<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Ritz Carlton</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/ritz-carlton/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Teroris dan Pengalihan Isu</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/10/teroris-dan-pengalihan-isu/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/10/10/teroris-dan-pengalihan-isu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 08:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[Marriot]]></category>
		<category><![CDATA[NMT]]></category>
		<category><![CDATA[Noordin M Top]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ritz Carlton]]></category>
		<category><![CDATA[Saefuddin Zuhri]]></category>
		<category><![CDATA[SJ]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[Noordin M Top tewas diberondong timah panas dalam penyergapan di Solo. Dalam tiga pekan kemudian, Saefudin Zuhri juga menemui ajal, ketika di Ciputat, berhadapan dengan anggota Dentasemen Khusus (Densus) 88/Markas Besar Polri, yang memburunya. Seorang demi seorang anggota jaringan teroris berhasil ditumpas. Namun, di balik kesuksesan polisi untuk menciptakan ketentraman itu, selalu saja muncul sinisme [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/18/teroris-bersepeda-motor/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Teroris Bersepeda Motor'>Teroris Bersepeda Motor</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/24/17-jam-di-temanggung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 17 Jam di Temanggung'>17 Jam di Temanggung</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/10/pah-lawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pah, Lawan!'>Pah, Lawan!</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Noordin M Top tewas diberondong timah panas dalam penyergapan di Solo. Dalam tiga pekan kemudian, Saefudin Zuhri juga menemui ajal, ketika di Ciputat, berhadapan dengan anggota Dentasemen Khusus (Densus) 88/Markas Besar Polri, yang memburunya. Seorang demi seorang anggota jaringan teroris berhasil ditumpas.</p>
<p>Namun, di balik kesuksesan polisi untuk menciptakan ketentraman itu, selalu saja muncul sinisme dari berbagai kalangan, tak terkecuali saya. Saat penggerebekan Noordin yang gagal di Temanggung, misalnya, spekulasi mengarah pada tuduhan oleh banyak orang akan adanya upaya pengalihan isu.</p>
<p>Pernyataan dalam konferensi pers Presiden SBY beberapa saat usai peledakan bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, yang semula diniatkan sebagai bukti betapa responsifnya aparat negara dalam mengindentifikasi teroris, justru menjadi bumerang. Foto SBY sebagai sasaran tembak dalam latihan kemiliteran para teroris yang ditunjukkan saat jumpa pers, ternyata temuan usang.</p>
<p>Spekulasi, yang boleh jadi dilancarkan lawan-lawan politik SBY, secara kebetulan memperoleh momentum yang pas. Apalagi, sengketa mengenai perolehan suara tiga pasangan calon presiden/wakil presiden sedang berada pada saat-saat kritis. Dua pecundang mengeroyok pemenang, menggunakan isu-isu kecurangan penghitungan suara untuk menyerang.</p>
<p>Lagi-lagi, terdapat kebetulan yang sama. Saat penggerebekan tersangka teroris di Solo, pertengahan September lalu, juga sedang terjadi banyak kasus besar yang menuntut transparansi penyelesaian. Soal cicak lawan buaya, tarik-menarik elit politik memperebutkan posisi kunci dalam jabatan-jabatan kenegaraan, hampir pasti menarik perhatian media untuk menempatkannya sebagai isu-isu utama.</p>
<p>Pengalihan isu? Begitulah sebutan serampangan dalam rangka memuaskan nafsu menjatuhkan lawan (poitik) bagi yang berkepentingan.</p>
<p>Termasuk penggerebekan Safudin Zuhri atau yang populer dengan sebutan inisial SJ, misalnya, spekulasi lantas diarahkan sebagai upaya meredam isu pemeriksaan Komjen Susno Duaji dalam kaitan kisruh skandal <em>bail out </em>Bank Century. Kita tahu, banyak pihak masih menganggap pemeriksaan internal oleh Mabes Polri tak memuaskan prasangka atau dugaan banyak orang. Apalagi, penonaktifan dua petinggi KPK dianggap berlebihan, bahkan memunculkan sinyalemen tindakan itu sebagai upaya sistematis usaha-usaha pemberantasan korupsi.</p>
<p>Tentu, tak bijak pula kalau sebagian dari bangsa ini masih terus-menerus menyebut usaha polisi mencokok para anggota jaringan teroris sebagai upaya pengalihan isu semata.</p>
<p>Mengapa selalu muncul tuduhan-tuduhan miring demikian, saya rasa akan lebih menarik kalau para elit politik dan pemimpin negeri ini becermin, apakah selama ini mereka sudah bersaing secara sehat, fair dan <em>gentle</em>. Tarik-ulur posisi politik yang bermuara pada pembagian kekuasaan dan potensi ekonomi yang mengikuti kelompok yang bersengketa, hanya berakibat munculnya apatisme dalam masyarakat.</p>
<p>Prestasi pemberantasan korupsi oleh KPK, misalnya, sudah memberi efek bagi sebagian pelaku usaha (negara dan swasta) dan pejabat negara/daerah menjadi lebih hati-hati bertindak. Namun, untuk soal-soal yang melibatkan politisi, nyatanya masih terasa jauh panggang dari api.</p>
<p>Sering saya bermimpi, kapan para penjarah uang rakyat, para politisi dengan perilaku menyimpang karena menggunakan <em>power</em>-nya untuk keuntungan diri dan kelompoknya, serta para koruptor itu juga dicap sebagai teroris, ya?</p>
<p>Ingin sekali-sekali bisa liputan Densus 88/Antiteror menggerebek rumah kontrakan seorang koruptor yang telah menyengsarakan rakyat. Apalagi, kalau sang koruptor itu militan, lalu menantang tembak-tembakan, tapi berakhir menggembirakan: para koruptor dibungkus kantong kuning, dimasukkan ke mobil ambulans untuk dicocokkan sidik jari dan DNA-nya untuk memastikan kebenarannya.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/18/teroris-bersepeda-motor/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Teroris Bersepeda Motor'>Teroris Bersepeda Motor</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/08/24/17-jam-di-temanggung/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 17 Jam di Temanggung'>17 Jam di Temanggung</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/11/10/pah-lawan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pah, Lawan!'>Pah, Lawan!</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/10/10/teroris-dan-pengalihan-isu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marriot, JI dan Ngruki</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/07/17/marriot-ji-dan-ngruki/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/07/17/marriot-ji-dan-ngruki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 06:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Abdullah Sungkar]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Ba'asyir]]></category>
		<category><![CDATA[JI]]></category>
		<category><![CDATA[Marriot]]></category>
		<category><![CDATA[Ngruki]]></category>
		<category><![CDATA[Ritz Carlton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Dunia internasional kembali dipaksa memerhatikan Indonesia. Bom yang meledak beruntun di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, Jumat (17/7) pagi, menewaskan sedikitnya sembilan tamu sedang menikmati breakfast. Sebagian besar korban yang berkebangsaan asing, serta kedua hotel juga merupakan simbol barat di Indonesia, sangat mudah menuntun kita pada kesimpulan yang bisa jadi terburu-buru, bahwa pelakunya adalah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/28/ngruki-dan-industri-pers/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki dan Industri Pers'>Ngruki dan Industri Pers</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/23/ngruki-baasyir-dan-sikap-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media'>Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/12/21/baasyir-yang-selalu-kontroversial/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ba&#8217;asyir (yang) Selalu Kontroversial'>Ba&#8217;asyir (yang) Selalu Kontroversial</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia internasional kembali dipaksa memerhatikan Indonesia. Bom yang meledak beruntun di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, Jumat (17/7) pagi, menewaskan sedikitnya sembilan tamu sedang menikmati breakfast. Sebagian besar korban yang berkebangsaan asing, serta kedua hotel juga merupakan simbol barat di Indonesia, sangat mudah menuntun kita pada kesimpulan yang bisa jadi terburu-buru, bahwa pelakunya adalah jaringan Jamaah Islamiyah.</p>
<p>Kesimpulan demikian seolah-olah masuk akal, apalagi pemboman JW Marriot Jakarta kali ini merupakan yang kedua kalinya pasca-tragedi Bom Bali, dan di kemudian hari terdapat temuan, bahwa pelakunya terafiliasi dengan kelompok militan Islam itu. Mudah ditebak, peristiwa kali ini akan kembali menyeret <em>Ngruki Connections</em> ke dalam pusaran tragedi kemanusiaan itu.</p>
<p>Ngruki adalah nama desa di pinggiran Kota Solo, tempat dimana Pondok Pesantren Al Mukmin yang didirikan almarhum Abdullah Sungkar berada. Dalam wacana politik internasional, apalagi yang berkaitan dengan isu-isu Islam militan versus barat, Ngruki pasti disebut. Ada Abu Bakar Ba’asyir, salah satu pendiri pondok itu, yang pernah sama-sama melarikan diri ke Malaysia bersama Sungkar. Sebuah media Amerika, bahkan menyebut Ngruki sebagai <em>incubator for terrorists</em>.</p>
<p>Di sini, saya tak hendak membela Pondok Ngruki, sebab terlalu dini pula untuk membuat kesimpulan bahwa Ngruki akan terbebas dari arus kuat yang demikian. Sebagai orang yang kerap keluar-masuk pondok itu untuk keperluan kerja jurnalistik, saya hanya ingin menyampaikan opini pribadi, berdasarkan sejumlah interaksi dengan orang-orang pondok itu ditambah hasil membaca sejumlah literatur.</p>
<p>Eksodus besar-besaran santri dan ustad dari pondok itu pada 1995, bagi saya merupakan petunjuk adanya perbedaan sikap politik di kalangan internal pondok. Hampir 60 persen kekuatan pondok hijrah ke berbagai daerah lalu mendirikan pondok-pondok kecil, dua di Jawa Barat dan masing-masing satu di Jawa Tengah dan Jawa Timur.</p>
<p>Eksodus, menurut saya, lantaran para pengikut Abdullah Sungkar yang bersikap keras terhadap Orde Baru, merasa tak nyaman di pondok itu. Apalagi, sepeninggal Sungkar (lalu disusul Ba’asyir) pada 1985, pondok itu diawasi oleh intelijen. Sebagian bertahan, selebihnya memilih enggan berkompromi dengan beragam kebijakan rezim Soeharto.</p>
<p>Banyaknya orang yang ditangkap karena diduga terkait dengan peristiwa Bom Bali, Kedubes Australia, Marriot dan sebagainya, dalam lima tahun terakhir, memberi petunjuk argumentasi saya di atas. Pelaku bom bunuh diri serta jaringannya, rata-rata memiliki hubungan (bahkan berasal) dari lingkungan empat pondok pecahan Ngruki.</p>
<p>Sulitnya menemukan tokoh yang bisa dianggap sebagai <em>mastermind</em> lantas menempatkan Ba’asyir sebagai pilihan, meski kemudian polisi dan jaksa sulit menemukan alasan hukum keterlibatannya. Uniknya, dalam perkembangannya, Ngruki tampak lebih ‘moderat’. Yang semula dikenali sebagai anti-Barat dan anti-Kristen, kabarnya kini sudah sering menerima tamu delegasi gereja-gereja dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dunia.</p>
<p>Tak cuma sekali dua, kunjungan bahkan terjadi puluhan kali, dan Abu Bakar Ba’asyir sebagai petinggi pondok itu, banyak terlibat dalam penyambutan dan dialog dengan para tamunya yang oleh kelompok garis keras disebut sebagai ‘kaum kafir’. Saya kira, itu bisa menjadi petunjuk betapa Ngruki yang dulu sudah berubah, meski tidak menutup kemungkinan, masih ada orang-orang pengikut Sungkar yang tinggal di dalamnya.</p>
<p>Selebihnya, saya hanya ingin mengajak Anda untuk tak mudah membuat kesimpulan, apalagi penghakiman sepihak tanpa petunjuk kuat dan fakta yang sebenarnya. Kalau benar-benar merasa sebagai orang-orang yang merdeka dan toleran, sebaiknya kita tak buru-buru berburuk sangka. Kita tunggu saja perkembangannya.</p>
<p><em>Simak juga info mengenai Abu Bakar Ba&#8217;asyir yang kontroversial di</em> <a href="http://blontankpoer.blogsome.com/2006/12/21/baasyir-selalu-kontroversial/">blog lama</a> <em>saya</em>.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/28/ngruki-dan-industri-pers/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki dan Industri Pers'>Ngruki dan Industri Pers</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/07/23/ngruki-baasyir-dan-sikap-media/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media'>Ngruki, Ba&#8217;asyir dan Sikap Media</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/12/21/baasyir-yang-selalu-kontroversial/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ba&#8217;asyir (yang) Selalu Kontroversial'>Ba&#8217;asyir (yang) Selalu Kontroversial</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/07/17/marriot-ji-dan-ngruki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

