Posts Tagged ‘ Pesta Blogger ’



Bukan Soal Pestanya

Aug 4th, 2010 | By Blontank Poer | Category: Asal Usil

Secara makna, kata pesta itu netral. Tak mengenal kasta, karena itu tiada unsur diskriminasi di dalamnya. Dulu, bangsa Eropa yang kumpul-kumpul dengan kudapan dan minum-minum di Lojiwetan, Solo, disebut sedang berpesta. Tapi, petani pun memiliki forum yang disebut pesta, semisal saat mantu yang biasa digelar usai panen raya.
Di kalangan keturunan Eropa, pesta dimeriahkan dengan dansa. [...]



Berharap pada Pesta (1)

Apr 8th, 2010 | By Blontank Poer | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer

Pancingan Kang Iman Brotoseno tentang calon manusia kursi Pesta Blogger 2010 lewat Twitter memperoleh tanggapan ramai, kemarin lusa. Malah, ada satu teman ‘mengacau’ dengan menyodorkan saya sebagai salah satu kandidat. Hingga pesta kemarin, saya masih kurang sejalan. Meski begitu, saya mengapresiasi dan salut pada usaha teman-teman.
Pesta Blogger, menurut saya, merupakan peristiwa penting dan menarik. Seribuan [...]



USA Butuh Blogger Indonesia

Oct 24th, 2009 | By Blontank Poer | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Peristiwa, Politik, Sorot, Teras

“Kedubes AS bangga mendukung dan mensponsori Pesta Blogger untuk kedua kalinya. Kebebasan berpendapat adalah bagian yang tak terpisahkan dalam sistem demokrasi yang berkesinambungan,” ujar Cameron R. Hume, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia seperti dilansir detikcom.
Blogger harus bangga? Silakan, suka-suka Anda saja.
Ada sedikit catatan dari saya, semoga pantas menjadi wacana bagi kita, bloggerwan-bloggerwati se-Nusantara. [...]



Jangan Nyopet, Ya…

Oct 16th, 2009 | By Blontank Poer | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Peristiwa, Sorot, Teras

Kedua tangan kanan kami masih berjabatan ketika NdoroKangkung membisikkan kalimat pendek nan bijak kepadaku, “Aja nyopèt, ya….” Aku menggeleng, berusaha tangkas menukas, “Sepi jé, Ndor..!” Dia tertawa, aku pun sama. Lalu, aku dan Dony berlalu, meninggalkan keriuhan Pesta Blogger di bekas kampus ASRI Yogyakarta lalu pulang ke Solo.
Kasar lantaran menuduhku sebagai copet? Jelas bukan! Justru [...]