Posts Tagged ‘ Klaten ’



Reformasi di Jalan Raya

May 18th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Jika Anda pengguna jalan raya Yogya-Solo, saya pastikan Anda termasuk orang yang kesal di jalur Gondang, Klaten-Kartosuro. Jalan rusak tak karuan akibat tak kuasa menanggung beban truk-truk pengangkut pasir sarat muatan. Perjalanan menjadi tak lancar, selain truk berjalan bagai siput, juga karena parahnya kondisi jalan. Benar kata Kang Teten Masduki dari Indonesian Corruption Watch (ICW) [...]



Diskon untuk TNI/Polri

Apr 14th, 2011 | By | Category: Asal Usil

Saya tak paham mengenai alasan pemberian hak istimewa kepada anggota TNI/Polri. Jika berpijak pada peran sejarah, seorang veteran mestinya lebih berhak atas sejumlah priivilese dari negara. Beliau-beliau adalah pelaku sejarah berdirinya Republik Indonesia. Di luar mereka, termasuk TNI, Polri dan pegawai negeri sipil ‘hanyalah’ orang yang mengisi dan melestarikan hasil perjuangan para veteran. Jangankan diskon [...]



Teka-teki Polisi

Aug 12th, 2010 | By | Category: Asal Usil

Kalau di banyak Markas Koramil kita jumpai tulisan NKRI Harga Mati, walau norak, tapi masih ‘wajar’. Salah satu tugas militer adalah menjaga kedaulatan sebuah negara, baik dari rongrongan asing maupun dalam negeri. Tapi, spanduk berlogo Kepolisian Negara RI ini menyimpan teka-teki: Netralitas Polri Harga Mati. Netral dalam hal apa, netral terhadap siapa? Mungkinkah itu bagian [...]



Cerita Gempa Klaten

May 27th, 2010 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Sekitar pukul 5 pagi, empat tahun silam, saya masih bermalas-malasan di ranjang. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi baru dinyatakan menurun beberapa hari sebelumnya, seolah memberi waktu istirahat fisik saya yang kelelahan. Hampir 40 hari, tak malam atau siang, selalu naik-turun mengitari lereng Merapi. Bunyi gemerincing gelas di dapur disusul guncangan keras. Saya menggeret istri ke luar [...]



Bédané Kliwonan lan Pasar Kliwon

May 30th, 2009 | By | Category: Gayeng Kiyi

Tumrapé wong gaul utawa blatèr, krungu tembung ’crita pasaran’ mesthi banjur ngira, yèn sing dakkarepaké saka judul utawa irah-irahan ing ndhuwur ora liya kajaba crita sing wis lumrah. Tembung pasaran dikira kaya yèn awaké dhéwé ngarani barang utawa babagan apa waé sing wis ngembyah, kaya déné sing dikarepaké ana ukara Melayu utawa Basa Éndonésa. Kamangka, [...]