<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; media</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.my.id/tag/media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.my.id</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 16:01:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Ngruki dan Industri Pers</title>
		<link>http://blontankpoer.my.id/2009/07/28/ngruki-dan-industri-pers/</link>
		<comments>http://blontankpoer.my.id/2009/07/28/ngruki-dan-industri-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Ba'asyir]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[Ngruki]]></category>
		<category><![CDATA[pers]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyuddin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pesan singkat masuk ke nomor saya. Sebulan ke depan tidak melayani mass media, biar proses berjalan proporsional. Singkat, tapi penuh arti. Pengirimnya adalah Ustad Wahyuddin, Direktur Pondok Al Mukmin atau lebih populer dengan sebutan Pondok Ngruki. Saya paham, pesan tersebut dipicu oleh kegerahan dia sebagai pengelola sebuah institusi pendidikan atas lalu-lalang puluhan jurnalis, yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/07/17/marriot-ji-dan-ngruki/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Marriot, JI dan Ngruki'>Marriot, JI dan Ngruki</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/07/23/ngruki-baasyir-dan-sikap-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media'>Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/07/01/pers-dan-polisi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pers dan Polisi'>Pers dan Polisi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #333300;">Sebuah pesan singkat masuk ke nomor saya. <span style="color: #003366;"><em>Sebulan ke depan tidak melayani mass media, biar proses berjalan proporsional</em></span>. Singkat, tapi penuh arti. Pengirimnya adalah Ustad Wahyuddin, Direktur Pondok Al Mukmin atau lebih populer dengan sebutan Pondok Ngruki.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Saya paham, pesan tersebut dipicu oleh kegerahan dia sebagai pengelola sebuah institusi pendidikan atas lalu-lalang puluhan jurnalis, yang nyaris selalu datang tiap hari. Kedatangan jurnalis ke kantor atau kediaman Ustad Ba’asyir dan Ustad Wahyuddin yang terletak di dalam kompleks pondok, tentu saja menimbulkan kekuatiran tersendiri. Konsentrasi belajar-mengajar bisa terganggu oleh kelebat orang-orang asing yang lewat.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Salahkah Ustad Wahyuddin bersikap demikian? Bagi saya, wajar dan sah-sah saja kalau institusinya membatasi kehadiran media, sepanjang tidak membatasi akses informasi. Kendati demikian, saya juga bisa mengerti seandainya pengelola media memilih mengunci mulut terhadap media. Sama sah dan wajarnya ketika Anda tidak sependapat atau bahkan berseberangan dengan sudut pandang saya.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Sekali lagi, tidak fair kalau tanpa petunjuk kuat, tiba-tiba seorang jurnalis mendatangi Ngruki setiap ada peristiwa anarkis seperti bom JW Marriot dan Ritz Carlton beberapa pekan silam. Demi beragam alasan (termasuk sensasi),  beberapa jurnalis lalu latah. Setiap ada bom, lalu menghubung-hubungkan dengan JI, lalu berujung di Ngruki.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Ada yang dengan yakin datang ke sana bermodal anggapan bahwa ‘orang (eks-) Ngruki pasti keras’, ada pula yang iseng-iseng berhadiah. Apapun pernyataan pengasuh pondok, layak dipublikasikan, tanpa mempertimbangkan relevansinya.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Apalagi, hal itu didukung dengan pernyataan (yang selalu berulang karena konsisten dengan keyakinannya) Abu Bakar Ba’asyir, bahwa dia tak setuju ada pemboman di Indonesia karena menurut dia Indonesia berada dalam klasifikasi <span style="text-decoration: underline;">negara damai</span>. Ba’asyir juga kerap mengungkapkan sikapnya, bahwa ia tak bisa menilai seseorang dari tindakannya, namun berdasarkan niatnya.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Sulit membuat kesimpulan yang obyektif atas pernyataan-pernyataannya. Ba’asyir, juga orang-orang yang sepaham dengannya, mengesahkan tindakan keras kalau niat seseorang itu memang untuk berjihad. Betapapun ia mengaku tak setuju ada bom di Indonesia (karena wilayah damai), namun ia tak bisa menyalahkan Noordin M Top bila itu dilakukan semata-mata demi perjuangan penegakan syariah Islam dan melawan musuh-musuh Islam.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Di sini, saya tak hendak berpolemik soal prinsip Ba’asyir dan kawan-kawan. Saya hanya kuatir saja, bila gejala kelatahan itu kianmerajalela dan menjangkiti para jurnalis, sehingga daya kritis terkikis. Meski, saya paham pula, bagaimana seorang koresponden, stringer atau apapun namanya, merasa harus menjalankan tugas demi kepentingan industri dimana dia bekerja.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Saya kira, ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan sebelum membuat keputusan menjadikan seseorang sebagai narasumber sebuah produksi pemberitaan. Terlepas dari perbedaan saya dengan keluarga besar Ngruki atas pemahaman pada Qur’an, hadits dan praktek ibadah sosialnya, saya merasa sangat mengerti posisi sulit yang dihadapi pengelola Pondok Ngruki.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Berinisiatif menggelar jumpa pers di luar pondok juga bisa berakibat kurang baik, sebab seseorang bisa saja menganggap tindakan itu sama saja dengan membenarkan asumsinya. Namun sebaliknya, dengan memilih diam atau menutup akses kepada media juga bisa menerbitkan prasangka baru yang lebih merepotkan nantinya.</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Dilematis memang. Sementara pengasuh Ngruki pingin kegiatan belajar-mengajar tetap tenang dan lancar, sebaliknya industri media berkepentingan terhadap kenaikan tiras, rating dan sebagainya. Muaranya adalah uang!</span></p>
<p><span style="color: #333300;">Bagaimana menurut Anda? Mari berdiskusi secara sehat, tenang dan berimbang&#8230;&#8230;.</span></p>
<p><span style="color: #333300;"><span style="color: #000000;"><em>Silakan baca</em> posting <em>sebelumnya</em></span>: <a href="http://blontankpoer.com/ngruki-baasyir-dan-sikap-media/">Ngruki, Ba’asyir dan Sikap Media</a></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #003300;">Baca pula <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2009/08/05/kol,20090805-95,id.html">Tiga Dosa Media dalam Liputan Bom</a> sebagai referensi Anda.</span></span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/07/17/marriot-ji-dan-ngruki/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Marriot, JI dan Ngruki'>Marriot, JI dan Ngruki</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2009/07/23/ngruki-baasyir-dan-sikap-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media'>Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.my.id/2010/07/01/pers-dan-polisi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pers dan Polisi'>Pers dan Polisi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.my.id/2009/07/28/ngruki-dan-industri-pers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>