<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Rendra</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/rendra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mas Willy Telah Pergi&#8230;..</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-willy-telah-pergi/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-willy-telah-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 06:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Surip]]></category>
		<category><![CDATA[Rendra]]></category>
		<category><![CDATA[Roedjito]]></category>
		<category><![CDATA[seniman]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[Suyatna Anirun]]></category>
		<category><![CDATA[Teguh Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Willy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Kopi Wetiga baru saya minum beberapa teguk ketika seorang teman menanyakan kebenaran kabar meninggalnya Mas Willy. Belum sempat menanyakan kabar itu ke keluarga Mas Willy, Happy datang mengabarkan hal itu. Namun, saya baru yakin ketika Mbak Itut, istri penyair Sitok Srengenge menangis terisak ketika menjawab panggilan telepon saya, bahkan ketika sebelum sepatah kata pun terucap. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-rendra-mas-willy/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mas Rendra, Mas Willy'>Mas Rendra, Mas Willy</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/01/06/kenangan-sang-guru-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kenangan Sang Guru (1)'>Kenangan Sang Guru (1)</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/30/kelompok-payung-hitam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kelompok Payung Hitam'>Kelompok Payung Hitam</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_547" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-547" title="willy_8273" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/08/willy_82731-300x153.jpg" alt="Kerabat dan sejumlah seniman mendoakan almarhum WS Rendra di kediaman Clara Sinta" width="300" height="153" /><p class="wp-caption-text">Kerabat dan sejumlah seniman mendoakan almarhum WS Rendra di kediaman Clara Sinta</p></div>
<p>Kopi <a href="http://wetiga.com/">Wetiga</a> baru saya minum beberapa teguk ketika seorang teman menanyakan kebenaran kabar meninggalnya Mas Willy. Belum sempat menanyakan kabar itu ke keluarga Mas Willy, Happy datang mengabarkan hal itu. Namun, saya baru yakin ketika Mbak Itut, istri penyair Sitok Srengenge menangis terisak ketika menjawab panggilan telepon saya, bahkan ketika sebelum sepatah kata pun terucap.</p>
<p>Padahal, baru pada malam sebelumnya, Mbak Itut bercerita panjang lebar tentang kondisi kesehatan Mas Willy, penyair dan tokoh teater modern Indonesia kelahiran Solo, 7 November 1935 itu. Diceritakan, Mas Willy sudah kembali sehat. Sebuah kabar yang menggembirakan setelah sepekan sebelumnya, saya dan teman-teman SonoSeni Ensambel batal berkunjung ke Bengkel Teater.</p>
<p>Mas Willy yang saya kenal suka memberi nasihat, tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman dengan seniman-seniman Solo tanpa pandang bulu, ternyata benar-benar pergi, harus menghadap Illahi. Tiga tahun bolak-balik Solo-Depok, Mas Willy benar-benar telah menjadi sahabat banyak orang, sehingga kepergiannya sungguh mengagetkan.</p>
<p>Jumlah seniman besar Indonesia yang hanya sedikit kian berkurang. Mas Willy menyusul kolega-koleganya sesama seniman dan pemikir kebudayaan yang lebih dahulu berpulang, seperti dua sutradara ternama, Suyatna Anirun dan Teguh Karya serta skenograf Roedjito.</p>
<p>Memang, masih beruntung saya masih bisa menyaksikan wajah Mas Willy yang terbaring dengan balutan kain batik di rumah anaknya, Clara Sinta. Masih bisa pula mengucap bela sungkawa kepada Mbak Ida serta keluarga. Namun, tetap saja ada yang kurang. Ada penyesalan, kenapa kemarin-kemarin tak menyempatkan hadir, meski sekadar memancing memori-memori yang indah dan menyenangkan selama tinggal di Wisma Seni, bergaul dengan seniman di kota kelahirannya.</p>
<p>Mengenang jasa-jasanya dalam dunia kesenian dan pemikiran kebudayaan Indonesia, saya sungguh merasa sangat beruntung telah mengenalnya lebih dekat. Maka, ketika diminta membantu mengemas perkakas dan buku-buku di rumah kontrakannya di kompleks Wisma Seni Taman Budaya Surakarta, untuk dibawa ke Depok, senangnya luar biasa.</p>
<p>Ketika saya bersama istri berkunjung ke Bengkel Teater, lalu dikasih uang saku Rp 500 ribu saat pamit pulang, juga masih terkenang hingga sekarang. Apalagi kalau ingat peristiwa ’serah-terima’ uang, dimana saya berulangkali menolak, sebanyak itu pula Mas Willy menunjukkan mimik marahnya. Bukan upah, namun semacam uang jajan selama perjalanan kami pulang ke Solo, seperti lazimnya paman yang ketemu keponakan.</p>
<p>Mas Willy juga sosok yang menurut saya cukup bisa membahagiakan anak-anak seperti saya. Dengan gembira, beliau menunjukkan dimana foto pentas duet Mas Willy dan istrinya, Mbak Ken Zuraida berjudul <em>Kereta Kencana</em> di Taman Ismail Marzuki, dipajang. Sebuah naskah drama karya Eugene Ionesco yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Mas Willy, yang bertutur tentang pasangan renta berandai-andai dan menyambut datangnya ajal. Sebuah pementasan panjang yang memikat, yang menunjukkan kemampuan keduanya sebagai aktor/aktris berpenghayatan kuat, tanpa terlihat terengah-engah sekejap pun. Atas kekaguman pada pasangan itulah, saya memberikan foto itu, sebagai tanpa penghormatan serta penanda persaudaraan.</p>
<p>Selamat jalan Mas Willy&#8230;. Semoga panjenengan berbahagia, di sana bertemu ’teman-teman sepermainan’ seperti Pak Yatna, Pak Teguh, Mbah Djito, dan tentu saja tukang gendong: Mbah Surip yang terlebih dahulu menyiapkan karpet merah untuk menyambut kedatangan panjenengan. Semoga khusnul khotimah, surga menanti. Amin.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-rendra-mas-willy/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mas Rendra, Mas Willy'>Mas Rendra, Mas Willy</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2012/01/06/kenangan-sang-guru-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kenangan Sang Guru (1)'>Kenangan Sang Guru (1)</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/30/kelompok-payung-hitam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kelompok Payung Hitam'>Kelompok Payung Hitam</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-willy-telah-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mas Rendra, Mas Willy</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-rendra-mas-willy/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-rendra-mas-willy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 06:06:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celathu Basa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Crita saka Sala]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Ionesco]]></category>
		<category><![CDATA[Rendra]]></category>
		<category><![CDATA[Roedjito]]></category>
		<category><![CDATA[seniman]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[Willy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[WS Rendra utawa Mas Willy kondur, nyusul Mbah Roedjito, kadang sepuhé sing luwih dhisik sumaré ana kramatan, yaiku paman ngaso abadi ing komplèks Bèngkèl Téater, Citayam. Gela rasané, aku ora sida tilik priyayi iku ing dalemé, sawisé krungu kabar yèn panjenengané gerah, nganti nginep ana rumah sakit sauntara wektu. Kamangka, wektu iku lan kanca-kanca SonoSeni [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-willy-telah-pergi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mas Willy Telah Pergi&#8230;..'>Mas Willy Telah Pergi&#8230;..</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/13/asale-tembung-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asalé Tembung LONTHÉ'>Asalé Tembung LONTHÉ</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/24/anyel-marang-pulisi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anyel Marang Pulisi'>Anyel Marang Pulisi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_544" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-544" title="willy_8273" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/08/willy_8273-300x153.jpg" alt="Kulawarga lan seniman padha ngonga kanggo Mas Willy " width="300" height="153" /><p class="wp-caption-text">Kulawarga lan seniman padha ngonga kanggo Mas Willy </p></div>
<p>WS Rendra utawa Mas Willy kondur, nyusul Mbah Roedjito, kadang sepuhé sing luwih dhisik sumaré ana kramatan, yaiku paman ngaso abadi ing komplèks Bèngkèl Téater, Citayam. Gela rasané, aku ora sida tilik priyayi iku ing dalemé, sawisé krungu kabar yèn panjenengané gerah, nganti nginep ana rumah sakit sauntara wektu.</p>
<p>Kamangka, wektu iku lan kanca-kanca SonoSeni Ensambel, Sala nembé nginep ana Salihara. Angkahé, sowanku sakanca mbokmenawa bisa nglelipur penggalihé, sanajan ora bisa ngowahi takdhir. Kepriyé waé, Mas Willy klebu salah sawijining priyayi apik, seniman mumpuni kang naté, kira-kira telung taunan wira-wiri Dépok-Sala. Nyéwa kamar siji ing Wisma Seni Taman Budaya Surakarta, anané Mas Willy banget migunani kanggoné jagad seni ing Sala.</p>
<p>Akèh sing ora ngerti, yèn Mas Willy iku klebu waskitha, utamané babagan nitik panggonan sing ana tuk utawa sumber banyu ing sajroning lemah. Salah sijiné sumur ing Wisma Seni, sing ana sisih wétané pendhapa, iku mujudaké tinggalané Mas Willy. Aku meruhi dhéwé wektu iku, Mas Willy mlaku-mlaku ngubengi sautheké Wisma Seni, nggolèki papan sing bisa ditanduri pipa wesi jalaran wis butuh tambahan sumur anyar kanggo nyukupi kebutuhan mbésuké.</p>
<p>Aku dhéwé lagi pisan dolan ana Bèngkèl. Wektu kuwi, Bèngkèl Téater lagi latihan sandiwara lakon <em>Sobrat</em>, sing pengiringé kanca-kanca pemusik saka Sala. Aku didhawuhi ngréwangi motrèt latihan, sing angkahé asilé bakal kanggo gawé poster lan sapanunggalané. Ndilalah, kira-kira sewulan sadurungé, aku nembé didhawuhi ngréwangi pindhahan saka Sala menyang Citayam, Dépok. Nèthèli gebyog saka pring banjur golèk séwan truk kanggo ngangkut bekakas lan buku-buku.</p>
<p>Aku éling, wektu ketemu ing dalemé, aku diparingi sangu limangatus èwu. Pisan-pindho daktampik, Mas Willy malah ndukani. Wektu iku, Mas Willy malah pamèr yèn foto ireng-putih <em>Kereta Kencana </em>sing dakatuarké rikala ana Wisma Seni, isih kerumat kanthi becik. Aku dituduhi yèn foto iku dicènthèlaké ana témbok papan latihan kanca-kanca Bèngkèl.</p>
<p>”Apik iki. Aku seneng banget karo fotomu, Dik Blontank,” ngendikané Mas Willy. Ndhasku mlendhung, atiku bungah dialem seniman gedhé.</p>
<p>Foto <em>Kereta Kencana </em>iku, yèn ora klèru foto paling kèri lan sing bisa dadi pepéling tumrapé Mas Willy lan garwané, Mbak Ken Zuraida. Sangertiku, foto sing dakjeprèt wektu péntas ing Taman Ismail Marzuki iku mujudaké péntas barengé Mas Willy lan Mbak Ida.</p>
<p><em>Kereta Kencana</em> dhéwé nyritakaké <em>romantisme</em>-né pasangan kaki-nini, sing ing antarané padha rembugan babagan pati. Sing ngarang jenengé Eugene Ionesco (Prancis), sing nerjemahaké ing basa Éndonésa ora liya, ya Mas Willy dhéwé. Pemainé mung loro, suwéné mèh rong jam, <em>dialog</em>-é dawa-dawa. Nggatèkaké dialog sing krasa banget ora ana cèwèté, lan loro-loroné ora katon menggèh-menggèh ambegané, tundhané mung bisa dadi pangaembanané wong akèh, yèn sakloroné pancèn ampuh tenan. Aktor lan aktris pinunjul, mumpuni, bebles ing olah seni dhapukan.</p>
<p>Tumrapé warga Sala, utamané seniman, Mas Willy dicathet dadi priyayi sing bener-bener mèlu mikiraké babagan ngrembakakaké kesenian apa waé. Wektu ramé-raméné otonomi daérah, taman budaya sanuswantara kaya kuthuk kélangan babon. Jagad kesenian oling, lan Taman Budaya Surakarta mèlu nggoling. Was Willy banjur mbantu nganggo carané dhéwé. Ana siji-loro artis pop sing wis padha mulya uripé banjur ’dirampok’, dijaluki pambiyantuné kanggo ngurip-urip jagad seni.</p>
<p>Mas Willy, sugeng tindak. Mugi-mugi Gusti Allah paring jembar kubur panjenengan, mulyakaken panjenenan wonten ing alam kelanggengan awit saking kathahipun tinggalan kabecikan ingkang sampun panjenengan damel rikala semanten. Kula namung saged ngarep-arep, mugi-mugi panjenengan bungah ing alam padhang. Saged damel sandiwara énggal, kagem nglelipur para ahli kubur. Mbah Roedjito ingkang nangani skénografi, tata artistik lan nglamponi, kersanipun Mbah Surip ingkang mbiyantu, syukur purun dipun <em>casting</em> dados lakon.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-willy-telah-pergi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mas Willy Telah Pergi&#8230;..'>Mas Willy Telah Pergi&#8230;..</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/13/asale-tembung-lonthe/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asalé Tembung LONTHÉ'>Asalé Tembung LONTHÉ</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/24/anyel-marang-pulisi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Anyel Marang Pulisi'>Anyel Marang Pulisi</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/08/07/mas-rendra-mas-willy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

