<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Sunni</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/sunni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Dua Shalat Ied Berdampingan</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/09/20/dua-shalat-ied-berdampingan/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/09/20/dua-shalat-ied-berdampingan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 05:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sorot]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Ied]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdliyyin]]></category>
		<category><![CDATA[rakaat]]></category>
		<category><![CDATA[Sunni]]></category>
		<category><![CDATA[Syiah]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, Allah sungguh-sungguh menguji kadar keimanan umat-Nya. DIA menyodorkan peristiwa yang sama, dalam waktu yang sama dan di tempat yang boleh juga dikatakan sama. Toleransi dan kedewasaan di satu sisi, dan hipokrisi di sisi yang satunya. Dua shalat Ied digelar nyaris bersandingan, hanya dalam radius kurang dari 100 meter. Andai itu antara Syiah dan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/07/shalat-jenazah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Shalat Jenazah'>Shalat Jenazah</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/04/jenazah-jaringan-pelaku-bom-bali/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jenazah Jaringan Pelaku Bom Bali'>Jenazah Jaringan Pelaku Bom Bali</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/15/perokok-butuh-fatwa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perokok Butuh Fatwa'>Perokok Butuh Fatwa</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #003300;">Hari ini, Allah sungguh-sungguh menguji kadar keimanan umat-Nya. DIA menyodorkan peristiwa yang sama, dalam waktu yang sama dan di tempat yang boleh juga dikatakan sama. Toleransi dan kedewasaan di satu sisi, dan hipokrisi di sisi yang satunya. Dua shalat Ied digelar nyaris bersandingan, hanya dalam radius kurang dari 100 meter.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Andai itu antara Syiah dan Sunni, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi yang saya saksikan tadi, jauh dari benturan organisasi –entah itu dalam level takmir antarmasjid, atau ormas keagamaan. Dari sisi ‘karakter jama’ah’, saya rasa tak ada beda. Kaum Nahdliyyin shalat tarawih di masjid Muhammadiyah sudah jamak. Begitu sebaliknya.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Pada ‘level’ umat, sejatinya nyaris tak ada fanatisme, sepanjang Tuhannya masih Allah SWT, kitabnya masih Al Qur’an, rasulnya masih Muhammad SAW, dan seterusnya. Fanatik dalam pengertian kalau mesjidnya Al Xxxx maka harus selalu berjamaah di sana, atau kalau imamnya ABCDE, maka di masjid manapun memimpin shalat akan dikejar.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Memang, gesekan kecil menyangkut keyakinan jumlah rakaat shalat tarawih masih terjadi di beberapa tempat, meski tak bisa dibilang banyak. Kedua pemimpin berikut umatnya, pun tak pernah menyoal perbedaan demikian. Tapi, saya rasa, perbedaan itu tak pernah menjadi soal, karena semua mengembalikan <em>mas’alah</em> itu pada niat, <em>nawaitu</em> dan mengembalikan pada prinsip, bahwa Islam itu satu.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Melihat peristiwa tadi, saya jadi teringat cerita seorang pengurus masjid di dusun yang bersebelahan dengan tempat saya berasal. Tiga tahun silam, sang pengurus bertutur kalau ia hendak menyelenggarakan shalat Ied sendiri. Memanfaatkan halaman masjid yang tak seberapa luas dan jalan desa bila jamaah membludak tak tertampung. Ia enggan bergabung shalat Ied yang menggunakan lapangan sepakbola yang sanggup menampung ribuan jamaah sekaligus.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Alasannya sangat sederhana, “Pembagian infaq tak adil, karena dikuasai oleh takmir dari beberapa masjid saja. Banyak-sedikitnya bagian yang diperoleh untuk kas masjid tak punya ukuran. Padahal, bisa diatur melalui musyawarah.”</span></p>
<p><span style="color: #003300;">“Daripada keikhlasan shalat kami terganggu dengan perasaan-perasaan demikian, maka kami memilih memisahkan diri,” ujar si penutur.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Apa yang dituturkan tetangga desa saya itu menggelitik saya. Bersama pengurus masjid, mereka bersepakat membuat ‘<em>venue</em>’ sendiri, padahal jaraknya sekitar 300-an meter dari lapangan yang dulu mempersatukan umat di tiga desa berbeda. Nah, yang terjadi kini, dua ‘<em>venue</em>’ berdekatan, dan afiliasi serta tipologi jama’ahnya tak berhadapan secara diametral. <em>What’s wrong with them</em>?</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Meski <em>suudzon</em> itu tidak baik, kali ini saya terpaksa memberanikan diri ‘berprasangka’. Sebab saya yakin, Tuhan tidak sedang membuat lelucon untuk umatnya, yang semua mengaku bersujud kepada-Nya dan menjalankan semua perintah-Nya. Sepertinya, mereka lupa akan firman Dia yang menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa (yang berbeda) untuk saling kenal-mengenal.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Mereka lupa, bahwa mengingkari kenikmatan yang ditebar oleh-Nya adalah perbuatan sia-sia, oleh karena itu karena dosa. Begitu pula, mereka lupa bahwa tolong-menolong sesama muslim itu wajib hukumnya.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Prinsip toleransi sebagaimana difirmankan oleh Dia: <em>bagiku agamaku, bagimu agamamu</em> adalah bentuk kelenturan bergaul, bermasyarakat dan hal-hal yang lebih bersangkut paut dengan sosial kemasyarakatan, termasuk di dalamnya soal-soal terkait dengan budaya, politik, dan ekonomi.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Sementara untuk urusan ibadah, sebagai bentuk pengakuan atas keberadaan Allah Yang Maha Pencipta, mestinya menghindarkan hal-hal yang mengarah pada perpecahan. Sebab membiarkan perpecahan, apapun bentuknya, berarti pengingkaran atas perintah-Nya. Alangkah nistanya, membiarkan perpecahan hanya lantaran besar-kecilnya hasil bagi uang yang dikeluarkan dengan niat suci para jamaah. Lebih dari itu, bukankah itu sangat duniawi sifatnya, sementara persoalan lebih pada keengganan bermusyawarah semata?</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Semoga, apa yang saya lihat dan rasakan tadi, juga dirasakan oleh para pimpinan takmir masjid-masjid yang berhimpun dalam panitia shalat Ied bersama. Sehingga, tahun depan bisa bersatu kembali, bertemu dan saling bermaaf-maafan sambil merayakan kemenangan bersama, di lapangan sepakbola tempat saya olahraga semasa SD dulu.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Rasanya, sedih kalau saya harus membandingkan dengan masuknya beberapa pesan ucapan Selamat Idul Fitri seraya permintaan maaf yang masuk ke inbox email, Facebook dan telepon genggam saya. Sebab pengirimnya beragam: ada pendeta, aktivis gereja, juga umat beragama lain.</span></p>
<p><span style="color: #003300;">Andai mereka mau menjadikan peristiwa demikian sebagai cermin tempat berkaca&#8230;..</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/07/shalat-jenazah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Shalat Jenazah'>Shalat Jenazah</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/04/jenazah-jaringan-pelaku-bom-bali/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jenazah Jaringan Pelaku Bom Bali'>Jenazah Jaringan Pelaku Bom Bali</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/03/15/perokok-butuh-fatwa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perokok Butuh Fatwa'>Perokok Butuh Fatwa</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/09/20/dua-shalat-ied-berdampingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

