Toh, helikopter dan pesawat terbang pun dulunya diilhami oleh seekor capung.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_1967" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-1967" href="http://blontankpoer.com/2010/09/17/jawa-atau-java/blog_truk_mabur/"><img class="size-full wp-image-1967" title="blog_truk_mabur" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/09/blog_truk_mabur.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kalau tak sabar, silakan Anda mendahului. Siapa tahu kendaraan Anda sudah mampu terbang</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Maka, kendaraan bisa terbang bukan mustahil, meski untuk sejenis sepeda motor atau mobil, belum ada fasilitas untuk meniru si burung besi. Tapi kelak? Bukan sesuatu yang mustahil, bukan?</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Makanya, jangan remehkan truk tangki butut yang sudah tak bisa bergerak gesit menyarankan orang-orang di belakangnya, yang tak memiliki kesabaran memadai, diminta terbang saja agar bisa mendahului. <em><span style="color: #993300;"><strong>Yèn ora sabar, maburo</strong></span>.</em> Kalau tak sabar, ya terbanglah.</span></p>
<p><span style="color: #003366;"> </span></p>
<div id="attachment_1968" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-1968" href="http://blontankpoer.com/2010/09/17/jawa-atau-java/blog_cukurjawa/"><img class="size-full wp-image-1968" title="blog_cukurJawa" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/09/blog_cukurJawa.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Anda orang pujangga Jawa atau orang gaul seperti lakon F4?</p></div>
<p><span style="color: #003366;">Ya, begitulah. Hanya sedikit oleh-oleh yang bisa saya bagi kepada Anda. Mungkin saja, dari yang sedikit ini, Anda bisa melihat Jawa yang sudah berubah. Seperti keinginan melahirkan Einstein-Einstein baru, bukan orang hebat berpredikat pujangga, yang kewaskitaannya ‘hanya’ dicapai lewat olah rasa, kebatinan dan ilmu <em>titen</em>, mengingat dan mencermati.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dan kita tahu, setiap mendengar kata <em>pujangga</em> disebut, asosiasinya kira-kira hanya bakal seperti ini: Jawa, tua, bersorban atau menutup kepala dengan blangkon, bersarung atau mengenakan <em>jarik</em>. Padahal, generasi Jawa kontemporer sudah ikut tepercik globalisasi. Lihat saja, orang Jawa kini sudah fasih mengucap: <strong><em>think globally, act locally </em></strong>atau memplesetkaannya dengan <strong><em>think locally, act globally</em></strong>.</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Walau tak paham bahasa komputer sekalipun, toh pemangkas rambut di Cepogo, nun di kaki Gunung Merapi-Merbabu, mengekspresikan harapan perubahan Jawa selaras dengan perkembangan teknologi informasi. Dia tak lagi menyebut Jawa, namun Java. Mirip gambar cangkir berasap di atasnya&#8230;..</span></p>
<p><span style="color: #003366;">Dan, seperti Anda lihat, baik potongan rambut maupun <em>uniform</em>-nya, sudah tidak seperti jaman hidupnya para pujangga&#8230;.. <span style="color: #993300;"><em>Cut locally for global style!</em></span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/mengapa-berbahasa-jawa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengapa Berbahasa Jawa'>Mengapa Berbahasa Jawa</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2013/01/18/bersabar-atau-terbang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bersabar atau Terbang'>Bersabar atau Terbang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/02/20/surakarta-atau-solo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Surakarta atau Solo'>Surakarta atau Solo</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2010/09/17/jawa-atau-java/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sasi Sura</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2009/12/17/sasi-sura/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2009/12/17/sasi-sura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 14:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita saka Sala]]></category>
		<category><![CDATA[Aji Saka]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[ngebleng]]></category>
		<category><![CDATA[pasa mutih]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Sura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1054</guid>
		<description><![CDATA[Tumrapé wong abangan, sasi Sura dianggep dadi wulan kang wingit. Mula padha ngati-ati, banjur ngakèhi lelaku. Racake, kanthi pasa mutih pirang-pirang dina, utawa pasa ngebleng, ora mangan sedina-sewengi, yèn perlu kanthi apati geni, semèdi ana njero senthong utawa kamar pribadi. Tumrap wong-wong sing duwé barang piyandel, embuh kuwi awujud keris, cundrik, tumbak lan sapanunggalané, sasi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/08/10/sadran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sadran'>Sadran</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/09/02/mulih-kanggo-sungkem/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mulih Kanggo Sungkem'>Mulih Kanggo Sungkem</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/18/nyuwun-ngapura-ya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..'>Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tumr<span style="text-decoration: underline;">a</span>pé wong <span style="text-decoration: underline;">a</span>b<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>n, s<span style="text-decoration: underline;">a</span>si Sura di<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggep d<span style="text-decoration: underline;">a</span>di wul<span style="text-decoration: underline;">a</span>n k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng wingit. Mula padha ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>ti-<span style="text-decoration: underline;">a</span>ti, b<span style="text-decoration: underline;">a</span>njur ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>kèhi lel<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku. R<span style="text-decoration: underline;">a</span>c<span style="text-decoration: underline;">a</span>ke, k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nthi pasa mutih pir<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng-pir<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng dina, utawa pasa ngebleng, or<span style="text-decoration: underline;">a</span> m<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>n sedina-sewengi, yèn perlu k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nthi <span style="text-decoration: underline;">a</span>p<span style="text-decoration: underline;">a</span>ti geni, semèdi ana njero senthong utawa k<span style="text-decoration: underline;">a</span>m<span style="text-decoration: underline;">a</span>r prib<span style="text-decoration: underline;">a</span>di.</p>
<p>Tumr<span style="text-decoration: underline;">a</span>p wong-wong sing duwé b<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng piy<span style="text-decoration: underline;">a</span>ndel, embuh kuwi <span style="text-decoration: underline;">a</span>wujud keris, cundrik, tumb<span style="text-decoration: underline;">a</span>k l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n s<span style="text-decoration: underline;">a</span>p<span style="text-decoration: underline;">a</span>nungg<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>né, s<span style="text-decoration: underline;">a</span>si Sura klebu w<span style="text-decoration: underline;">a</span>nci k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng becik k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggo nj<span style="text-decoration: underline;">a</span>m<span style="text-decoration: underline;">a</span>si utawa sesuci. Keris l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n s<span style="text-decoration: underline;">a</span>p<span style="text-decoration: underline;">a</span>nungg<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>né dikr<span style="text-decoration: underline;">a</span>m<span style="text-decoration: underline;">a</span>si utawa di<span style="text-decoration: underline;">a</span>dusi ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggo b<span style="text-decoration: underline;">a</span>nyu kemb<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n dikutugi dupa m<span style="text-decoration: underline;">a</span>du. Ing p<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>j<span style="text-decoration: underline;">a</span>b, supaya sing dipercaya m<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggon ana s<span style="text-decoration: underline;">a</span> b<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng pusaka m<span style="text-decoration: underline;">a</span>u ora éndha, tetep t<span style="text-decoration: underline;">a</span>ns<span style="text-decoration: underline;">a</span>h gelem kek<span style="text-decoration: underline;">a</span>nc<span style="text-decoration: underline;">a</span>n, or<span style="text-decoration: underline;">a</span> b<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>l g<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggu g<span style="text-decoration: underline;">a</span>wé utawa g<span style="text-decoration: underline;">a</span>wé s<span style="text-decoration: underline;">a</span>ru siku m<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng sing duwé.</p>
<p>Aku dhéwé, t<span style="text-decoration: underline;">a</span>u ngl<span style="text-decoration: underline;">a</span>koni pasa mutih s<span style="text-decoration: underline;">a</span>ben ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>ncik wul<span style="text-decoration: underline;">a</span>n Sura, udakara 20 t<span style="text-decoration: underline;">a</span>un kepungkur. P<span style="text-decoration: underline;">a</span>ling suwé, kuw<span style="text-decoration: underline;">a</span>tku mung telung dina, kuwi w<span style="text-decoration: underline;">a</span>é mung sepis<span style="text-decoration: underline;">a</span>n saka lim<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng t<span style="text-decoration: underline;">a</span>un nyoba. Dudu mèlu-mèlu l<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku klenik, niy<span style="text-decoration: underline;">a</span>tku j<span style="text-decoration: underline;">a</span>m<span style="text-decoration: underline;">a</span>n semana mung pingin nyoba, nètèr ‘kadigd<span style="text-decoration: underline;">a</span>y<span style="text-decoration: underline;">a</span>n’ saka godha donya <span style="text-decoration: underline;">a</span>wujud p<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>n én<span style="text-decoration: underline;">a</span>k.</p>
<p>Blaka suta, k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ro rada pingin umuk. Rikala semana, <span style="text-decoration: underline;">a</span>ku klebu kulina m<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>n <span style="text-decoration: underline;">a</span>y<span style="text-decoration: underline;">a</span>m gorèng Bu M<span style="text-decoration: underline;">a</span>rtin<span style="text-decoration: underline;">a</span>h utawa mBok Berèk, l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n cokot<span style="text-decoration: underline;">a</span>n cara W<span style="text-decoration: underline;">a</span>landa kaya déné roti blèk-blèk<span style="text-decoration: underline;">a</span>n c<span style="text-decoration: underline;">a</span>p <em>Mondé</em> l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n (sing rada mur<span style="text-decoration: underline;">a</span>h<span style="text-decoration: underline;">a</span>n) biskuit <em>Khong Guan</em>. R<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>né gen<span style="text-decoration: underline;">a</span>h én<span style="text-decoration: underline;">a</span>k, apa m<span style="text-decoration: underline;">a</span>nèh tumr<span style="text-decoration: underline;">a</span>p il<span style="text-decoration: underline;">a</span>t <span style="text-decoration: underline;">a</span>gr<span style="text-decoration: underline;">a</span>ris kaya il<span style="text-decoration: underline;">a</span>tku, sing uripé ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>dhep s<span style="text-decoration: underline;">a</span>w<span style="text-decoration: underline;">a</span>h s<span style="text-decoration: underline;">a</span>ben dina ana ndhésa.</p>
<p>Ora perlu telung dina suwéné, bisa mutih sedina w<span style="text-decoration: underline;">a</span>é, yaiku mung m<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>n ing w<span style="text-decoration: underline;">a</span>nci s<span style="text-decoration: underline;">a</span>ur l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n buka kanthi sega putih t<span style="text-decoration: underline;">a</span>npa uy<span style="text-decoration: underline;">a</span>h l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n b<span style="text-decoration: underline;">a</span>nyu putih segel<span style="text-decoration: underline;">a</span>s, <span style="text-decoration: underline;">a</span>ku bisa ngr<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké p<span style="text-decoration: underline;">a</span>édah utawa hikm<span style="text-decoration: underline;">a</span>hé. P<span style="text-decoration: underline;">a</span>rib<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>né, r<span style="text-decoration: underline;">a</span>mpung pasa mutih sedina w<span style="text-decoration: underline;">a</span>é, telèk léncung b<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>l bisa metu rasa én<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké, kaya rempela <span style="text-decoration: underline;">a</span>ti kir<span style="text-decoration: underline;">a</span>-kir<span style="text-decoration: underline;">a</span>né.</p>
<p>Rikala mutih, kaya lumr<span style="text-decoration: underline;">a</span>hé wong sing keluwèn, r<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>né g<span style="text-decoration: underline;">a</span>mp<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng semruweng, h<span style="text-decoration: underline;">a</span>w<span style="text-decoration: underline;">a</span>né mung pingin nesu. Pingin ngl<span style="text-decoration: underline;">a</span>lèk<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké rasa luwé k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nthi cara turu, or<span style="text-decoration: underline;">a</span> b<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>l bisa. S<span style="text-decoration: underline;">a</span>kuw<span style="text-decoration: underline;">a</span>t-kuw<span style="text-decoration: underline;">a</span>té turu, p<span style="text-decoration: underline;">a</span>ling mung bisa <span style="text-decoration: underline;">a</span>ngler sedhéla. D<span style="text-decoration: underline;">a</span>di, nyoba <span style="text-decoration: underline;">a</span>pus-<span style="text-decoration: underline;">a</span>pus weteng k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nthi cara m<span style="text-decoration: underline;">a</span>ngkono iku ya or<span style="text-decoration: underline;">a</span> p<span style="text-decoration: underline;">a</span>édah, t<span style="text-decoration: underline;">a</span>npa guna.</p>
<p>Aja pis<span style="text-decoration: underline;">a</span>n-pis<span style="text-decoration: underline;">a</span>n ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>ni <span style="text-decoration: underline;">a</span>ku percaya klenik utawa tumind<span style="text-decoration: underline;">a</span>k <em>syirik</em>. <span style="text-decoration: underline;">A</span>g<span style="text-decoration: underline;">a</span>m<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku p<span style="text-decoration: underline;">a</span>ncèn Isl<span style="text-decoration: underline;">a</span>m, n<span style="text-decoration: underline;">a</span>nging b<span style="text-decoration: underline;">a</span>b<span style="text-decoration: underline;">a</span>g<span style="text-decoration: underline;">a</span>n pasa mutih m<span style="text-decoration: underline;">a</span>u or<span style="text-decoration: underline;">a</span> ana g<span style="text-decoration: underline;">a</span>yut<span style="text-decoration: underline;">a</span>né k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ro l<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku Kej<span style="text-decoration: underline;">a</span>wèn kaya sing disengiti déning wong-wong sing seneng<span style="text-decoration: underline;">a</span>né ngrus<span style="text-decoration: underline;">a</span>k l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n ngobr<span style="text-decoration: underline;">a</span>k-<span style="text-decoration: underline;">a</span>brik wong tumpengan utawa g<span style="text-decoration: underline;">a</span>wé kendhurèn. Kaya déné pasa mutih, tumpeng<span style="text-decoration: underline;">a</span>n d<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggep or<span style="text-decoration: underline;">a</span> dosa, or<span style="text-decoration: underline;">a</span> klèru w<span style="text-decoration: underline;">a</span>ton niy<span style="text-decoration: underline;">a</span>té or<span style="text-decoration: underline;">a</span> nolèh saka Gusti <span style="text-decoration: underline;">A</span>ll<span style="text-decoration: underline;">a</span>h  K<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng S<span style="text-decoration: underline;">a</span>wiji.</p>
<p>K<span style="text-decoration: underline;">a</span>nthi pasa mutih, ump<span style="text-decoration: underline;">a</span>m<span style="text-decoration: underline;">a</span>né, aku bisa ngr<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké rek<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>né wong keluwèn. K<span style="text-decoration: underline;">a</span>mangka, wong keluwèn iku p<span style="text-decoration: underline;">a</span>d<span style="text-decoration: underline;">a</span>t<span style="text-decoration: underline;">a</span>n g<span style="text-decoration: underline;">a</span>mp<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng nesu, l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n yèn ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>nti sing keluwèn iku éwon utawa m<span style="text-decoration: underline;">a</span>yuta-yuta c<span style="text-decoration: underline;">a</span>c<span style="text-decoration: underline;">a</span>hé, tundh<span style="text-decoration: underline;">a</span>né y<span style="text-decoration: underline;">a</span> g<span style="text-decoration: underline;">a</span>mp<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng diububi, dip<span style="text-decoration: underline;">a</span>n<span style="text-decoration: underline;">a</span>s-p<span style="text-decoration: underline;">a</span>n<span style="text-decoration: underline;">a</span>si. Contoné wis <span style="text-decoration: underline;">a</span>kèh, sing p<span style="text-decoration: underline;">a</span>ling cetha iku ya t<span style="text-decoration: underline;">a</span>un 1998 mbiyèn.</p>
<p>Wong-wong keluwèn sing <span style="text-decoration: underline;">a</span>tusan éwon disurung-surung déning <em>provokator</em> supaya nj<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>h, ngr<span style="text-decoration: underline;">a</span>y<span style="text-decoration: underline;">a</span>h duwèké liy<span style="text-decoration: underline;">a</span>n. Ndil<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>hé, wektu semana sing dip<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké sedulur-sedulur kita sing buyut-buyuté saka Tiongkok. Wong-wong sing keluwèn m<span style="text-decoration: underline;">a</span>u g<span style="text-decoration: underline;">a</span>mp<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng kebrongot, b<span style="text-decoration: underline;">a</span>njur br<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>n j<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>n ana conto siji-loro keturun<span style="text-decoration: underline;">a</span>né wong Tiongkok sing n<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>l, dhemen m<span style="text-decoration: underline;">a</span>ling dhuwité r<span style="text-decoration: underline;">a</span>ky<span style="text-decoration: underline;">a</span>t l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n <em>kolusi</em> k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ro para p<span style="text-decoration: underline;">a</span>nguwasa (pribumi).</p>
<p>Pungk<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>né k<span style="text-decoration: underline;">a</span>bèh digeby<span style="text-decoration: underline;">a</span>h uy<span style="text-decoration: underline;">a</span>h. Sedulur-sedulur Cina sing or<span style="text-decoration: underline;">a</span> duwé dosa, ora ngerti upa bengkongé perkara melu d<span style="text-decoration: underline;">a</span>di korb<span style="text-decoration: underline;">a</span>né wong keluwèn sing ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>muk, sanajan ngamuké <span style="text-decoration: underline;">a</span>marga diububi déning wong-wong sing seneng g<span style="text-decoration: underline;">a</span>wé dred<span style="text-decoration: underline;">a</span>h l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n seneng congkr<span style="text-decoration: underline;">a</span>h. Cilaka l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n ruginé b<span style="text-decoration: underline;">a</span>njur dit<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggung sapa w<span style="text-decoration: underline;">a</span>é, wong s<span style="text-decoration: underline;">a</span>nusw<span style="text-decoration: underline;">a</span>ntara p<span style="text-decoration: underline;">a</span>rib<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>né.</p>
<p>Mula, para sedulur, s<span style="text-decoration: underline;">a</span>n<span style="text-decoration: underline;">a</span>j<span style="text-decoration: underline;">a</span>n keluwèn <span style="text-decoration: underline;">a</span>j<span style="text-decoration: underline;">a</span> ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>nti kel<span style="text-decoration: underline;">a</span>lèn t<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggung j<span style="text-decoration: underline;">a</span>w<span style="text-decoration: underline;">a</span>bé urip bebr<span style="text-decoration: underline;">a</span>y<span style="text-decoration: underline;">a</span>n. Aja mèlu-mèlu sip<span style="text-decoration: underline;">a</span>té Ruhut Sitompul k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng g<span style="text-decoration: underline;">a</span>mp<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng Nyin<span style="text-decoration: underline;">a</span>k-Cin<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké wong liya. Kepriyé w<span style="text-decoration: underline;">a</span>é, wong-wong keturun<span style="text-decoration: underline;">a</span>n Cina ing kené wis d<span style="text-decoration: underline;">a</span>di w<span style="text-decoration: underline;">a</span>rga l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n sedulur dhéwé, or<span style="text-decoration: underline;">a</span> perlu congkr<span style="text-decoration: underline;">a</span>h. Sing s<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>h y<span style="text-decoration: underline;">a</span> s<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>h, bis<span style="text-decoration: underline;">a</span> ked<span style="text-decoration: underline;">a</span>dèn m<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng sapa w<span style="text-decoration: underline;">a</span>é, or<span style="text-decoration: underline;">a</span> preduli Cina, Jawa, <span style="text-decoration: underline;">A</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>b, B<span style="text-decoration: underline;">a</span>t<span style="text-decoration: underline;">a</span>k l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n s<span style="text-decoration: underline;">a</span>p<span style="text-decoration: underline;">a</span>nungg<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>né.</p>
<p>Ng<span style="text-decoration: underline;">a</span>ncik wul<span style="text-decoration: underline;">a</span>n Sura iki, becik padha mul<span style="text-decoration: underline;">a</span>t apa sing wis ditind<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké ing wingi-wingi. Yèn ana sajroning kr<span style="text-decoration: underline;">a</span>ton-kr<span style="text-decoration: underline;">a</span>ton di<span style="text-decoration: underline;">a</span>n<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké j<span style="text-decoration: underline;">a</span>m<span style="text-decoration: underline;">a</span>s<span style="text-decoration: underline;">a</span>n pusaka l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n l<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku sesuci, ing nj<span style="text-decoration: underline;">a</span>b<span style="text-decoration: underline;">a</span>né régol para w<span style="text-decoration: underline;">a</span>rga Jawa uga nind<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké l<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku mesu budi, ny<span style="text-decoration: underline;">a</span>pih hawa nepsu kanthi cara pasa ngebleng, mutih, lan s<span style="text-decoration: underline;">a</span>p<span style="text-decoration: underline;">a</span>nungg<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>né.</p>
<p>Ana uga sing lel<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nthi ngubengi bètèng kr<span style="text-decoration: underline;">a</span>ton k<span style="text-decoration: underline;">a</span>nthi meneng t<span style="text-decoration: underline;">a</span>npa gunem<span style="text-decoration: underline;">a</span>n, iku ngemu surasa l<span style="text-decoration: underline;">a</span>ku <em>introspèksi</em> utawa m<span style="text-decoration: underline;">a</span>w<span style="text-decoration: underline;">a</span>s diri, ngéling-éling apa sing wis n<span style="text-decoration: underline;">a</span>té ditind<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké. Yèn <span style="text-decoration: underline;">a</span>kèh <span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>né tumind<span style="text-decoration: underline;">a</span>k, becik dis<span style="text-decoration: underline;">a</span>mpurn<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké ing t<span style="text-decoration: underline;">a</span>un-t<span style="text-decoration: underline;">a</span>un sing b<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>l dil<span style="text-decoration: underline;">a</span>koni, déné yèn wingi wis rada becik, mbésuké diundh<span style="text-decoration: underline;">a</span>ki <span style="text-decoration: underline;">a</span>piké.</p>
<p>Sura iku t<span style="text-decoration: underline;">a</span>un <span style="text-decoration: underline;">a</span>ny<span style="text-decoration: underline;">a</span>ré wong Jawa, sing di<span style="text-decoration: underline;">a</span>nggit déning <span style="text-decoration: underline;">A</span>ji Saka l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n s<span style="text-decoration: underline;">a</span>b<span style="text-decoration: underline;">a</span>njuré digun<span style="text-decoration: underline;">a</span>k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké déning Sult<span style="text-decoration: underline;">a</span>n <span style="text-decoration: underline;">A</span>gung H<span style="text-decoration: underline;">a</span>nyakrakusuma d<span style="text-decoration: underline;">a</span>di t<span style="text-decoration: underline;">a</span>uné wong Jawa. <span style="text-decoration: underline;">a</span>sliné pancèn saka p<span style="text-decoration: underline;">a</span>n<span style="text-decoration: underline;">a</span>ngg<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n <em>hijriyah</em> utawa t<span style="text-decoration: underline;">a</span>uné wong Islam, n<span style="text-decoration: underline;">a</span>nging di-J<span style="text-decoration: underline;">a</span>w<span style="text-decoration: underline;">a</span>-<span style="text-decoration: underline;">a</span>ké déning p<span style="text-decoration: underline;">a</span>nguwasa M<span style="text-decoration: underline;">a</span>t<span style="text-decoration: underline;">a</span>r<span style="text-decoration: underline;">a</span>m Isl<span style="text-decoration: underline;">a</span>m, supaya Isl<span style="text-decoration: underline;">a</span>m k<span style="text-decoration: underline;">a</span>ton J<span style="text-decoration: underline;">a</span>w<span style="text-decoration: underline;">a</span>né, l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n Jawa krasa Isl<span style="text-decoration: underline;">a</span>mé.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">A</span>kèh pr<span style="text-decoration: underline;">a</span>l<span style="text-decoration: underline;">a</span>mb<span style="text-decoration: underline;">a</span>ng l<span style="text-decoration: underline;">a</span>n s<span style="text-decoration: underline;">a</span>smita ana s<span style="text-decoration: underline;">a</span>jroning pènget<span style="text-decoration: underline;">a</span>n M<span style="text-decoration: underline;">a</span>lem Siji Sura. Aja pis<span style="text-decoration: underline;">a</span>n-pis<span style="text-decoration: underline;">a</span>n klèru ngonèkaké klenik s<span style="text-decoration: underline;">a</span>durungé bisa ngoncèki k<span style="text-decoration: underline;">a</span>bèh s<span style="text-decoration: underline;">a</span>smita ing ana.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/08/10/sadran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sadran'>Sadran</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/09/02/mulih-kanggo-sungkem/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mulih Kanggo Sungkem'>Mulih Kanggo Sungkem</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/18/nyuwun-ngapura-ya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..'>Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2009/12/17/sasi-sura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2009/09/18/nyuwun-ngapura-ya/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2009/09/18/nyuwun-ngapura-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 22:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasunyatan]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[bakda]]></category>
		<category><![CDATA[bakdan]]></category>
		<category><![CDATA[basa]]></category>
		<category><![CDATA[donga]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[ngapura]]></category>
		<category><![CDATA[riyaya]]></category>
		<category><![CDATA[tatakrama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Ana basané wong ndhésa sing dakkangeni. Lugu, momot pralambang, minangka donga. Saben riyaya utawa bakdan, dhésaku –uga dhésa-dhésa liyané, mesthi ramé. Akèh wong –mudha taruna, sepuh lan bocah, lanang utawa wadon- mubeng-mubeng, mlebu-metu omah siji lan sijiné. Paribasan kaya gabah diinteri. Sing ora naté kétok padha jumedhul, sowan sedulur, kadang sepuh lan tangga teparo, padha [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/09/02/mulih-kanggo-sungkem/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mulih Kanggo Sungkem'>Mulih Kanggo Sungkem</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/08/10/sadran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sadran'>Sadran</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/15/adhang-adhang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adhang-adhang'>Adhang-adhang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003300;">Ana basané wong ndhésa sing dakkangeni. Lugu, momot pralambang, minangka donga. Saben riyaya utawa bakdan, dhésaku –uga dhésa-dhésa liyané, mesthi ramé. Akèh wong –mudha taruna, sepuh lan bocah, lanang utawa wadon- mubeng-mubeng, mlebu-metu omah siji lan sijiné. Paribasan kaya gabah diinteri.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Sing ora naté kétok padha jumedhul, sowan sedulur, kadang sepuh lan tangga teparo, padha ndonga memuji, kanggo siji lan sijiné. Ing antarané sing luwih anom marang sing sepuh, uga kosok-balèné, padha-padha ngobral donga, pengarep-arep, lan apura-ingapuran.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Sing luwih anom, kanthi salaman marang sing luwih sepuh, lumrahé matur sing kurang-luwihé mangkéné uniné:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008000;">Kepareng matur panjenenganipun, sowan kula ing mriki, sepindhah ngaturaken kabar kawilujengan kagem panjenengan&#8230;.. ing salajeningipun kawula ngaturaken sembah bekti kawula dumateng panjenengan saha nyuwun sakagengipun pangaksami, mbokbilih kawula nggadhahi lepat, ingkang dipun sengaja utawi mboten, mugi Pangèran kersa maringi pangapunten dumateng kita sedaya. Amin.</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #003300;">Sabanjuré, sing sepuh banjur maringi jawaban.</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008000;">Iya ya, <em>Nggèr/Ndhuk&#8230;.</em> Daktrima aturmu, sungkemmu marang wong tuwa. Semono uga, wong tuwa ya akèh luputé, ana klèra-klèruné tembung, aku njaluk ngapura. Muga-muga, Gusti Pangèran kersa nglebur dosaku lan dosamu ing dina riyaya iki, muga-muga padha diparingi kasarasan, kawilujengan, gangsar rejekiné lan apa sing dadi sedyamu, apa karepmu, muga kabèh panyuwunmu dikabulaké déning Pangèran. Mad-sinamadan, muga-muga menangana riyaya tahun ngarep&#8230;..</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #003300;">Ana donga marang Pangèran sing padha-padha kinucap, yaiku nyuwun bagas-waras, slamet, lan gangsar rejeki. Uga dadi sarana nglebur dosa, <em>ikrar</em></span> padha-padha nyuwun lan maringi pangapura.</p>
<p><span style="color: #003300;">Nanging, saiki jaman wis owah, nuruti ukum alam, yaiku <em>generasi</em> sing kudu gumanti. Simbah-simbah lan priyayi sepuh sing donga lan ngendikané nentremaké ati, wis suda jalaran yuswa lan kahanan. Ana sing wis netepi pepesthi tinimbalan déning Gusti, ana sing wis gerah-gerahan mula wis ora bisa paring donga, ular-ular lan wejangan. Sebab, saliyané ketemu lan tilik kabar keslametan, racaké dina riyaya dadi ajang <em>réuni</em>, bisa setaun pisan, bisa uga sing wis pirang-pirang taun ora naté ketemu.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Saiki, donyané wis sansaya maju. Akèh nom-noman sing patrap lan subasitané wis nalisir saka angger-angger, nggah-ungguhing tatakramané Wong Jawa. Ora bakal kurang kedadèyan sing marahi ngguyu, mèsem utawa trenyuh, ing sajroning <em>halal bihalal</em>, utawa tradhisiné Wong Jawa anggoné padha apura-ingapuran.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Bocah-bocah sing umuré las-lasan utawa kurang, akèh sing mung salaman banjur matur :</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008000;">Nyuwun pangapunten nggih, Mbah, Pakdhe, Budhe, Lik, Mas&#8230;..</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #003300;">ana uga sing mung ngucap</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008000;">Lair batin, ya&#8230;..</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #003300;">utawa,</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008000;"><em>Selamat Idul Fitri, Maaf Lahir dan Batin</em></span></p></blockquote>
<p><span style="color: #003300;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #003300;">Plek, jèbles, kaya uniné ukara ing kertu lebaran sing biyasané akèh didhasaraké ing kantor-kantor pos, toko buku utawa pinggir-pinggir dalan.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Wanci riyaya, saliyané dadi wektu kang becik kanggo nyuwun lan paring ngapura marang sapadha-padha titahé Pangèran Sing Maha Kawasa, kanggoku bisa dadi wanci kanggo <em>introspèksi</em>. Ora mung mawas dhiri, nanging uga nyawang remuké basa lan tatakrama Jawa, sing sansaya adoh saka kawula mudha.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Yèn wis mangkéné iki, banjur sapa sing kudu disalahaké?</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Ora usah salah-salahan, ayo padha didandani sithik mbaka sithik. Sing tlatèn, aja gampang kapok banjur lèrèn. Nanging, mbokmenawa waé aku wis keladuk nyalahaké kahanan utawa wong liya, mumpung riyaya, aku nyuwun pangapura&#8230; <em>Oke</em>?</span></p>
<p><span style="color: #003300;"><br />
</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/09/02/mulih-kanggo-sungkem/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mulih Kanggo Sungkem'>Mulih Kanggo Sungkem</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/08/10/sadran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sadran'>Sadran</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/15/adhang-adhang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adhang-adhang'>Adhang-adhang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2009/09/18/nyuwun-ngapura-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asalé Tembung LONTHÉ (2)</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2009/09/14/asale-tembung-lonthe-2/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2009/09/14/asale-tembung-lonthe-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 13:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Dita Alangkara]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[lonthe]]></category>
		<category><![CDATA[sala]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[* Bacutan saka tulisan Asalé Tembung LONTHÉ Tembung lonthé, asliné netral. Ora béda karo tembung-tembung liyané, kayata pitik, bèbèk, sopir, guru, lan sapanunggalané. Dadiné ala, èlèk, ora pantes, kabèh iku jalaran wong-wong saiki wis padha dadi korbané éufemisme, ngalus-alusaké tembung. Sepisanan, karepé bèn sopan. Nanging suwé-suwé dadi nggladrah ora karuwan. Kanggoku, iku cacat tinggalané Soeharto [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/asale-tembung-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asalé Tembung LONTHÉ'>Asalé Tembung LONTHÉ</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/15/adhang-adhang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adhang-adhang'>Adhang-adhang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/11/19/srinthil-dudu-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srinthil Dudu Lonthé'>Srinthil Dudu Lonthé</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff6600;"><em>* Bacutan saka tulisan <a href="http://blontankpoer.com/asale-tembung-lonthe/">Asalé Tembung LONTHÉ</a></em></span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tembung <em>lonthé,</em> asliné <em>netral</em>. Ora béda karo tembung-tembung liyané, kayata <em>pitik, bèbèk, sopir, guru,</em> lan sapanunggalané. Dadiné ala, èlèk, ora pantes, kabèh iku jalaran wong-wong saiki wis padha dadi korbané <em>éufemisme</em>, ngalus-alusaké tembung. Sepisanan, karepé bèn sopan. Nanging suwé-suwé dadi nggladrah ora karuwan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kanggoku, iku cacat tinggalané Soeharto nalika dadi panguwasa. Sok Jawa, sarwa dialus-alusaké, nganti jenengé maling waé isih kinurmatan. <em>Koruptor</em>, umpamané. Wis genah wong maling dhuwité rakyat, nanging wektu dicekel déning polisi sinebut <em>diamanké.</em></span></p>
<p><span style="color: #000080;">Wong nyolong pitik, uga <em>diamanké</em>. Saumpama aman tenan, kena ngapa wong maling pitik babak budhas dipilara? Yèn koruptor isih mendhing, paling sing dipilara mung kanthongané utawa dikerèt bandhané. Surat kabar uga kaya mangkono, luwih seneng nganggo basa sing ‘alus’ kamangka apus-apus.</span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bali menyang tembung utawa ukara <em>lonthé. </em>Ana kéné aku pingin njlèntrèhaké panemuné kanca-kanca ana Fèsbukku. (<a href="http://www.facebook.com/anfield.gank">Ardian Pratomo</a>, Sala) nanggepi pitakonanku babagan asal-usulé tembung <em>lonthé </em>kanthi jawaban mangkéné:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><span style="color: #008080;"><em>wah iki nguri-uri asal-usuling tembung.. melu ngenteni ah opo sejatine asal usule &#8220;lonthe&#8221;. aku pernah &#8220;ndampingi&#8221; lonthe tapi ora sempat kepikiran nakokne asal-usule tembung &#8220;lonthe&#8221;</em></span> (13 Maret 2009, tabuh 16:16)</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Mbak <a href="http://www.facebook.com/rani.swj">Surani Wahyu Jatmiko</a> (Lampung) nanggepi mangkéné:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><span style="color: #008080;"><em>Aku tahu maca saka kalawarti </em>Jayabaya<em> tahun 80-an, jarene tembung kuwi asale saka tembung </em>lonely<em> sing tegese kesepian. </em></span>(13 Maret 2009, tabuh 16:27</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color: #000080;">Ana manèh celathuné Kang <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1000347546">Ahmad Rifai</a> (Sala) kang ngandhakaké: <em><span style="color: #008080;">jare kancaku &#8220;lonthe&#8221; saka jeneng kewan sing metune arep wayah mbengi. neng jateng, kewan iku arane othe-othe, ning jatim arane lonthe. Nah kewan iku sejenis cemimik, lemut, utowo klaper</span> </em>(13 Maret 2009, tabuh 164:43), sing banjur ditanggepi déning <a href="http://www.facebook.com/anfield.gank">Ardian Pratomo</a>:</span></p></blockquote>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><em><span style="color: #008080;">mungkin yo bener, soale jaman mbiyen &#8220;lonthe&#8221; kui metune bengi, tapi saiki awan wae okeh sing do klayaban.</span> </em>(13 Maret 2009, tabuh 16:45)</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Jawaban rada mirip nanging dadi <em>kontekstual </em>kalawan kahanan saiki, diaturaké déning <a href="http://www.facebook.com/dita.alangkara">Dita Alangkara</a> (Jakarta, asliné Yogya) sing muni ngéné:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><em><span style="color: #008080;">Blon, mungkin pada awalnya pancen lonthe kuwi makhluk betina. Tapi menurutku wis mulai berkembang/bergeser. Soale ono &#8216;lonthe lanang&#8217; barang lho&#8230;</span> </em>(13 Maret 2009, tabuh 16:46). <a href="http://www.facebook.com/anfield.gank">Ardian Pratomo</a> banjur melu celathu manèh: <em>yen lonthe lanang kui ning solo arane &#8220;kucing&#8221; mbuh kenopo kok iso diarani kucing </em>(13 Maret 2009, tabuh 16:48)</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Nanging, kanggoku, jawaban kang paling cetha njlèntrèhaké ya saka kanca kuliahku, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1600848449">Nursodik Gunarjo</a> (Wonosobo). Tilas redaktur majalah <em>Panyebar Semangat</em> iku nulis,</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008080;"><em>Lonthe kuwi sajatine jeneng utawa aran sawenehing kewan gegremetan cilik kang bisa mabur </em>(Ind: serangga)<em>. Blegere saemper klaper (kupu cilik, wenane putih) nanging luwih cilik sethithik, gandane wangi, lan mung metu ing wayah bengi. Karemane ngrubung sunar damar utawa lampu, kepara adate miber-miber nyedhaki punjering panas nganti temahan kerep kobong dhewe.</em></span></p>
<p><span style="color: #008080;"><em> </em><em>Laras klawan pangrembakaning jaman, lonthe banjur digunakake kanggo nyebut wong kang tingkahe kang memper kewan lonthe: dhemen werna putih (yen wong ya pupuran) lan ganda wangi, metune ing wayah bengi lan seneng ngrubung padhanging lampu. </em></span></p>
<p><span style="color: #008080;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #008080;"><em>Ya mung apese, kadhang kekarone kaladuk anggone kekiter ngubengi kencar-kencaring lampu (yen wong, ya </em>dugem<em>), saengga tanpa rinasa kobong ing ubaling swasana.</em></span></p>
<p><span style="color: #000080;"><span style="color: #008080;"><span style="text-decoration: underline;">Cathetan</span></span><em><span style="color: #008080;">: ing Bausastra Jawi, tembung &#8220;lonthe&#8221; uga disebut kanthi istilah, &#8220;wanita palanyahan, begenggek, balon, senuk, konokonggrok, sundel, pelacur, wanita tunasusila&#8221;. Mangkono kang dadi sesurupanku, muga migunani.</span> </em>(13 Maret 2009, tabuh 17:18)</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Sabanjuré, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1600848449">Nursodik Gunarjo</a> uga celathu kanggo <a href="http://www.facebook.com/dita.alangkara">Dita Alangkara</a>, fotografer top Indonésia iku. <em> </em></span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><span style="color: #008080;"><em>Aku sarujuk klayan sdl Dita, yen dinane iki tembung &#8220;lonthe&#8221; ora mung katujokake kanggo wong wadon, nanging bisa uga kanggo wong lanang. Geneya? Jalaran kewan lonthe dhewe sajatine asipat </em>hermaprodhite<em>, utawa nduweni jinis kelamin dhobel.</em></span> (13 Maret 2009, tabuh 17:44)</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Beda <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1600848449">Nursodik Gunarjo</a> lan <a href="http://www.facebook.com/dita.alangkara">Dita Alangkara</a>, <a href="http://www.facebook.com/yayat.nuryadiwangsah">Yayat Suhiryatna Nuryadiwangsah</a> (asliné Purbalingga, saiki manggon ana Sala) duwé celathu dhéwé: <em> </em></span></p>
<blockquote><p><span style="color: #000080;"><em><span style="color: #008080;">ora perlu nggoleki mboke kewan mau.. mbok2ane mbiasane wis tuwa. hehe.. ana sedlur nyaranke investigasi, yen perlu ya apik. perkara nyoba utawa ora kuwi urusane Mas Blontank. yen neng ndesaku ora ana lonthe, mula aku dhewe nalika mlebu solo pisanan bingung krungu tembung &#8220;lonthe&#8221;.. bareng ngerti jebul &#8220;lonthe&#8221; kuwi pekerja komesial.</span> </em>(14 Maret 2009, tabuh 1:39).</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Déné <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1161048030">Huda Hafas</a>, calon kiai asal Demak sing suwé ngumpuli gènggèk, para wandu lan Pegawai Penak Mbayar (maksudé pekerja sèks komersial, xixixix&#8230;), duwé panemu dhéwé:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008080;"><em>Otak-atik gathuk, tembung lonte kuwi, iso dadi aranan sing dipendekke, ora diucapke utuh. Koyok, </em>diajeng <em>dadi</em> jeng, raden <em>dadi</em> den, bagus <em>dadi</em> gus, kiyai <em>dadi</em> yai<em>, lan sak teruse. Nah, menurutku lonthe kuwi tembung lengkape </em>kelon thele-thele<em>, kedawan, disingkat dadi </em>lonthe<em>.</em></span></p>
<p><span style="color: #000080;"><span style="color: #008080;"><em>Ono parujukan sing lumayan menarik soal lonthe, buku </em><span style="color: #008000;">Sejarah dan Perkembangan Pelacuran di Indonesia</span><em>, sing nerangke lonthe kuwi satuhune simpenan rojo-rojo kang dikaryake. Rojo kok koyok golkar, seneng ngaryake&#8230;. hehehe&#8230;..</em></span> (14 Maret 2009, tabuh 11:00)</span></p></blockquote>
<p><span style="color: #000080;">Sumangga, sapa ngerti panjenengan isih duwé panemu sing béda. Dakpikir, apa sing diaturaké kanca-kanca kaya sing dakaturaké ana ndhuwur bisa kanggo sangu, tambahé seserepan utawa pangertèn kanggo kita sadaya. Nanging, aja kliwat nyimak aturé <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1421416625">Danis Sugiyanto</a> iki. Dhéwéké <em>komponis</em>, uga jago rebab lan biola. Kerep kumpul dhalang, niyaga lan d\gendhing-gendhing Jawa. Mangkéné ujaré:</span></p>
<blockquote><p><span style="color: #008080;"><em>Wong-wong kuna pelaku seni karawitan asring nyenggaki gendhing nganggo ukara </em>mbok aja ngimpul wulung<em>, ateges senthe, satunggaling wit kang awoh kependem. Senggakan kuwi mligi kanggo nyemoni kanca/manungsa sing dhemen ngimpul wulung (senthe..the&#8230;nglonthe). </em></span></p>
<p><span style="color: #008080;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color: #008080;"><em>Menurutku (tanpa sumber) sipate godhong senthe sing tetep garing sanajan dikecroti banyu iku sing dadi jalaran didadekne tembung kanggo ngganti kelakuan lonthe sing njaga garinge awak (nek teles ateges lonthene ya melu ngrasake&#8230; </em>orgasme<em>). ojo digugu pendapatku iki Mas Blonty&#8230;&#8230;</em></span></p></blockquote>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/asale-tembung-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asalé Tembung LONTHÉ'>Asalé Tembung LONTHÉ</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/15/adhang-adhang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Adhang-adhang'>Adhang-adhang</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/11/19/srinthil-dudu-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srinthil Dudu Lonthé'>Srinthil Dudu Lonthé</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2009/09/14/asale-tembung-lonthe-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Berbahasa Jawa</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/mengapa-berbahasa-jawa/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/mengapa-berbahasa-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 21:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Antyo Rentjoko]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[centrum]]></category>
		<category><![CDATA[diakritik]]></category>
		<category><![CDATA[Goenawan Mohamad]]></category>
		<category><![CDATA[Ichwan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Muchus]]></category>
		<category><![CDATA[Nursodik]]></category>
		<category><![CDATA[Paman Tyo]]></category>
		<category><![CDATA[Sriwedari]]></category>
		<category><![CDATA[surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[UNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu-dua teman bertanya, alasan saya suka menulis dengan Bahasa Jawa di Facebook atau blog (baik alamat lama maupun baru). Saya berseloroh begini: karena banyak orang Jawa kini tak bisa mengunakan bahasa ibu, walau lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan Jawa, bahkan di Surakarta, yang diagung-agungkan sebagai centrum-nya kebudayaan Jawa. Jangankan yang muda-remaja, saya pun [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2007/03/15/koran-baru-berbahasa-jawa-pula/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Koran Baru, Berbahasa Jawa Pula'>Koran Baru, Berbahasa Jawa Pula</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/09/17/jawa-atau-java/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jawa atau Java?'>Jawa atau Java?</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2006/08/08/opera-jawa-garin/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Opera Jawa Garin'>Opera Jawa Garin</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800000;">Ada satu-dua teman bertanya, alasan saya suka menulis dengan Bahasa Jawa di <a href="http://www.facebook.com/">Facebook</a> atau <em>blog</em> (baik alamat <a href="http://caturanoragawe.dagdigdug.com/">lama</a> maupun <a href="http://blontankpoer.com/category/celathu/">baru</a>). Saya berseloroh begini: karena banyak orang Jawa kini tak bisa mengunakan bahasa ibu, walau lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan Jawa, bahkan di Surakarta, yang diagung-agungkan sebagai <em>centrum</em>-nya kebudayaan Jawa.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Jangankan yang muda-remaja, saya pun masih menjumpai banyak orang dari generasi jauh di atas saya yang luput. Ketika bertutur atau melafalkan, mereka masih mampu, bahkan dengan fasihnya. Tapi selalu ‘ancur’ saat menuliskannya. Andai menulis dalam aksara Jawa, mungkin malah tak banyak keliru. Dan, SMS merupakan alat yang ‘membantu’ saya hingga sampai pada kesimpulan demikian.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Apakah dengan demikian saya lebih baik dari mereka? Jelas tidak! Masih tertatih-tatih saya menulis. Kosa kata banyak yang tak saya punya, bahkan sebagiannya sudah lupa. Bahwa menulis dengan Bahasa Jawa di <a href="http://www.facebook.com/">Facebook </a>atau blog itu menantang dan membuat saya bergairah, ya begitulah kenyataannya.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari situ. Yang <em>utama</em>, tentu dapat ‘citra’ baru, seolah-olah saya masuk dalam ketagori ‘generasi yang cakap’ berbahasa Jawa, seperti ditunjukkan teman-teman yang kelepasan nulis <em>comment</em> serba baik melulu. Agak ngetop, itu imbas lainnya (memang ini dunia narsis, <em>narsisus di colonus</em>!).</span></p>
<p><span style="color: #800000;"><em>Kedua</em>, saya jadi banyak teman sebagai sumber belajar. Nursodik Gunarjo, teman kuliah yang pernah turut mengelola majalah berbahasa Jawa, <em>Panjebar Semangat</em> sering mengingatkan banyaknya kesalahan saya dalam menulis, mengeja dan memilih kata. Ia juga menyumbangkan pencerahan berupa asal-usul kata <a href="http://blontankpoer.com/asale-tembung-lonthe/"><em>lonthé</em></a>. Sama dengan Nursodik, yuniornya di UNS yang bernama Ichwan Prasetya juga menyampaikan banyak kritik kepada saya. (<em>matur tararengkiu</em>, Bro!)</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Mas <a href="http://goenawanmohamad.com/">Goenawan Mohamad</a> menyentil saya dengan pemakaian diksi yang tak tepat, bahkan kelewat melenceng. Saya menerjemahkan kata ‘halaman’ pada koran dengan <em>rai</em> atau muka. Padahal, seharusnya <em>kaca</em>, sebab <em>rai</em> itu pengunaannya spesifik, menyangkut <em>lay out</em> alias wajah manusia. (hahahaha&#8230;!)</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Mas <a href="http://blogombal.org/">Antyo Rentjoko</a>, guru nge-blog saya menyumbang kata-kata ‘baru’ kepada saya. Barang lama, namun karena jarang dipakai lalu terkesan seperti baru. Yakni, kata-kata yang masuk kategori <em>archaic</em>. Juga, satu ilmu yang tampaknya kecil-sederhana tak berguna, padahal sangat besar dan berarti <em>banget</em> bagi saya, yakni penggunaan diakritik untuk penulisan huruf <strong><em>è</em></strong><em>, <strong>e</strong>, </em>dan <strong><em>é</em></strong>.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Imbasnya, rupanya juga sampai kemana-mana. Muchus, sahabat saya yang ahli sastra Jawa, mengkritik pemakaian tanda baca pada huruf <strong>e</strong> itu dalam tulisan-tulisan saya. Tapi, itu soal cara pandang dan penyikapan terhadap perkembangan jaman. Ia menyebut, tanda-tanda semacam itu sudah dihilangkan sejak jauh sebelum kemerdekaan, ketika Kongres Kebudayaan Jawa digelar di Museum Radya Pustaka pada 1920.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Dari kongres itu, muncul penyempurnaan dan pembakuan, termasuk pengalihaksaraan penulisan huruf Jawa dengan mengikuti huruf latin.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Soal pemakaian tanda baca itu, saya memang punya sikap berbeda. Saya mengabaikan apa yang kemudian dikenal dengan sebutan Ejaan Sriwedari itu. Saya menyikapi bahasa Jawa sebagai hal yang praktis, yakni sebagai alat komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Dalam konteks kekinian, ketika orang lebih fasih berbahasa Indonesia atau Bahasa Inggris –apalagi yang sudah lama meninggalkan Jawa (begitu orang Jakarta menyebut sesuatu ‘yang berbau kampung’), orang sering keliru membaca lafalnya. Sehingga, <em>guru lagu</em> (bunyi vokal) seakan tak berlaku, sehingga menjadikan maknanya keliru.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Contoh klasik dan yang paling sering ditemukan adalah pemakaian kata <em>lara </em>(sakit) dan <em>loro</em> (dua). Huruf <strong>a</strong> pada kata <em>lara</em> (sakit) dibaca seperti kita melafalkan <strong>o </strong>pada kata Soekarn<span style="text-decoration: underline;">o</span><strong>.</strong> Sedang <strong>o</strong> pada kata <em>loro</em> dibaca kita melafalkan kata <em>folio</em>.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Karena itu, saya risih kalau orang yang menceritakan matanya yang sakit, melalui pesan pendek dia menulis: <em>matané loro</em>. Semua tahu, kecuali cacat, mata itu selalu dua. Maka, seharusnya menuliskannya dengan kalimat <em>matané lara</em>.</span></p>
<p><span style="color: #800000;"><em>Angel tenan, Basa Jawa iku&#8230;&#8230; Ribet, dah!</em></span></p>
<p><span style="color: #800000;">Padahal, kita belum sampai pada urusan pemilihan kata untuk bisa tertib dalam tatakrama Jawa yang mengenal hirarki. Kita tahu, banyak orang sering salah paham, sehingga berbahasa Jawa halus dianggap menghidupkan feodalisme, apalagi bagi mereka yang terbiasa atau (maaf) mabuk dan salah (menurut saya) dalam memahami pola relasional yang serba setara, egalitarian.</span></p>
<p><span style="color: #800000;">Insya Allah, saya ingin menulisnya dan berbagi di sini, sekaligus berdiskusi. Katakanlah, untuk <em>ngisi</em> baterai&#8230;..</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #800000;"><span style="color: #ff00ff;"><strong>Catatan:</strong> <em>Tulisan ini pernah dipublikasikan di <a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=59834863986">Facebook saya</a>, Rabu, 25 Maret 25, 2009 pukul 12:02 wib.</em></span><br />
</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2007/03/15/koran-baru-berbahasa-jawa-pula/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Koran Baru, Berbahasa Jawa Pula'>Koran Baru, Berbahasa Jawa Pula</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/09/17/jawa-atau-java/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jawa atau Java?'>Jawa atau Java?</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2006/08/08/opera-jawa-garin/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Opera Jawa Garin'>Opera Jawa Garin</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/mengapa-berbahasa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asalé Tembung LONTHÉ</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/asale-tembung-lonthe/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/asale-tembung-lonthe/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 20:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita saka Sala]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[bajingan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[lonthe]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[Aja klèru ing pandakwa, irah-irahan tulisanku iki ora ana gegayutané karo pisuhan. Nanging, aku mung pingin crita, yèn udakara nem wulan kepungkur, aku ngobrol karo kanca, sarjana Sastra Jawa. Dhèwèké kandha, yèn wektu semana durung nemokaké saka ngendi mula bukané tembung ‘lonthé’ iku. Kanca-kancané kanca sarjana mau, saben ditakoni malah padha éndha. “Wis ora usah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/14/asale-tembung-lonthe-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asalé Tembung LONTHÉ (2)'>Asalé Tembung LONTHÉ (2)</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/11/19/srinthil-dudu-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srinthil Dudu Lonthé'>Srinthil Dudu Lonthé</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/24/anyel-marang-pulisi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anyel Marang Pulisi'>Anyel Marang Pulisi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #993300;">Aja klèru ing pandakwa, irah-irahan tulisanku iki ora ana gegayutané karo pisuhan. Nanging, aku mung pingin crita, yèn udakara nem wulan kepungkur, aku ngobrol karo kanca, sarjana Sastra Jawa. Dhèwèké kandha, yèn wektu semana durung nemokaké saka ngendi mula bukané tembung ‘lonthé’ iku.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Kanca-kancané kanca sarjana mau, saben ditakoni malah padha éndha. “Wis ora usah caturan bab kuwi. Anggep waé iku pancèn tembung kang tegesé ngenani panggautan séwan awak,” mangkono jawabé.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Kancaku ora trima. Dhèwèké pingin nerusaké rembugan, babagan asal-usulé tembung iku mau. Gandhèng kancané ngèyèl lan éndha waé, dhèwèké banjur ngucap, “Yèn ora ngerti ya ora usah éndha!”</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Aku bisa mangertèni lan mbeneraké omongané kancaku dhéwé. Sanajan mung iseng tinimbang nganggur, nggolèki asalé tembung mau bisa kanggo ‘senam polo’ alias olah raga otak, bèn ora énggal zoak! Ora ana salahé mèlu mikiraké, asal-usulé tembung mau.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Lonthé. Ya, lonthé pancèn tembung anèh. Padha déné anèhé tembung liyané, kayata bajingan. Nèng Sala, tembung bajingan lumrahé kanggo pisuhan. Embuh iku misuhi wong liya amarga digawé gela, utawa kanggo ngluari sumpegé ati lan sapanunggalané. Sanajan mangkono, kabèh wis padha ngerti (malah naté nglakoni?), yèn tembung lonthé uga kerep kanggo pisuhan.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Nanging, miturut kancaku kang Sarjana Sastra Jawa mau, KUAT DUGAAN, tembung lonthé kapundhut saka salah sawijiné aran anak kéwan. Kaya déne gudèl iku aran anak kebo, utawa kuthuk kanggo ngarani anak pitik, lsp. Sopo sing dadi ‘biyungé’ LONTHÉ, aku lan kancaku isih terus nggolèki nganti sepréné.</span></p>
<p><span style="color: #993300;">Kancaku yakin (mbolokin!), simboké lonthé iku mesthi jenisé wédok (betina) lan poliandri (lanangané akèh). Ayo, sapa sing pirsa, sapa sejatiné biyungé lonthé?</span></p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Cathetan:</span></strong> <span style="color: #ff0000;">tulisan ing dhuwur wis ana owah-owahané, kanggo mbedakaké wektu daktulis jaman semana ing Facebook, 13 Mèi kepungkur lan ana kéné.</span></p>
<p>Jawabané bisa disimak ana <a href="http://blontankpoer.com/asale-tembung-lonthe-2/">Asalé Tembung LONTHÉ (2)</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/14/asale-tembung-lonthe-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asalé Tembung LONTHÉ (2)'>Asalé Tembung LONTHÉ (2)</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2011/11/19/srinthil-dudu-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srinthil Dudu Lonthé'>Srinthil Dudu Lonthé</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/24/anyel-marang-pulisi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anyel Marang Pulisi'>Anyel Marang Pulisi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2009/09/13/asale-tembung-lonthe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suparto Brata: Blogger Sepuh Crita Nyembrèt Kutang</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2009/06/22/suparto-brata-blogger-sepuh-crita-nyembret-kutang/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2009/06/22/suparto-brata-blogger-sepuh-crita-nyembret-kutang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 10:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sapa Kiyi]]></category>
		<category><![CDATA[Harsoyo]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Arjo]]></category>
		<category><![CDATA[Soedjatmoko]]></category>
		<category><![CDATA[Suliyanto DS]]></category>
		<category><![CDATA[Suparto Brata]]></category>
		<category><![CDATA[Wong Jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://caturanoragawe.dagdigdug.com/2009/06/22/suparto-brata-blogger-sepuh-crita-nyembret-kutang/</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh dina kepungkur, aku olèh kanugrahan saka Pangèran Ta’ala. Nyowani Pak Harsoyo alias Pak Arjo jalaran wis suwé ora ketemu, rasané aku kaya njegur ana sajroning Umbul Mantèn ing Janti, Polanharjo. Banyuné bening, tansah anyep lan seger kanggo ciblon. Ndilalah kersaning Allah, mungkasi jagongan wong loro iku, Pak Arjo nuduhaké buku ngenani Jawa lan basa [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/05/01/crita-babagan-babu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Crita Babagan Babu'>Crita Babagan Babu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/02/04/nemu-sulak-neng-internet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nemu Sulak Nèng Internèt'>Nemu Sulak Nèng Internèt</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/18/nyuwun-ngapura-ya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..'>Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Sepuluh dina kepungkur, aku olèh kanugrahan saka Pangèran Ta’ala. Nyowani Pak Harsoyo alias Pak Arjo jalaran wis suwé ora ketemu, rasané aku kaya njegur ana sajroning Umbul Mantèn ing Janti, Polanharjo. Banyuné bening, tansah anyep lan seger kanggo ciblon. Ndilalah kersaning Allah, mungkasi jagongan wong loro iku, Pak Arjo nuduhaké buku ngenani Jawa lan basa Jawa, sing pirang-pirang cacahé. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 260px;">
<dt><img class="size-full wp-image-67 " src="http://caturanoragawe.dagdigdug.com/files/2009/06/supartibrata_6197.jpg" alt="Pak Suparto Brata" width="250" height="343" /></dt>
<dd>Pak Suparto Brata</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #000080">Gandhèng lagi kemecer ajar basa Jawa, aku nyilih siji. <em>Dom Sumurup Ing Banyu </em>(DSIB)<em>, </em>novel anggitané Pak Suparto Brata dakgawa mulih, perluné arep dakwaca kanggo nyocokaké, mbokmenawa tulisan-tulisanku isih akèh sing klèru. Saliyané iku, aku butuh golèk panutan supaya tulisan-tulisanku bisa mundhak apik lan tembungé karoncé kanthi becik lan trep. Asmané Pak Parto wis suwé dakrungu, nanging durung ngerti kaya apa kara-karyané.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Mula, <em>Dom Sumurup Ing Banyu</em> banjur bisa sinebut dadi novel basa Jawa sing sepisanan dakwaca. Yèn crita cekak utawa tulisan-tulisan <em>popilèr </em>nganggo basa Jawa, aku wis tau kenal saka majalah <em>Jaya Baya, Panyebar Semangat</em> utawa rubrik basa Jawa ana koran-koran. Nanging, iku wis biyèn mula wektu aku isih SMP, rikala pamanku sing ngasta guru SD isih sugeng.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Lagi mbukak pirang-pirang kebèt, aku wis ngrasakaké ceblok dhemen marang tulisané Pak Parto. Juanggkrik! Dhahsyat tenan! Aluré dramatiké kepénak, lan ana pérangan-pérangan sing meksa aku kudu ngguyu ngakak. Kaya déné nonton filem James Bond, ana DSIB aku nemoni adegan wong lanang nyembrèt kutang, banjur tangané ngraman lakang, alesané sandhangan jerohan kang bahané saka nilon iku ora pantes diagem déning putri <em>rekiblik</em>. Mèmper-mèmper nggunakaké sèntimèn antinéolib yèn nganggo tembung cara saiki.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Kamangka, olèhé nyembrèt kutang lan grayangan menyang lakang kuwi mau mung kanggo perlu sing mligi lan sawiji, nuntasaké brahi! (Yèn kemecer pingin maca, mangga golèk dhéwé bukuné).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Saka Pak Arjo sing sejatiné jagoan sastra Jawa, aku ora mung ditepungaké Pak Parto lumantar bukuné. Ndilalah, dina Ngad utawa Akad, 14 Juni, Pak Parto dirawuhaké ing Sala déning Galeri Soedjatmoko dadi salah sawijiné pujangga Jawa kontemporèr ana <em>diskusi</em> babagan budaya Jawa kang jejuluk <em>Wong Jawa Ilang Jawané</em>.<span id="more-72"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify">
<dl class="wp-caption alignright" style="width: 260px;">
<dt><img class="size-full wp-image-68 " src="http://caturanoragawe.dagdigdug.com/files/2009/06/domsumurupingbanyu.jpg" alt="Novel Dom Sumurup Ing Banyu" width="250" height="372" /></dt>
<dd>Novel Dom Sumurup Ing Banyu</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #000080">Ésuk ketemu ana papan diskusi, benginé aku nemoni Pak Parto ana dalemé Pak Lis utawa Suliyanto DS, seniman kang naté nggedhèkaké paguyuban sandiwara basa Jawa sing wis kondhang kawentar ing nuswantara, yaiku Téater Gapit. Critané akèh, manékawarna. Aku ngangsu sakèh-akèhé, mumpung ketemu <em>suhu</em>, nyecep ilmuné guru. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Sing tansah dakéling-éling, Pak Parto ngendikakaké perluné maca lan nulis. Tekun maca tundhané olèh kepinteran, déné baud nulis bakalé bisa nglestarèkaké lan nularaké crita lan ilmu kanggo sapa waé, ora mung ing wektu saiki nanging tekan tembé, embuh kapané. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Awit bocah jaman urip ing Sragèn, mangkono ngendikané Pak Parto, wis dhemen maca buku. Pindhah Surabaya semono uga, kepénginané malah sansaya werna-werna lan kepinterané cepet ngrembaka. Buku-buku wacan basa Inggris lan Walanda, kabèh diwaca. Sekèh buku, ora mbédak-mbédakaké sanajan miturut ngendikané luwih seneng crita detektip. Sepisanan, buku-bukuné Agatha Christie terbitan <em>Penguin</em> sing akèh dilalap. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Saking senengé maca lan nulis, saka sakjam ngendikané wektu sapejagong karo aku lan kancaku, bengi iku, aku rumangsa wis éntuk ilmu akèh banget. Meneng-meneng, nyimak saka kabèh critané malah isin dhéwé. Sing dakwaca durung apa-apa, sing dakngerteni ora ana sakuku irengé. Puokoké, wuisin pol! Coba, priyayi wis yuswa 77 taun kok isih kersa maos <em>Laskar Pelangi</em>-ne Andrea Hirata barang, iku ora klebu ‘kurang gawéyan’? Andhap asor tenan, Pak Parto iku.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 260px;">
<dt><img class="size-full wp-image-69 " src="http://caturanoragawe.dagdigdug.com/files/2009/06/kunarpatanbisakandha.jpg" alt="Novel Kunarpa Tan Bisa Kandha" width="250" height="362" /></dt>
<dd>Novel Kunarpa Tan Bisa Kandha</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #000080">Sadurungé pamit mulih, aku disangoni ilmu awujud buku, uga crita detèktip, kang judhulé <em>Kunarpa Tan Bisa Kandha</em>. Timbang isin ngaku cubluk nanging tambah bodho, tur ora ana wong akèh, aku banjur wani takon marang Pak Parto: <em>kunarpa niku napa ta, Pak</em>? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Pak Parto banjur njlentrèhaké, yèn sing diarani <em>kunarpa </em>iku ora liya ya jisin, jasad utawa mayit, racaké kanggo nyebut korban rajapati. Kira-kira, kaya mayit sing ditliti para dokter forènsik jalaran sédané ninggal teka-teki.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Oh, iya, siji manèh sing perlu dakcritakaké ana kéné. Sanajan wis sepuh, Pak Parto isih rajin korespondhènsi lumantar émail. Tepungané akèh, ana negara ngendi waé ana. Aku seneng, aku bungah. Apa manèh, Pak Parto iku duwé kesenengan kaya aku, yaiku nge-blog. Nganyari <em>posting</em> diayahi dhéwé, njawab émail uga trengginas. Dikirimi SMS waé uga cepet anggoné mangsuli. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Jiaaaannnn, Pak Parto iku pancèn pantes dadi idhola, kanggo panutan sapa waé. Blog-é lumayan aktip yaiku <a href="http://supartobrata.com/">http://supartobrata.com/</a> lan <a href="http://supartobrata.blogspot.com/">http://supartobrata.blogspot.com/</a>. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Anané aku nulis ana kéné, jalaran Pak Parto nitipaké weling marang aku, kan ditulis ana buku sing diparingaké marang aku: <em>Mas Blonthang</em> (nganggo <strong>th </strong>lan <strong>g</strong>)<em>, yèn èlèk critakna marang aku, yèn apik critakna marang wong liya</em>. (sajaké, Pak Parto kerep mlebu rumah makan Padang)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN">Pak Parta, kula sampun netepi dhawuh panjenengan. Nyuwun pangestu, kula badhé ngangsu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Nuwun.<em> </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span style="color: #000080"><span lang="IN"> </span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/05/01/crita-babagan-babu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Crita Babagan Babu'>Crita Babagan Babu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/02/04/nemu-sulak-neng-internet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nemu Sulak Nèng Internèt'>Nemu Sulak Nèng Internèt</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/09/18/nyuwun-ngapura-ya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..'>Nyuwun Ngapura, Ya&#8230;..</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2009/06/22/suparto-brata-blogger-sepuh-crita-nyembret-kutang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>