<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blontank Poer &#187; Tjatoet</title>
	<atom:link href="http://blontankpoer.com/tag/tjatoet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blontankpoer.com</link>
	<description>sedikit membual, seperti bikin jurnal</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 May 2012 10:48:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Nikmat Teh Kombinasi</title>
		<link>http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/</link>
		<comments>http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 16:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Blontank Poer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asal Usil]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Surakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Lidah Manja]]></category>
		<category><![CDATA[Teras]]></category>
		<category><![CDATA[2 Tang]]></category>
		<category><![CDATA[999]]></category>
		<category><![CDATA[Dandang]]></category>
		<category><![CDATA[Dilmah]]></category>
		<category><![CDATA[Djempol]]></category>
		<category><![CDATA[jasmine]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Djenggot]]></category>
		<category><![CDATA[Lipton]]></category>
		<category><![CDATA[Poci]]></category>
		<category><![CDATA[Sari Wangi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosro]]></category>
		<category><![CDATA[teh]]></category>
		<category><![CDATA[Tjatoet]]></category>
		<category><![CDATA[Tong Tji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blontankpoer.com/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[Tak usah jauh-jauh ke Slawi atau Tegal untuk menikmati seduhan teh yang mantap. Di Negeri Poci itu, lidah tak terdidik pun bisa memaksa siapapun mengucap enak, walau masuk di sembarang warung. Mengapa harus ke Tegal? Nah, untuk menjawab itulah saya ingin berbagi pengalaman dengan Anda, untuk menikmati teh sembari baca-baca di teras. Teh Seduhan Kombinasi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/04/sate-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sate Jamu'>Sate Jamu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tengak-tengok di City Walk'>Tengak-tengok di City Walk</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/17/srabi-kasih-sayang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srabi Kasih Sayang'>Srabi Kasih Sayang</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak usah jauh-jauh ke Slawi atau Tegal untuk menikmati seduhan teh yang mantap. Di <em>Negeri Poci</em> itu, lidah tak terdidik pun bisa memaksa siapapun mengucap enak, walau masuk di sembarang warung. Mengapa harus ke Tegal? Nah, untuk menjawab itulah saya ingin berbagi pengalaman dengan Anda, untuk menikmati teh sembari baca-baca di teras.</p>
<p><strong>Teh Seduhan</strong></p>
<p>Kombinasi teranyar baru saya temukan dua pekan silam, dari perpaduan antara teh cap <em>Tjatoet, Gopek </em>dan <em>Tong Tji</em> –semuanya produksi Slawi, Tegal. Sepet yang terasa kuat diperoleh dari unsur <em>Tjatoet</em>, sementara wanginya saya dapatkan dari <em>Tong Tji</em>. Keduanya sejenis, sama-sama <em>jasmine tea</em>. Aroma dari lereng Gunung Lawu pun dimasukkan, dengan menambahkan teh Kemuning.</p>
<p>Rasa itu mengalahkan kombinasi favorit saya sebelumnya, yakni <em>Nyapu </em>dan <em>Sintren</em>. Meski enak juga, kombinasi lama ini terasa lebih ringan, walau tak bisa disebut lamat-lamat. Banyak warung-warung wedangan di Solo menjadikan kombinasi <em>Nyapu </em>dan <em>Sintren</em> sebagai sajian favorit.</p>
<p>Warna seduhan kombinasi yang satu ini juga tampak lebih terang/bening dibanding kombinasi yang baru saja saya temukan. Namun, warna hasil seduhan <em>Tjatoet</em>-<em>Tong Tji</em>-teh Kemuning bisa membuat serem bagi orang-orang yang bukan maniak teh. Orang-orang Jakarta yang terbiasa dengan teh celup model <em>Sari Wangi</em>, misalnya, akan <em>jiper</em> begitu melihat warnanya, apalagi bila disajikan dengan gelas bening.</p>
<p>Lidah-lidah orang kota seperti Jakarta, yang (menurut saya) sama-sama pragmatisnya dengan rata-rata prinsip hidup mereka, akan kaget atau berteriak kepahitan bila berjumpa teh model demikian. Apalagi mereka yang sejak masa kecilnya sudah didikte dengan minuman kemasan, sirup atau teh ala kadarnya. Ya, maklum saja, rata-rata orang kota hanya mengenal merek teh dari iklan media massa, lalu menyuruh pembantu membeli teh sesuai iklan yang didapatnya.</p>
<p>Beberapa teman di Solo lebih menyukai kombinasi tiga merek sekaligus: <em>Nyapu, Sintren </em>dan <em>999</em>. Tapi, setelah saya coba, unsur <em>triple-nine</em> itu nyaris tak memiliki kontribusi apa-apa. Rasanya hampir tak jauh beda. <em>So</em>, malah lebih boros, kan?</p>
<p>Oh, iya, sebelum lupa, saya ingatkan kepada Anda. Bila menginginkan yang sedang-sedang saja, dua sendok makan teh sudah cukup untuk diguyur air secangkir. Tinggal selera Anda, mau model teh tubruk atau saring. Soal manis-tidaknya, silahkan menambah gula sesuai selera. Namun, untuk penyuka teh seperti saya, tiga sendok makan baru bisa disebut masuk hitungan.</p>
<p>Tapi di antara formula lama dan yang baru ditemukan, tetap saja membuat saya tergoda melakukan eksperimen-eksperimen lanjutan. Teh hijau pun saya masukkan sebagai unsur tambahan. Begitu juga teh <em>2 Tang</em> yang pernah lama jadi teh tunggal favorit saya. Teh cap <em>Dandang</em> atau teh cap <em>Djempol </em>yang sudah saya cecap sedari kanak-kanak pun masuk jenis yang terus saya eksplor.</p>
<p>Yang pasti, hingga kini saya sudah mendapatkan empat varian, dengan resep berbeda-beda. Ada yang <strong><em>light </em></strong>untuk pemula, dengan aroma lebih wangi karena unsur melati. Yang ini dibuat karena ada beberapa masukan dari kebanyakan perempuan, yang merasa lebih suka rasa sedang, sebab terlalu sepat kadang membuat perut mulas. Lantas varian yang saya klasifikasikan sebagai<strong> <em>reguler</em></strong> dengan wangi dan sepat sama-sama sedang. Yang ketika, saya namai <strong><em>super</em></strong> karena wanginya kuat dan sepatnya nendang. Dan, varian keempat merupakan racikan khusus bagi <em>tea addicted</em> atau maniak. Saya memberi julukan <strong><em>premium</em></strong> lantaran hanya orang-orang aneh atau luar biasa, yang menyukai jenis ini. Jumlahnya tidak banyak, tapi benar-benar penikmat teh.</p>
<p><strong>Teh Celup </strong></p>
<p>Khusus bagi Anda yang sering bepergian dalam waktu lama namun kesulitan memperoleh kenikmatan saat ketagihan datang, saya rekomendasikan beberapa merek. <em>Tong Tji, 2 Tang, Sosro</em> atau <em>Kepala Djenggot</em> sudah cukup. Namun saya ingatkan, khusus teh celup <em>Sosro</em>, pilihlah yang jenis Premium, jangan <em>Sosro</em> yang banyak beredar di warung-warung. Kalau yang itu, <em>sih</em>, cuma beda-beda tipis dengan <em>Sari Wangi</em>, yang hanya pas untuk lidah pemula.</p>
<p>Yang perlu saya ingatkan pula, jangan sekali-sekali tergiur <em>brand</em> asing. <em>Lipton</em> dan <em>Dilmah</em> yang banyak diandalkan restoran dan hotel-hotel berbintang itu hanya menang <em>wah</em>. Padahal, <em>wah­-</em>nya cuma di harga, bukan rasa. Cuma, ya mesti maklum. Karena menang promosi dan sukses di pencitraan, jangan kaget kalau di tempat-tempat beginian, Anda tak bakal mendapatkan teh yang mantap, enak dan bikin ketagihan.</p>
<p>Sayang, teh celup bikinan perusahaan swasta asing itu sudah mendominasi hotel dan restoran mewah di berbagai kota di Indonesia. Tapi, biarkan saja. Toh, yang menikmati tak seberapa, cuma itu-itu saja.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/04/sate-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sate Jamu'>Sate Jamu</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2010/02/07/tengak-tengok-di-city-walk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tengak-tengok di City Walk'>Tengak-tengok di City Walk</a></li>
<li><a href='http://blontankpoer.com/2009/09/17/srabi-kasih-sayang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Srabi Kasih Sayang'>Srabi Kasih Sayang</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blontankpoer.com/2010/01/25/nikmat-teh-kombinasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

