Posts Tagged ‘ Sumpah Pemuda ’



Potong Satu Generasi

Oct 28th, 2011 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Saya menyebut kalimat pada judul sebagai maklumat pemuda, yang digemakan pada paruh kedua 1990an. Kemuakan terhadap perilaku elit politik dan petinggi-petinggi negeri yang korup, kerinduan kepada Indonesia yang sejahtera berdasar persamaan hak, dan keinginan membangun pondasi masa depan yang kokoh, menjadi alasan utamanya. Maka, sungguh mendesak memotong satu generasi. Yang tua diafkir saja. Memang menggelikan [...]



Pemuda 2.0 Bersumpah

Oct 29th, 2010 | By | Category: Catatan Blontank Poer

Bagi Indonesia kini, bahasa menjadi problem terbesar. Tak terkecuali, di dalamnya terdapat para pemoeda dan pemoedi generasi 2.0. Bahkan, saya berani menyebut generasi pemoeda-pemoedi 2.0 memiliki andil besar menghancurkan masa depan Bahasa Indonesia, meski sejatinya punya potensi besar untuk menyelamatkan. Simak saja praktek berbahasa para narablog, baik secara lisan maupun tulisan. Kesan saya, seseorang cenderung [...]



Gus Dur Guru Bahasa

Jan 2nd, 2010 | By | Category: Catatan Blontank Poer, Peristiwa, Sastra, Sorot

Pada suatu malam sekira lima tahun silam, saya sengaja datang untuk menyimak orasi budaya KH Abdurrahman Wahid pada sebuah acara sederhana di samping Planetarium, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini. Acara itu sendiri digagas oleh sejumlah seniman (maaf) pinggiran di Jakarta. Kedatangan Gus Dur, menurut saya, luar biasa. Belum tentu orang yang merasa dirinya tokoh [...]



Ingat Aku, Ingat Kesalahanmu

Sep 2nd, 2009 | By | Category: Asal Usil, Catatan Blontank Poer, Sorot, Teras

Aku menuliskan ini karena dalam waktu satu jam, menjumpai beberapa kesalahan, yang sebagian besar orang menganggap sepele. Remeh. Padahal, bagiku itu fundamental, sehingga aku menyebutnya sebagai kesalahan fatal! Memang, ke-Indonesia-an seseorang tidak bisa dilihat hanya lewat cara berbahasa semata. Tapi, mengabaikan bahasanya sendiri, menjadi penanda seseorang sedang memasuki sebuah perbuatan dosa terhadap bangsa (menurutku). Pada [...]