Posts Tagged ‘ korupsi ’



Kian Korup Kian Banyak Aturan

Jan 12th, 2012 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Dagangan

Ini adalah desain kaos yang hendak saya produksi. Warnanya krem, berbahan katun, tidak tipis tapi tak terlalu tebal. Sedang-sedang saja. Saya hendak menjual dengan harga rata-rata, Rp 90 ribu sebuah, sudah termasuk ongkos kirim Pulau Jawa dan Bali, dengan menggunakan jasa kurir. Pilihan warna lain dimungkinkan, dengan jenis bahan yang sama. Dengan catatan: jika stok [...]



Sri kang Mulyani

Aug 5th, 2011 | By | Category: Celathu Basa Jawa

Tumrapé wong karang padhésan, Sri iku mratélakaké anané pangarep-arep. Pari bisa subur lan mentes woh-wohané nalika Dèwi Sri isih gelem nyanak para kadang tani. Panèn apik, asilé bisa kanggo mulyakaké uripé wong sakulawarga, brayat lan tangga teparo. Sawah lan pari mujudaké paseduluran kang guyub. Wanci tandur, nalika sawah butuh ilèn-ilèn banyu, kabèh tani padha andum [...]



Himbauan Pak Bina

Jul 23rd, 2011 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Saya bingung ketika menyaksikan tayangan berita televisi pada Jumat (22/7) sore itu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau agar Nazaruddin agar segera kembali ke Indonesia. Dalam kapasitas pribadi yang menjabat Ketua Dewan  Pembina Partai Demokrat, tak elok ia menggelar pernyataan pers dari Istana Negara. Tidak empan papan, kata orang Jawa. Tapi jika itu dilakukan dalam kapasitasnya [...]



Nama Baik di Surga

Jul 19th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Benarlah ramalan Koes Plus: di Indonesia, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Maka, wajar jika orang bilang tanah kita, tanah surga. Thukul kang sarwa tinandur, apa yang dibenamkan di tanah Nusantara akan tumbuh. Tak terkecuali, menanam keburukan pun berbuah kemenangan. Tengoklah kasus Prita Mulyasari jika belum percaya. Kemenangannya secara perdata di Tangerang, tak serta-merta ia [...]



Malu

Jan 10th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Malu bukan sekadar rasa. Ia adalah sikap. Dan karena malu adalah sikap, seturut dengan perkembangan jaman, ia pun mengalami pasang surut. Pada level publik, mungkin malu masih merakyat, bersemayam dan tumbuh jauh di dalam dada rakyat. Tapi tidak pada tataran politisi. Pejabat publik dan petinggi negeri? Setali tiga uang, yang ada sekarang kebanyakan politisi yang [...]