<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Tisna Sanjaya</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/tisna-sanjaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Cerita Tiga Pengelana</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/06/29/cerita-tiga-pengelana/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/06/29/cerita-tiga-pengelana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 17:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Bolakelana]]></category>
		<category><![CDATA[infobandung]]></category>
		<category><![CDATA[infojogja]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[tentangSolo]]></category>
		<category><![CDATA[Tisna Sanjaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[Kicauan pendek mengabarkan tiga pemuda gila akan singgah di Solo, untuk mengajak orang nonton bareng siarang langsung Piala Dunia. Yang disambangi pun orang biasa-biasa saja, mereka yang terkendala untuk menonton suka-suka. Hingga berjumpa tiga (semoga) bujang kelana, saya tak tahu konsep ‘nobar’ mereka. Hingga bersua, sebelumnya mereka ‘bukan siapa-siapa’ bagi saya. Mengenal gank bolakelana pun [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/05/27/cerita-gempa-klaten/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Gempa Klaten'>Cerita Gempa Klaten</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/09/11/cerita-pulkam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Pulkam'>Cerita Pulkam</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagi Cerita SharingSOLO'>Berbagi Cerita SharingSOLO</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1813" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a rel="attachment wp-att-1813" href="http://blontankpoer.com/2010/06/29/cerita-tiga-pengelana/bolakelana/"><img class="size-full wp-image-1813" title="bolakelana" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/06/bolakelana.jpg" alt="" width="200" height="125" /></a><p class="wp-caption-text">Logo resmi BolaKelana?</p></div>
<p><span style="color: #000080;">Kicauan pendek mengabarkan tiga pemuda gila akan singgah di Solo, untuk mengajak orang nonton bareng siarang langsung Piala Dunia. Yang disambangi pun orang biasa-biasa saja, mereka yang terkendala untuk menonton suka-suka. Hingga berjumpa tiga (semoga) bujang kelana, saya tak tahu konsep ‘nobar’ mereka.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Hingga bersua, sebelumnya mereka ‘bukan siapa-siapa’ bagi saya. Mengenal gank </span><strong><span style="color: #000080;"><a href="http://senangberkelana.wordpress.com/">bolakelana </a></span></strong><span style="color: #000080;">pun karena rekomendasi teman, yang juga baru sekali bersua: Dicky namanya, </span><strong><span style="color: #000080;"><a href="http://twitter.com/dixxieland">dixxieland</a></span><em><span style="color: #000080;"> </span></em></strong><span style="color: #000080;">identitas di Twitter-nya. Perkanalan dengan Dicky pun tanpa sengaja, via <a href="http://twitter.com/colonelseven">Gembul</a>, orang asal Solo yang berkelana di ibukota, yang persahabatannya bermula dari dunia maya.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Pengaruh penggunaan internet, memang benar-benar luar biasa. Kenal orang begitu gampang, bahkan kepada orang-orang yang tak mudah diakses secara </span><em><span style="color: #000080;">offline</span></em><span style="color: #000080;">, apalagi untuk berteman atau karena sebuah urusan.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Dari internet yang hebat, saya mengenal orang-orang hebat, dengan gagasan dan laku yang luar biasa dahsyat. Seperti kerelaan tiga pemuda penggila bola itu, yang menyisihkan 30 hari untuk menempuh perjalanan panjang: dari Jakarta hingga Bali dan akan berakhir di Bandung. Tujuannya sangat sederhana, namun mulia: menemani orang yang ingin nonton, tapi tak bersarana.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tanpa sponsor, mereka singgah di satu kota, observasi seperlunya. Mendekati jam tayang, mereka menawarkan kepada sejumlah orang, untuk nonton bareng. Maka, di halaman Polsek pun jadi, di warung remang-remang pun tak soal. Niatnya, mengajak semua orang bergembira, nonton bola dengan televisi bodi tipis alias LCD TV merek <a href="http://www.samsung.com/id/consumer/tv-audio-video/television/lcd-tv/index.idx?pagetype=subtype_p2">Samsung</a> 32 inchi, yang mereka bawa ke mana-mana.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Tak ada rotan, akar pun jadi. Bila tak beroleh sedekah listrik, maka televisi dinyalakan dengan pasokan listrik dari mobil Honda Jazz yang mengantar mereka ke mana saja. Siang di jalanan, petang observasi, malam </span><em><span style="color: #000080;">nyetèl</span></em><span style="color: #000080;"> tivi, dinihari berkemas untuk kembali pergi. Ganti lokasi. Tidur di mobil, nyopir bergantian.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<div id="attachment_1814" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a rel="attachment wp-att-1814" href="http://blontankpoer.com/2010/06/29/cerita-tiga-pengelana/bolakelana2/"><img class="size-full wp-image-1814" title="bolakelana2" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2010/06/bolakelana2.jpg" alt="" width="620" height="397" /></a><p class="wp-caption-text">Ini kaos kenangan, yang sejatinya masuk kategori &#39;jatah preman&#39; alias JP</p></div>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Menurut <a href="http://twitter.com/christianjoopay">Paijo</a>, salah satu personil </span><strong><span style="color: #000080;">@bolakelana <span style="font-weight: normal;">yang bernama asli Christian Harahap</span></span></strong><span style="color: #000080;">, mereka ingin membuat film pendek dan membuat buku yang berisi catatan perjalanan mereka, kelak seusai Piala Dunia. Soal dana, itu urusan nanti. Sebab yang penting, proses mesti dijalani, sementara hasil akhir –yang mungkin belum pasti, juga urusan nanti. </span><em><span style="color: #000080;">Enjoy</span></em><span style="color: #000080;"> dulu, kata mereka.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Jangan tanya suka-duka selama perjalanan. Di Bali, mereka tak jadi </span><em><span style="color: #000080;">nyetèl</span></em><span style="color: #000080;"> tivi karena berurusan dengan polisi, pecalang dan banyak lagi. Di Probolinggo, mereka jumpai semarak warga menyambut Piala Dunia dengan mengibarkan aneka rupa bendera ukuran besar kesebelasan negara pujaan mereka, namun ternyata sedikit saja yang saksikan siaran.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Di Solo, mereka ditemani 70-an anggota klub pengendara RX King, yang setiap pergerakan mereka menghasilkan superbising di kuping. Kata mereka, menonton siaran pertandingan pertama malam itu sangat meriah, walau malamnya payah. Yang menatap televisi hanya tinggal beberapa wajah.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Kembali kepada <a href="http://senangberkelana.wordpress.com/2010/06/25/this-is-us-this-is-who-we-are/">personil </a></span><strong><span style="color: #000080;"><a href="http://senangberkelana.wordpress.com/2010/06/25/this-is-us-this-is-who-we-are/">bolakelana</a></span></strong><span style="color: #000080;">, ternyata mereka bukanlah orang yang sama sekali tak saya kenal. Paijo, yang asli Samirono, Sleman, ternyata pengelola </span><strong><span style="color: #000080;"><a href="http://twitter.com/infojogja">infojogja</a></span></strong><span style="color: #000080;">. Sedang Tjoek Widharyoko alias <a href="http://twitter.com/radikalspirit">Uchuk</a>, yang warga Bandung, ternyata murid bimbingan Tisna Sanjaya, seorang sahabat yang juga penggila bola, yang karyanya lukisnya pernah jadi materi pendukung kegiatan resmi Piala Dunia, kalau tak keliru delapan tahun silam. Satu lagi personil mereka, adalah <a href="http://twitter.com/ddaannaanngg">Danang Yogaheratno</a>. </span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Bersama Dicky, Uchuk mengelola </span><strong><span style="color: #000080;"><a href="http://twitter.com/infobandung">infobandung</a></span></strong><span style="color: #000080;">, yakni tempat berbagi informasi di situs jejaring sosial Twitter. Sementara saya, sedang belajar dari mereka, mengelola </span><strong><span style="color: #000080;"><a href="http://twitter.com/tentangSolo">tentangSolo</a></span></strong><span style="color: #000080;">, yang maunya menjadi </span><em><span style="color: #000080;">support</span></em><span style="color: #000080;"> informasi bagi pengguna Twitter.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> </span></p>
<p><span style="color: #000080;">Alangkah indahnya pertemuan kami, pada sebuah peristiwa mengejutkan&#8230;</span><strong><span style="color: #000080;"> </span></strong><span style="color: #000080;">Padahal, beberapa pekan sebelumnya, saya sedang menggagas pertemuan para admin/pengelola aneka info di berbagai daerah, seperti <strong>@</strong></span><strong><span style="color: #000080;">LiburanLokal</span></strong><span style="color: #000080;">, <strong>@</strong></span><strong><span style="color: #000080;">infomalang</span></strong><span style="color: #000080;">, <strong>@</strong></span><strong><span style="color: #000080;">samTUG</span></strong><span style="color: #000080;">, <strong>@</strong></span><strong><span style="color: #000080;">visitsemarang</span></strong><span style="color: #000080;">,<strong>@</strong></span><strong><span style="color: #000080;">infolombok</span></strong><span style="color: #000080;">, dan banyak lagi&#8230;.</span></p>
<p><span style="color: #000080;"> Selamat berjuang, semoga sukses berbagi, hingga berakhir Piala Dunia&#8230;</span></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2010/05/27/cerita-gempa-klaten/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Gempa Klaten'>Cerita Gempa Klaten</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/09/11/cerita-pulkam/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Pulkam'>Cerita Pulkam</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/06/10/berbagi-cerita-sharingsolo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berbagi Cerita SharingSOLO'>Berbagi Cerita SharingSOLO</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/06/29/cerita-tiga-pengelana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelompok Payung Hitam</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2009/10/30/kelompok-payung-hitam/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2009/10/30/kelompok-payung-hitam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 17:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Blontank Poer]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[performing arts]]></category>
		<category><![CDATA[Teater]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[Harry Roesli]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Soleh]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamad Sunjaya]]></category>
		<category><![CDATA[Payung Hitam]]></category>
		<category><![CDATA[Rahman Sabur]]></category>
		<category><![CDATA[Suyatna Anirun]]></category>
		<category><![CDATA[Tisna Sanjaya]]></category>
		<category><![CDATA[Wawan Sofwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=961</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman di Bandung lebih suka menyebut Ka Pé Ha (KPH), akronim dari Kelompok Payung Hitam. Pertama kali saya jatuh hati pada grup ini ketika mereka mementaskan naskah Peter Handke (Jerman) berjudul Kaspar di Taman Budaya Surakarta, 1995. Saat itu, seniman se-Indonesia kumpul dalam hajatan besar merayakan Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka. Pertunjukan yang tata artistiknya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/29/dua-drama-teror/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dua Drama Teror'>Dua Drama Teror</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/18/kontrabass/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kontrabass'>Kontrabass</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/21/berburu-buku-dan-piringan-hitam-jadul-yuukk%e2%80%a6/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berburu Buku dan Piringan Hitam Jadul, yuukkâ€¦'>Berburu Buku dan Piringan Hitam Jadul, yuukkâ€¦</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman-teman di Bandung lebih suka menyebut Ka Pé Ha (KPH), akronim dari Kelompok Payung Hitam. Pertama kali saya jatuh hati pada grup ini ketika mereka mementaskan naskah Peter Handke (Jerman) berjudul <em>Kaspar</em> di Taman Budaya Surakarta, 1995. Saat itu, seniman se-Indonesia kumpul dalam hajatan besar merayakan Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka.</p>
<div id="attachment_957" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><img class="size-full wp-image-957" title="blog_puisi_tubuh_yang_runtuh_1" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/blog_puisi_tubuh_yang_runtuh_1.jpg" alt="Puisi Tubuh yang Runtuh" width="620" height="357" /><p class="wp-caption-text">Puisi Tubuh yang Runtuh</p></div>
<p>Pertunjukan yang tata artistiknya ditangani perupa Tisna Sanjaya, dengan iringan musik kaleng Harry Roesli itu sungguh mencengangkan banyak kalangan. Meski sama-sama fenomenal ketika itu, Ka Pé Ha sempat ‘menggusur’ Teater SAE-nya Boedi S Otong dan Afrizal Malna dari perbincangan teater modern Indonesia. Keduanya sama-sama menonjolkan kekuatan tubuh aktor sebagai inti eksplorasi, juga sama-sama minim dialog.</p>
<p>Rupanya, <em>Kaspar </em>menjadi <em>masterpiece </em>Kelompok Payung Hitam. Dan, foto yang saya buat atas pertunjukan itu pun akhirnya saya anggap sebagai karya <em>masterpiece </em>saya pula. Baru dua tahun belajar motret, saya sanggup membekukan peristiwa panggung itu dengan <em>shutter speed</em> 4 detik, dengan FujiFilm ISO 1600. Tanpa tripod, hanya mengandalkan pernafasan mulut agar tangan tak bergerak mengikuti tarikan atau hembusan nafas.</p>
<div id="attachment_958" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><img class="size-full wp-image-958" title="kaspar" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/kaspar.jpg" alt="Kaspar (solo, 1995)" width="620" height="132" /><p class="wp-caption-text">Kaspar (Solo, 1995)</p></div>
<p>Itulah sebabnya, kenapa sebagian dari koleksi saya atas foto <em>Kaspar </em>saya jadikan <em>banner</em> resmi di blog yang sedang Anda baca ini. <em>Kaspar</em>-lah gerbang yang saya lalui ketika memasuki Bandung, juga dunia seni pertunjukan Indonesia.</p>
<p>Sejak itu, saya menjadi dekat dengan kerabat Ka Pé Ha: Kang Rahman, Rusli Keleeng, Tony Broer, Yadi Bagong, Alit, Tatang Pahat, dan banyak lagi. Dari perkenalan itu, saya menjadi senang ke Bandung, apalagi bila Ka Pé Ha mau mementaskan. Beberapa karya mereka, pun saya dokumentasikan. Harus saya katakan di sini, saya merupakan salah satu fans beratnya.</p>
<div id="attachment_959" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-959" title="blog_puisi_tubuh_yang_runtuh_3" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/blog_puisi_tubuh_yang_runtuh_3.jpg" alt="Tubuh adalah kekuatan inspirasi dan sumber eksplorasi" width="300" height="296" /><p class="wp-caption-text">Tubuh adalah kekuatan inspirasi dan sumber eksplorasi</p></div>
<p>Dari mereka, saya berkenalan dengan banyak teman seniman Bandung. Dengan aktor-aktor Studiklub Teater Bandung (STB) seperti Mohamad Sunjaya, Iman Soleh, <a href="http://blontankpoer.com/kontrabass/">Wawan Sofwan</a>, dan banyak lagi. Kang Tisna Sanjaya dan Mbak Molly termasuk pasangan yang baik hati, yang selalu menampung saya setiap berkunjung ke Bandung, karena tanpa pemberitahuan, tiba-tiba saya mengetuk pintu rumahnya pagi-pagi sekali, ketika Zico dan Ayang belum pergi sekolah.</p>
<p>Pertunjukan <em>Puisi Tubuh yang Runtuh</em> karya/sutradara Kang Rahman Sabur yang dipentaskan di Taman Budaya Surakarta, 29 Oktober malam ini, seolah menjadi pengingat. Salah satunya, kepada almarhum Pak Suyatna Anirun yang perannya sangat besar sehingga saya mencintai pendokumentasian peristiwa seni pertunjukan sebagai proyek pribadi, setidaknya hingga kini.</p>
<p><em>Puisi Tubuh yang Runtuh</em> masih memukau saya, juga ratusan penonton yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kekuatiran saya akan redupnya Ka Pé Ha, ternyata tak terbukti. Apalagi, semenjak Kang Rahman menderita stroke cukup parah.</p>
<p>“Saya justru merasakan bisa sembuh total ketika berguling-guling dan berporses kembali bersama anak-anak,” cerita Kang Rahman kepadaku, sesaat sebelum kami menyaksikan Mainteater mempertunjukkan karya terbarunya, <a href="http://blontankpoer.com/dua-drama-teror/"><em>Ladang Perminus</em></a> di tempat yang sama.</p>
<p>Pertemuan saya dengan <em>urang-urang</em> Bandung kali ini seperti menjadi kado ulang tahun termewah untuk saya. Setidaknya, saya merasa diingatkan untuk tak melewatkan peristiwa seni pertunjukan, meski tak sanggup ke luar kota sepekan sekali seperti dulu. Jaman sudah berubah, tanggung jawab sebagai suami juga tak bisa dilepas.</p>
<p>Seniman-seniman Bandung, bagi saya adalah orang-orang terhormat, yang semua memiliki jasa besar terhadap perjalanan hidup saya. Tak terkecuali, Edy Purnawady, orang terpenting di balik terciptanya persahabatan saya dengan orang-orang Bandung, selain Nandang Gawe yang paling sering saya paksa menemani jalan-jalan. Tanpa mereka, mungkin saya bukan siapa-siapa.</p>
<div id="attachment_960" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-960" title="blog_puisi_tubuh_yang_runtuh_2" src="http://blontankpoer.com/wp-content/uploads/2009/10/blog_puisi_tubuh_yang_runtuh_2.jpg" alt="Kehadiran KPH selalu memukau" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Kehadiran KPH selalu memukau</p></div>
<p>Kalau tulisan ini kuat aroma romantisme masa silam, ya begitulah kenyataannya. Belu sempat saya ke Bandung menengok Kang Rahman, beliau sudah hadir di Solo. Saya sengaja tak pernah menelepon, karena ingin datang dadakan sebagai kejutan seorang fans kepada orang yang dikaguminya.</p>
<p>Sakitnya mengingatkan saya pada stroke yang juga diderita bapak saya. Saya memetik hikmah dari perbincangan kami yang tak seberapa lama, padahal sebelumnya sudah terpisah sangat lama.</p>
<p>Kang Rahman, semoga sehat selalu. Saya, juga banyak teman pencinta seni drama di Indonesia, masih dan akan selalu menanti karya-karya baru Kang Rahman… Sukses selalu untuk Kang Rahman, keluarga besar Ka Pé Ha, teman-teman di Buah Batu 212, juga para seniman-seniman merdeka di Bandung.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/10/29/dua-drama-teror/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dua Drama Teror'>Dua Drama Teror</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2006/02/18/kontrabass/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kontrabass'>Kontrabass</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2008/02/21/berburu-buku-dan-piringan-hitam-jadul-yuukk%e2%80%a6/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berburu Buku dan Piringan Hitam Jadul, yuukkâ€¦'>Berburu Buku dan Piringan Hitam Jadul, yuukkâ€¦</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2009/10/30/kelompok-payung-hitam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

