Posts Tagged ‘ Pesta Blogger ’



2012: Kebangkitan Lokalitas

Dec 22nd, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Setelah beberapa hari ingin menuliskan catatan namun tak kunjung kesampaian, hari ini saya mendapat pemicunya, yakni prediksi Donny Verdian mengenai media sosial Indonesia pada 2012. Menurut saya, walau blogging terasa kian mengering, namun secara kwantitatif, konten tetap akan tumbuh. Namun, semua akan bermuara ke ‘daerah’. Saya meyakini itu sejak dulu. Mau pakai alat analisis psikososial, [...]



Perang-perangan Event

Oct 16th, 2011 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Ada kabar event Pesta Blogger yang dulu ‘prestisius’ diundur, dari semula akhir Oktober menjadi Desember. Saya sebut prestisius di masa lalu, sebab kini cuma jadi bagian. Blogger diperlakukan sebagai ‘a part of’ pengguna sosial media yang beragam. Adakah kaitan pengaruh dari gelaran kopdar akbar Blogger Nusantara di Sidoarjo, 28-30 Oktober? Saya ingin menjawab pertanyaan di [...]



Blogging yang Mengering

Aug 6th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Artikel Kang Nukman mengingatkan kegelisahan saya akan prasangka terhadap banyak blogger yang kian jauh dari aktivitas blogging. Twitter saya anggap sebagai faktor ‘pengganggu’ utama gairah blogging. Meski cuma dibatasi 140 karakter, tapi Twitter lebih menggiurkan, apalagi sejak ramai twit berbayar. Saya tak menolak keberadaan twit komersil, walau sampai sekarang saya masih berjanji pada diri sendiri, [...]



Berisik Tahunan

Oct 18th, 2010 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Inilah penyakit tahunan: berisik menyuarakan hal, yang bagi sebagian orang, tak ada gunanya. Biar. Saya telanjur menikmati peran abnormal ini, ketika sebagian yang lainnya memilih memberi dukungan secara diam-diam. Perhelatan tahunan para blogger selalu menggoda saya untuk menyanyikan tembang sumbang, supaya kian banyak orang ikut mewarnai proses perubahan. Perubahan? Ya! Bangsa ini tak akan pernah [...]



Bukan Soal Pestanya

Aug 4th, 2010 | By | Category: Asal Usil

Secara makna, kata pesta itu netral. Tak mengenal kasta, karena itu tiada unsur diskriminasi di dalamnya. Dulu, bangsa Eropa yang kumpul-kumpul dengan kudapan dan minum-minum di Lojiwetan, Solo, disebut sedang berpesta. Tapi, petani pun memiliki forum yang disebut pesta, semisal saat mantu yang biasa digelar usai panen raya. Di kalangan keturunan Eropa, pesta dimeriahkan dengan [...]