Posts Tagged ‘ Sriwedari ’



Janaka Kalap

Feb 4th, 2012 | By | Category: Crita Basa Jawa, Crita saka Sala

Diunèni kalah déning cecak, Janaka mencak-mencak. Ora sabar nunggu awan, ésuk-ésuk mlayu metu saka kraton, nyéngklak keréta kencanané banjur budhal menyang kantor pulisi. Njujug pos jaga, Janaka ora sabar banjur lapuran. “Pak Pulisi, tulung IwanJéwé dirangkèt, dilebokaké pakunjaran!” Pulisiné mung plonga-plongo ngadhepi Janaka. Matané diucek-ucek. Pak Pulisi iku rumangsané mung ngimpi. Sewengi pikèt ijèn jaga [...]



Pensiunan Monyet

Jun 18th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Seorang sarjana, anak tunggal duda yang baru saja pensiun gagal memperoleh pekerjaan. Ia putar haluan, mengadu nasib jadi seniman. Hanya ‘audisi’ untuk sebuah grup ketoprak dan wayang orang yang memberinya harapan. Singkat cerita, ia bergabung pada grup wayang orang yang akan pentas di luar negeri. Sang sarjana bungah. Happy… Sang ayah lega, anaknya akan memulai [...]



Gedung Kesenian Solo

May 19th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Saya merasa terganggu dengan twit seperti terpampang di postingan ini. Mau disebut membela Pak Jokowi atau apa, terserah saja. Saya tak peduli soal begituan. Concern saya hanya pada potensi fitnah, atau setidaknya bisa mendiskreditkan Pak Jokowi, yang selama ini dikenal memiliki kepedulian pada pengembangan budaya dan pemberdayaan warga melalui sejumlah kebijakannya selama menjabat Walikota Surakarta. [...]



Dansa-dansi di Sriwedari

Apr 12th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Suatu malam, saya menemani sutradara film Jagad X-Code, Herwin dan Gunawan, jalan-jalan melakukan riset kecil di THR Sriwedari. Melihat lelaki kekar bertato di lengan kanan, mengajar dansa perempuan-perempuan berusia separuh baya, keduanya menahan tawa. Gunawan menyebutnya absurd. Mereka menari mengikuti irama lagu-lagu Koes Plus. Bukan irama salsa atau jenis musik yang lazim untuk menari dansa. [...]



Mengapa Berbahasa Jawa

Sep 13th, 2009 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Sastra, Sorot

Ada satu-dua teman bertanya, alasan saya suka menulis dengan Bahasa Jawa di Facebook atau blog (baik alamat lama maupun baru). Saya berseloroh begini: karena banyak orang Jawa kini tak bisa mengunakan bahasa ibu, walau lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan Jawa, bahkan di Surakarta, yang diagung-agungkan sebagai centrum-nya kebudayaan Jawa. Jangankan yang muda-remaja, saya pun [...]