<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Prambanan</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/prambanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Jangan Nyopet, Ya…</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/16/jangan-nyopet-ya/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/10/16/jangan-nyopet-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 21:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[ASRI]]></category>
		<category><![CDATA[dabyud]]></category>
		<category><![CDATA[Ndorokakung]]></category>
		<category><![CDATA[Parangtritis]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Prambanan]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[Kedua tangan kanan kami masih berjabatan ketika NdoroKangkung membisikkan kalimat pendek nan bijak kepadaku, “Aja nyopèt, ya….” Aku menggeleng, berusaha tangkas menukas, “Sepi jé, Ndor..!” Dia tertawa, aku pun sama. Lalu, aku dan Dony berlalu, meninggalkan keriuhan Pesta Blogger di bekas kampus ASRI Yogyakarta lalu pulang ke Solo. Kasar lantaran menuduhku sebagai copet? Jelas bukan! [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/17/jangan-bilang-kami-monyet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Bilang Kami Monyet!'>Jangan Bilang Kami Monyet!</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/02/nisan-jangan-jadi-beban/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nisan Jangan Jadi Beban'>Nisan Jangan Jadi Beban</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/06/03/jangan-mau-kaos-usil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Mau Kaos Usil'>Jangan Mau Kaos Usil</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kedua tangan kanan kami masih berjabatan ketika <a href="http://ndorokakung.com/">NdoroKangkung</a> membisikkan kalimat pendek nan bijak kepadaku, “<em>Aja nyopèt, ya….</em>” Aku menggeleng, berusaha tangkas menukas, “Sepi <em>jé</em>, Ndor..!” Dia tertawa, aku pun sama. Lalu, aku dan <a href="http://putradaerah.wordpress.com/">Dony</a> berlalu, meninggalkan keriuhan Pesta Blogger di bekas kampus ASRI Yogyakarta lalu pulang ke Solo.</p>
<div id="attachment_882" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-882" title="kedubes_amrik_2140" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/kedubes_amrik_2140.jpg" alt="Wakil dari Kedubes Amerika Serikat berpidato usai menyerahkan bantuan buku secara simbolis kepada Komunitas Cahandong" width="600" height="348" /><p class="wp-caption-text">Wakil dari Kedubes Amerika Serikat berpidato usai menyerahkan bantuan buku secara simbolis kepada Komunitas Cahandong</p></div>
<p>Kasar lantaran menuduhku sebagai copet? Jelas bukan! Justru kalimat-kalimat demikian yang bisa menjadi bukti sebuah kedekatan, penanda keakraban. Dalam konteks hubungan antara aku dan NdoroKangkung, seperti kutulis di sini, bolehlah Anda menyebutnya sebagai ikhtiar seorang <em>newbie</em> dalam mendongkrak peringkat, <em>nebeng</em> popularitas seleb-blog. *<em>nglirik Ndoro, teman sekolah KRMT Roy Suryo</em>*</p>
<p>Kenapa aku menjawabnya dengan kata <em>sepi</em>? Sebab aku tahu, pukul 22-an merupakan jam tanggung. Bus-bus yang melayani trayek Yogya-Solo hampir pasti tak ramai, karena itu tak tepat untuk aktivitas memaksa barang –bisa berupa dompet atau barang berharga lainnya, bermigrasi dari saku atau tas pemilik sah ke penjarah, ya si copet.</p>
<p>Walau masyarakat sepanjang jalur Yogya-Solo masih memercayai malam Jumat sebagai malam keramat, namun jam <em>segitu</em> memang bukan waktu yang tepat untuk pulang bagi orang-orang yang gemar tirakat. Para peziarah dan penggemar tirakat di makam Imogiri, Parangtritis, makam Sunan Tembayat serta Ki Ageng Ranggawarsita biasanya pada pulang pagi-pagi. <em>So</em>, bis-bis yang lewat pada jam-jam itu dianggap kurang seksi, tidak menawarkan potensi. <span style="color: #003300;">(<em>Cerita hubungan populasi copet dengan perilaku klenikpada masyarakat Jawa bisa dibaca pada tulisan </em><a href="http://blontankpoer.com/waspada-marang-copet/">Waspada Marang Cop</a></span><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> &lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]><br />
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p> <![endif]--><a href="http://blontankpoer.com/waspada-marang-copet/"><span style="color: #003300;"><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">è</span></span></a><span style="color: #003300;"><a href="http://blontankpoer.com/waspada-marang-copet/">t</a>)<em> </em></span></p>
<p>Justru tempat pesta, ya kampus ASRI itulah yang menurutku keramat, sebab telah melahirkan banyak pelukis hebat, bahkan tak sedikit yang populer seantero jagat. Dan, sejak akademi seni rupa itu diintegrasikan menjadi satu dalam wadah baru bernama Fakultas Senirupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menurutku, tak banyak mencetak perupa-perupa dengan kaliber setara pada masa-masa sebelumnya.</p>
<p>Di kampus Gampingan, itulah lahir banyak tokoh perupa yang turut memengaruhi perjalanan sejarah senirupa Indonesia, sehingga menjadi poros penting dengan munculnya <a href="http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/2007/11/02/manifesto-gerakan-seni-rupa-baru-1987/">Gerakan Seni Rupa Baru (GSRB)</a> pada 1975.</p>
<p>Lalu, apa hubungan antara aku dengan NdoroKangkung, perupa dan pencopet? Entahlah. Aku tak sedang atau bahkan hendak menguraikan hubungan-hubungan semacam itu.</p>
<div id="attachment_883" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-883" title="gambyong_2055" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/gambyong_2055.jpg" alt="Gambyong, tarian untuk menyambut kedatangan tamu atau pengganti ucapan selamat datang" width="250" height="207" /><p class="wp-caption-text">Gambyong, tarian untuk menyambut kedatangan tamu atau pengganti ucapan selamat datang</p></div>
<p>Aku cuma ingin bercerita, bahwa para mahasiswa ASRI jaman itu sangat erat bergaul dengan seniman dari berbagai disiplin yang berbeda. Di Yogya, ada <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/04/02435932/tahun.ke-50.yang.menentukan">Sanggar Bambu</a> yang monumental, juga terdapat Bengkel Teater, selain Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi) juga komunitas Malioboro. Di antara mereka, terdapat seorang seniman berbakat, dengan kemampuan mencopet yang tak tertandingi.</p>
<p>Memang, tak etis menyebut namanya. Dia eksentrik, dan aku masih menyapanya menjelang pergelaran festival tari, sepekan silam. Lelaki lebih dari setengah baya yang masih ceria dan penuh canda, yang beberapa bulan silam masih kudengar cerita dia <em>ngerjain </em>teman-temannya dengan ketrampilannya memindah dompet tanpa si empunya merasa.</p>
<p>Di sana pula, telah dilahirkan seniman-seniman yang bengal namun sukses sejak masa mudanya. Ada cerita bagaimana satu dengan yang lain saling memerdaya: ada yang mengajak pesta minuman keras di Prambanan dengan membawa pula perempuan jalanan sebagai (maaf) ‘kudapan’, sehingga orang yang teperdaya tak bisa ujian pendadaran (skripsi) lantaran bangun kesiangan.</p>
<p>Cerita yang paling banyak kudengar dari sana adalah mahasiswa-mahasiswa yang suka mencari perempuan untuk dijadikan model, sekaligus dijadikan sebagai teman kencan bergiliran. Cerita yang lain (dan sadis) yang pernah kudengar dari salah satu pelakunya, adalah dengan mengerjakan (baca: <em>ngerjain</em>) pelacur-pelacur murahan di pantai Parangtritis dengan mengoleskan balsam di kemaluan mereka.</p>
<p>Atau, cerita kenakalan sebagiannya, yang karena kelucuannya sebagai efek konsumsi <em>dabyud </em>(atau <em>mushroom</em> dalam bahasa prokem Yogya) lantas menyembunyikan pakaian pelacur sehingga telanjang semalaman, dan banyak lagi.</p>
<p>Aneh, memang. Terlalu banyak kudengar cerita-cerita ganjil demikian, namun terlalu banyak juga cerita-cerita sukses para alumninya, lulusan STSRI/ASRI Yogyakarta.</p>
<p>Bila kini bekas kampus itu telah berubah menjadi sebuah museum, apa yang bisa kita dapat dari sana? Entah, aku tak bisa berandai-andai. Datang kelewat malam, aku tak sempat mengintip seperti apa sebenarnya isi dan bentuk museum itu. Yang kutahu dan kurasakan, malam itu terdapat kemeriahan. Para blogger dan pengguna internet yang tergabung dalam berbagai komunitas (dari berbagai kota) sedang kumpul, pesta, bersenang-senang.</p>
<p>Dan, beberapa peristiwa yang terjadi malam itu dan masih terngiang-ngiang di benakku hanyalah masih terasanya kesan artifisial pada keramaian malam itu. Ada pementasan tari-tarian (Jawa, Bali, Aceh dan Nusa Tenggara Timur), musik lesung Jawa, juga pembagian satu bibit pohon mangga untuk sejumlah komunitas <em>online</em>, sebagai bentuk kepedulian kaum <em>netter</em> terhadap lingkungan.</p>
<div id="attachment_884" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img class="size-full wp-image-884" title="tari_bali_2130" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/tari_bali_2130.jpg" alt="Tarinya bergaya Bali, tapi lengannya gedhi-gedhi. hihihi..... (tapi asyik, kok)" width="600" height="345" /><p class="wp-caption-text">Tarinya bergaya Bali, tapi lengannya gedhi-gedhi. hihihi..... (tapi asyik, kok)</p></div>
<p>Apa yang bisa didapat dari seremoni demikian?</p>
<p>Kalau yang kudapat sudah sangat jelas: kenang-kenangan berupa sebuah pulpen, bros atau pin <a href="http://pestablogger.com/">Pesta Blogger</a>, sepincuk nasi brongkos, dan bibit pohon mangga. Saya lupa bertanya, apakah teman-teman <em>netter</em> itu sudah ada yang melakukan gerakan penghijauan yang massif, atau punya komitmen akan mewujudkannya.</p>
<p>Karena aku, yang mewakili Komunitas <a href="http://bengawan.org/">Bengawan</a> disodori surat kontrak yang harus ditandatangani, maka yang bisa aku janjikan adalah akan menanamnya. Dimana dan kapannya, masih perlu dicarikan permufakatan. Termasuk, siapa yang nantinya akan membuat catatan atas perkembangan pohon itu tiap empat bulan sekali, dan melaporkannya ke… (mana ya? <em>kok</em> aku lupa, <em>sih</em>?)</p>
<p>Oh, iya, ada yang hampir lupa. Aku akan ingat terus nasihat NdoroKangkung agar aku menjadi orang baik sepulang dari Yogya. “<em>Aja nyopèt, ya…</em>.”</p>
<p><em>Sendika dhawuh, Ndoro…</em></p>
<p><span style="color: #000080;"><em>Btw</em>, selamat kepada Cahandong, Iman Brotoseno dan seluruh panitia PestaBlogger atas kesuksesan acara di Yogya. Semoga sukses pula yang di Jakarta. Aku harap teman-teman turut mendukung gerakan menuntut revisi UU ITE oleh parlemen baru nanti.</span></p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 798px; width: 1px; height: 1px;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Ngrembakané copèt, dakkira ana gandhèng-cenèngé karo laku tirakat. Wong-wong sing seneng kungkum, semèdi lan sapnunggalané klebu targèt operasiné para copèt.</p>
</div>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/17/jangan-bilang-kami-monyet/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Bilang Kami Monyet!'>Jangan Bilang Kami Monyet!</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/02/nisan-jangan-jadi-beban/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nisan Jangan Jadi Beban'>Nisan Jangan Jadi Beban</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2011/06/03/jangan-mau-kaos-usil/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jangan Mau Kaos Usil'>Jangan Mau Kaos Usil</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/10/16/jangan-nyopet-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

